web analytics
  

Sebagian Masyarakat Heran dan Kecewa atas Larangan Mudik 2021

Selasa, 11 Mei 2021 14:35 WIB Gelar Aldi S
Bandung Raya - Bandung, Sebagian Masyarakat Heran dan Kecewa atas Larangan Mudik 2021, Larangan Mudik 2021,Lebaran,Idulfitri,Masyarakat Heran dan Kecewa atas Larangan Mudik 2021

Ilustrasi pos penyekatan saat penerapan Larangan Mudik tahun 2021. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Pemerintah resmi melarang aktivitas mudik mulai dari 617 Mei 2021. Larangan ini bertujuan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang kerap kali melonjak setelah adanya libur panjang.

Berbagai upaya dilakukan Pemerintah pusat dan Daerah guna mengantisipasi warganya mudik ke kampung halamannya. Antisipasi itu terlihat dari adanya penyekatan seperti di GT keluar tol, jalur-jalur tikus, dan alternatif, serta memutarbalikkan kendaraan-kendaraan yang terindikasi akan mudik.

Kebijakan larangan mudik ini tak berlaku bagi 18 juta orang yang mengaku akan tetap mudik Lebaran. Angka tersebut didapat oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dari hasil survei yang dihimpun oleh pihaknya guna mengetahui jumlah masyarakat yang hendak pulang kampung.

Larangan Mudik Buat Sebagian Masyarakat Kecewa

Meski begitu, sebagian masyarakat menahan diri untuk tidak mudik dengan berbagai pertimbangan. Seperti halnya yang dilakukan oleh Suci (27). Karyawati dari perusahaan asuransi ini tak bisa mudik ke Bukittinggi, Padang, selain karena adanya larangan mudik oleh Pemerintah, tetapi ia juga tidak diizinkan cuti oleh perusahaannya sebelum larangan mudik.

Ia mengaku bukan hanya tahun ini saja ia tak mudik, tetapi tahun lalu (2020) pun ia tak pergi mudik dikarenakan Covid-19 sedang mengganas di Indonesia.

"Sedih, enggak bisa Lebaran bareng keluarga sudah dua tahun," katanya, Selasa, 11 Mei 2021.

Untuk bisa bersilaturahmi dengan keluarganya di Padang, ia pun jadi terbiasa melakukan silaturahmi virtual setelah salat ied melalui video call menggunakan aplikasi percakapan.

Menanggapi kebijakan larangan mudik, ia menuturkan, pemerintah sebaiknya tidak melarang warganya untuk mudik ke kampung halaman, tetapi tetap memperketat protokol kesehatannya di setiap lini.

"Orang berwisata bisa dan WNA (Warga Negara Asing) boleh masuk ke Indonesia, tapi pulang kampung tidak bisa. Padahal sama saja berkerumun," ungkapnya.

Untuk melepas rindu yang terkubur dalam-dalam, setelah beres larangan mudik ini, ia berniat untuk pulang kampung. Dengan pulang kampung, lanjutnya, perasaan rindu dan suasana khas Bukittingi

"Biasa pulang pake pesawat," ujarnya.

Namun, meski untuk kali kedua ia tak bisa mudik, ia kerap kali mendapatkan bantuan berupa sembako dari organisasi yang ia ikuti, yakni Gonjong Limo.

Gonjong Limo adalah organisasi sosial kemasyarakatan dan perantau minang asal Kota Payakumbuh dan Kabupaten 50 Kota ini didirikan untuk menyatukan perantaunya yang sedang merantau di kota orang. Bukan hanya di Bandung, Gonjong Limo ini juga ada di Kota Jakarta, Jogja, dan kota besar lainnya.

Hal senada diungkapkan oleh Adi (26), konten kreator asal Bandung yang kini harus menetap di Jakarta. Tahun ini ia tak bisa mudik karena menurutnya pelarangan mudik tahun ini penuh dengan keribetan.

"Sudah kayak akuarium saja disekat-sekat. Segala macam dibatasi, harus punya izin, harus ada surat-surat lain yang berkaitan dengan Covid-19," katanya.

Menurutnya, larangan mudik ini membingungkan bagi masyarakat, sebab larangan tersebut tak diiringi dengan upaya Pemerintah untuk menyejahterakan masyarakatnya.

"Pemerintah hanya bisa sebatas melarang-larang rakyatnya saja," ucapnya.

"Itu membuktikan bahwa Pemerintah sendiri tak siap dengan segala yang terjadi di kehidupan bernegara. Rakyat bukannya tidak mau diatur, tapi rakyat juga butuh kepercayaan dari siapa yang mengatur," sambungnya.

Meski harus berdiam diri di Jakarta akibat tak bisa mudik, ia mendapat dukungan kecil yang berarti dari rekan-rekan kerjanya berupa hampers berisi kue-kue khas Lebaran dan kartu ucapan Selamat Idulfitri 1442 Hijriah.

"Tahun ini banyak yang kasih hampers dari rekan kerja, kolega antarperusahaan juga," ujarnya.

Sependapat dengan Adi, mahasiswi Itenas, Giva (24) juga menyatakan keheranannya atas larangan mudik 2021 ini.

