web analytics
  

Serikat Buruh Minta Pemerintah Lebih Tegas Soal Pembayaran THR

Kamis, 6 Mei 2021 23:30 WIB Idham Nur Indrajaya
Bandung Raya - Bandung, Serikat Buruh Minta Pemerintah Lebih Tegas Soal Pembayaran THR, Pembayaran THR,Tunjangan Hari Raya (THR),THR Buruh

Pembayaran THR. (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Sepekan menjelang Hari Raya Idulfitri, serikat buruh Jabar mengingatkan pemerintah dan perusahaan untuk memenuhi kewajiban membayar Tunjangan Hari Raya (THR). 

Sekitar 700 anggota SP TSK SPSI (Serikat Pekerja Tekstil Sandang dan Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) menggelar aksi di Jalan Soekarno-Hatta Bandung pada Kamis, 6 Mei 2021, tepatnya di depan PT Masterindo Jaya Abadi. 

Perusahaan tersebut diketahui telah mem-PHK sebanyak 1.142 pegawai anggota serikat pada tanggal 28 April 2021. Meskipun tanggal tersebut belum memasuki sepekan sebelum Idulfitri, perusahaan yang bergerak di bidang tekstil itu tetap wajib membayar THR kepada pegawai yang di-PHK sesuai dengan Permenaker Nomor 16 Tahun 2016. 

Roy Jinto Ferianto, ketua DPD KSPSI (Dewan Pengurus Daerah Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) Jabar, turut menyampaikan perhatiannya kepada kasus yang dialami ribuan anggota serikat buruh Masterindo Jaya Abadi yang belum memperoleh haknya. 

Menurut penelusuran KSPSI, sebenarnya PT Masterindo Jaya Abadi masih melakukan operasional di atas tanggal 29 April 2021 ketika perusahaan itu menyatakan telah tutup usaha. Ada sekitar 200 pekerja yang masih beroperasi dan mereka pun sudah memperoleh THR. 

"Faktanya, setelah menyatakan penutupan operasional tersebut, perusahaan tidak tutup. Ada 200 karyawan yang masih bekerja sampai saat ini dan THR-nya sudah dibayar. Justru karyawan yang menggugat inilah yang nggak boleh masuk ke pabrik dan tidak boleh bekerja," ujar Roy melalui panggilan telepon, Kamis, 6 Mei 2021. 

Ketidakbenaran soal penutupan perusahaan menjadi alasan kuat yang memenangkan para buruh yang menggugat di PHI (Pengadilan Hubungan Industrial) pada 30 Desember 2020. Akan tetapi, pihak perusahaan mengajukan banding yang sudah naik ke tahap kasasi. 

Perusahaan pun menolak untuk membayar THR dengan alasan proses kasasi yang belum rampung. Tidak hanya THR, pesangon yang wajib dibayarkan pasca-PHK pun belum diterima oleh buruh. 

Sementara itu, Permenaker Nomor 6 Tahun 2016 menyebutkan, "Bagi seorang karyawan tetap (pekerja yang dipekerjakan melalui Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu) dan terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhitung sejak waktu 30 hari sebelum Hari Raya Keagamaan, maka ia tetap berhak THR". 

Dengan kata lain, jika hubungan pekerja berakhir dalam jangka waktu 30 hari sebelum Hari Raya Keagamaan, maka pekerja yang bersangkutan tetap berhak atas THR. Namun sebaliknya,  jika hubungan kerjanya berakhir lebih lama dari 30 hari, maka hak atas THR dimaksud gugur.

Para buruh yang di-PHK sempat bekerja selama 17 hari pada bulan Ramadan. Artinya, mereka dikeluarkan daei perusahaan 13 hari sebelum perayaan Idulfitri dan masih berhak memperoleh THR. 

"Posisi teman-teman Masterindo sudah dua minggu kerja di bulan puasa, kemudian dilarang masuk kerja dan PHK. Artinya, secara otomatis ada hak THR yang muncul dan kewajiban pengusaha untuk membayar itu," kata Roy. 

Roy selaku perwakilan KSPSI pun menyampaikan, harus ada ketegasan dari pemerintah terkait dengan permasalahan THR tersebut. Pasalnya, sudah ada aturan yang jelas-jelas mengatur soal itu. 

"Aturannya sudah jelas dan tegas, tinggal ketegasan pemerintah menegakkan aturan ini saja," ungkap Roy. 

Roy pun menegaskan, pihak pemerintah harus berperan sebagai pengawas perusahaan untuk menunaikan kewajiban membayar THR. Pemerintah pun memiliki kewajiban untuk mengenai sanksi kepada perusahaan yang menunda-nunda THR sesuai dengan aturan yang berlaku. 

"Pemerintah harus berperan sebagai pengawas dengan memberikan sanksi pertama denda 5% dari jumlah THR yang harus dibayarkan. Kemudian, kalau tidak dilaksanakan juga, harus bisa sampai ada tindakan pencabutan izin usaha secara administratif," tegas Roy. 

