web analytics
  

Confident Humility, Hal yang Rumpang pada Masa Kini

Jumat, 7 Mei 2021 15:10 WIB Netizen Ghina Athaya
Netizen, Confident Humility, Hal yang Rumpang pada Masa Kini, Confident Humility,Hal yang Rumpang,Masa Kini,Filosofi  Hidup,Kepercayaan Diri,Kerendahan Hati

Ilustrasi batu bopeng bertumpuk sebagai filosofi hidup tak sempurna yang tetap seimbang. (Pixabay/Pexels )

Ghina Athaya

Mahasiswa Jurnalistik yang sudah gemar menulis sejak kecil.

 “Tahu gak, sebenarnya yang dibutuhkan oleh orang Indonesia apa? Bukan crticial thinking—tidak mudah percaya hoaks atau sebagainya—tetapi confident humility.”

Begitulah yang dinyatakan oleh Salman Aristo selaku Produser Dua Garis Biru pada Kuliah Umum Produksi Film. Dua kata yang sukses membuat saya tergugah. Apa sebenarnya makna dari kata yang begitu asing itu? Kenapa jarang sekali terdengar di media maupun di tengah obrolan orang-orang elit anak Clubhouse?

Apa Itu Confident Humility?

Salman mendukung ucapannya dengan merekomendasikan buku Adam Grant yang berjudul Think Again sebagai acuan dasar mengenai confident humility. Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa confident humility didasari oleh dua kata, yaitu "kepercayaan diri" (confidence) dan "kerendahan hati" (humility).

Kedua hal tersebut tentu harus seimbang, seperti halnya jungkat jungkit. Jika kita terlalu percaya diri maka akan nampak arogan. Di lain sisi, jika tidak punya kepercayaan diri sama sekali maka akan direndahkan.

Kepercayaan diri sendiri adalah perasaan di mana kita yakin atas kemampuan kita dalam menggapai sesuatu. Sedangkan kerendahan diri ini sering banyak disalahartikan sebagai "tidak percaya diri'. Padahal definisi yang tepat dari kerendahan hati sendiri adalah bagaimana kita bisa menerima fakta bahwa kita bisa salah dan tidak sempurna.

Confident Humility di Era Teknologi

Confident humility ini tentu perlu diterapkan di setiap diri manusia. Berdebat tidak hanya berdasarkan memuaskan ego semata. Terlebih di sosial media di mana terkenal dengan algoritmanya hingga muncul sesuatu yang dinamakan filter bubble. Menurut Engin Bodzag, filter bubble sendiri adalah sebuah fenomena di mana informasi yang diterima oleh pengguna sudah disortir sedemikian rupa menjadi informasi yang diinginkan. Membuat banyak orang terjerumus dalam gelembung informasi sejenis dan enggan terbuka untuk hal-hal yang bersifat kontradiktif.

Tentu banyak dijumpai pertikaian daring di media sosial. Entah masalah politik, moral, kritik sosial, dan masih banyak lagi. Tentu saja pertikaian itu akan terus berlarut-larut hingga keluar jalur karna salah satunya tak mau mengalah. Hingga akhirnya muncul kalimat “Biar yang waras ngalah” yang kadang membuat situasi makin keruh.

Membuat Belajar Lebih Banyak

Padahal mengaku salah bukan merupakan hal yang buruk. Seperti kata Daniel Kahneman, seorang psikolog yang menadapatkan hadiah Nobel, “Menjadi salah adalah satu-satunya cara untuk meyakinkan saya jika saya sudah belajar.”. Hal ini menunjukkan bahwa mengaku salah bukan serta menjadi pecundang yang gagal total, justru membuat kita lebih banyak belajar.

Penelitian dari Gatzka dan Hell (2018) menjelaskan bahwa mahasiswa perguruan tinggi yang mau memikirkan kembali pemikirannya mendapatkan nilai yang lebih tinggi. Begitu pula di SMA, murid yang mengaku tidak tahu justru belajar lebih banyak dan berkontribusi lebih baik dalam kerja kelompok. Dengan mengaku salah dan/atau tidak tahu justru membuat kita merasa ‘kurang’. Seperti padi yang semakin berisi akan semakin merunduk. Semakin pandai maka akan semakin besar rasa penasarannya.

