web analytics
  

Jika Keracunan Sianida, Lakukan Hal Ini

Selasa, 11 Mei 2021 12:06 WIB
Gaya Hidup - Sehat, Jika Keracunan Sianida, Lakukan Hal Ini, Keracunan Sianida,Zat Kimia,sianida,Menangani Keracunan Sianida

Ilustrasi peringatan racun sianida. (Pixabay/Clker-Free-Vector-Images)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Sianida memiliki reputasi penyebab kematian yang hampir seketika. Namun, dalam kehidupan nyata, sianida sedikit lebih rumit.

Sianida adalah senyawa yang mengacu pada bahan kimia apa pun yang mengandung ikatan karbon-nitrogen (CN). Sianida dapat ditemukan di beberapa tempat yang mengejutkan. Misalnya, ditemukan di banyak makanan nabati yang aman untuk dimakan, termasuk almond, kacang lima, kedelai, dan bayam.

Ada beberapa cara mendiagnosis keracunan sianida. Dilansir dari Healthline, jika Anda mengalami gejala keracunan sianida akut, segera dapatkan bantuan medis darurat. Jika Anda mengalami gejala keracunan sianida kronis, segera temui dokter. Setelah mendiskusikan gejala Anda, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik.

Dokter juga akan melakukan tes darah trusted source untuk menilai tingkat methemoglobin. Methemoglobin diukur bila ada kekhawatiran cedera penghirupan asap.

Kemudian, konsentrasi karbon monoksida darah (tingkat karboksihemoglobin). Konsentrasi karbon monoksida darah Anda dapat menunjukkan seberapa banyak asap yang terhirup. Dokter juga akan mengukur tingkat plasma atau laktat darah.

Menangani keracunan sianida

Langkah pertama untuk menangani kasus dugaan keracunan sianida adalah mengidentifikasi sumber pemaparan. Ini akan membantu dokter atau penyedia layanan kesehatan lainnya menentukan metode dekontaminasi yang sesuai.

Jika sianida telah tertelan, korban mungkin diberi arang aktif untuk membantu menyerap racun dan membersihkannya dengan aman dari tubuh. Paparan sianida dapat mempengaruhi asupan oksigen, jadi dokter dapat memberikan 100 persen oksigen melalui masker atau tabung endotrakeal.

Jika tidak diobati, keracunan sianida akut atau kronis dapat menyebabkan kejang, gagal jantung, dan koma. Dalam beberapa kasus, keracunan sianida dapat menyebabkan kematian.

Ada cara untuk mengurangi risiko paparan sianida. Pertama, lakukan tindakan pencegahan yang tepat terhadap kebakaran rumah. Pasang dan rawat detektor asap. Hindari menggunakan pemanas ruangan dan lampu halogen dan hindari merokok di tempat tidur.

Kedua, amankan rumah Anda. Ini sangat penting jika Anda memiliki anak kecil-terutama jika Anda berisiko terpapar pekerjaan. Amankan wadah yang menyimpan bahan kimia beracun dan lemari penyimpanannya.

Ketiga, ikuti peraturan keselamatan kerja. Jika Anda menangani sianida, gunakan kertas penyerap yang dapat dilepas untuk melapisi permukaan kerja.

Jaga jumlah dan ukuran wadah di area kerja sekecil mungkin. Anda juga harus memastikan bahwa Anda meninggalkan semua bahan kimia di lab atau pabrik. Jangan membawa pulang pakaian atau perlengkapan kerja yang berpotensi terkontaminasi.  [*]

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Vaksinasi Covid-19 Bersamaan dengan Suntik Vitamin C, Ini Penjelasan D...

Sehat Minggu, 20 Juni 2021 | 18:48 WIB

Di masa pandemi COVID-19, banyak orang berlomba-lomba untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Salah satunya dengan ca...

