web analytics
  

Ini Cara Memantau dan Membaca Hasil Tes Kadar Gula Darah

Senin, 10 Mei 2021 13:07 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Gaya Hidup - Sehat, Ini Cara Memantau dan Membaca Hasil Tes Kadar Gula Darah, Membaca Hasil Tes Kadar Gula Darah,cara membaca hasil tes darah,memprediksi kadar gula darah,hasil tes HbA1C,hasil pengukuran gula darah harian,penderita diabetes,kadar gula darah dalam tubuh

Ilustrasi -- Membaca Hasil Tes Kadar Gula Darah. (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Estimated average glucose (eAG) atau estimasi glukosa rata-rata merupakan cara membaca hasil tes darah HbA1C agar lebih mudah dipahami. Metode ini dinilai lebih akurat untuk mengetahui dan memprediksi kadar gula darah dari waktu ke waktu.

Tes hemoglobin A1C (HbA1C atau A1C) adalah tes darah untuk mengetahui rata-rata kadar gula darah selama 2–3 bulan terakhir. Tes ini dilakukan dengan mengukur persentase gula darah yang melekat pada hemoglobin. Semakin banyak gula yang menempel pada hemoglobin, semakin tinggi pula kadar gula dalam darah.

Dinukil dari Alodokter.com, agar pembacaan hasil tes HbA1C lebih mudah dipahami, American Diabetes Association (ADA) memperkenalkan estimated average glucose (eAG) atau estimasi glukosa rata-rata.

Melalui metode ini, hasil tes HbA1C yang awalnya berupa persentase, dikonversi menjadi mg/dL atau mmol/L yang mirip dengan hasil pengukuran gula darah harian.

Manfaat Estimated Average Glucose (eAG)

Tes HbA1C biasanya digunakan untuk mendiagnosis diabetes tipe 1, diabetes tipe 2, dan prediabetes. Hasil normal HbA1C adalah 4–6% atau 70–126 mg/dL dalam pembacaan eAG.

Sementara itu, penderita diabetes ditargetkan memiliki eAG kurang dari 154 mg/dL (HbA1C <7%), untuk menurunkan risiko terjadinya komplikasi.

Dengan mengetahui estimated average glucose (eAG) atau estimasi glukosa harian ini, penderita diabetes akan mendapatkan beberapa manfaat, di antaranya:

  • Mengonfirmasi hasil tes mandiri sesuai dengan anjuran dokter
  • Memberikan gambaran secara menyeluruh tentang perawatan apa yang harus ditempuh selanjutnya
  • Mempertimbangkan gaya hidup sehat yang harus dilakukan demi mengontrol gula darah
  • Melacak kadar glukosa darah dari waktu ke waktu

Namun, nilai normal HbA1C dan eAG ini bisa sedikit berbeda pada tiap penderita diabetes, karena dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti usia, jenis kelamin, dan jenis aktivitas sehari-hari.

Konversi HbA1C ke eAG

Perhitungan eAG ditentukan menggunakan rumus matematika, yaitu dengan mengubah persentase HbA1C menjadi satuan pengukuran yang biasa Anda temukan pada pengukuran glukosa harian (mg/dL). Rumus konversi HbA1C ke eAG adalah sebagai berikut:

28,7 X HbA1C - 46,7 = eAG

Berikut ini adalah tabel konversi hasil persentase HbA1C ke eAG dalam mg/dL:

A1C (%) eAG (mg/dl)
6 126
6,5 140
7 154
7,5 169
8 183
8,5 197
9 212
9,5 226
10 240

Angka tersebut dapat Anda jadikan acuan untuk mengetahui kondisi kadar gula darah dalam tubuh. Hasil dari konversi HbA1C ke eAG ini bisa saja tidak sesuai dengan dengan hasil pengukuran gula darah yang Anda lakukan sendiri di rumah.

Hal tersebut karena tes HbA1C menunjukkan rata-rata gula darah dalam 2–3 bulan, sedangkan pengukuran gula darah di rumah biasanya dilakukan saat gula darah Anda rendah, misalnya sebelum makan.

Hasil eAG dapat mewakili rata-rata kadar glukosa dalam darah untuk jangka waktu lebih lama, sehingga lebih akurat daripada tes pengukur gula darah harian.

Menurut American Diabetes Association, lebih dari 25% orang dengan persentase HbA1C 5,5–6% berisiko tinggi menderita diabetes dalam waktu 5 tahun. Oleh karena itu, jaga agar hasil perhitungan HbA1C gula darah Anda dengan estimasi glukosa rata-rata (eAG) dalam rentang normal dan jalani pola hidup yang lebih sehat.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menggunakan Estimated Average Glucose

Meski pengukuran kadar gula darah menggunakan tes HbA1C dan konversi eAG lebih akurat dalam memantau kondisi penderita diabetes, pengukuran dengan metode tersebut tidak bisa digunakan bila ada penyakit penyerta berikut ini:

  • Penyakit ginjal
  • Anemia sel sabit
  • Anemia
  • Thalasemia

Selain itu, eAG juga tidak dapat digunakan jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti dapsone, erythropoietin, atau zat besi.

