web analytics
  

Ini Cara Terampuh Turunkan Berat Badan saat Lebaran

Selasa, 11 Mei 2021 12:55 WIB
Gaya Hidup - Sehat, Ini Cara Terampuh Turunkan Berat Badan saat Lebaran, Cara Sederhana Turunkan Berat Badan,tips  Turunkan Berat Badan terampuh,Cara Terampuh Turunkan Berat Badan,jaga berat badan saat lebaran,Menghindari obesitas setelah lebaran

Cara Sederhana Turunkan Berat Badan saat Lebaran (Freepik)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Mengonsumsi jenis lemak yang tepat dapat membantu proses penurunan berat badan. Namun sebaliknya, mengonsumsi lemak yang kurang baik dapat memicu terjadinya kenaikan berat badan.

Jenis lemak yang dapat membantu penurunan berat badan adalah lemak sehat seperti lemak tak jenuh. Ada dua jenis lemak tak jenuh yang bisa dikonsumsi, yaitu lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda.

Konsumsi lemak tak jenuh dapat memberikan perasaan kenyang lebih lama. Selain itu, lemak tak jenuh juga dapat membantu penyerapan nutrisi larut lemak dan melawan inflamasi. Oleh karena itu, konsumsi lemak tak jenuh dapat menunjang proses penurunan berat badan.

Sedangkan jenis lemak terburuk untuk dikonsumsi saat sedang menurunkan berat badan adalah lemak jenuh. Lemak jenuh, khususnya yang berasal dari daging, produk susu whole fat, dan aneka roti goreng dan berproses, memiliki potensi yang membahayakan kesehatan sehingga konsumsinya perlu dibatasi.

Salah satu efek dari konsumsi lemak jenuh adalah peningkatan kadar kolesterol jahat atau LDL dan penekanan kadar kolesterol baik atau HDL. Selain itu, konsumsi lemak jenuh juga berkaitan dengan peningkatan inflamasi yang nantinya bisa memicu kondisi fatal seperti penyakit jantung dan strok.

Ahli gizi sekaligus juru masak Serena Poon mengatakan sebagian besar makanan yang terbuat dari produk hewani tinggi lemak jenuh memiliki kandungan kalori dan lemak yang tinggi. Hal serupa juga berlaku untuk makanan berproses dan makanan cepat saji.

Studi dalam jurnal Nutrition, Metabolism & Cardiovascular Disease juga menyoroti dampak dari konsumsi daging merah berlemak terhadap obesitas. Studi yang melibatkan 16.822 orang dewasa ini menunjukkan bahwa peningkatan asupan daging merah berlemak berkaitan dengan obesitas abdominal atau penumpukan lemak di perut. Obesitas abdominal merupakan salah satu faktor risiko dari penyakit metabolik.

Studi lain dalam jurnal BMC Nutrition menunjukkan bahwa dari beragam kelompok makanan, konsumsi daging paling berkaitan dengan prevalensi obesitas dan kenaikan berat badan. Meski begitu, bukan berarti daging merah harus benar-benar dijauhi. Daging merah tetap bisa dikonsumsi secukupnya.

Selain itu, orang-orang yang sedang menurunkan berat badan disarankan untuk memilih daging merah dari hewan yang diberi pakan rumput. Jenis daging merah ini bisa lebih menunjang kesehatan dan upaya penurunan berat badan.

"Daging sapi yang diberi pakan rumput mengandung antara dua sampai lima kali lebih banyak omega 3 dibandingkan sapi yang diberi pakan gandum," pungkas ahli gizi Esther Blum MS RD CDN CNS, seperti dilansir EatThis, Senin (10/5).

Asam lemak omega 3 dapat membantu menurunkan inflamasi. Selain itu, omega 3 juga dapat mencegah terjadinya kenaikan berat badan.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

terbaru

Vaksinasi Covid-19 Bersamaan dengan Suntik Vitamin C, Ini Penjelasan D...

Sehat Minggu, 20 Juni 2021 | 18:48 WIB

Di masa pandemi COVID-19, banyak orang berlomba-lomba untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Salah satunya dengan ca...

