web analytics
  

Jalur Tikus Kertasari-Garut Hanya Bisa Dilewati Pemudik Bernyali Besar

Minggu, 9 Mei 2021 23:20 WIB Idham Nur Indrajaya
Bandung Raya - Soreang, Jalur Tikus Kertasari-Garut Hanya Bisa Dilewati Pemudik Bernyali Besar, Jalan Kertasari-Garut,Jalan Aternatif Mudik ke Garut,Jalur Tikus Kertasari,Mudik,Jalur Tikus Bandung,jalur tikus bandung-garut,jalur tikus mudik,jalur tikus bandung selatan,berita bandung hari ini

Jalan Kertasari-Garut bisa jadi alternatif pemudik yang bernyali besar. (Ayobandung.com/Idham)

KERTASARI, AYOBANDUNG.COM--Jalan Raya Cibeureum di Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung dapat menjadi jalur alternatif dari Kota Bandung ke Pangalengan, Pameungpeuk, Garut, dan masih banyak lagi.

Namun, pelancong yang hendak menggunakan jalur ini untuk menghindari penyekatan jalan larangan mudik harus siap menghadapi berbagai risiko alias bernyali besar. 

Pemudik dari Kota/Kabupaten Bandung dengan tujuan wilayah yang telah disebutkan di atas memang tidak akan menemui cek poin larangan mudik.

Baik siang maupun malam, pemudik bisa menggunakan jalur itu tanpa harus menghadapi pemeriksaan petugas.

Pertama-tama, pemudik bisa menggunakan Jalan Gedebage Selatan yang selanjutnya akan terhubung dengan Jalan Raya Sapan. Dari jalan tersebut, pemudik bisa mengambil jalan tembusan ke arah Jalan Bojong Cipala Buay yang membelah area persawahan. Jalan itu nantinya akan membawa pemudik ke Alun-alun Ciparay.

Dari Alun-alun Ciparay, selanjutnya tinggal belok ke Jalan Pacet dan terus mengikuti jalan sampai ke pertigaan sebelum SMP PGRI Pacet. Di pertigaan tersebut, pemudik hanya perlu berbelok kiri, masuk ke wilayah Desa Cikitu, dan terus mengikuti jalan sampai ke Kecamatan Kertasari. 

Perlu diketahui, saat memasuki wilayah Kecamatan Kertasari, beberapa provider penyedia internet sama sekali tidak bisa digunakan. Kendati demikian, tanpa GPS sekalipun, pemudik tidak perlu khawatir kehilangan arah. 

Selanjutnya, pemudik akan dibawa melewati Wisata Alam Cibutak dan Batu Nanceb sebelum sampai ke wilayah Desa Sukapura yang sudah cukup ramai dengan bangunan rumah yang berjejer. Namun, sebelum dan sesudah desa itu, pemudik harus melintasi jalan yang didominasi dengan perkebunan. 

Jalan Kertasari-Garut bisa jadi alternatif pemudik yang bernyali besar. 

Jalan yang dihiasi dengan tikungan-tikungan tajam dan tepat berada di pinggir tebing menjadi alasan yang membuat jalan ini cukup berisiko. Beberapa tumpukan pasir yang ditemui di tepi-tepi jalan pun membuat perlintasan menjadi licin. 

Pada siang menuju sore hari, jalanan tersebut memang cukup ramai oleh kendaraan yang melintas. Namun, jarang sekali ditemui kendaraan roda empat. Hal itu wajar saja mengingat lebar jalan yang tidak terlalu luas. 

Lebar jalan itu seukuran dua mobil sehingga jika ada mobil yang berpapasan dari arah yang berlawanan, jalan tersebut akan menjadi macet. Oleh karena itu, kebanyakan kendaraan yang berseliweran adalah kendaraan roda dua. 

Dari pantauan Ayobandung.com, Minggu, 9 Mei 2021, nyaris tidak ditemukan adanya pengendara yang tampak seperti pemudik. Kebanyakan di antaranya terlihat seperti warga sekitar dengan plat nomor D dan Z. 

