web analytics
  

Awas, Makan Keripik Kentang dan Cokelat Buruk untuk Ginjal

Kamis, 6 Mei 2021 17:14 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Gaya Hidup - Sehat, Awas, Makan Keripik Kentang dan Cokelat Buruk untuk Ginjal, Risiko Makan Keripik Kentang Berlebihan,Camilan yang buruk untuk kesehatan,Bahaya Makan Cokelat berlebihan,Bahaya konsumsi makanan olahan,risiko penyakit ginjal

Keripik kentang. (Shutterstock)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Sebagian besar orang mungkin suka mengonsumsi keripik kentang, roti, dan cokelat sebagai camilan. Sayangnya, camilan yang sering dianggap aman dan sehat ini justru bukan pilihan terbaik.

Sebuah penelitian berbasis hewan pengerat baru mengungkapkan bahwa konsumsi makanan olahan bisa menyebabkan sindrom usus bocor, yang bisa meningkatkan risiko penyakit ginjal.

Dikutip dari Suara.com (jaringan Ayobandung.com), studi ini dipimpin oleh para peneliti di Monash University di Australia, menunjukkan bahwa makanan yang diolah dalam suhu panas atau kaya akan senyawa kimia berbahaya disebut Advanced Glycation End Products (AGEs).

Bahan kimia ini memberi rasa dan aroma pada makanan yang kecokelatan, dipanggang, digoreng. Sedangkan, AGEs memicu proses yang disebut reaksi Maillard dan mengaktifkan sinyal bahaya tubuh yang mengarah ke respons inflamasi dan penyakit ginjal kronis.

Tapi, konsumsi makanan yang mengandung serat pati resisten tinggi, seperti gandum, nasi yang dimasak dan didinginkan, barley, kacang-kacangan dan polong-polongan, termasuk kacang hitam, tepung kentang, kentang yang dimasak bisa membantu memulihkan kesehatan usus dan meningkatkan kesehatan ginjal.

"Makanan ini penting karena akan masuk ke usus bawah dan berfungsi sebagai makanan untuk bakteri usus Anda," kata penulis utama Melinda Coughlan, Associate Professor di Monash Central. Departemen Diabetes Sekolah Klinis dikutip dari The Hans India.

Bakteri usus ini memfermentasi metabolit penghasil makanan yang antiinflamasi. Secara global, 10 persen orang terkena penyakit ginjal kronis. Konsumsi makanan olahan juga berkaitan dengan risiko semua penyebab kematian, diabetes, hipertensi, obesitas, kanker dan penyakit saluran cerna.

Melinda Coughlan mengatakan perubahan pola makan mungkin akan lebih sulit dipertahankan dalam jangka waktu lama, seperti kebanyakan perubahan perilaku lainnya.

Tapi, mengonsumsi lebih banyak makanan berserat pati resisten dan praktik masak dengan mengukus maupun merebus bisa membantu mengurangi efek bahayanya.

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

terbaru

Vaksinasi Covid-19 Bersamaan dengan Suntik Vitamin C, Ini Penjelasan D...

Sehat Minggu, 20 Juni 2021 | 18:48 WIB

Di masa pandemi COVID-19, banyak orang berlomba-lomba untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Salah satunya dengan ca...

Gaya Hidup - Sehat, Vaksinasi Covid-19 Bersamaan dengan Suntik Vitamin C, Ini Penjelasan Dokter, Vaksinasi Covid-19,Suntik Covid-19,Suntik Vitamin C

Demi Kesehatan, Usia 50 Tahun Lebih Jangan Lakukan 5 Tindakan Ini

Sehat Minggu, 20 Juni 2021 | 12:45 WIB

Kelompok yang sudah hampir lanjut usia (lansia), atas berbagai alasan, memang layak diprioritaskan dalam urusan kesehata...

Gaya Hidup - Sehat, Demi Kesehatan, Usia 50 Tahun Lebih Jangan Lakukan 5 Tindakan Ini, 50 Tahun,Lansia,Kesehatan

Berapa Jumlah Hubungan Seks Ideal Bagi Pasutri dalam Seminggu? 

Sehat Sabtu, 19 Juni 2021 | 21:47 WIB

Berapa kali idealnya pasutri melakukan hubungan seks agar bahagia?

Gaya Hidup - Sehat, Berapa Jumlah Hubungan Seks Ideal Bagi Pasutri dalam Seminggu? , Berhubungan Badan,berhubunga intim,berapa kali idealnya berhubungan intim,waktu seks pasutri,waktu ideal berhubungan intim

5 Buah yang Aman Untuk Penderita Diabetes

Sehat Sabtu, 19 Juni 2021 | 17:34 WIB

Terdapat sejumlah jenis buah-buahan yang aman untuk dikonsumsi penderita diabetes.

Gaya Hidup - Sehat, 5 Buah yang Aman Untuk Penderita Diabetes, Buah untuk diabetes,Buah,Diabetes,Makanan untuk diabetes,pantangan diabetes

Tak Melulu Serangan Jantung, Mendadak Kolaps Juga Bisa Karena Ini

Sehat Sabtu, 19 Juni 2021 | 16:36 WIB

Dokter spesialis keolahragaan dr. Michael Triangto mengatakan, ada berbagai kemungkinan yang menyebabkan seseorang alami...

Gaya Hidup - Sehat, Tak Melulu Serangan Jantung, Mendadak Kolaps Juga Bisa Karena Ini, penyebab meninggal saat olahraga,meninggal saat olahraga,kolaps saat olahraga,Serangan Jantung

Berapa Banyak Kalori yang Terbakar Saat Menangis?

Sehat Sabtu, 19 Juni 2021 | 16:05 WIB

Ternyata menangis juga bisa membakar kalori lho.

Gaya Hidup - Sehat, Berapa Banyak Kalori yang Terbakar Saat Menangis?, Menangis,Manfaat Menangis,menangis bakar kalori,menangis bikin kurus

Ingin Usir Hipertensi hingga Kanker? Coba Rutin Konsumsi Ini!

Sehat Sabtu, 19 Juni 2021 | 12:20 WIB

Ubi ungu efektif mengurangi tekanan darah, serta menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke pada penderita hipertensi...

Gaya Hidup - Sehat, Ingin Usir Hipertensi hingga Kanker? Coba Rutin Konsumsi Ini!, Ubi Ungu,Manfaat Ubi Ungu,Khasiat Ubi Ungu,Kandungan Nutrisi Ubi Ungu,cara mengolah Ubi Ungu,obat hipertensi alami,obat alami hipertensi,makanan antikanker,Gizi Ubi mentah,manfaat ubi mentah

Indonesia Darurat Covid-19, Masker Kain Tak Lagi Dianjurkan

Sehat Sabtu, 19 Juni 2021 | 10:46 WIB

Penggunaan jenis masker kain atau scuba kurang dianjurkan saat ini. Di tengah meningkatnya kasus dan munculnya beberapa...

Gaya Hidup - Sehat, Indonesia Darurat Covid-19, Masker Kain Tak Lagi Dianjurkan, Masker Kain,Masker Kain Tak Dianjurkan,Penggunaan Masker Kain,Masker Kain Covid-19,Efek Masker Kain,Indonesia Darurat Covid-19,pencegahan penularan Covid-19
dewanpers