web analytics
  

Pamali sebagai Pendidikan Karakter Masyarakat Sunda

Kamis, 13 Mei 2021 17:05 WIB Netizen Yaser Fahrizal Damar Utama
Netizen, Pamali sebagai Pendidikan Karakter Masyarakat Sunda, Pamali,Pemali,Pendidikan Karakter Masyarakat Sunda,Sunda,Budaya,Tradisi,Takhayul

Ilustrasi anak-anak Sunda sedang bermain ban bekas. (Pixabay/ Joseph Samson)

Yaser Fahrizal Damar Utama

Mahasiswa Jurnalistik Fikom Unpad.

“Jangan duduk di atas bantal nanti bisulan!”

“Jangan duduk di depan pintu nanti susah dapat jodoh!”

Pernahkah Anda mendengar seseorang berbicara kalimat-kalimat seperti di atas? Jika pernah, seharusnya Anda tidak asing dengan pamali.

Menurut KBBI, pamali atau pemali adalah pantangan atau larangan (berdasarkan adat dan kebiasan). Di Indonesia budaya pamali ada di berbagai daerah, salah satunya di Jawa Barat yang dianut oleh masyarakat Sunda.

Pamali dalam masyarakat Sunda disebut juga panyaraman yang berasal dari kata caram dalam bahasa Sunda yang artinya melarang.  Larangan berupa pamali ini biasanya disampaikan oleh orang yang lebih tua kepada orang yang lebih muda.

Pamali bisa disebut juga tradisi yang diturunkan dari generasi tua pada generasi selanjutnya Siapa yang lebih tua? Yaitu karuhun atau orang tua kita” ujar Danan Drajat seorang mahasiswa S2 Pendidikan Bahasa Sunda Universitas Pendidikan Indonesia.

Masyarakat Sunda terutama generasi milenial banyak yang sudah tidak menggunakan pamali, karena dianggap mitos dan sudah tidak relevan untuk dijadikan sebagai aturan dalam kehidupan sehari-hari. Padahal pamali bukan hanya hanya omong kosong atau mitos atau takhayul yang digunakan untuk menakut-nakuti agar tidak melakukan sesuatu. Pamali memiliki nilai-nilai pendidikan karakter di dalamnya.

Secara fungsional pamali memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter masyarakat Sunda. Misalnya jika kita maknai secara sekilas pamali yang berbunyi “Jangan duduk di depan pintu, nanti susah dapat jodoh”, akan terdengar tidak masuk akal karena tidak ada hubungannya antara duduk di depan pintu dengan jodoh seseorang di masa depan. Namun jika ditelaah lebih dalam lagi, pamali ini mengajarkan norma kesopanan karena duduk di depan pintu menghalangi orang lain yang akan keluar masuk melewati pintu tersebut.

“Dalam pamali itu bukan hanya larangan bukan  ‘teu menang dilakukaeun’ bukan hanya itu, tetapi berkaitan juga tentang karakter orang Sunda misalkan trisilas silih asah, silih asih, silih asuh. Dan juga disebut gapura pancawaluya. cageur, bageur bener, pinter siger. Berkaitan dengan hal tersebut pamali juga ada nilai pendidikan karakternya” ujar Danan

Menurutnya Danan, pamali ini diciptakan oleh para pendahulu agar hal-hal buruk yang terjadi di masa lalu tidak terulang di masa depan oleh generasi selanjutnya.

Budaya pamali ini masih digunakan sepenuhnya dibeberapa daerah di Jawa Barat terutama di kampung-kampung adat seperti Ciptagelar Sukabumi dan Kampung Naga Tasikmalaya.

 Walau konsep pamali ini sering kali ditolak oleh generasi muda terutama di daerah perkotaan, tetapi secara nilai sebenarnya pamali tetap eksis sampai saat ini disengaja maupun tidak disengaja. Misalnya ada orang tua yang berkata kepada anaknya “Jangan main game terus, nanti bodoh”, secara struktur bahasa dan fungsinya, ini juga bisa dikategorikan sebagai pamali.

