web analytics
  

Faktor Genetik Bisa Sebabkan Tak Suka Kopi, Kok Gitu?

Kamis, 6 Mei 2021 14:51 WIB
Gaya Hidup - Sehat, Faktor Genetik Bisa Sebabkan Tak Suka Kopi, Kok Gitu?, Kegemaran meminum kopi,Faktor Genetik Bisa Sebabkan Tak Suka Kopi,risiko genetik,penyakit kardiovaskular,gejala kardiovaskular,risiko  minum kopi,gemar meminum kopi

Kegemaran seseorang dalam meminum kopi bisa dipengaruhi oleh banyak hal. Salah satu faktor yang mungkin mempengaruhinya adalah genetik. (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Kegemaran meminum kopi bisa dipengaruhi oleh banyak hal. Salah satu faktor yang mungkin mempengaruhinya adalah genetik.

Sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh peneliti dari University of South Australia mengungkapkan bahwa individu dengan risiko genetik yang tinggi terhadap penyakit kardiovaskular cenderung mengurangi konsumsi kopi berkafein. Kecenderungan ini didorong oleh keinginan untuk menghindari gejala kardiovaskular yang tak nyaman setelah meminum kopi berkafein.

Melalui The American Journal of Clinical Nutrition, peneliti mengatakan salah satu gejala kardiovaskular tak nyaman yang bisa terjadi akibat konsumsi kafein berlebih adalah takikardia atau detak jantung istirahat yang cepat. Gejala tak nyaman lain yang mungkin terjadi adalah palpitasi atau jantung berdegup kencang.

Peneliti juga mendapati bahwa minum kopi dapat memicu terjadinya peningkatan tekanan darah yang sedang dan sementara. Oleh karena itu, bukan hal yang mengejutkan bila orang yang gemar meminum kopi secara rutin umumnya memiliki tekanan darah yang normal atau rendah sehingga bisa menikmati kopi.

Melalui studi ini, tim peneliti menilai bahwa faktor genetik turut membimbing seseorang dalam membuat keputusan meminum kopi atau tidak dengan tujuan untuk melindungi kesehatan jantung. Oleh karena itu, peneliti menganjurkan agar setiap orang mendengarkan dan memahami tubuh sendiri sebelum memutuskan untuk minum kopi.

"Bila tubuh Anda meminta Anda untuk tidak meminum tambahan kopi tersebut, kemungkinan ada alasannya. Dengarkan tubuh Anda," ujar ketua tim peneliti dan direktur Australian Centre for Precision Health di University of South Australia Profesor Elina Hypponen, seperti dilansir Medical News Today, Kamis (6/5).

Studi ini melibatkan informasi yang berasal dari 390.435 orang dewasa berkulit putih asal Inggris dengan rentang usia 39-73 tahun. Di awal studi, para partisipan melaporkan seperti apa pola konsumsi kopi mereka dalam keseharian. Peneliti juga mengukur tekanan darah, detak jantung, dan mengenali gejala-gejala kardiovaskular pada partisipan.

Studi ini mengungkapkan bahwa orang-orang yang meminum banyak kopi kemungkinan memiliki genetik yang lebih toleran terhadap kafein. Sebaliknya, orang-orang yang tak meminum kopi atau memiliki kopi tanpa kafein cenderung memiliki kerentanan terhadap dampak kurang baik dari kafein.

"Dan (non peminum kopi atau pemilih kopi tanpa kafein) lebih rentan terhadap tekanan darah tinggi," pungkas Profesor Hypponen

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

terbaru

Vaksinasi Covid-19 Bersamaan dengan Suntik Vitamin C, Ini Penjelasan D...

Sehat Minggu, 20 Juni 2021 | 18:48 WIB

Di masa pandemi COVID-19, banyak orang berlomba-lomba untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Salah satunya dengan ca...

