web analytics
  

Nasib Konveksi Seragam Sekolah di Tengah Pandemi

Minggu, 9 Mei 2021 15:36 WIB Yogi Faisal
Umum - Regional, Nasib Konveksi Seragam Sekolah di Tengah Pandemi, konveksi seragam sekolah,konveksi seragam,Pandemi Covid-19,Pandemi,corona

Nasib Konveksi Seragam Sekolah di Tengah Pandemi. (Ayobogor.com/Yogi)

BOGOR, AYOBANDUNG.COM -- Belum diperbolehkannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota dan Kabupaten Bogor, menjadi duka tersendiri bagi pengusaha konveksi.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya konveksi kerap kali kebanjiran orderan pembuatan seragam sekolah, namun sudah dua tahun ini konveksi sepi orderan meski masuki tahun ajaran baru.

Owner Konveksi Gayeed Production Wildan Darmawan mengaku sempat kebingungan, lantaran sudah dua tahun ini tidak ada orderan pembuatan seragam sekolah yang masuk ke dapur produksinya.

Hal tersebut merupakan dampak dari pembelajaran daring, yang dilakukan hampir seluruh sekolah di Kota dan Kabupaten Bogor selama pandemi covid-19.

"Biasanya kalau jelang tahun ajaran baru seperti saat ini, kita kebanjiran orderan pembuatan baju olahraga dan seragam sekolah. Tapi sudah dua tahun ini tidak ada orderan yang masuk," katanya, kepada ayobogor.com Minggu 9 Mei 2021.

Menurutnya dampak pembelajaran daring memang sangat terasa pada omset bulanan konveksinya. Terlebih, konveksi yang berlokasi di Desa Cikeas, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor itu memang fokus pada pembuat seragam sekolah.

"Kalau dulu sebelum ada pandemi omset bulanan kami mencapai Rp200 juta perbulan. Tapi sudah dua tahun ini, omset bulan kami bertahan di angka Rp20 juta perbulan. Ini semua karena orderan seragam sekolah hampir tidak ada," ucapnya.

Bahkan, dari tujuh alat yang dimiliki Gayeed Production, Wildan selaku owner konveksi mesti menjual dua alat produksinya demi menjaga stabilitas konveksinya agar tetap produksi.

"Awalnya kami punya tujuh mesin produksi. Karena pandemi terpaksa kami harus menjual dua alat kami agar tetap bisa bertahan di tengah pandemi covid-19 ini," bebernya.

Selain menjual alat produksi, konveksi yang sudah berdiri sejak Agustus 2015 itu juga terpaksa banting stir, memproduksi aneka macam produk. Seperti membuat baju komunitas, t-shirt, polo, kemeja, PDL, masker, goodiebag, jaket, switer, topi, training, celana dan produk lainnya.

"Awalnya kami hanya fokus pada pembuatan seragam sekolah saja. Karena selama pandemi tidak ada orderan masuk, terpaksa kami banting stir untuk produksi yang lain demi menjaga stabilitas konveksi agar tetap berjalan," tuturnya.

Wildan berharap, pandemi covid-19 ini segera berakhir. Agar kedepan pihaknya bisa kembali fokus pada pembuatan seragam sekolah. "Semoga saja pandemi covid-19 ini segera berlalu, dan kami bisa produksi seragam sekolah kembali seperti sedia kala," harapnya.

Editor: Rizma Riyandi

terbaru

Tempat Tidur Pasien Covid di RS Indramayu Tersisa 17

Regional Minggu, 20 Juni 2021 | 22:45 WIB

Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Indramayu melonjak tinggi. Tempat tidur bagi pasien Covid-19 di rumah...