Jadwal pemeriksaan HbA1C ditentukan berdasarkan tipe diabetes, rencana pengobatan, dan seberapa baik pasien memenuhi target kadar gula darah. Berikut ini adalah jadwal pelaksanaan tes HbA1C berdasarkan kondisi pasien:

  • 1 kali setahun untuk penderita prediabetes
  • 2 kali setahun jika tidak mengonsumsi insulin dan kadar gula secara konsisten telah memenuhi target
  • 4 kali setahun jika mengonsumsi insulin atau kesulitan menjaga kadar gula darah sesuai target
  • Sesering mungkin jika mengubah rencana perawatan atau mulai mengonsumsi obat diabetes baru

Estimated average glucose (eAG) atau estimasi glukosa rata-rata dapat membantu penderita diabetes memantau dan mengendalikan kadar gula darah, asalkan disertai dengan pengobatan yang rutin dan pola hidup yang sehat.

Jika Anda mengalami kesulitan untuk memahami konversi hasil tes HbA1C ke estimated average glucose (eAG), jangan ragu berkonsultasi dengan dokter untuk meminta penjelasan.

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

terbaru

Sudah Beruban di Usia Muda? Ini Penjelasan Ilmiahnya 

Sehat Sabtu, 12 Juni 2021 | 17:59 WIB

Apa penyebab uban muncul di usia muda? Seorang ahli kulit bersertifikat, Maisa Garshick, MD mengatakan tingkat stres men...

Gaya Hidup - Sehat,  Sudah Beruban di Usia Muda? Ini Penjelasan Ilmiahnya , Rambut beruban,Rambut Beruban Sebelum Usia 30 Tahun,penyebab rambut beruban,rambut beruban di usia muda,Penyebab Rambut Beruban di Usia Muda

Waspada Dampak Buruk Begadang, dari Depresi Hingga Libido Rendah

Sehat Sabtu, 12 Juni 2021 | 17:44 WIB

Kurang tidur dapat menyebabkan sejumlah gangguan kesehatan ataupun risiko kecelakaan yang patut diwaspadai.

Gaya Hidup - Sehat,  Waspada Dampak Buruk Begadang, dari Depresi Hingga Libido Rendah, dampak begadang,bahaya kurang tidur

Tinju untuk Menurunkan Berat Badan, Begini Caranya

Sehat Sabtu, 12 Juni 2021 | 09:49 WIB

Tinju termasuk olahraga full body workout yang dapat membantu membangun massa otot, menurunkan berat badan dan meningkat...

Gaya Hidup - Sehat, Tinju untuk Menurunkan Berat Badan, Begini Caranya, Petinju,Tinju,Manfaat Tinju,menurunkan berat badan,Cara Menurunkan Berat Badan,Tips Menurunkan Berat Badan

5 Tanaman Hias Ampuh Mengusir Nyamuk dan Serangga

Sehat Sabtu, 12 Juni 2021 | 09:01 WIB

Ada beberapa tanaman hias ampuh untuk mengusir nyamuk dan serangga. Kamu bisa menggunakannya di rumahmu.

Gaya Hidup - Sehat, 5 Tanaman Hias Ampuh Mengusir Nyamuk dan Serangga, tanaman ampuh usir nyamuk,tanaman usir nyamuk,Tanaman Pengusir Nyamuk,tanaman hias ampuh usir nyamuk

Ini Obat Lambung Ampuh Sejak Zaman Nabi Muhammad SAW

Sehat Sabtu, 12 Juni 2021 | 08:45 WIB

Ternyata ada obat lambung yang ampuh dan sudah dikonsumsi dari zaman Nabi Muhammad SAW.

Gaya Hidup - Sehat, Ini Obat Lambung Ampuh Sejak Zaman Nabi Muhammad SAW, obat lambung,obat lambung ampuh,obat lambung zaman nabi,Manfaat Talbinah,Obat Mag,mag,Asam Lambung,lambung,Tips Kesehatan

Sederet Manfaat Buah Naga: Bisa Menurunkan Gula Darah

Sehat Sabtu, 12 Juni 2021 | 07:22 WIB

Buah naga ternyata memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh, seperti memelihara kesehatan pencernaan, menurunkan g...

Gaya Hidup - Sehat, Sederet Manfaat Buah Naga: Bisa Menurunkan Gula Darah , Buah Naga,Manfaat Buah Naga,Khasiat Buah Naga,menurunkan kadar gula darah,gula darah,Menurunkan Gula Darah

Ternyata Ini Alasan Ingin Buang Air Besar Ketika Stres

Sehat Sabtu, 12 Juni 2021 | 07:08 WIB

Saat stres atau merasa cemas, sebagian orang mungkin merasakan perasaan tak nyaman di perut. Kondisi ini berujung pada m...

Gaya Hidup - Sehat, Ternyata Ini Alasan Ingin Buang Air Besar Ketika Stres, stres,Melepas Stres,tips redakan stres,depresi,BAS saat stres

Ingin Terhindar dari Gejala Parah Covid, Lakukan Pola Makan Ini

Sehat Sabtu, 12 Juni 2021 | 06:18 WIB

Pola makan rupanya bisa melindungi seseorang dari keparahan dampak Covid-19.

Gaya Hidup - Sehat, Ingin Terhindar dari Gejala Parah Covid, Lakukan Pola Makan Ini, gejala parah covid,gejala parah covid-19,gejala covid parah,makanan mencegah covid-19,pola makan mencegah covid-19,COVID-19
dewanpers