web analytics

Mengenang Tradisi Rantang Lebaran yang Mulai Hilang

clockKamis, 13 Mei 2021 09:28 WIB userRedaksi AyoBandung.Com
Bandung Raya - Cimahi, Mengenang Tradisi Rantang Lebaran yang Mulai Hilang, Tradisi hantar rantang,Tradisi rantang Lebaran,tradisi  Idulfitri,tradisi rantang Idulfitri,tradisi bermain lodong,masakan khas lebaran,hantaran lebaran

Menyambut Lebaran, tradisi yang paling dirindukan adalah saling hantar rantang. (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Menyambut Lebaran, tradisi yang paling dirindukan adalah saling hantar rantang. Namun, tradisi tersebut seolah lenyap di Kota Cimahi.

Satu atau dua hari sebelum Idulfitri, mayoritas umat Islam sudah sibuk mengolah berbagai masakan khas lebaran seperti ketupat dan opor ayam. Biasanya porsi masakan sengaja dibuat lebih karena akan dijadikan hantaran untuk sanak keluarga.

Namun tradisi tersebut nampaknya hanya tinggal cerita. Sebab, sejak tahun 2005 saling hantar rantang berisi kudapan khas lebaran sangat jarang terlihat.

Machmud Mubarok, salah seorang pegiat sejarah masih ingat betul saat tradisi hantar rantang dilakukan puluhan tahun lalu yang berisi berbagai makanan. Seperti daging, kentang, bihun dan nasi. Rantang diberikan pada tetangga dan saling berbalas kirim.

"Dulu tradisi rantang dilakukan H-2 atau H-1 lebaran. Rantang diberikan pada tetangga dan saling berbalas kirim, bahkan saking banyaknya bisa jadi makanan yang kita kirim kembali lagi kepada kita," ungkap Machmud dinukil dari Suara.com (jaringan Ayobandung.com). 

Namun tradisi tersebut, kata Machmud, mulai menghilang sekitar tahun 2005. Ia tak tahu percis penyebabnya. Tapi yang pasti, kata dia, hilangnya tradisi tersebut membuat silaturahmi meluntur.

"Entah apa alasan lebih pastinya yang membuat tradisi rantang tergeser. Padahal tradisi rantang sangat baik dan memiliki makna mempererat silaturahmi," sebutnya.

Tradisi lainnya yang kini yang menghilang di Kota Cimahi adalah "perang" menggunakan meriam bambu alias lodong. Padahal dulunya permainan tersebut menjadi tradisi yang selalu ada jelang lebaran.

Machmud masih ingat betul saat tahun 1980-1990-an. Ketika itu ia dan teman-temannya yang berasal dari Sukajaya, Cibabat perang lodong dengan Parapatan Cihanjuang atau dengan kampung-kampung lainnya.

"Biasanya perang lodong itu adu kencang suara. Menjelang Lebaran lodong dibunyikan saling bersahutan antarkampung. Tahun 1980 paling ramai," terangnya.

Namun suara ledakan lodong yang terbuat dari bambu atau dari kaleng yang sering dibuat anak kecil kini tidak terdengar lagi. Era petasan sepertinya mengubur tradisi bermain lodong jelang lebaran.

"Masuk tahun 2000-an lodong sudah tidak terdengar lagi eksistensinya," tukas Machmud.

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

terbaru

Pemalsu Obat di Cimahi Pemain Lama, Terancam Penjara 15 Tahun dan Dend...

Cimahi Rabu, 28 Juli 2021 | 15:58 WIB

Bermotifkan keuntungan besar di tengah kegentingan kelangkaan obat, tersangka YH dibantu oleh dua orang lainnya yaitu M...

Bandung Raya - Cimahi, Pemalsu Obat di Cimahi Pemain Lama, Terancam Penjara 15 Tahun dan Denda Miliaran, Pabrik obat ilegal Cimahi,obat ilegal Cimahi,cimahi,Polda Jabar

Pemalsu Obat-obatan di Cimahi Raup Untung Hingga Miliaran Rupiah

Cimahi Rabu, 28 Juli 2021 | 15:29 WIB

Polisi berhasil menangkap satu tersangka residivis, YH, sebagai produsen obat-obatan ilegal yang diproduksi secara indus...