Pengemudi sepeda motor yang menggunakan jalan itu pun seringkali memacu kendaraan dengan ugal-ugalan. Jarang sekali ditemui pengemudi yang menggunakan helm, dan tidak sedikit di antara mereka yang mengambil jalur lawan arah secara ekstrem, bahkan sampai nyaris ke bahu jalan. 

Oleh karena kondisi yang demikian, wajar saja jika jalan ini menjadi lokasi yang rawan kecelakaan. Bahkan, di saat Ayobandung.com melakukan pemantauan, terjadi kecelakaan yang menyebabkan kepala pengemudi bocor. 

Jalan Kertasari-Garut bisa jadi alternatif pemudik yang bernyali besar. 

Rawan Begal Setiap Hari

Seandainya pemudik terlalu khawatir untuk melintasi jalan di siang hari karena ramainya pengemudi sepeda motor yang memacu kendaraannya dengan kencang, pemudik bisa memilih waktu pada malam hari. Akan tetapi, ada risiko tersendiri juga yang harus dihadapi. 

Sekitar pukul 22.00 WIB Jalan Pacet-Cibeureum sudah terbilang sangat sepi. Bahkan, pada sekitar pukul 23.30 WIB, dari Jalan Raya Pacet menuju Desa Cikitu sampai Desa Sukapura, hanya ditemui satu warung yang buka. Dari Sukapura dan seterusnya, jalanan semakin gelap, berkelok-kelok, dan licin.

Seorang warga setempat Endang Syarifudin mengatakan Jalan Raya Cibeureum memang cenderung sepi dari pemudik yang melintas. 

"Sepi kalau di sini. Mungkin karena kondisi jalanannya, ya. Gelap," ujar Endang saat ditemui sekitar pukul 00.00 WIB, Minggu 9 Mei 2021.

Jalan Raya Cibeureum memang sangat gelap pada malam hari. Kendaraan dengan kondisi lampu yang tidak terlalu terang akan sangat berisiko saat menempuh jalur ini. Selain itu, ternyata dari Desa Sukapura sampai seterusnya adalah jalanan yang rawan pembegalan. 

Fikri Nurhalim, seorang pedagang bakso di Jalan Raya Pacet, mengatakan, Jalan Raya Cibeureum merupakan lokasi favorit para begal untuk beraksi. Baik pengemudi sepeda motor maupun mobil, sangat rentan menjadi korban jika melewati jalan saat malam sudah tiba.

"Di Jalan Cibeureum mah banyak begal, masih rawan begal kalau di sana," ungkap Fikri.

Selain begal, Jalan Raya Pacet sebelum memasuki wilayah Cibeureum pun cukup banyak ditemui geng motor. Menurut pedagang es kelapa di dekat SMP PGRI Pacet yang hanya ingin diperkenalkan dengan nama Aang, aktivitas geng motor sudah sangat lumrah di sekitar tempat dirinya berdagang. 

"Kalau akhir pekan apalagi. Banyak sekali jumlahnya. Ada yang dari Ciparay, ada juga yang dari Garut atau Majalaya," kata Aang. 

Intinya, meski Jalan Raya Cibeureum dapat menjadi jalur tikus alternartif di saat larangan mudik berlangsung, pemudik yang melintas harus siap dihadang dengan berbagai risiko.

Oleh karena itu, pemudik yang memilih jalan ini sebagai rute tampaknya harus memikir dua kali jika tidak terlalu hapal dengan medan. 

Editor: Adi Ginanjar Maulana

terbaru

TB Dasep Meninggal, Wakil Bupati Bandung dan Wali Kota Bandung Ucapkan...

Soreang Minggu, 20 Juni 2021 | 21:03 WIB

Tubagus Dasep meninggal dunia di Tangerang, Banten, Minggu 20 Juni 2021.

Bandung Raya - Soreang, TB Dasep Meninggal, Wakil Bupati Bandung dan Wali Kota Bandung Ucapkan Bela Sungkawa, Dasep Meninggal,Ketua Pemuda Pancasila Jawa Barat,Tubagus Dasep Meninggal Dunia,Wali Kota Bandung Oded M Danial,Wakil Bupati Bandung Sahrul Gunawan

225 Nakes Terpapar Covid, Pemkab Bandung Minta Bantuan Pemprov Jabar

Soreang Minggu, 20 Juni 2021 | 17:45 WIB

Dalam beberapa hari terakhir, ratusan orang tenaga kesehatan di Kabupaten Bandung terpapar covid-19.

