web analytics
  

Ini Modus Pemudik Untuk Kelabui Petugas Pos Penyekatan

Jumat, 7 Mei 2021 21:17 WIB Heru Rukanda
Umum - Regional, Ini Modus Pemudik Untuk Kelabui Petugas Pos Penyekatan, Modus Pemudik,penyekatan pemudik di Tasik,Larangan Mudik di Tasik,Polres Tasikmalaya Kota

Petugas pospam penyekatan Lingkar Gentong Tasikmalaya memeriksa mobil travel yang melintas dan hendak masuk ke Kota Tasikmalaya, Jumat, 7 Mei 2021. (Ayotasik.com/Heru Rukanda)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Modus pemudik untuk melewati pos penyekatan sangat beraneka ragam. Mereka akan berusaha atau mengupayakan segala cara agar bisa mudik ke kampung halamannya.

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Doni Hermawan mengatakan, ada beberapa modus pemudik yang pihaknya temukan untuk lolos dari pos-pos penyekatan.

"Modusnya itu beragam. Ada yang naik di mobil boks, ada juga yang mengaku dan memakai atribut ojek online. Itu yang kita temukan. Alasannya mengantar barang, tapi kan sudah di luar areanya. Begitu dicek ternyata mau ke Cilacap. Kita putar balikan," ujar Doni, Jumat, 7 Mei 2021.

Doni menuturkan, pihaknya akan memperketat pos-pos penyekatan untuk mengantisipasi adanya kendaraan berpenumpang atau travel yang membawa pemudik.

Hal tersebut guna mengantisipasi perusahaan-perusahaan angkutan atau travel yang memberikan bonus hasil tes PCR antigen negatif kepada pemudik dengan ongkos yang terbilang mahal.

"Surat PCR atau antigen negatif sebagaimana ketentuan hanya diberikan sebagai salah satu syarat kepada orang-orang yang diizinkan untuk melakukan perjalanan seperti perjalanan dinas," ucapnya.

Di samping itu, ada juga pelaku perjalanan yang dikecualikan di antaranya ada keluarga yang sakit atau melahirkan, dan kepentingan tertentu seperti adanya yang meninggal.

"Jadi hasil PCR atau antigen negatif itu bukan syarat utama untuk diperbolehkan mudik. Jadi jangan beranggapan bahwa punya surat negatif Covid-19 bisa melintas di pos penyekatan," ujar Doni, Jumat, 7 Mei 2021.

Ia menyebut, pada saat travel berisi orang-orang yang tidak dikecualikan melakukan perjalanan, meskipun membawa hasil PCR atau antigen negatif, tapi secara ketentuan tetap tidak diperbolehkan untuk melakukan perjalanan mudik.

Kalau pun ternyata pelaku perjalanan itu adalah seorang pekerja dan sudah ada surat dinasnya, pihaknya akan mengecek dulu surat PCR atau antigennya, untuk memastikan bahwa yang bersangkutan sehat.

"Kalau itu lengkap kita perbolehkan melanjutkan perjalanannya. Namun, kalau belum kita upayakan pengetesan. Ya kalau travel itu tidak sesuai ketentuan ya kita putar balik," tegas dia.

Doni menambahkan, pihaknya akan memperketat penjagaan karena modus-modus baru agar bisa mengelabui petugas di Pos Penyekatan akan terus beragam disaat pemberlakuan larangan mudik sejak tanggal 6 sampai 17 Mei 2021.

Sebelumnya, perusahaan travel ternyata memiliki cara agar bisa lolos dari pos penyekatan, disaat aturan larangan mudik lebaran 1442 Hijriah diberlakukan. Pengusaha travel memberikan bonus layanan tes antigen kepada penumpangnya sebagai syarat perjalanan.

Terbukti disaat 2 mobil travel yang dihentikan di pospam penyekatan Lingkar Gentong, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, bisa lolos dari pos penyekatan lantaran seluruh penumpang berikut sopirnya mampu menunjukkan surat kelengkapan perjalanan berupa hasil tes negatif Covid-19 hasil antigen.

"Para penumpang sebelumnya dites antigen dan diberikan surat keterangan hasilnya," ujar seorang sopir trav, Andi di lokasi penyekatan pospam Lingkar Gentong, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat, 7 Mei 2021.

Menurut Andi, dirinya membawa penumpang dari Bandung tujuan Tasikmaalaya. Kendati ongkos travel yang ditawarkan cukup mahal yakni Rp210 ribu, tapi cukup banyak penumpang yang memakai jasa travelnya.

"Alhamdulillah lolos dari 2 pos penyekatan di Cileunyi dan Gentong," ucapnya.

Ia menuturkan, dari Bandung membawa 7 penumpang dengan tujuan Tasikmalaya. Ia mengaku kali pertamanya mengendarai travel dengan ongkos mahal dengan bonus tes antigen oleh perusahaannya setelah adanya pemberlakuan larangan mudik.

"Ternyata bisa dan lolos dari beberapa pos penyekatan asalkan penumpang dibekali tes antigen negatif. Ini surat keterangan tes antigennya dari seorang dokter di Bandung," kata dia.