Gaya Hidup - Sehat, Vaksinasi Covid-19 Bersamaan dengan Suntik Vitamin C, Ini Penjelasan Dokter, Vaksinasi Covid-19,Suntik Covid-19,Suntik Vitamin C

Demi Kesehatan, Usia 50 Tahun Lebih Jangan Lakukan 5 Tindakan Ini

Sehat Minggu, 20 Juni 2021 | 12:45 WIB

Kelompok yang sudah hampir lanjut usia (lansia), atas berbagai alasan, memang layak diprioritaskan dalam urusan kesehata...

Gaya Hidup - Sehat, Demi Kesehatan, Usia 50 Tahun Lebih Jangan Lakukan 5 Tindakan Ini, 50 Tahun,Lansia,Kesehatan

Berapa Jumlah Hubungan Seks Ideal Bagi Pasutri dalam Seminggu? 

Sehat Sabtu, 19 Juni 2021 | 21:47 WIB

Berapa kali idealnya pasutri melakukan hubungan seks agar bahagia?

Gaya Hidup - Sehat, Berapa Jumlah Hubungan Seks Ideal Bagi Pasutri dalam Seminggu? , Berhubungan Badan,berhubunga intim,berapa kali idealnya berhubungan intim,waktu seks pasutri,waktu ideal berhubungan intim

5 Buah yang Aman Untuk Penderita Diabetes

Sehat Sabtu, 19 Juni 2021 | 17:34 WIB

Terdapat sejumlah jenis buah-buahan yang aman untuk dikonsumsi penderita diabetes.

Gaya Hidup - Sehat, 5 Buah yang Aman Untuk Penderita Diabetes, Buah untuk diabetes,Buah,Diabetes,Makanan untuk diabetes,pantangan diabetes

Tak Melulu Serangan Jantung, Mendadak Kolaps Juga Bisa Karena Ini

Sehat Sabtu, 19 Juni 2021 | 16:36 WIB

Dokter spesialis keolahragaan dr. Michael Triangto mengatakan, ada berbagai kemungkinan yang menyebabkan seseorang alami...

Gaya Hidup - Sehat, Tak Melulu Serangan Jantung, Mendadak Kolaps Juga Bisa Karena Ini, penyebab meninggal saat olahraga,meninggal saat olahraga,kolaps saat olahraga,Serangan Jantung

Berapa Banyak Kalori yang Terbakar Saat Menangis?

Sehat Sabtu, 19 Juni 2021 | 16:05 WIB

Ternyata menangis juga bisa membakar kalori lho.

Gaya Hidup - Sehat, Berapa Banyak Kalori yang Terbakar Saat Menangis?, Menangis,Manfaat Menangis,menangis bakar kalori,menangis bikin kurus

Ingin Usir Hipertensi hingga Kanker? Coba Rutin Konsumsi Ini!

Sehat Sabtu, 19 Juni 2021 | 12:20 WIB

Ubi ungu efektif mengurangi tekanan darah, serta menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke pada penderita hipertensi...

Gaya Hidup - Sehat, Ingin Usir Hipertensi hingga Kanker? Coba Rutin Konsumsi Ini!, Ubi Ungu,Manfaat Ubi Ungu,Khasiat Ubi Ungu,Kandungan Nutrisi Ubi Ungu,cara mengolah Ubi Ungu,obat hipertensi alami,obat alami hipertensi,makanan antikanker,Gizi Ubi mentah,manfaat ubi mentah

Indonesia Darurat Covid-19, Masker Kain Tak Lagi Dianjurkan

Sehat Sabtu, 19 Juni 2021 | 10:46 WIB

Penggunaan jenis masker kain atau scuba kurang dianjurkan saat ini. Di tengah meningkatnya kasus dan munculnya beberapa...

Gaya Hidup - Sehat, Indonesia Darurat Covid-19, Masker Kain Tak Lagi Dianjurkan, Masker Kain,Masker Kain Tak Dianjurkan,Penggunaan Masker Kain,Masker Kain Covid-19,Efek Masker Kain,Indonesia Darurat Covid-19,pencegahan penularan Covid-19
dewanpers