web analytics
  

Taman Lalu Lintas Masih Sepi Pengunjung di Hari Pertama Lebaran

Kamis, 13 Mei 2021 19:18 WIB Gelar Aldi S
Bandung Raya - Bandung, Taman Lalu Lintas Masih Sepi Pengunjung di Hari Pertama Lebaran, Taman Lalu Lintas (TLL),Hari Pertama Lebaran,Wisata di Taman Lalu Lintas

Taman Lalu Lintas (TLL). (Ayobandung.com/Gelar Aldi)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Sebagian masyarakat Kota Bandung memanfaatkan libur Lebaran dengan berkunjung tempat-tempat wisata di Kota Bandung. Salah satunya Taman Lalu Lintas (TLL).

Saat berkunjung ke TLL pada Kamis, 13 Mei 2021 sore, sekira pukul 15.00, terlihat suasana TLL masih sepi pengunjung. Keadaan TLL terpantau tertib baik dari pengunjung yang menerapkan protokol kesehatan, juga dari pihak pengawas yang bertugas, yaitu Satpol PP.

Menurut Hadi Purwanto, Pejabat sementara Administratur TLL mengklaim, sebanyak 500 wisatawan telah berkujung ke TLL pada hari H Lebaran.

Namun, angka tersebut turun sekitar 37 persen dari total pengunjung saat pertama kali TLL dibuka pada 9 April 2021, yaitu 800, sebelum Ramadan 2021 tiba, setelah tidur panjang selama 13 bulan lamanya ditutup Pemerintah Kota Bandung.

Meski begitu, beradasarkan pengalamannya dari tahun-tahun sebelumnya, ia menyatakan akan terjadi lonjakan pengunjung TLL pada H+1 Lebaran. Tapi, prediksi tersebut bisa terpatahkan karena menurutnya H+1 Lebaran, 14 Mei 2021 besok bertepatan dengan Jumat.

"Biasanya di hari Lebaran itu pengunjung kurang, ramainya di hari kedua. Tapi, besok, kan hari Jumat, biasanya tidak terlalu banyak juga," ujarnya ketika ditemui di kantornya di TLL.

"Kemungkinan lebih ramainya pada Sabtu dan Minggu," lanjutnya.

Ia mengaku, beberapa wahana dan fasilitas di TLL butuh perawatan lebih bahkan sampai harus diganti suku cadangnya dengan yang baru, seperti wahana kereta api.

Padahal, tambah Hadi, di saat pandemi pihaknya selalu merawat wahana-wahana tersebut dengan cara memanasinya selama dua kali dalam seminggu.

"Mungkin karena sudah terlalu lama tidak terpakai juga, ya," katanya.

Penerapan Prokes di Kawasan TLL

Demi menegakkan protokol kesehatan secara ketat di area TLL, pihaknya memberlakukan semprot disinfektan terhadap wahana dan fasilitas yang telah digunakan oleh pengunjung.

Tak hanya itu, di pintu gerbang masuk TLL pun, pengunjung harus dicek suhu terlebih dahulu, mencuci tangan di wastafel yang telah disediakan, serta antre dengan tetap menjaga jarak dan selalu mengenakan masker ketika di lokasi.

"Semua wahana disemprot disinfektan setelah digunakan," ucapnya.

Tak hanya terapkan prokes, TLL juga dijaga oleh Satpol PP dalam menegakkan prokes. Hadi menyatakan, Satpol PP itu ditugaskan dalam mengantisipasi kerumunan yang akan terjadi ketika mengantre di luar bahkan di dalam TLL.

"Tapi kalau untuk sekarang, kita coba 1.000 pengunjung dulu, kalau umpamanya 1.000 ini terlihat penuh, kita stop. Baru nanti kalau ada yang sudah keluar, kita bolehkan masuk lagi yang sedang antre," katanya.

"Kita juga harus tegas, kalau tidak begitu kita juga yang kena," imbuhnya.

Hadi membeberkan, dari sekian wahana yang terdapat di TLL, pengunjung hanya diberikan waktu selama satu jam di area kolam renang. Sebab, menurutnya, area kolam renang itu terbatas dan tak sedikit pula pengunjung lain yang ingin berenang.