Sementara itu, salah seorang penumpang travel, Muhaemin (43) mengatakan, dirinya tidak mempermasalahkan dengan ongkos mahal yang diterapkan pihak travel tersebut.

Ia bersama rekan-rekannya mengaku akhirnya masih bisa pulang mudik dan bertemu keluarga di Tasikmalaya pada Lebaran tahun ini.

"Gak apa-apa mahal juga yang penting bisa pulang Lebaran Pak. Iyah ongkosnya Rp 210 ribu dari Bandung ke Tasikmalaya dengan bonus surat keterangan tes negatif antigen," ujar Muhaemin.

Setelah dilakukan pengecekan ketat oleh petugas pospam penyekatan Lingkar Gentong, akhirnya travel berpenumpang tersebut dipersilahkan melanjutkan perjalanan.

Pada malam ke 2 penyakatan, kondisi arus lalu lintas yang terpantau di pospam penyekatan, kendaraan yang melintas didominasi kendaraan barang seperti truk dan mobil boks.

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

Purwakarta Alami Lonjakan Kasus, Tertinggi dalam 5 Bulan Terakhir

Regional Minggu, 13 Juni 2021 | 10:55 WIB

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menyebut minggu ini terdapat kenaikan tertinggi kasus Covid-19 tertinggi setelah li...

Umum - Regional, Purwakarta Alami Lonjakan Kasus, Tertinggi dalam 5 Bulan Terakhir, Covid-19 Purwakarta,Positif Covid-19 Purwakarta,Update Covid-19 Purwakarta,Purwakarta,Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika

Ratusan Ribu Pil Psikotropika dari Tasik Dijual ke 3 Kota Besar, Terma...

Regional Minggu, 13 Juni 2021 | 10:40 WIB

Sebanyak 700.000 butir pil berlogo YY dan LL ditemukan dari 2 rumah kontrakan yang digerebek petugas gabungan BNN dan Ke...

Umum - Regional, Ratusan Ribu Pil Psikotropika dari Tasik Dijual ke 3 Kota Besar, Termasuk Bandung, pengedar narkoba Tasikmalaya,Peredaran narkoba Tasikmalaya,narkoba tasikmalaya,kasus narkoba Tasik,pengguna narkoba tasikmalaya,Tasikmalaya

Menelisik Kesederhanaan Warga Kampung Naga Tasikmalaya

Regional Sabtu, 12 Juni 2021 | 16:17 WIB

Banyak hal yang dapat dengan mengunjungi Kampung Naga Tasikmalaya, salah satunya belajar tentang kesederhanaan.

Umum - Regional, Menelisik Kesederhanaan Warga Kampung Naga Tasikmalaya, Kampung Naga Tasik,kampung naga tasikmalaya,Wisata Tasikmalaya

Pemuda di Tasik Serang Mantan Pacar dan Warga dengan Golok

Regional Sabtu, 12 Juni 2021 | 15:54 WIB

Seorang pemuda berinisial AP(26)  diamankan Polres Tasikmalaya Kota karena berbuat onar dengan menyerang warga dan seora...

Umum - Regional, Pemuda di Tasik Serang Mantan Pacar dan Warga dengan Golok, kriminal Tasikmalaya,Pria serang pacar,premanisme tasikmalaya

Diduga Pabrik Narkoba, BNN Gerebek 2 Rumah Kontrakan di Kota Tasik

Regional Sabtu, 12 Juni 2021 | 15:43 WIB

Dua rumah di Kota Tasikmalaya diduga dijadikan tempat produksi narkoba jenis pil.

Umum - Regional, Diduga Pabrik Narkoba, BNN Gerebek 2 Rumah Kontrakan di Kota Tasik, Badan Narkotika Nasional (BNN),Pabrik narkoba Tasikmalaya,Peredaran narkoba Tasikmalaya

4 Begal Sadis di Cirebon Ditangkap Polisi

Regional Sabtu, 12 Juni 2021 | 12:22 WIB

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cirebon Kota, Polda Jawa Barat menangkap empat begal atau pencuri dengan kek...

Umum - Regional, 4 Begal Sadis di Cirebon Ditangkap Polisi, Begal Cirebon,Begal Sadis Cirebon,Polres Cirebon Kota,Kriminal Cirebon

Seorang Pemuda Serang Mantan Pacar dan Warga dengan Golok

Regional Sabtu, 12 Juni 2021 | 11:23 WIB

Seorang pemuda berinisial AP(26)  diamankan Polres Tasikmalaya Kota karena berbuat onar dengan menyerang warga dan seora...

Umum - Regional, Seorang Pemuda Serang Mantan Pacar dan Warga dengan Golok, Kriminal Kota Tasikmalaya,Berita Kota Tasik,Pemuda serang mantan pacar,pemuda ngamuk

Kadisdik Jabar Ingin PPDB Dievaluasi Cepat

Regional Sabtu, 12 Juni 2021 | 10:28 WIB

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat atau Disdik Jabar Dedi Supandi memantau langsung pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik...

Umum - Regional, Kadisdik Jabar Ingin PPDB Dievaluasi Cepat, PPDB 2021,PPDB Jabar,PPDB Jabar 2021,Disdik Jabar
dewanpers