web analytics
  

Mudik Dilarang dan Wisata Dibuka, Pakar Desak Pemerintah Lakukan Ini

Sabtu, 8 Mei 2021 13:43 WIB Idham Nur Indrajaya
Bandung Raya - Bandung, Mudik Dilarang dan Wisata Dibuka, Pakar Desak Pemerintah Lakukan Ini, Mudik Lebaran,Mudik 2021,Larangan Mudik 2021,mudik kota bandung,Penyekatan mudik ramadan 2021

Ribuan warga memadati kawasan pusat perbelanjaan di Jalan Dalem Kaum, Kota Bandung, Senin 3 Mei 2021. Jelang Lebaran, ribuan warga mulai memadati kawasan pusat perbelanjaan untuk memenuhi aneka kebutuhan untuk menyemarakan Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah. Warga pun diimbau untuk tetap mematuhi protokol kesehatan guna mencegah penyebaran pandemi Covid-19. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

CIDADAP, AYOBANDUNG.COM--Pakar hukum dan kebijakan publik Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Asep Warlan, mengungkapkan penilaiannya soal program larangan mudik. Menurut Asep, adanya larangan mudik sementara tempat wisata masih dibuka meski hanya 50% akan tetap menimbulkan potensi kenaikan kasus Covid-19.

Oleh karenanya, langkah antisipatif untuk menekan kenaikan kasus harus segera diambil pemerintah. 

"Salah satu isu yang timbul dari kebijakan semacam ini, apakah betul dengan adanya penyekatan mudik ini benar-benar terjamin tidak ada kluster baru sementara pariwisata dibolehkan, mall dan pasar dibolehkan," ujar Asep kepada Ayobandung.com melalui sambungan telepon, Jumat, 7 Mei 2021.

Menurut Asep, dilarangnya mudik sementara sektor pariwisata tetap beroperasi dapat memunculkan kecemburuan sosial. Selain itu, hal tersebut juga berpotensi membuat kenaikan kasus Covid-19 tidak terhindarkan. Sehingga, Asep menekankan pentingnya langkah antisipasi dari pemerintah jika kenaikan kasus tetap terjadi.

"Apa upaya pemerintah kalau misalnya program penyekatan ini tidak berhasil? Misalnya, anggap sajalah program ini gagal dalam penekanan Covid. Kalau gagal, harusnya ada antisipasi. Sekarang, antisipasi ini yang harusnya dipikirkan, bukan sekadar menyekat." kata Asep.

Asep pun menyampaikan pendapat soal langkah-langkah yang harus ditempuh bila kasus terlanjur naik. Salah satunya dengan menggalakan kembali 3T. 

"Antisipasi bisa dilakukan dengan adanya 3T itu; tracing, test, dan treatment. Itu yang harus diupayakan juga oleh pemerintah. Jangan sekadar melarang mudik tapi ketika ada kenaikan, kita tidak cukup siap," unkap Asep.

Kebijakan yang dinilai oleh Asep masih terkesan setengah-setengah dalam konteks upaya penekanan penyebaran virus, melatarbelakangi pentingnya perancangan kebijakan yang tergabung dalam rangkaian program penyekatan mudik di tahun 2021.

"Harus ada intervensi terhadap resiko. Wisata itu kan sudah dicanangkan untuk diizinkan buka. Jadi, kebijakan berikutnya harus dari segi antisipasi terhadap resiko," tegas Asep.

Saat ini, dia mengatakan, selain kesiapan petugas gabungan yang berfungsi untuk mengawasi para pelintas antarwilayah, sektor yang berkaitan dengan pendekatan resiko juga harus dimaksimalkan.

"Kalau misalnya resikonya cukup besar, 3T-nya harus kuat dan tersebar luas. Petugas pun harus siap. Rumah sakit untuk treatment-nya harus siap. Mau tidak mau itu," ungkap Asep.

Diberitakan sebelumnya,  pada 6 hingga 17 Mei, pemerintah memberlakukan larangan mudik yang bahkan saat ini sudah ditegaskan pula untuk wilayah aglomerasi. Sementara itu, tempat pariwisata yang mencakup pariwisata belanja, masih diizinkan untuk buka selama pengunjung dibatasi sebanyak 50%.

Beberapa warga pun mengungkapkan pendapat soal kebijakan tersebut, misalnya Dewi Puspita yang pada awalnya berniat untuk pulang ke kampung halamannya, namun terpaksa harus membatalkan rencananya karena ada program larangan mudik.

"Kalau itu saya nggak setuju tempat wisata dibuka, biarlah orang mudik memang untuk ketemu keluarga, bukan untuk berwisata. Soalnya, kalau di tempat wisata, penularan Covid bisa lebih banyak karena nggak semua tempat wisata, terlebih yang ada tempat makannya, tidak menjamin akan selalu dibersihkan dan sebagainya. Kalau orang mudik kan berbeda. mereka hanya di dalam mobil," ujar Dewi kepada Ayobandung.com, Jumat, 30 April 2021.

Sementara itu, salah satu warga Kota Bandung, Bahi Binyatillah pun mengungkapkan hal yang hampir senada. Baginya, kebijakan soal larangan mudik harus fokus terhadap tujuan utamanya, yaitu penekanan penyebaran virus Covid-19.