"Nanti ada petugas di sana (area kolam renang) yang mengingatkan kepada pengunjung kalau waktunya sudah satu jam," tuturnya.

Pengunjung Dites Rapid Antigen

Terkait wacana adanya rapid tes antigen acak kepada pengunjung, ia mendapat kabar tersebut langsung dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung.

"Sabtu nanti rencana tesnya, kalau kemarin ngobrol dengan Dinas Pariwisata sekitar 50 orang untuk nanti dites rapid antigen," katanya.

"Pengunjung yang sudah masuk kawasan TLL, akan ditawari untuk tes rapid antigen. Kalau mau ya silakan, kalau tidak kita tidak memaksa," sambungnya.

Hal senada diungkapkan oleh Kepala Bidang Kepariwisataan Kota Bandung, Edward Parlindungan mengenai adanya tes rapid antigen acak di Taman Lalu Lintas. Ia menyebut, test tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 15 Mei 2021.

Tak hanya di TLL, Edward mengungkapkan, tes rapid antigen acak akan diselenggarakan di destinasi wisata lain di Kota Bandung, seperti di Kebun Binatang pada 16 Mei, 17 Mei di Saung Udjo, dan 18 Mei di Trans Studio Bandung.

Berlibur Sejenak

Salah seorang pengunjung TLL, Ruri (32), mengungkapkan alasannya berkunjung ke TLL adalah karena ia ingin mengajak anak-anaknya berlibur.

"Karena memang sudah lama enggak pernah main, terus baru kali ini mainnya, dan karena tidak mudik juga, jadi ke sini," katanya ketika ditemui di TLL.

Ruri mengaku tak mempermasalahkan harga tiket naik yang menjadi Rp 10.000 per orangnya ketika hari libur Lebaran ini.

Menurutnya, hal itu merupakan suatu kewajaran ketimbang harus bermain ke mal.

"Cukuplah buat keluarga dan anak-anak, daripada main ke mal," ujarnya 

Potensi Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca-Libur Lebaran

Berdasarkan data covid19.bandung.go.id, sehari sebelum Lebaran, 12 Mei 2021, kasus positif Covid-19 di kota Bandung berambah sebanyak 17 orang.

Kasus itu berpotensi akan bertambah terutama pada libur Lebaran 2021 sebab Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satuan Tugas (Satgas) COVID-19, Dewi Nur Aisyah mengatakan, pada saat libur Idulfitri 22-25 Mei 2020, terjadi kenaikan kasus setelah liburan, yakni terjadi pada 6 Juni sampai dengan akhir Juni 2020. Peningkatan ini sampai 70-90 persen dari yang sebelumnya.

Terlebih kini Kota Bandung di seluruh Kecataman sedang dalam zona oranye. Zona itu, merujuk pada covid19.go.id, merupakan zona dengan risiko sedang penyebaran COVID-19.

Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Adib Khumaidi mengingatkan risiko lonjakan kasus COVID-19 pasca-Idulfitri, walau Pemerintah telah mengumumkan larangan mudik, dan terlebih kini destinasi wisata lokal akan menjadi santapan masyarakat.

Ia membeberkan, setidaknya ada tiga faktor yang menjadi risiko lonjakan kasus COVID-19. Pertama, adanya sejumlah klaster yang muncul dalam beberapa bulan terakhir.

Kedua, ia melanjutkan, momentum idul fitri, arus mudik dan arus balik. Terakhir, adanya virus corona dengan varian baru yang telah masuk ke Indonesia. Di sisi lain, masyarakat juga masih abai terhadap protokol kesehatan.

"Protokol kesehatan 5M, yakni memakai Masker, Mencuci Tangsn, Menjaga Jarak, Menghindari Kerumunan, Membatasi Mobilitas tetap wajib dilakukan," kata Adib dalam keterangan pers IDI, Selasa, 11 Mei 2021.

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

Taman Sumarecon Bandung, Tempat Santai Nyaman di Gedebage

Bandung Minggu, 13 Juni 2021 | 20:10 WIB

Taman Sumarecon Bandung yang cenderung sepi dan tenang bisa jadi pilihan tepat untuk bersantai saat pandemi ini.