"Tidak boleh mudik, tapi diperbolehkan untuk liburan, heran," katanya. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Remaja Lecehkan Nabi Muhammad Sambil Mabuk-mabukan di Media Sosial

Bandung Rabu, 23 Juni 2021 | 22:55 WIB

Beredar sebuah video di media sosial yang memperlihatkan sekumpulan remaja yang sedang minum-minuman keras sambil diirin...

Bandung Raya - Bandung, Remaja Lecehkan Nabi Muhammad Sambil Mabuk-mabukan di Media Sosial, Remaja Lecehkan Nabi Muhammad,Remaja Mabuk-mabukan,Pelcehan Terhadap Nabi Muhammad

Ini Fakta Sebenarnya soal Petugas Pemakaman Covid-19 di TPU Cikadut Gu...

Bandung Rabu, 23 Juni 2021 | 19:55 WIB

Viral sebuah video di media sosial menampilkan petugas pemakaman jenazah Covid-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cikadut...

Bandung Raya - Bandung, Ini Fakta Sebenarnya soal Petugas Pemakaman Covid-19 di TPU Cikadut Gunakan Tangan Kosong, TPI Cikadut,Petugas Pemakaman Covid-19,Petugas Pemakaman Covid Gunakan Tangan Kosong,Distaru Kota Bandung

Penjelasan Lurah soal Satu Keluarga di Batununggal Dicaci saat Isolasi...

Bandung Rabu, 23 Juni 2021 | 16:37 WIB

Viral satu keluarga di Kelurahan Gumuruh Kecamatan Batununggal sedang isolasi mandiri, diusir dan dicaci maki oleh warga...

Bandung Raya - Bandung, Penjelasan Lurah soal Satu Keluarga di Batununggal Dicaci saat Isolasi Mandiri di Rumah, isolasi mandiri,isolasi mandiri dicaci maki,isolasi mandiri diusir,warga batununggal,Dicaci saat Isolasi Mandiri,Diusir saat isolasi mandiri,pasien positif covid dicaci,pasien positif covid diusir

Musim Kemarau di Bandung Raya Datang Terlambat, Ini Penjelasan BMKG

Bandung Rabu, 23 Juni 2021 | 15:41 WIB

Pada prediksi sebelumnya, musim kemarau sempat diduga akan berakhir antara akhir Mei dan awal Juni.

Bandung Raya - Bandung, Musim Kemarau di Bandung Raya Datang Terlambat, Ini Penjelasan BMKG, Musim Kemarau di Bandung Raya,musim kemarau terlambat di Bandung,prediksi musim kemarau,BMKG,Bencana di Bandung Raya,Bnecan banjir Bandung Raya

Satu Keluarga di Batununggal Dicaci Maki karena Isolasi Mandiri

Bandung Rabu, 23 Juni 2021 | 15:32 WIB

Kabar tak mengenakkan datang dari jagat raya Twitter. Sebuah utas dari akun @Serpentine6666 ramai diperbincangkan mengen...

Bandung Raya - Bandung, Satu Keluarga di Batununggal Dicaci Maki karena Isolasi Mandiri, Isolasi Mandiri,isolasi mandiri dicaci maki,dicaci maki isolasi mandiri,warga batununggal

Kian Menipis, Keterisian RS Pasien Covid di Bandung Capai 93%

Bandung Rabu, 23 Juni 2021 | 11:44 WIB

Angka BOR beberapa waktu lalu di Kota Bandung sempat mencapai 92% dan saat ini sudah mencapai diatas 93%.

Bandung Raya - Bandung, Kian Menipis, Keterisian RS Pasien Covid di Bandung Capai 93%, Keterisian RS Pasien Covid Bandung,ruang isolasi pasien Covid-19 Bandung,ruang isolasi pasien Covid-19,Angka BOR Covid-19 Kota Bandung,Covid-19 Kota Bandung,Update Covid-19 Kota Bandung

Laka Lantas di ITB, Sedan Hantam Batu dan Terpental Tubruk Pohon

Bandung Rabu, 23 Juni 2021 | 11:21 WIB

Kecelakan tunggal menimpa pengendara camry di Jalan Tamansari, Kota Bandung, tepatnya di samping kampus ITB pada Rabu, 2...

Bandung Raya - Bandung, Laka Lantas di ITB, Sedan Hantam Batu dan Terpental Tubruk Pohon, Kecelakaan di ITB,Kecelakaan depan ITB,Sedan Camry terbalik,sedan terbalik di depan ITB,kecelakaan ITB

Update Covid-19 Kota Bandung 23 Juni 2021:

Bandung Rabu, 23 Juni 2021 | 10:59 WIB

Saat ini kasus positif Covid-19 di Kota bandung terus meningkat. Arcamanik kembali menjadi kecamatan dengan kasus Covid-...

Bandung Raya - Bandung, Update Covid-19 Kota Bandung 23 Juni 2021: , Covid-19 Kota Bandung,Update Covid-19 Kota Bandung,Kasus Covid-19 Kota Bandung,data covid-19 Kota Bandung,data covid-19 kota bandung terbaru,data covid-19 kota bandung hari ini,Data Covid-19 Bandung

artikel terkait

dewanpers