web analytics
  

Duh! Dana Covid-19 Malah Dipakai Bangun Patung Cumi Cumi

Jumat, 7 Mei 2021 12:18 WIB
Umum - Internasional, Duh! Dana Covid-19 Malah Dipakai Bangun Patung Cumi Cumi, Patung Cumi-cumi,patung cumi cumi,patung cumi cumi di Jepang,Dana Covid-19,Dana Covid-19 Patung Cumi cumi

Patung cumi-cumi di Jepang yang dibangun pakai dana Covid-19. (YouTube/NEWS AND MORE)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Sebuah kota pesisir di bagian barat Jepang bernama Noto, menggunakan sebagian dana bantuan Covid-19 untuk membangun patung cumi-cumi raksasa. Hal itu pun langsung memicu kemarahan publik.

Dilansir Suara.com dari CNN, Kota Noto di Prefektur Ishikawa mendapat kucuran dana 800 juta yen (Rp 104 miliar) dalam bentuk hibah dari pemerintah pusat.

Menurut laporan media lokal, dana tersebut merupakan bagian dari program bantuan yang bertujuan untuk meningkatkan ekonomi lokal di tengah pandemi.

Dari dana tersebut, Kota Noto menggunakan 25 juta yen (Rp 3,2 miliar) untuk menutupi sebagian biaya pembangunan sebuah patung cumi-cumi raksasa.

Patung tersebut berukuran tinggi 13 kaki (3,9 meter) dan panjang 29,5 kaki (8,9 meter), media dalam negeri melaporkan. Total biaya konstruksi sekitar 30 juta yen (Rp 3,9 miliar).

Jepang sedang berjuang melawan gelombang keempat Covid-19 dan kabinet menyetujui paket stimulus 708 miliar dolar pada bulan Desember untuk membantu memulihkan ekonomi.

Pembangunan patung tersebut adalah bagian dari "strategi jangka panjang" untuk meningkatkan kesadaran tentang industri perikanan kota dan meningkatkan pariwisata, kata seorang pejabat pemerintah setempat, menurut laporan media lokal.

Belum ada keterangan dari pemerintahan kota maupun pusat atas kasus tersebut.

Hibah tidak secara khusus dialokasikan untuk pengeluaran terkait dengan perawatan pasien Covid-19, dan tingkat infeksi di Prefektur Ishikawa cukup rendah dibandingkan dengan bagian lain Jepang, menurut media lokal.

Namun, kasus tersebut menyulut emosi warganet di Twitter dan mempertanyakan apakah dana tersebut seharusnya bisa digunakan untuk tujuan lain.

"Tidak peduli bagaimana Anda melihatnya, ini salah. Mereka harus mengembalikan uang itu," kata seorang warganet di Twitter.

Pembangunan cephalopoda warna merah muda itu dimulai pada Oktober 2020 dan rampung pada Maret tahun ini.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

terbaru

Arab Saudi Putuskan Kuota Haji 2021 Hanya 60.000 Jamaah

Internasional Sabtu, 12 Juni 2021 | 20:09 WIB

Arab Saudi Putuskan Kuota Haji 2021 Hanya untuk 60.000 Jamaah

Umum - Internasional, Arab Saudi Putuskan Kuota Haji 2021 Hanya 60.000 Jamaah, Kuota Haji 2021,haji,Arab Saudi

El Salvador Resmikan Bitcoin sebagai Alat Pembayaran Sah, Ini Kumpulan...

Internasional Jumat, 11 Juni 2021 | 14:45 WIB

Keputusan El Salvador resmikan bitcoin sebagai alat pembayaran sah menimbulkan banyak kekaguman sekaligus pertanyaan.

Umum - Internasional, El Salvador Resmikan Bitcoin sebagai Alat Pembayaran Sah, Ini Kumpulan Faktanya, El Salvador,Bitcoin,Alat Pembayaran Sah,Mata Uang

Moderna Ajukan Penggunaan Vaksin Covid-19 Anak, Berapa Batas Usianya?

Internasional Jumat, 11 Juni 2021 | 13:40 WIB

Para ahli mengatakan anak-anak harus tetap mendapatkan vaksin ketika mereka bisa. Vaksin Covid-19 Moderna saat ini diizi...

Umum - Internasional, Moderna Ajukan Penggunaan Vaksin Covid-19 Anak, Berapa Batas Usianya?, vaksin covid-19 anak,Penggunaan Vaksin Covid-19 Anak,Batas usia Vaksin Covid-19 Anak,Moderna,vaksin Covid-19 untuk anak,syarat vaksin Covid-19 anak,aturan vaksinasi covid-19 anak,Vaksin Covid-19 Moderna

Permainkan Harga Uang Kripto, Elon Musk Diancam Anonymous

Internasional Rabu, 9 Juni 2021 | 23:39 WIB

CEO Tesla Elon Musk dilaporkan telah menjadi sasaran kelompok hacker Anonymous. Hal ini disebabkan lantaran cuitannya me...

Umum - Internasional, Permainkan Harga Uang Kripto, Elon Musk Diancam Anonymous, Elon Musk,Tesla,Anonymous,hacker Anonymous,Mata uang kripto

Badak Putih Utara Punah Secara Fungsional? Begini Penjelasan Ilmiahnya

Internasional Rabu, 9 Juni 2021 | 16:25 WIB

Isu punahnya Badak Putih Utara, baru-baru ini viral di media sosial.

Umum - Internasional, Badak Putih Utara Punah Secara Fungsional? Begini Penjelasan Ilmiahnya, Badak Putih Utara,Badak Putih Utara Punah Secara Fungsional,Badak Putih Utara Punah,Punah Secara Fungsional

Pandemi Covid, Karbon Dioksida di Atmosfer Tetap Tinggi

Internasional Selasa, 8 Juni 2021 | 22:52 WIB

Jumlah karbon dioksida di atmosfer pada Mei lalu dilaporkan mencapai tingkat tertinggi. Hal ini menunjukkan bahwa pandem...

Umum - Internasional, Pandemi Covid, Karbon Dioksida di Atmosfer Tetap Tinggi, Karbon Dioksida,Karbondioksida Atmosfer,Karbon Dioksida di Atmosfer,emisi CO2

Karyawan Apple Tolak Kembali Bekerja di Kantor

Internasional Selasa, 8 Juni 2021 | 22:23 WIB

Karyawan Apple menolak rencana untuk kembali bekerja di kantor. Mereka telah meluncurkan kampanye untuk melawan rencana...

Umum - Internasional, Karyawan Apple Tolak Kembali Bekerja di Kantor, apple,Karyawan Apple,Bekerja di Kantor,Google,facebook

WHO Enggan Paksa Cina Bocorkan Data Asal Usul Covid-19, Kenapa?

Internasional Selasa, 8 Juni 2021 | 11:19 WIB

Anggota tim WHO awal tahun ini mengunjungi China untuk mencari asal-usul Covid-19. Usai kunjungan ke China mereka mengat...

Umum - Internasional, WHO Enggan Paksa Cina Bocorkan Data Asal Usul Covid-19, Kenapa?, Asal Usul Covid-19,Pengungkapan Asal Usul Covid-19,Data Asal Usul Covid-19,Bocorkan Data Asal Usul Covid-19,Data Covid-19,COVID-19,WHO,Penyelidikan Asal Usul Covid-19
dewanpers