web analytics
  

Ramai Konten Family Issues di Tiktok, Wajarkah?

Senin, 10 Mei 2021 16:30 WIB Netizen Fahira Alvioleta
Netizen, Ramai Konten Family Issues di Tiktok, Wajarkah?, Family Issues,Masalah Keluarga,TikTok,pergeseran norma,perilaku masyarakat

Ilustrasi anak bersedih karena adanya masalah keluarga. (Pixabay/lisa runnels )

Fahira Alvioleta

Mahasiswi Universitas Padjadjaran.

“Itukan jatuhnya seperti aib, ruang private yang dibawa ke ruang publik,”

Sosiolog, Anneth Novika Adnan, mengatakan hal tersebut terkait maraknya pembuatan konten tentang family issues. Beberapa waktu lalu, ramai sekali pengguna Tiktok membuat konten terkait family issues atau masalah keluarga. Mulai dari yang sekadar bercerita hingga menampilkan chat dengan anggota keluarga.

Berdasarkan penjelasan Anneth, ramainya hal tersebut dapat terjadi karena ada pergeseran norma atau perilaku masyarakat. Berbeda dengan dulu, masyarakat hanya menampilkan hal yang bisa berlaku umum pada ruang publik itu. 

Anneth menjelaskan, perubahan tersebut disebabkan oleh globalisasi, westernisasi, dan perkembangan teknologi.  

“Norma yang tadinya itu dihargai, dibentuk dengan kesepakatan bersama, sekarang itu maknanya jadi berubah, hal itu jadi tidak dianggap sakral lagi,” jelas Anneth.

“Aku kan kalo update ya gimana kondisi hati aku gitu loh. Ya menurut aku si fine-fine aja semua orang kan berhak cerita,”

Begitulah pandangan Safa (bukan nama sebenarnya) yang pernah menyebarkan Tiktok di statusnya. Namun, ia merasa sekumpulan konten tersebut menimbulkan dampak positif dan negatif. Dampak negatif yang dirasakan adalah ada hujatan yang mengatakan bahwa itu hal sepele dan tak perlu diumbar, juga terkesan lebay. Di balik hal negatif tersebut, terkadang ia merasa terbantu untuk bangkit karena mendapatkan semangat dari orang lain.

Dari beberapa konten yang ia unggah, Safa menekankan, sebagai pembuat konten kita juga harus memilah mana yang baik untuk di-share.

“Kalau bisa diakhiri sama penyelesaian masalahnya,” ujar Safa.

Berbeda dengan Safa, sebagai pengguna Tiktok, Zahra Isnaina, tidak pernah menjadikan masalah keluarga menjadi konten. Zahra menganggap masalah keluarga cukup diketahui oleh keluarga atau orang terdekatnya. Namun, ia mengakui tidak merasa terganggu dengan adanya konten-konten tersebut. ia merasa itu hak mereka dan terkadang membuatnya jadi lebih aware terhadap orang-orang di sekitar.

“Kalau masalah keluarganya abusive kita bisa lebih aware sama harassment-nya, kalau udah out of control sampai nyeritain detailnya menurut aku udah gak penting buat di-share,” jelas Zahra.

Menurutnya, Pembuatan konten tentang masalah keluarga, tidak bisa dikatakan salah atau benar. Ia merasa setiap hal yang dilakukan pasti ada konsekuensinya. Perbedaan pendapat terhadap konten masalah keluarga sangat beragam, sehingga akan menimbulkan pro dan kontra.

Di balik hal tersebut, apakah masalah keluarga wajar untuk dijadikan konsumsi publik?

Membuat Konten Family Issues, Wajar atau Tidak?

Anneth kembali menjelaskan, saat ini masyarakat sudah mulai krisis moral dan identitas. Terkadang masyarakat melakukan sesuatu hanya sekadar mengikut trend, tanpa melihat esensinya. Lain halnya dengan mereka yang memiliki tujuan positif. Seringkali para pembuat konten hanya ingin viral, dan itu yang membuatnya menjadi tidak wajar.

“Karena itu tadi yang seharusnya hanya ada di ranah private terus kemudian menjadi konsumsi publik, itukan hal-hal yang privasi,” ujar Anneth.

Menurutnya, hal tersebut kurang etis untuk dianggap wajar, karena tidak semua orang nyaman dengan konten seperti itu. Menganggap wajar hal ini dapat membuat masyarakat sulit membedakan yang seharusnya privasi dan yang pantas untuk publik.

Berkaca dari hal tersebut, Anneth menegaskan sebelum berpikir untuk masuk ke ranah publik, alangkah lebih baik masalah keluarga ini diselesaikan melalui mediasi.

Berdasarkan ilmu sosiologi, konflik bisa berdampak destruktif dan konstruktif. Saat masalah sudah semakin besar, seperti mendapat ancaman, kita bisa melaporkannya. Gunakan pihak ketiga ketika permasalahan tidak bisa diselesaikan oleh pihak yang bertikai.