Terkait dengan sanksi, hal itu telah diatur juga dalam Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Pemberian THR. Pekerja yang merasa belum dipenuhi hak THR-nya bisa membuat laporan ke posko pengaduan yang disediakan oleh Kemnaker di setiap wilayah. 

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

Pemkot Bandung Bantu Warga Astanaanyar Terdampak Kebakaran

Bandung Minggu, 20 Juni 2021 | 22:49 WIB

Pemkot Bandung memberikan bantuan untuk warga Kecamatan Astanaanyar yang tempat tinggalnya terdampak kebakaran pada Sabt...

Bandung Raya - Bandung, Pemkot Bandung Bantu Warga Astanaanyar Terdampak Kebakaran, Pemkot Bandung,kebakaran astanaanyar,Korban Kebakaran Astanaanyar

Ternyata Ini Penyebab dan Kronologi Kebakaran 20 Rumah di Astanaanyar 

Bandung Minggu, 20 Juni 2021 | 22:16 WIB

20 bangunan semi permanen di Gang Entit, Jalan Astanaanyar, Kelurahan Nyengseret, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, d...

Bandung Raya - Bandung, Ternyata Ini Penyebab dan Kronologi Kebakaran 20 Rumah di Astanaanyar , Kebakaran Astanaanyar,Kebakaran Rumah di Bandung,Diskar PB Kota Bandung,Penyebab Kebakaran Rumah di Astanaanyar,Kronologi Kebakaran Rumah di Astanaanyar

Kebakaran 20 Rumah di Astanaanyar, Oded Jamin Bantuan untuk Korban

Bandung Minggu, 20 Juni 2021 | 17:10 WIB

Pemerintah Kota Bandung menjamin akan membantu para korban terdampak kebakaran yang menghanguskan 20 rumah di RT 04 RW 0...

Bandung Raya - Bandung, Kebakaran 20 Rumah di Astanaanyar, Oded Jamin Bantuan untuk Korban, Wali Kota Bandung Oded M. Danial,kebakaran astanaanyar,Kebakaran Rumah di Kota Bandung,Kebakaran di Bandung,Bantuan Untuk Korban Kebakaran

Ingin Bangkit Lagi, Kini Pasar Kosambi Layani Pembelian Online

Bandung Minggu, 20 Juni 2021 | 15:05 WIB

Kini belanja di Pasar Kosambi bisa melalui transaksi online.

Bandung Raya - Bandung, Ingin Bangkit Lagi, Kini Pasar Kosambi Layani Pembelian Online, Pasar Kosambi,Online,Kota Bandung, Pandemi Covid-19

Pedagang Pasar Kosambi Keberatan dengan Penutupan Pasar Pukul 10.00 Pa...

Bandung Minggu, 20 Juni 2021 | 14:10 WIB

Kebijakan jam operasional pasar yang kini hanya sampai pukul 10.00 pagi, membuat pedagang pasar semakin terpuruk.

Bandung Raya - Bandung, Pedagang Pasar Kosambi Keberatan dengan Penutupan Pasar Pukul 10.00 Pagi, Pedagang,Pasar Kosambi,Penutupan Pasar,Pembatasan Jam Operasional,Kota Bandung

Selain Taman Kota, Ini 3  Rekomendasi Tempat Olahraga di Kota Bandung

Bandung Minggu, 20 Juni 2021 | 11:50 WIB

Berikut Ayobandung.com rekomendasikan tempat olahraga bisa bikin kamu lebih leluasa dan santai, yang ada di Kota Bandung...

Bandung Raya - Bandung, Selain Taman Kota, Ini 3  Rekomendasi Tempat Olahraga di Kota Bandung, Taman Kota,Kota Bandung,Olahraga,Stadion GBLA,Tritan Point,Sport Jabar

Jongko Sudah Sepi, Barang Rongsok Kini Laku di Pasar Digital

Bandung Minggu, 20 Juni 2021 | 07:50 WIB

Pandemi Covid-19 memaksa masyarakat mengalihkan hampir sebagian besar kegiatannya ke digital.

Bandung Raya - Bandung, Jongko Sudah Sepi, Barang Rongsok Kini Laku di Pasar Digital, Pandemi Covid-19,Digital,Rongsok,Warung Rongsok Pak Wawan,Kota Bandung

Rumah di Astanaanyar Bandung Dilalap Api

Bandung Sabtu, 19 Juni 2021 | 21:14 WIB

Kebakaran melanda rumah di Jalan Astanaanyar, Gang Etit, Kelurahan Nyengseret, Kota Bandung, Sabtu 19 Juni 2021.

Bandung Raya - Bandung, Rumah di Astanaanyar Bandung Dilalap Api, Informasi Kebakaran Bandung,kebakaran astanaanyar,kebakaran Bandung,Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung

artikel terkait

dewanpers