web analytics
  

Keluarga Palestina Diusir Paksa Israel dari Yerusalem

Rabu, 12 Mei 2021 06:15 WIB
Umum - Internasional, Keluarga Palestina Diusir Paksa Israel dari Yerusalem, Bela Palestina,Penembakan Warga Palestina,Palestina,Israel Palestina,Israel,Israel Serang Palestina

Ilustrasi warga Palestina. (Pixabay/hosny salah )

YERUSALEM, AYOBANDUNG.COM -- Pengusiran keluarga Palestina dari lingkungan utama di Yerusalem adalah bagian dari strategi Israel, untuk memperkuat identitasnya sebagai Negara Yahudi. Menurut New York Times, wakil wali kota Yerusalem telah mengkonfirmasi hal itu secara terbuka.

Aryeh King, seorang pemimpin pemukim dan salah satu wakil wali kota Yerusalem mengatakan, penggusuran itu adalah bagian dari strategi yang lebih luas untuk menanamkan "lapisan Yahudi" di seluruh Yerusalem Timur.

Strategi itu adalah cara untuk mengamankan masa depan Yerusalem sebagai ibu kota Yahudi bagi orang-orang Yahudi. Pada akhirnya penggusuran tersebut bertujuan untuk mencegah bagian timur kota menjadi ibu kota negara Palestina di masa depan.

"Jika kami tidak dalam jumlah besar dan jika kami tidak akan berada di tempat yang tepat di daerah strategis di Yerusalem Timur. Negosiator masa depan dalam proses perdamaian akan mencoba memecah Yerusalem dan memberikan sebagian Yerusalem kepada musuh," kata King seperti dilansir Middle East Monitor, Selasa, 11 Mei 2021.

Wakil wali kota Yerusalem lainnya, Fleur Hassan-Nahoum memberikan dukungannya untuk strategi itu. Dia mengatakan kepada New York Times bahwa penggusuran warga Palestina penting untuk pelestarian identitas Yahudi di Israel.

"Ini adalah negara Yahudi. Hanya ada satu. Dan tentu saja, ada undang-undang yang mungkin dianggap sebagian orang mendukung orang Yahudi - ini adalah negara Yahudi. Itu ada di sini untuk melindungi orang-orang Yahudi," ujar Hassan-Nahoum.

Sidang pengadilan yang akan memutuskan penggusuran terhadap keluarga Palestina telah ditunda selama 30 hari. Dengan demikian penggusuran paksa terhadap warga Palestina telah ditunda.

Pekan lalu, pemukim ilegal Yahudi yang didukung oleh pasukan Israel bergerak untuk mengusir secara paksa puluhan keluarga Palestina dari rumah leluhur mereka, di lingkungan bersejarah Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur. Pengusiran paksa ini dilakukan karena ada perintah pengadilan.

Tindakan tersebut mengakibatkan protes di kota suci selama seminggu terakhir. Pihak berwenang Israel secara brutal menindak para pengunjuk rasa yang tidak bersenjata, serta melakukan penggerebekan hingga ke masjid al-Aqsa.

Sementara para pejabat Israel menganggap masalah penggusuran ini hanya sebagai perselisihan real estate. Warga Palestina dan banyak komunitas internasional menilai penggusuran tersebut sebagai tindakan pembersihan etnis, melalui pemindahan paksa satu kelompok orang dari daerah tertentu.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Arab Saudi Putuskan Kuota Haji 2021 Hanya 60.000 Jamaah

Internasional Sabtu, 12 Juni 2021 | 20:09 WIB

Arab Saudi Putuskan Kuota Haji 2021 Hanya untuk 60.000 Jamaah

Umum - Internasional, Arab Saudi Putuskan Kuota Haji 2021 Hanya 60.000 Jamaah, Kuota Haji 2021,haji,Arab Saudi

El Salvador Resmikan Bitcoin sebagai Alat Pembayaran Sah, Ini Kumpulan...

