web analytics
  

Kunci Lebaran dan Berlibur Aman dari Covid-19

Senin, 10 Mei 2021 03:54 WIB
Umum - Nasional, Kunci Lebaran dan Berlibur Aman dari Covid-19, Kunci Lebaran Aman dari Covid-19,Kunci Berlibur Aman dari Covid-19,protokol kesehatan saat Lebaran,mencegah diri tertular Covid-19,klaster baru penyebaran Covid-19,lonjakan Covid-19 pascalebaran

Ribuan warga memadati kawasan pusat perbelanjaan di Jalan Dalem Kaum, Kota Bandung, Senin 3 Mei 2021. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Tim Mitigasi Covid-19 PB IDI, dr Ulul Albab mengingatkan pentingnya tetap menerapkan protokol kesehatan saat Lebaran demi mencegah lonjakan kasus Covid-19 setelahnya. Dokter spesialis obstetri & ginekologi itu menyoroti euforia terkait momen bersilaturahmi bersama keluarga saat Lebaran yang rentan membuat orang-orang kendor pada protokol kesehatan seperti melepas masker, tidak menjaga jarak, dan tidak mencuci tangan.

"Waspadai lonjakan Covid-19 pascalebaran, euforia terkait silaturahmi membuat protokol kesehatan kendor, 'Ah keluarga sendiri, masker dilepas, tidak mencuci tangan, jaga jarak'," kata Ulul dalam webinar Idul Fitri & Ujian Nasional Pengendalian Covid-19, Ahad (10/5).

Dia mengatakan, melonjaknya kasus Covid-19 di India beberapa waktu lalu salah satunya usai masyarakat setempat melakukan ritual keagamaan kemudian menyebabkan kerumunan orang. Hal serupa diharapkan tidak terjadi di Indonesia. Idul Fitri sebagai momentum kemenangan bagi para Muslim dengan segala tradisi termasuk berkumpul bersama keluarga semoga tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

Ulul dan Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, dr Muh. Khidri Alwi dalam acara yang sama itu setuju dengan pelarangan mudik yang pemerintah lakukan sejak 6 Mei hingga 17 Mei mendatang, untuk membatasi pergerakan dan pengumpulan massa di satu waktu dan tempat.

Walau memang pada kenyataannya, masih ada orang yang berusaha mensiasati larangan ini dengan melakukan mudik lebih awal. "Kami sangat setuju saat pemerintah menyatakan mudik dilarang, yang dilarang bukan masalah mudik tetapi pergerakan dan pengumpulan massa di satu waktu dan tempat," ujar Ulul.

"Mudik sebuah budaya yang sudah mengakar, tetapi kita tidak ingin berimbas seperti India. Jangan sampai muncul muncul klaster mudik," tutur Khidri.

Menurut Khidri, mudik dari sisi agama termasuk sunnah, tetapi bersilaturahmi sembari menjaga orang lain terkena penyakit hukumnya wajib. Dia mengatakan, silaturahmi saat ini bisa dilakukan tanpa harus tatap muka melainkan memanfaatkan teknologi, misalnya layanan Zoom, Video Call WhatsApp dan semacamnya.

Dalam kesempatan itu, dokter dari Yayasan Gema Sadar Gizi, Zaenal Abidin menambahkan, pandemi Covid-19 bukan wilayah kesehatan perorangan sehingga protokol kesehatan seperti mengenakan masker bisa diabaikan seenaknya. Pemerintah dengan kebijakan strategis menjadi garda terdepan mencegah semakin banyak rakyat yang menjadi sakit, misalnya melalui pembatasan kegiatan warga tanpa membeda-bedakan dan 3T (testing, tracing dan treatment) sementara di sisi lain masyarakat perlu mematuhi protokol kesehatan 5M (mengenakan masker, mencuci tangan rutin, menjaga jarak, membatasi mobilitas dan menjauhi kerumunan).

"Kita tidak menginginkan lonjakan kasus sehingga berakibat Lebaran dituduh menjadi penyebab. Umat Islam tetap (harus) menahan diri demi tetap jaga kehormatan Hari Raya Idul Fitri," demikian pesan Zaenal.

Soal berwisata masa pandemi
Ulul mengingatkan Anda juga tetap menerapkan protokol kesehatan saat berlibur saat Lebaran nanti. "Perlu diingat bahwa protokol kesehatan harus tetap dijalankan dan usahakan dalam memilih lokasi wisata yang menerapkan protokol kesehatan misalnya dengan zona khusus," kata dia.

Terkait pemilihan masker, Anda disarankan mengenakan masker bedah ketimbang kain karena memiliki level proteksi lebih baik. Pastikan masker yang dipakai pas di wajah, tali tidak longgar, masker menutupi hidung dan mulut dan waktu pemakaian masker pun dibatasi tidak lebih dari empat jam.

Segeralah ganti masker Anda bila kondisinya basah dan bawalah masker cadangan di dalam wadah khusus. Di sisi lain, pastikan kondisi Anda fit atau tidak memaksakandiri saat mengalami masalah kesehatan walaupun itu batuk, pilek untuk keluar rumah apalagi berlibur.

Pemerintah telah mengeluarkan larangan resmi masyarakat untuk melakukan mudik Lebaran 2021 pada 6-17 Mei 2021. Larangan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Kepala Satgas PenangananCovid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik pada Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah selama 6-17 Mei 2021.Di sisi lain, objek Wisata dan Rekreasi, contohnya saja di DKIJakarta, boleh buka dan beroperasi saat libur Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, namun dengan pembatasan hingga maksimal sampai 30 persen.