Budaya pamali ini seringkali disalahpahami oleh generasi muda Sunda sebagai pemahaman kuno yang ketinggalan jaman dan berbau mistik atau takhayul. Banyak dari mereka yang tidak menghiraukan nilai-nilai pendidikan karakter yang ada di dalam pamali.

Padahal budaya pamali inilah yang sudah berperan menjadi nilai-nilai yang membentuk identitas masyarakat Sunda dari masa ke masa, sejak zaman dulu. [*]

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Menolak Lupa, Paket Album Super Junior Mamacita yang Dicurigai Berisi...

Netizen Jumat, 11 Juni 2021 | 13:05 WIB

Pada Oktober 2014, sebuah laporan menyatakan ada penemuan paket diduga bom di Jatinegara, Jakarta Timur.

Netizen, Menolak Lupa, Paket Album Super Junior Mamacita yang Dicurigai Berisi Bom, Paket Album Super Junior,Mamacita,Bom,Super Junior,ELF

Menurunkan Angka Kematian Ibu

Netizen Kamis, 10 Juni 2021 | 17:15 WIB

Permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini berkaitan dengan kaum ibu adalah masih tingginya angka kematian ibu...

Netizen, Menurunkan Angka Kematian Ibu, Angka Kematian Ibu,AKI,Ibu

Menyoal Penggantian Nama Jalan Tol Japek

Netizen Kamis, 10 Juni 2021 | 14:40 WIB

Penggantian nama jalan Tol Japek (Jakarta— Cikampek) jadi hal yang patut diperdebatkan.

Netizen, Menyoal Penggantian Nama Jalan Tol Japek, Penggantian Nama Jalan Tol Japek,Tol Japek,Tol Japek (Jakarta— Cikampek),Jalan Layang Syeikh Mohammed Bin Zayed,Jalan Tol Layang Japek

Menikahkan Anak

Netizen Rabu, 9 Juni 2021 | 13:55 WIB

Dua tahun setelah diangkat menjadi zelfstandig patih Sukabumi, Raden Kartawinata mulai menikahkan anak-anaknya.

Netizen, Menikahkan Anak, Raden Kartawinata,Raden Kartawinata mulai menikahkan anak-anaknya,Raden Soeria Karta Negara,Soeria Karta Legawa

Sinetron Televisi Indonesia: Antara Impian dan Kenyataan Masyarakat Ki...

Netizen Selasa, 8 Juni 2021 | 15:15 WIB

Sinetron adalah impian tertinggi masyarakat kita. Sinetron juga gambaran realitas yang ada di masyarakat.

Netizen, Sinetron Televisi Indonesia: Antara Impian dan Kenyataan Masyarakat Kita, Sinetron Televisi Indonesia,Sinetron,Badan Pusat Statistik (BPS),Garis Kemiskinan (GK),Hasil survei BPS,Impian,Kenyataan

Menlu Mochtar Kusumaatmadja dalam Kenangan

Netizen Senin, 7 Juni 2021 | 11:29 WIB

Menlu Mochtar Kusumaatmadja terbaring sakit. Segera terbayang wajah pejabat dengan latar belakang akademisi yang mumpun...

Netizen, Menlu Mochtar Kusumaatmadja dalam Kenangan, Mochtar Kusumaatmadja,Mochtar Kusumaatmadja wafat,dubes ri

Monyet Emas

Netizen Sabtu, 5 Juni 2021 | 17:42 WIB

Monyet Emas

Netizen, Monyet Emas, lutung,monyet emas,hewan,Hewan Langka

[Ayo Netizen] 6 Tulisan Terpopuler Netizen Ayobandung.com Edisi Mei 20...

Netizen Sabtu, 5 Juni 2021 | 12:10 WIB

Selamat untuk 6 netizen yang tulisannya terpopuler di Ayobandung.com edisi Mei 2021.

Netizen, [Ayo Netizen] 6 Tulisan Terpopuler Netizen Ayobandung.com Edisi Mei 2021, Ayo Netizen,6 Tulisan Terpopuler Netizen Ayobandung.com Edisi Mei 2021,Tulisan Terpopuler,netizen,Ayobandung.com,Mei 2021

artikel terkait

dewanpers