Internasional Jumat, 11 Juni 2021 | 14:45 WIB

Keputusan El Salvador resmikan bitcoin sebagai alat pembayaran sah menimbulkan banyak kekaguman sekaligus pertanyaan.

Umum - Internasional, El Salvador Resmikan Bitcoin sebagai Alat Pembayaran Sah, Ini Kumpulan Faktanya, El Salvador,Bitcoin,Alat Pembayaran Sah,Mata Uang

Moderna Ajukan Penggunaan Vaksin Covid-19 Anak, Berapa Batas Usianya?

Internasional Jumat, 11 Juni 2021 | 13:40 WIB

Para ahli mengatakan anak-anak harus tetap mendapatkan vaksin ketika mereka bisa. Vaksin Covid-19 Moderna saat ini diizi...

Umum - Internasional, Moderna Ajukan Penggunaan Vaksin Covid-19 Anak, Berapa Batas Usianya?, vaksin covid-19 anak,Penggunaan Vaksin Covid-19 Anak,Batas usia Vaksin Covid-19 Anak,Moderna,vaksin Covid-19 untuk anak,syarat vaksin Covid-19 anak,aturan vaksinasi covid-19 anak,Vaksin Covid-19 Moderna

Permainkan Harga Uang Kripto, Elon Musk Diancam Anonymous

Internasional Rabu, 9 Juni 2021 | 23:39 WIB

CEO Tesla Elon Musk dilaporkan telah menjadi sasaran kelompok hacker Anonymous. Hal ini disebabkan lantaran cuitannya me...

Umum - Internasional, Permainkan Harga Uang Kripto, Elon Musk Diancam Anonymous, Elon Musk,Tesla,Anonymous,hacker Anonymous,Mata uang kripto

Badak Putih Utara Punah Secara Fungsional? Begini Penjelasan Ilmiahnya

Internasional Rabu, 9 Juni 2021 | 16:25 WIB

Isu punahnya Badak Putih Utara, baru-baru ini viral di media sosial.

Umum - Internasional, Badak Putih Utara Punah Secara Fungsional? Begini Penjelasan Ilmiahnya, Badak Putih Utara,Badak Putih Utara Punah Secara Fungsional,Badak Putih Utara Punah,Punah Secara Fungsional

Pandemi Covid, Karbon Dioksida di Atmosfer Tetap Tinggi

Internasional Selasa, 8 Juni 2021 | 22:52 WIB

Jumlah karbon dioksida di atmosfer pada Mei lalu dilaporkan mencapai tingkat tertinggi. Hal ini menunjukkan bahwa pandem...

Umum - Internasional, Pandemi Covid, Karbon Dioksida di Atmosfer Tetap Tinggi, Karbon Dioksida,Karbondioksida Atmosfer,Karbon Dioksida di Atmosfer,emisi CO2

Karyawan Apple Tolak Kembali Bekerja di Kantor

Internasional Selasa, 8 Juni 2021 | 22:23 WIB

Karyawan Apple menolak rencana untuk kembali bekerja di kantor. Mereka telah meluncurkan kampanye untuk melawan rencana...

Umum - Internasional, Karyawan Apple Tolak Kembali Bekerja di Kantor, apple,Karyawan Apple,Bekerja di Kantor,Google,facebook

WHO Enggan Paksa Cina Bocorkan Data Asal Usul Covid-19, Kenapa?

Internasional Selasa, 8 Juni 2021 | 11:19 WIB

Anggota tim WHO awal tahun ini mengunjungi China untuk mencari asal-usul Covid-19. Usai kunjungan ke China mereka mengat...

Umum - Internasional, WHO Enggan Paksa Cina Bocorkan Data Asal Usul Covid-19, Kenapa?, Asal Usul Covid-19,Pengungkapan Asal Usul Covid-19,Data Asal Usul Covid-19,Bocorkan Data Asal Usul Covid-19,Data Covid-19,COVID-19,WHO,Penyelidikan Asal Usul Covid-19

artikel terkait

dewanpers