Bandung Raya - Bandung, Taman Sumarecon Bandung, Tempat Santai Nyaman di Gedebage , Taman Sumarecon Bandung,Tempat Santai,Gedebage,Kota Bandung,Pandemi

Meninggal di Indekos, Jasad Mahasiswi UNPAD Dipulangkan ke Papua

Bandung Minggu, 13 Juni 2021 | 19:00 WIB

Seorang mahasiswi Universitas Padjadjaran asal Merauke, Huldah Tresia, meninggal dunia di kamar kosnya karena sakit lamb...

Bandung Raya - Bandung, Meninggal di Indekos, Jasad Mahasiswi UNPAD Dipulangkan ke Papua, Meninggal,Jasad,Mahasiswi UNPAD,Papua,Jabar Quick Response,JQR

Penjual Kaset Pita di Jalan Cihapit, Sisa-Sisa Tren Jadul Kota Bandung

Bandung Minggu, 13 Juni 2021 | 18:25 WIB

Rasanya sudah tak banyak yang menjual kaset pita, mungkin tak terlihat lagi di mana pun, terkecuali di Jalan Cihapit, Ko...

Bandung Raya - Bandung, Penjual Kaset Pita di Jalan Cihapit, Sisa-Sisa Tren Jadul Kota Bandung, Penjual,Kios,Jalan Cihapit,Kota Bandung,Kaset Pita

Pengobatan Paranormal Juga akan Kena Pajak, Masih Mau ke Dukun?

Bandung Minggu, 13 Juni 2021 | 17:35 WIB

Pemerintah pun akan mengenakan pajak pertambahan nilai (PPN) kepada jasa pengobatan alternatif yang dilakukan paranormal...

Bandung Raya - Bandung, Pengobatan Paranormal Juga akan Kena Pajak, Masih Mau ke Dukun?, Pajak,Pengobatan Paranormal,Dukun,PPN,Pajak Pertambahan Nilai,jasa pelayanan kesehatan medis

RS Diminta Lebih Cermat Identifikasi Jenazah Covid-19, Demi Tujuan Ini

Bandung Minggu, 13 Juni 2021 | 17:15 WIB

Distaru Kota Bandung memohon kerja sama RS agar lebih cermat mengidentifikasi jenazah yang terindikasi Covid-19.

Bandung Raya - Bandung, RS Diminta Lebih Cermat Identifikasi Jenazah Covid-19, Demi Tujuan Ini, Distaru,Jenazah,COVID-19,RS,Rumah Sakit,Kota Bandung,TPU Cikadut

Wali Kota Bandung Ikut Rakortas, Begini Arahan dari Presiden Indonesia

Bandung Minggu, 13 Juni 2021 | 16:05 WIB

Jokowi mengingatkan kepada 4 Provinsi seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, serta beberapa Kabup...

Bandung Raya - Bandung, Wali Kota Bandung Ikut Rakortas, Begini Arahan dari Presiden Indonesia, Wali Kota Bandung,Oded M. Danial,Presiden Indonesia,Joko Widodo,PPKM Mikro,Rakortas

Wacana Pajak Sembako Saat Pandemi, Pedagang Pasar Palasari Makin ‘Menj...

Bandung Minggu, 13 Juni 2021 | 15:45 WIB

Bagi para pedagang di Pasar Palasari, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, kebijakan tersebut dinilai akan makin menyusahka...

Bandung Raya - Bandung, Wacana Pajak Sembako Saat Pandemi, Pedagang Pasar Palasari Makin ‘Menjerit’, PPN untuk sembako,Wacana Pajak Sembako,Pandemi,COVID-19,Pasar Palasari,Kecamatan Lengkong,Kota Bandung,Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

Pengacara ungkap Alasan Aa Gym Gugat Teh Ninih untuk Ketiga Kalinya

Bandung Minggu, 13 Juni 2021 | 13:51 WIB

Rumah tangga Aa Gym dan Teh Ninih kembali menjadi perbincangan publik. Apalagi setelah dai kondang itu menggugat cerai l...

Bandung Raya - Bandung, Pengacara ungkap Alasan Aa Gym Gugat Teh Ninih untuk Ketiga Kalinya, aa gym,Teh Ninih,Aa Gym ceraikan Teh Ninih,Teh Ninih dan Aa Gym Cerai
dewanpers