web analytics

5 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Muslimah Saat Haid atau Nifas

clockJumat, 14 Mei 2021 06:20 WIB
Umum - Ramadhan, 5 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Muslimah Saat Haid atau Nifas, Haid,Nifas,muslimah,haid dilarang

Ilustrasi muslimah (Unsplash)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Perempuan yang sedang haid dan nifas diharamkan melakukan beberapa hal.

Abdul Qadir Muhammad Manshur dalam bukunya, Panduan Sholat  An-Nisaa Menurut Empat Mazhab, terbitan Republika Penerbit menyatakan, setidaknya ada empat hal yang perlu diperhatikan lebih lanjut kepada perempuan tersebut. Adapun larangan tersebut adalah sebagai berikut:

Pertama adalah memasuki masjid. Ibnu Umar dalam Majma'uz Zawaid meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW berkata kepada Aisyah:

بيْنَما رَسولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ في المَسْجِدِ، فَقالَ: يا عَائِشَةُ، نَاوِلِينِي الثَّوْبَ. فَقالَتْ: إنِّي حَائِضٌ، فَقالَ: إنَّ حَيْضَتَكِ ليسَتْ في يَدِكِ فَنَاوَلَتْهُ  "Ulurkanlah alas sholat  dari masjid kepadaku." Aisyah pun berkata: "Sesungguhnya aku sedang haid." Kemudian Rasulullah pun bertanya: "Apakah haidmu ada di tangan?" Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan berstatus sahih.

Para fuqaha dalam al-Masusu'ah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyyah bersepakat bahwa haram bagi perempuan yang sedang haid tinggal di dalam masjid. Hal ini sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW berbunyi:

 لَا أُحِلُّ الْمَسْجِدَ لِحَائِضٍ وَلَا جُنُبٍ "La uhillul masjida li-haaidin wa la junubin." Yang artinya: "Aku tidak menghalalkan masjid bagi perempuan yang sedang haid dan orang yang sedang junub."

Abdul Qadir Muhammad Manshur menyebut dalam kitabnya jika iktikaf atau berdiam diri di masjid termasuk dihukumi haram. Meski demikian, para fuqaha bersepakat bahwa boleh bagi perempuan tersebut untuk melewati masjid tanpa tinggal, dalam kondisi darurat dan ketika ada uzur.  

Landasan argumentasi ini berdasar qiyas pada orang yang sedang junub. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam Alquran Surah An Nisa 43 berbunyi:

وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِي سَبِيلٍ حَتَّىٰ تَغْتَسِلُوا

"Wa la junuban, illa abiri sabilin hatta taghtasilu." Yang artinya: "Dan jangan pula (kamu hampiri masjid ketika kamu) dalam keadaan junub, kecuali sekadar melewati jalan saja."

Dalam kondisi darurat, para ulama dari Mazhab Hanafi berpendapat bahwa sebaiknya yang bersangkutan bertayamum terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam masjid. Sedangkan para ulama dari Madzhab Hanafi dan Maliki berpendapat, haram baginya memasuki masjid secara mutlak, baik untuk tinggal maupun untuk lewat.

Kedua, membaca Alquran. Para ulama berbeda pendapat mengenai larangan ini. Jumhur ulama dari Mazhab Hanafi, Syafii, dan Hanbali mengharamkan untuk membaca Alquran. Hal ini sebagaimana yang disabdakan Nabi Muhammad SAW dalam hadits riwayat Tirmidzi berbunyi:

"Perempuan yang sedang haid dan yang sedang junub tidak boleh membaca sesuatu dari Alquran." Adapun para ulama memerincikannya perkara ini berdasarkan rgumentasinya masing-masing.

Ulama dari kalangan Mazhab Hanafi berpendapat, haram baginya membaca Alquran meskipun kurang dari satu ayat. Namun, apabila yang bersangkutan tidak bermaksud membaca tapi hanya bermaksud memuji atau berzikir, hal itu tidak dipermasalahkan. Misalnya, membaca Al Fatihah yang kerap diasosiasikan sebagai sebuah surat yang menjadi bagian dari doa.

Para ulama dari Mazhab Imam Syafii berpendapat, haram bagi perempuan yang sedang haid membaca Alquran. Meskipun hanya sebagian dari ayat, seperti satu huruf. Hal tersebut dinilai mengurangi penghormatan baik dia bermaksud maupun tidak.

Ketiga, mereka juga tak boleh menyentuh dan membawa mushaf. Secara umum, para fuqaha bersepakat bahwa haram bagi perempuan yang sedang haid menyentuh mushaf. Hal ini ditegaskan berdasarkan dalil Alquran, Allah SWT berfirman dalam surah al-Waqiah 79 yang artinya:

لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ "Tidak ada yang menyentuhnya selain hamba-hamba yang disucikan."

Rasulullah SAW juga pernah berkata dalam hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Abu Bakar bin Amru bin Hazm yang mendapatkannya dari kakeknya. Dalam redaksinya, Rasulullah berkata:

"Tidak ada yang menyentuh Alquran kecuali orang yang suci." Namun, para ulama dari mazhab Maliki mengecualikan guru dan murid. Keduanya boleh menyentuh mushaf Alquran.