Bandung Raya - Soreang, 225 Nakes Terpapar Covid, Pemkab Bandung Minta Bantuan Pemprov Jabar, Nakes Terpapar Covid,Nakes Positif Covid-19,Nakes di Kabupaten Bandung,Asisten II Setda Pemkab Bandung Marlan,Pemprov Jabar

Pemkab Bandung Tingkatkan 3 T Demi Lepas dari Zona Merah

Soreang Minggu, 20 Juni 2021 | 17:39 WIB

Pemerintah Kabupaten Bandung akan meningkatkan 3T supaya bisa lepas dari zona merah covid-19.

Bandung Raya - Soreang, Pemkab Bandung Tingkatkan 3 T Demi Lepas dari Zona Merah, Pemkab Bandung,3T (tracing, testing, treatment),3T Covid-19,Kabupaten Bandung Zona Merah

Ruang Isolasi Selalu Penuh, Tidak Mudah Tambah Ruangan Pasien Covid

Soreang Minggu, 20 Juni 2021 | 16:06 WIB

Lonjakan kasus covid-19 dalam beberapa pekan terakhir, membuat sebagian besar Rumah Sakit rujukan maupun darurat covid-1...

Bandung Raya - Soreang, Ruang Isolasi Selalu Penuh, Tidak Mudah Tambah Ruangan Pasien Covid, Ruangan Pasien Covid,Ruang Isolasi Covid-19,RSUD Al Ishan,rumah sakit rujukan covid-19

Ada Penyekatan, Kendaraan Masuk Kabupaten Bandung Berkurang

Soreang Minggu, 20 Juni 2021 | 13:55 WIB

 Petugas gabungan melakukan penyekatan di titik masuk wilayah Kabupaten Bandung.

Bandung Raya - Soreang, Ada Penyekatan, Kendaraan Masuk Kabupaten Bandung Berkurang, Penyekatan,Kabupaten Bandung,zona merah,Covid-19

Lokasi dan Syarat SIM Keliling Kabupaten Bandung 19 Juni 2021

Soreang Sabtu, 19 Juni 2021 | 05:59 WIB

Layanan SIM keliling online Polresta Bandung pada Sabtu, 19 Juni 2021 hadir di Bunderan Pameuntasan Kutawaringin.

Bandung Raya - Soreang, Lokasi dan Syarat SIM Keliling Kabupaten Bandung 19 Juni 2021, SIM Kabupaten Bandung,Perpanjangan SIM Kabupaten Bandung,Syarat Permohonan SIM Kabupaten Bandung,cara buat SIM Kabupaten Bandung,SIM Keliling Kabupaten Bandung,Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung,Lokasi SIM Keliling Kabupaten Bandung

Pemkab Bandung Larang ASN Ambil Cuti Dekat Libur Nasional

Soreang Jumat, 18 Juni 2021 | 20:38 WIB

Pemerintah Kabupaten Bandung akan melarang ASN mengambil cuti mendekati hari libur nasional. Hal tersebut sesuai dengan...

Bandung Raya - Soreang, Pemkab Bandung Larang ASN Ambil Cuti Dekat Libur Nasional, Pemkab Bandung,ASN Kabupaten Bandung,Libur Nasional,ASN Dilarang Cuti

Masuk Kabupaten Bandung Harus Bawa Hasil Rapid Antigen

Soreang Jumat, 18 Juni 2021 | 18:15 WIB

Masyarakat dari luar daerah diharuskan membawa hasil rapid antigen jika ingin memasuki wilayah Kabupaten Bandung.

Bandung Raya - Soreang, Masuk Kabupaten Bandung Harus Bawa Hasil Rapid Antigen, Kabupaten Bandung,Rapid Antigen,PPKM Mikro,hasil tes Covid-19

artikel terkait

dewanpers