Bandung Raya - Cimahi, Pemalsu Obat-obatan di Cimahi Raup Untung Hingga Miliaran Rupiah, Pabrik obat ilegal Cimahi,obat ilegal Cimahi,Polda Jabar,Cimahi

Tak Kapok Dipenjara, Residivis di Cimahi Kembali Produksi Obat Ilegal

Cimahi Rabu, 28 Juli 2021 | 14:41 WIB

Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar mengungkap produksi obat-obatan ilegal yang diproduksi secara industri rumahan at...

Bandung Raya - Cimahi, Tak Kapok Dipenjara, Residivis di Cimahi Kembali Produksi Obat Ilegal, Pabrik obat ilegal Cimahi,obat ilegal Cimahi,Cimahi,Polda Jabar

Kuli Bangunan di Cimahi Banting Setir Jadi Penjual Bendera Musiman

Cimahi Rabu, 28 Juli 2021 | 14:31 WIB

Sejak pagi, Ajay (33) telah membentangkan bendera merah putih berbagai ukuran serta umbul-umbul beraneka warna di Jalan...

Bandung Raya - Cimahi, Kuli Bangunan di Cimahi Banting Setir Jadi Penjual Bendera Musiman, penjual bendera Cimahi,penjual bendera musiman Cimahi,Cimahi,Cerita Orang Bandung

Inspiratif! Warga Cimahi Ini Bagi Oksigen dan Pinjamkan Tabung Gratis

Cimahi Rabu, 28 Juli 2021 | 13:04 WIB

Hendra Setiawan, warga Kota Cimahi, selama dua pekan terakhir mulai membagikan oksigen gratis kepada pasien Covid-19. Me...

Bandung Raya - Cimahi, Inspiratif! Warga Cimahi Ini Bagi Oksigen dan Pinjamkan Tabung Gratis, Oksigen gratis Cimahi,Warga Cimahi bagi oksigen gratis,Cimahi,stok oksigen cimahi

Terdampak Pandemi, Ratusan Penghuni Rusunawa Cimahi Nunggak Uang Sewa

Cimahi Selasa, 27 Juli 2021 | 14:47 WIB

Sebanyak 256 penghuni Rusunawa di Kota Cimahi menunggak uang sewa bulanan tahun ini. Dari tiga Rusunawa yang ada di Kota...

Bandung Raya - Cimahi, Terdampak Pandemi, Ratusan Penghuni Rusunawa Cimahi Nunggak Uang Sewa, Rusunawa Cimahi,Dampak pandemi Cimahi,Cimahi,Rusunawa Leuwigajah,Rusunawa Cibeureum,Rusunawa Cigugur Tengah

Pemkot Cimahi Siapkan Rp15 M untuk Insentif Penanganan Covid-19

Cimahi Selasa, 27 Juli 2021 | 11:41 WIB

Pemkot Cimahi telah menyiapkan anggaran sebesar Rp15.281.190.872 untuk petugas yang terlibat dalam penanganan Covid-19....

Bandung Raya - Cimahi, Pemkot Cimahi Siapkan Rp15 M untuk Insentif Penanganan Covid-19, insentif penanganan Covid-19,Insentif Covid-19,Insentif Nakes,Pemkot Cimahi,Insentif Nakes di Cimahi

Sempat Sentuh 93%, BOR di Cimahi Turun ke Angka 83%

Cimahi Senin, 26 Juli 2021 | 12:24 WIB

Tingkat keterisian ruang isolasi Bed Occupancy Rate (BOR) pasien Covid-19 di Kota Cimahi turun ke angka 83% usai Pember...

Bandung Raya - Cimahi, Sempat Sentuh 93%, BOR di Cimahi Turun ke Angka 83%, BOR RS Cimahi,RS Covid-19 Cimahi,Covid-19 Cimahi,Update Covid-19 Cimahi,Informasi Covid-19 Cimahi,Data Covid-19 Cimahi
dewanpers
arrow-up