Umum - Regional, Tempat Tidur Pasien Covid di RS Indramayu Tersisa 17, kasus covid-19 Indramayu,BOR RS di Indramayu,Tempat Tidur Pasien Covid-19 Indramayu,Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu

Pecah Rekor, 29 Pasien Covid-19 Meninggal di Kota Tasik

Regional Minggu, 20 Juni 2021 | 21:36 WIB

Kasus kematian akibat Covid-19 di Kota Tasikmalaya terus bertambah. Hingga pertengahan Juni 2021, Dinas Kesehatan Kota T...

Umum - Regional, Pecah Rekor, 29 Pasien Covid-19 Meninggal di Kota Tasik, Kasus Covid-19 Kota Tasikmalaya,Pasien Covid-19 Meninggal Kota Tasik,Angka Kematian Covid-19 Kota Tasik

Kisah Korban Kawin Kontrak di Cianjur, Alami Kekerasan Hingga Ditingga...

Regional Minggu, 20 Juni 2021 | 21:17 WIB

Tiga orang perempuan asal Kabupaten Cianjur diduga menjadi korban kawin kontrak dengan lelaki asal Timur Tengah. Dua di...

Umum - Regional, Kisah Korban Kawin Kontrak di Cianjur, Alami Kekerasan Hingga Ditinggal Hamil, Kawin Kontrak,Kawin Kontrak di Cianjur,Kawin Kontrak di Cipanas,Korban Kawin Kontrak,P2TP2A Cianjur

Kabupaten Tasik Diguncang Gempa Magnitudo 4

Regional Minggu, 20 Juni 2021 | 20:55 WIB

Gempa  Magnitudo 4 mengguncang Kabupaten Tasikmalaya, Minggu 20 Juni 2021, pukul 20:30 WIB.

Umum - Regional, Kabupaten Tasik Diguncang Gempa Magnitudo 4, Gempa Tasik,Gempa Kabupaten Tasikmalaya,Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)

Viral Makan Sepuasnya Bayar Rp1.000, Warung Makan di Karawang Panen Pu...

Regional Minggu, 20 Juni 2021 | 20:14 WIB

Berbagi kepada sesama manusia merupakan hal yang mulia. Tentunya hal ini bisa memberi kebahagian kepada orang-orang yang...

Umum - Regional, Viral Makan Sepuasnya Bayar Rp1.000, Warung Makan di Karawang Panen Pujian, Makan Sepuasnya Bayar Rp1.000,Warung Makan di Karawang,Warung Nasi BARU

BMKG: Curah Hujan di Ciayumajakuning Naik

Regional Minggu, 20 Juni 2021 | 17:19 WIB

Curah hujan di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan) mengalami peningkatan dalam beberapa h...

Umum - Regional, BMKG: Curah Hujan di Ciayumajakuning Naik, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG),Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan),Hujan Ciayumajakuning,Gangguan Atmosfer

PTM di Cianjur Ditunda, Sesuai Arahan Gubernur Jabar

Regional Minggu, 20 Juni 2021 | 16:16 WIB

Pembelajaran tata muka (PTM) di sekolah berbagai tingkatan di Kabupaten Cianjur ditunda. Hal itu sesuai dengan arahan Gu...

Umum - Regional, PTM di Cianjur Ditunda, Sesuai Arahan Gubernur Jabar, Bupati Cianjur Herman Suherman,PTM di Cianjur,PTM Ditunda,Kasus Covid-19 Cianjur

Klaster Pengungsi Longsor Cibeber Cianjur Jalani Isolasi Mandiri

Regional Minggu, 20 Juni 2021 | 15:59 WIB

Sebanyak 59 pengungsi bencana longsor Kampung Cingkeuk dan Babakan Cingkeuk Desa Cibokor Kecamatan Cibeber Kabupaten Cia...

Umum - Regional, Klaster Pengungsi Longsor Cibeber Cianjur Jalani Isolasi Mandiri, Pengungsi Longsor Cibeber Cianjur,Klaster Pengungsi Longsor Cianjur,Kasus Covid-19 Cianjur,Pengungsi Longsor Isolasi Mandiri

artikel terkait

dewanpers