"Ini bukan cuma soal larangan mudik, tapi fokus ke pencegahan yang harus maksimal di luar momentum hari raya," tandas Bahi.
 

Editor: Nur Khansa Ranawati

terbaru

5 Fakta Menarik Bandros: Bus Klasik Kebanggaan Kota Bandung

Bandung Senin, 14 Juni 2021 | 21:40 WIB

Jalan-jalan di Kota Bandung rasanya belum lengkap jika tidak mencoba menaiki Bandros (Bandung Tour on Bus).

Bandung Raya - Bandung, 5 Fakta Menarik Bandros: Bus Klasik Kebanggaan Kota Bandung, Bandros,Bus Klasik,Bandung Tour on Bus,Kota Bandung,wisata

Ridwan Kamil Serahkan Bantuan Masyarakat Jabar Rp1,5 Miliar bagi Rakya...

Bandung Senin, 14 Juni 2021 | 20:04 WIB

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyerahkan bantuan kemanusiaan senilai Rp1,5 miliar untuk rakyat Palestina yang saat i...

Bandung Raya - Bandung, Ridwan Kamil Serahkan Bantuan Masyarakat Jabar Rp1,5 Miliar bagi Rakyat Palestina, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,Bantuan Masyarakat Jabar,Bantuan Untuk Palestina,Bantuan bagi Palestina

Cepat dan Tanggap Darurat, Berikut Layanan dan Cara Menghubungi Call C...

Bandung Senin, 14 Juni 2021 | 19:05 WIB

Anda melihat peristiwa kecelakaan, kebakaran, atau kejadian darurat lainnya yang perlu bantuan oleh ahlinya? Tenang, And...

Bandung Raya - Bandung, Cepat dan Tanggap Darurat, Berikut Layanan dan Cara Menghubungi Call Center 112, Call Center 112,Cara Menghubungi 112,Layanan Tanggap Darurat,Layanan Situasi Darurat

Diamankan Polisi, Pengemudi Avanza Tabrak Lari Masih Berstatus Saksi

Bandung Senin, 14 Juni 2021 | 18:53 WIB

Pengemudi mobil Toyota Avanza yang berkendara ugal-ugalan dan menabrak sejumlah pengendara Kamis, 10 Juni 2021, diamanka...

Bandung Raya - Bandung, Diamankan Polisi, Pengemudi Avanza Tabrak Lari Masih Berstatus Saksi, Mobil Tabrak Lari di Bandung,Pelaku Tabrak Lari di Bandung,Mobil Toyota Avanza Putih Tabrak Lari,Kasus Tabrak Lari di Bandung,Mobil Ugal-ugalan di Bandung

Setiap Kelurahan di Kota Bandung Harus Punya Tempat Isolasi Mandiri

Bandung Senin, 14 Juni 2021 | 18:27 WIB

Kasus Covid-19 di Kota Bandung mengalami kenaikan. Berdasarkan data covid19.bandung.go.id, per tanggal 13 Juni 2021, ter...

Bandung Raya - Bandung, Setiap Kelurahan di Kota Bandung Harus Punya Tempat Isolasi Mandiri, Kelurahan di Kota Bandung,Tempat Isolasi Mandiri,Tempat Isolasi Mandiri di Kota Bandung,Kasus Covid-19 Kota Bandung

Catat! Ini Syarat Donor Plasma Darah Konvalesen Bagi Penyintas Covid-1...

Bandung Senin, 14 Juni 2021 | 15:09 WIB

Ada beberapa syarat untuk mendonor plasma darah konvalesen bagi penyintas Covid-19.

Bandung Raya - Bandung, Catat! Ini Syarat Donor Plasma Darah Konvalesen Bagi Penyintas Covid-19, plasma darah konvalesen,Penyintas Covid-19,Donor Plasma Darah Konvalesen,Syarat Donor Plasma Darah Konvalesen,pendonor plasma darah konvalesen

2 Kali Terpapar Covid-19, Masih Bisa Donor Plasma Darah Konvalesen?

Bandung Senin, 14 Juni 2021 | 14:46 WIB

Penyintas Covid-19 dua kali masih bisa mendonorkan plasma darah konvalesen, asalkan masih dalam keadaan sehat dan kondis...

Bandung Raya - Bandung, 2 Kali Terpapar Covid-19, Masih Bisa Donor Plasma Darah Konvalesen?, Penyintas Covid-19,plasma darah konvalesen,Ciri Terpapar Covid-19,PMI Kota Bandung,cara  donor ke PMI,Pasien Covid-19,Donor Plasma Darah Konvalesen

Tingginya Angka Gizi Buruk Melahirkan Gerakan Berikan Protein di Bandu...

Bandung Senin, 14 Juni 2021 | 14:26 WIB

Kondisi stunting dan malnutrisi yang semakin tinggi di Indonesia seharusnya menjadikan hal tersebut fokus utama dalam pe...

Bandung Raya - Bandung, Tingginya Angka Gizi Buruk Melahirkan Gerakan Berikan Protein di Bandung, Angka Gizi Buruk Melahirkan,Angka Gizi Buruk,Gerakan Berikan Protein,Bank Protein Ikan

artikel terkait

dewanpers