Apa yang dijelaskan oleh Salman memang benar adanya. Masyarakat Indonesia sangat membutuhkan confident humility. Terlebih mahasiswa, masyarakat Indonesia memang sering ditekankan untuk berpikir kritis. Mencari bagian yang mana bisa dipertimbangkan lagi dengan ideologi dan kepercayaan yang ada. Namun, confident humility masih kurang dibahas di ranah perkuliahan. Alhasil banyak yang terjerumus dalam pemikirannya sendiri dan enggan menerima sesuatu yang bersinggungan dengan apa yang mereka percaya. [*]

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Trend Minum Kopi di Indonesia dan Manfaat Gizinya

Netizen Rabu, 23 Juni 2021 | 15:39 WIB

Eksistensi kopi di Indonesia bermula dari budaya minum kopi pada masa kedatangan bangsa Belanda pada abad ke-17, ke Ind...

Netizen, Trend Minum Kopi di Indonesia dan Manfaat Gizinya, Minum Kopi,manfaat  minum kopi,sejarah kopi,trend minum kopi

Perokok Terburuk Adalah yang Orang Merokok Saat Berkendara

Netizen Rabu, 23 Juni 2021 | 13:05 WIB

Banyak orang masih melakukan tindakan yang mengganggu orang disekitarnya. Salah satunya dengan merokok saat mengendarai...

Netizen, Perokok Terburuk Adalah yang Orang Merokok Saat Berkendara, Rokok,Merokok,Perokok,Berkendara,mengendarai sepeda motor,pasal 283 UU Nomor 22 Tahun 2009

Memasuki Masa Pensiun

Netizen Rabu, 23 Juni 2021 | 10:41 WIB

Secara resmi, Raden Kartawinata dihentikan sebagai zelfstandig patih Sukabumi pada tanggal 8 Oktober 1905.

Netizen, Memasuki Masa Pensiun, raden kartawinata, sejarah sunda,tempo dulu

Begini Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Netizen Rabu, 23 Juni 2021 | 08:00 WIB

Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh kita.

Netizen, Begini Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh, Daya Tahan Tubuh,Kesehatan,Tips,Gaya Hidup,Pola Makan

Kerja Bakti Selalu Menenangkan Hati

Netizen Selasa, 22 Juni 2021 | 10:21 WIB

Kerja Bakti Selalu Menenangkan Hati

Netizen, Kerja Bakti Selalu Menenangkan Hati, limbah,Jatinangor,desa cisempur,Kahatex,kebersihan lingkungan

Modus Pelecehan Seksual Baru di Media Sosial

Netizen Senin, 21 Juni 2021 | 07:00 WIB

Pelecehan seksual di Indonesia merupakan salah satu kasus yang sering meningkat setiap tahunnya.

Netizen, Modus Pelecehan Seksual Baru di Media Sosial, Pelecehan Seksual,Media Sosial,Indonesia,Twitter

Diam di Rumah Namun Tetap Punya Penghasilan? Coba Bidang Ini

Netizen Senin, 21 Juni 2021 | 06:25 WIB

Berdiam diri di rumah saat pandemi, namun tetap dapat penghasilan akan menjadi suatu angan–angan bagi setiap orang.

Netizen, Diam di Rumah Namun Tetap Punya Penghasilan? Coba Bidang Ini, Diam di Rumah,Penghasilan,Industri Kreatif,Desain Grafis

Tidak Lulus SBMPTN Bukan Akhir dari Kariermu

Netizen Minggu, 20 Juni 2021 | 10:40 WIB

Kegagalan akan selalu ada, namun tidak berarti kegagalan ini akhir dari segalanya.

Netizen, Tidak Lulus SBMPTN Bukan Akhir dari Kariermu, SBMPTN,karier,Pendidikan
dewanpers