Bijak dalam Menggunakan Media Sosial

Dilansir dari Kompas.com, Tiktok tercatat mencapai 732 juta pengguna aktif pada bulan Oktober 2020. Banyaknya pengguna Tiktok harus membuat kita lebih berhati-hati dalam membuat konten.

“Tiktoknya gak salah, tapi yang menggunakannya itu yang salah,” ujar Anneth.

Pembuatan konten tentang Family Issues di Tiktok bisa saja menjadi positif. Anneth menyarankan, membuat konten sosialisasi seperti “Sayang Keluarga”, jauh lebih baik untuk dijadikan konsumsi publik. Konten tersebut bisa menjadi sangat edukatif dan menghibur masyarakat.

Anneth menegaskan untuk bijak dalam menggunakan sosial media. Jangan semata-mata mengikuti trend atau hanya ingin viral. Kasarnya, masalah keluarga bukanlah hal sepele, melainkan aib untuk kita. Tidak hanya berdampak negatif untuk orang lain, tapi juga untuk diri kita sendiri. [*]

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Menolak Lupa, Paket Album Super Junior Mamacita yang Dicurigai Berisi...

Netizen Jumat, 11 Juni 2021 | 13:05 WIB

Pada Oktober 2014, sebuah laporan menyatakan ada penemuan paket diduga bom di Jatinegara, Jakarta Timur.

Netizen, Menolak Lupa, Paket Album Super Junior Mamacita yang Dicurigai Berisi Bom, Paket Album Super Junior,Mamacita,Bom,Super Junior,ELF

Menurunkan Angka Kematian Ibu

Netizen Kamis, 10 Juni 2021 | 17:15 WIB

Permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini berkaitan dengan kaum ibu adalah masih tingginya angka kematian ibu...

Netizen, Menurunkan Angka Kematian Ibu, Angka Kematian Ibu,AKI,Ibu

Menyoal Penggantian Nama Jalan Tol Japek

Netizen Kamis, 10 Juni 2021 | 14:40 WIB

Penggantian nama jalan Tol Japek (Jakarta— Cikampek) jadi hal yang patut diperdebatkan.

Netizen, Menyoal Penggantian Nama Jalan Tol Japek, Penggantian Nama Jalan Tol Japek,Tol Japek,Tol Japek (Jakarta— Cikampek),Jalan Layang Syeikh Mohammed Bin Zayed,Jalan Tol Layang Japek

Menikahkan Anak

Netizen Rabu, 9 Juni 2021 | 13:55 WIB

Dua tahun setelah diangkat menjadi zelfstandig patih Sukabumi, Raden Kartawinata mulai menikahkan anak-anaknya.

Netizen, Menikahkan Anak, Raden Kartawinata,Raden Kartawinata mulai menikahkan anak-anaknya,Raden Soeria Karta Negara,Soeria Karta Legawa

Sinetron Televisi Indonesia: Antara Impian dan Kenyataan Masyarakat Ki...

Netizen Selasa, 8 Juni 2021 | 15:15 WIB

Sinetron adalah impian tertinggi masyarakat kita. Sinetron juga gambaran realitas yang ada di masyarakat.

Netizen, Sinetron Televisi Indonesia: Antara Impian dan Kenyataan Masyarakat Kita, Sinetron Televisi Indonesia,Sinetron,Badan Pusat Statistik (BPS),Garis Kemiskinan (GK),Hasil survei BPS,Impian,Kenyataan

Menlu Mochtar Kusumaatmadja dalam Kenangan

Netizen Senin, 7 Juni 2021 | 11:29 WIB

Menlu Mochtar Kusumaatmadja terbaring sakit. Segera terbayang wajah pejabat dengan latar belakang akademisi yang mumpun...

Netizen, Menlu Mochtar Kusumaatmadja dalam Kenangan, Mochtar Kusumaatmadja,Mochtar Kusumaatmadja wafat,dubes ri

Monyet Emas

Netizen Sabtu, 5 Juni 2021 | 17:42 WIB

Monyet Emas

Netizen, Monyet Emas, lutung,monyet emas,hewan,Hewan Langka

[Ayo Netizen] 6 Tulisan Terpopuler Netizen Ayobandung.com Edisi Mei 20...

Netizen Sabtu, 5 Juni 2021 | 12:10 WIB

Selamat untuk 6 netizen yang tulisannya terpopuler di Ayobandung.com edisi Mei 2021.

Netizen, [Ayo Netizen] 6 Tulisan Terpopuler Netizen Ayobandung.com Edisi Mei 2021, Ayo Netizen,6 Tulisan Terpopuler Netizen Ayobandung.com Edisi Mei 2021,Tulisan Terpopuler,netizen,Ayobandung.com,Mei 2021

artikel terkait

dewanpers