Keempat dan kelima, adapun larangan selanjutnya adalah puasa dan sholat. Haram bagi perempuan yang sedang haid dan nifas melaksanakan puasa dan sholat. Para ulama bersepakat bahwa perempuan yang haid, wajib mengqadha (mengganti usai suci) puasa dan tidak perlu mengqadha sholat .

Dua hal ini mendapatkan perlakuan berbeda karena penyamaan hukum keduanya akan menjatuhkan perempuan ke dalam lubang kesusahan dan kesempitan. Oleh karena itu, hukum taklif keduanya dibedakan. Adapun ini adalah tanda diberikannya kemudahan dan kelonggaran serta simbol dihilangkannya kesusahan.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

terbaru

Niat, Keutamaan, dan Tata Cara Puasa Senin-Kamis

Ramadhan Rabu, 28 Juli 2021 | 09:21 WIB

Bagi umat Islam, banyak amalan sunnah yang bisa rutin dikerjakan. Salah satu amalan sunnah yang banyak dilakukan adalah...

Umum - Ramadhan, Niat, Keutamaan, dan Tata Cara Puasa Senin-Kamis, Puasa Senin Kamis,niat puasa senin kamis,keutamaan puasa senin kamis,Tata cara puasa senin kamis

Ular di Rumah Jangan Langsung Dibunuh, Begini Cara Mengusirnya

Ramadhan Rabu, 28 Juli 2021 | 06:44 WIB

Kamu pasti panik kalau ada ular masuk ke dalam rumah. Tapi, jika hal tersebut terjadi jangan dulu panik. Jangan membunuh...

Umum - Ramadhan, Ular di Rumah Jangan Langsung Dibunuh, Begini Cara Mengusirnya, cara mengusir ular,cara mengusir ular dari dalam rumah,Ular masuk rumah,ular di dalam rumah

Banyak Ulama Wafat Jadi Tanda Kiamat, Ini Penjelasan Cendekiawan Musli...

Ramadhan Senin, 26 Juli 2021 | 14:14 WIB

Angka kematian akibat Covid-19 terus bertambah. Bahkan beberapa hari terakhir kabar duka orang-orang meninggal setelah t...

Umum - Ramadhan, Banyak Ulama Wafat Jadi Tanda Kiamat, Ini Penjelasan Cendekiawan Muslim, ulama wafat,Ulama Wafat Tanda Kiamat,angka kematian akibat Covid-19,Ulama terpapar virus Covid-19,ulama di Tanah Air,kabar duka ulama

Doa untuk Orang Sakit yang Dianjurkan Rasulullah

Ramadhan Minggu, 25 Juli 2021 | 05:31 WIB

Seorang Muslim senantiasa dianjurkan untuk mendoakan saudaranya yang sedang sakit atau tertimpa musibah. Doa umat Islam...

Umum - Ramadhan, Doa untuk Orang Sakit yang Dianjurkan Rasulullah, doa untuk orang sakit,doa meminta kesembuhan,doa Rasulullah,doa

Memahami Hari Tasyrik: 3 Hari setelah Iduladha

Ramadhan Rabu, 21 Juli 2021 | 18:45 WIB

Pada tahun ini,  Kemenag mentapkan Hari Tasyrik jatuh pada tanggal 21,22, dan 23, juli 2021.

Umum - Ramadhan, Memahami Hari Tasyrik: 3 Hari setelah Iduladha, Hari Tasyrik,Iduladha,Islam,Zikir,hadis

Sejarah, Makna, dan Tradisi Kurban, bagi Umat Islam di Indonesia

Ramadhan Rabu, 21 Juli 2021 | 18:30 WIB

Berikut Ayobandung.com merangkum sejarah dan makna kurban.

Umum - Ramadhan, Sejarah, Makna, dan Tradisi Kurban, bagi Umat Islam di Indonesia, Sejarah,Tradisi,Agama,Islam,Kurban,Indonesia,Iduladha

Ketentuan Pembagian Daging Kurban menurut Hadis

Ramadhan Rabu, 21 Juli 2021 | 16:00 WIB

Adapun Shohibul Qurban, sebagai pemilik hewan kurban, hanya berhak memperoleh 1/3 bagian daging.

Umum - Ramadhan, Ketentuan Pembagian Daging Kurban menurut Hadis, Ketentuan Pembagian,Daging Kurban,hadis,Sunah,hewan kurban,Iduladha,Islam,Ajaran Rasulullah

Memaknai Sejarah Iduladha dan Totalitas Nabi Ibrahim

Ramadhan Selasa, 20 Juli 2021 | 08:30 WIB

Iduladha berarti kembali melakukan penyembelihan hewan urban atau kerap disebut istilah Hari Raya Kurban. Idul Adha juga...

Umum - Ramadhan, Memaknai Sejarah Iduladha dan Totalitas Nabi Ibrahim, Sejarah Iduladha,Totalitas Nabi Ibrahim,Iduladha,Lebaran Haji,Sejarah Hari Raya Kurban,penyembelihan hewan kurban
dewanpers
arrow-up