Gaya Hidup - Sehat, Vaksinasi Covid-19 Bersamaan dengan Suntik Vitamin C, Ini Penjelasan Dokter, Vaksinasi Covid-19,Suntik Covid-19,Suntik Vitamin C

Demi Kesehatan, Usia 50 Tahun Lebih Jangan Lakukan 5 Tindakan Ini

Sehat Minggu, 20 Juni 2021 | 12:45 WIB

Kelompok yang sudah hampir lanjut usia (lansia), atas berbagai alasan, memang layak diprioritaskan dalam urusan kesehata...

Gaya Hidup - Sehat, Demi Kesehatan, Usia 50 Tahun Lebih Jangan Lakukan 5 Tindakan Ini, 50 Tahun,Lansia,Kesehatan

Berapa Jumlah Hubungan Seks Ideal Bagi Pasutri dalam Seminggu? 

Sehat Sabtu, 19 Juni 2021 | 21:47 WIB

Berapa kali idealnya pasutri melakukan hubungan seks agar bahagia?

Gaya Hidup - Sehat, Berapa Jumlah Hubungan Seks Ideal Bagi Pasutri dalam Seminggu? , Berhubungan Badan,berhubunga intim,berapa kali idealnya berhubungan intim,waktu seks pasutri,waktu ideal berhubungan intim

5 Buah yang Aman Untuk Penderita Diabetes

Sehat Sabtu, 19 Juni 2021 | 17:34 WIB

Terdapat sejumlah jenis buah-buahan yang aman untuk dikonsumsi penderita diabetes.

Gaya Hidup - Sehat, 5 Buah yang Aman Untuk Penderita Diabetes, Buah untuk diabetes,Buah,Diabetes,Makanan untuk diabetes,pantangan diabetes

Tak Melulu Serangan Jantung, Mendadak Kolaps Juga Bisa Karena Ini

Sehat Sabtu, 19 Juni 2021 | 16:36 WIB

Dokter spesialis keolahragaan dr. Michael Triangto mengatakan, ada berbagai kemungkinan yang menyebabkan seseorang alami...

Gaya Hidup - Sehat, Tak Melulu Serangan Jantung, Mendadak Kolaps Juga Bisa Karena Ini, penyebab meninggal saat olahraga,meninggal saat olahraga,kolaps saat olahraga,Serangan Jantung

Berapa Banyak Kalori yang Terbakar Saat Menangis?

Sehat Sabtu, 19 Juni 2021 | 16:05 WIB

Ternyata menangis juga bisa membakar kalori lho.

Gaya Hidup - Sehat, Berapa Banyak Kalori yang Terbakar Saat Menangis?, Menangis,Manfaat Menangis,menangis bakar kalori,menangis bikin kurus

Ingin Usir Hipertensi hingga Kanker? Coba Rutin Konsumsi Ini!

Sehat Sabtu, 19 Juni 2021 | 12:20 WIB

Ubi ungu efektif mengurangi tekanan darah, serta menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke pada penderita hipertensi...

Gaya Hidup - Sehat, Ingin Usir Hipertensi hingga Kanker? Coba Rutin Konsumsi Ini!, Ubi Ungu,Manfaat Ubi Ungu,Khasiat Ubi Ungu,Kandungan Nutrisi Ubi Ungu,cara mengolah Ubi Ungu,obat hipertensi alami,obat alami hipertensi,makanan antikanker,Gizi Ubi mentah,manfaat ubi mentah

Indonesia Darurat Covid-19, Masker Kain Tak Lagi Dianjurkan

Sehat Sabtu, 19 Juni 2021 | 10:46 WIB

Penggunaan jenis masker kain atau scuba kurang dianjurkan saat ini. Di tengah meningkatnya kasus dan munculnya beberapa...

Gaya Hidup - Sehat, Indonesia Darurat Covid-19, Masker Kain Tak Lagi Dianjurkan, Masker Kain,Masker Kain Tak Dianjurkan,Penggunaan Masker Kain,Masker Kain Covid-19,Efek Masker Kain,Indonesia Darurat Covid-19,pencegahan penularan Covid-19
dewanpers