Contohnya, di Jawa Tengah, Lokawisata Baturraden, Pemerintah Kabupaten Banyumas mengizinkan lokasi ini sebagai salah satu dari objek wisata yang tetap dibuka namun membatasi kapasitas kunjungan wisatawan maksimal 30 persen dari kapasitas maksimal. Aturan serupa diterapkan di Jakarta. Pemerintah setempat destinasi wisata membuka operasional saat libur Lebaran dengan pembatasan kapasitas maksimum 25-30 persen.

Walau begitu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengatakan mempertimbangkan usulan Polda Metro Jaya untuk menutup beberapa objek wisata selama libur Lebaran demi mencegah terjadinya kerumunan masyarakat. Menurut dia, saat ini ada beberapa objek wisata yang sedang dalam pembahasan tetap beroperasi atau tidak saat Lebaran.

Kawasan Kota Tua, Taman Sari, Jakarta Barat misalnya. Meskipun operasional kawasan itu masih normal hingga Jumat (7/5), namun pihak pengelola mengaku menunggu kebijakan pemerintah provinsi apakah lokasi itu akan tetap buka atau tidak saat Lebaran.

Sebagai kesimpulan, mengutip pernyataan para pakar kesehatan, pada prinsipnya segala bentuk kerumunan akan berpotensi menjadi sumber penularan Covid-19, baik itu dalam bentuk mudik atau berwisata bersama. Di sisi lain, di manapun dan kegiatan di luar rumah apapun Anda tetap disarankan menerapkan protokol kesehatan demi mencegah diri tertular Covid-19.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

terbaru

CEK FAKTA: Bantuan UMKM Tahap 3 Sebesar Rp 2,1 Juta Telah Dibuka

Nasional Sabtu, 12 Juni 2021 | 13:45 WIB

Sebuah pesan berantai menginformasikan bahwa bantuan untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tahap ketiga telah di...

Umum - Nasional, CEK FAKTA: Bantuan UMKM Tahap 3 Sebesar Rp 2,1 Juta Telah Dibuka, BLT UMKM tahap 3,Hoaks BLT UMKM,Hoaks BPUM,BLT UMKM Tahap 3 dibuka

Kasus Covid-19 Naik, Didominasi Klaster Lebaran

Nasional Sabtu, 12 Juni 2021 | 12:43 WIB

Ketersediaan tempat tidur bagi pasien Covid-19 di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat mulai menipi...

Umum - Nasional, Kasus Covid-19 Naik, Didominasi Klaster Lebaran, Kasus Covid-19 Melonjak,Cegah Klaster Lebaran,klaster lebaran,COVID-19

CEK FAKTA: NU Gelar Konvensi Calon Presiden 2024

Nasional Sabtu, 12 Juni 2021 | 11:37 WIB

Beredar sebuah poster mengenai Nahdlatul Ulama (NU) akan menggelar konvensi calon Presiden (capres) 2024. Disebutkan dal...

Umum - Nasional, CEK FAKTA: NU Gelar Konvensi Calon Presiden 2024, Cek Fakta,nu gelar konvensi calon presiden,cek fakta konvensi calon presiden nu,hoaks nu

Ingat! Pelanggar Prokes Akan Kena Denda

Nasional Sabtu, 12 Juni 2021 | 06:25 WIB

Sektor kegiatan yang melanggar protokol kesehatan selama PPKM mikro akan ditindak tegas dan diberi sanksi. Hal ini disam...

Umum - Nasional, Ingat! Pelanggar Prokes Akan Kena Denda, Pelanggar prokes,pelanggara Prokes Covid-19,COVID-19,Satgas Covid-19,protokol kesehatan covid-19

Kapolri: Kapolda dan Kapolres Harus Tindak Premanisme

Nasional Jumat, 11 Juni 2021 | 21:18 WIB

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan akan memberikan teguran kepada Kapolda dan Kapolres yang saat ini belum...

Umum - Nasional, Kapolri: Kapolda dan Kapolres Harus Tindak Premanisme, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo,premanisme,Kamtibmas,Aksi Premanisme

Ini Dampak Berantai Penerapan PPN Sembako Menurut INDEF

Nasional Jumat, 11 Juni 2021 | 20:43 WIB

Rencana pemerintah menerapkan pajak pertambahan nilai (PPN) pada sembako dan pendidikan dinilai akan menurunkan pertumbu...

Umum - Nasional, Ini Dampak Berantai Penerapan PPN Sembako Menurut INDEF, indef,PPN Sembako,PPN Bahan Pokok,Rencana Pemerintah Kenakan Pajak Sembako,Pajak bahan pokok,INDEF PPN Sembako

Ivermectin Ampuh Obati Covid-19? Ini Komentar Satgas IDI

Nasional Jumat, 11 Juni 2021 | 20:07 WIB

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof. Zubairi Djoerban memastikan jika obat Ivermecti...

Umum - Nasional, Ivermectin Ampuh Obati Covid-19? Ini Komentar Satgas IDI, Ivermectin,Ivermectin Obat Covid-19,obat covid-19,Satgas IDI,Obat Ivermectin

Polri Lakukan Operasi Premanisme di Seluruh Indonesia

Nasional Jumat, 11 Juni 2021 | 19:25 WIB

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian Republik Indonesia (Kadiv Humas Polri), Irjen Argo Yuwono, menegaskan polis...

Umum - Nasional, Polri Lakukan Operasi Premanisme di Seluruh Indonesia, Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono,Polri Operasi Premanisme,Polisi Ringkus Preman,Pungli Pelabuhan Tanjung Priok,Pemerasan Pelabuhan Tanjung Priok
dewanpers