Gaya Hidup - Sehat, Vaksinasi Covid-19 Bersamaan dengan Suntik Vitamin C, Ini Penjelasan Dokter, Vaksinasi Covid-19,Suntik Covid-19,Suntik Vitamin C

Demi Kesehatan, Usia 50 Tahun Lebih Jangan Lakukan 5 Tindakan Ini

Sehat Minggu, 20 Juni 2021 | 12:45 WIB

Kelompok yang sudah hampir lanjut usia (lansia), atas berbagai alasan, memang layak diprioritaskan dalam urusan kesehata...

Gaya Hidup - Sehat, Demi Kesehatan, Usia 50 Tahun Lebih Jangan Lakukan 5 Tindakan Ini, 50 Tahun,Lansia,Kesehatan

Berapa Jumlah Hubungan Seks Ideal Bagi Pasutri dalam Seminggu? 

Sehat Sabtu, 19 Juni 2021 | 21:47 WIB

Berapa kali idealnya pasutri melakukan hubungan seks agar bahagia?

Gaya Hidup - Sehat, Berapa Jumlah Hubungan Seks Ideal Bagi Pasutri dalam Seminggu? , Berhubungan Badan,berhubunga intim,berapa kali idealnya berhubungan intim,waktu seks pasutri,waktu ideal berhubungan intim

5 Buah yang Aman Untuk Penderita Diabetes

Sehat Sabtu, 19 Juni 2021 | 17:34 WIB

Terdapat sejumlah jenis buah-buahan yang aman untuk dikonsumsi penderita diabetes.

Gaya Hidup - Sehat, 5 Buah yang Aman Untuk Penderita Diabetes, Buah untuk diabetes,Buah,Diabetes,Makanan untuk diabetes,pantangan diabetes

Tak Melulu Serangan Jantung, Mendadak Kolaps Juga Bisa Karena Ini

Sehat Sabtu, 19 Juni 2021 | 16:36 WIB

Dokter spesialis keolahragaan dr. Michael Triangto mengatakan, ada berbagai kemungkinan yang menyebabkan seseorang alami...

Gaya Hidup - Sehat, Tak Melulu Serangan Jantung, Mendadak Kolaps Juga Bisa Karena Ini, penyebab meninggal saat olahraga,meninggal saat olahraga,kolaps saat olahraga,Serangan Jantung

Berapa Banyak Kalori yang Terbakar Saat Menangis?

Sehat Sabtu, 19 Juni 2021 | 16:05 WIB

Ternyata menangis juga bisa membakar kalori lho.

Gaya Hidup - Sehat, Berapa Banyak Kalori yang Terbakar Saat Menangis?, Menangis,Manfaat Menangis,menangis bakar kalori,menangis bikin kurus

Ingin Usir Hipertensi hingga Kanker? Coba Rutin Konsumsi Ini!

Sehat Sabtu, 19 Juni 2021 | 12:20 WIB

Ubi ungu efektif mengurangi tekanan darah, serta menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke pada penderita hipertensi...

Gaya Hidup - Sehat, Ingin Usir Hipertensi hingga Kanker? Coba Rutin Konsumsi Ini!, Ubi Ungu,Manfaat Ubi Ungu,Khasiat Ubi Ungu,Kandungan Nutrisi Ubi Ungu,cara mengolah Ubi Ungu,obat hipertensi alami,obat alami hipertensi,makanan antikanker,Gizi Ubi mentah,manfaat ubi mentah

Indonesia Darurat Covid-19, Masker Kain Tak Lagi Dianjurkan

Sehat Sabtu, 19 Juni 2021 | 10:46 WIB

Penggunaan jenis masker kain atau scuba kurang dianjurkan saat ini. Di tengah meningkatnya kasus dan munculnya beberapa...

Gaya Hidup - Sehat, Indonesia Darurat Covid-19, Masker Kain Tak Lagi Dianjurkan, Masker Kain,Masker Kain Tak Dianjurkan,Penggunaan Masker Kain,Masker Kain Covid-19,Efek Masker Kain,Indonesia Darurat Covid-19,pencegahan penularan Covid-19
dewanpers