web analytics
  

Langgar Kesepakatan Pembayaran Pesangon, Buruh Tuntut PT Masterindo

Kamis, 6 Mei 2021 19:51 WIB Idham Nur Indrajaya
Bandung Raya - Bandung, Langgar Kesepakatan Pembayaran Pesangon, Buruh Tuntut PT Masterindo, Kesepakatan Pembayaran Pesangon,Pelanggaran Kesepakatan Pembayaran Pesangon,Buruh,demo buruh,pesangon,THR

Sekitar 700 buruh PT Masterindo Jaya Abadi menggelar aksi setelah pihak perusahaan melanggar ketentuan pesangon pascapenutupan usaha. (dok. TSK SPSI PT Masterindo Jaya Abadi)

BANDUNG KULON, AYOBANDUNG.COM -- PT Masterindo Jaya Abadi didesak oleh para buruh yang menggelar aksi, Kamis, 6 Mei 2021. Para buruh mendesak perusahaan tersebut karena nilai pesangon yang tidak sesuai dengan kesepakatan dan THR yang ditunda. 

Desakan dari para buruh yang tergabung dalam SP TSK SPSI (Serikat Pekerja Tekstil Sandang dan Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) itu bermula saat pihak perusahaan menyatakan akan mem-PHK sebagian besar pegawai karena terdampak pandemi Covid-19. Pihak pegawai pun menerima keputusan itu selama kewajiban untuk membayar pesangon dipenuhi. 

"Awal mulanya, pihak manajemennya itu menyampaikan ingin mengadakan pengurangan karyawan karena terdampak Covid-19. Perusahaan kekurangan pesanan. Kita tidak menolak, itu hak manajemen," ujar Nopi Susanti, ketua serikat SP TSK SPSI PT Masterindo Jaya Abadi, Kamis 6 Mei 2021.

Dalam ketentuan yang telah disepakati, pegawai yang masa kerjanya di atas delapan tahun wajib untuk diberi pesangon senilai sembilan kali gaji ditambah 15% gaji selama masa kerja. Namun, saat tiba waktunya pembayaran pesangon, pihak perusahaan tidak membayarkan kewajiban 15% gaji masa kerja. 

"Yang sudah 30 tahun kerja, yang harusnya dibayar Rp120 juta sesuai kesepakatan, hanya dibayar Rp30 juta," kata Nopi. 

Akhirnya, pihak perusahaan dan buruh pun membawa persengketaan ke tahap PHI (Pengadilan Hubungan Industrial). Pengadilan itu pun sudah dimenangkan oleh pihak buruh, namun pihak perusahaan mengajukan banding sehingga belum ada putusan yang diambil. 

"Dari mediasi, diputuskan tanggal 30 Desember anjuran keluar bahwa perusahaan wajib membayar karena alasan tutup total. Mereka harus membayar satu kali ketentuan (sembilan kali gaji) plus 15% gaji masa kerja karena kita menggunakan UU Nomor 13. Walaupun Cipta Kerja disahkan, tapi belum ada aturan pemerintahnya," ungkap Nopi. 

Permasalahan antara para serikat dan perusahaan pun semakin sengit saat pihak perusahaan masih mengharuskan para pegawai untuk bekerja selama 17 hari di bulan Ramadan sebelum akhirnya perusahaan ditutup pada tanggal 29 April 2021.

"Sampai kemarin tanggal 28 April, kita masih bekerja. Tapi karena dari pihak manajemen tidak menerima putusan, tanggal 28 sore mereka langsung memasang penutupan dan melarang kami untuk masuk. Makanya dari itu, kami mempertanyakan hak-hak kami terkait dengan THR," kata Nopi. 

Sesuai aturan yang tertuang dalam Permenaker (Peraturan Menteri Ketenagakerjaan) Nomor 6 Tahun 2016 Pasal 7, disebutkan bahwa pekerja yang masa kerjanya sudah melewati satu tahun, namun diputus kontrak kerjanya dalam rentang waktu 30 hari sebelum Idulfitri pun memiliki hak untuk menerima THR.

Kendati demikian, pihak perusahaan pun belum membayarkan THR dengan alasan adanya proses banding tahap kasasi yang masih berlangsung. Di sisi lain, pihak buruh menyatakan, persoalan THR tidak ada sangkut-pautnya dengan pesangon yang tertunda oleh banding. 

"Termasuk THR, mereka pun akan menunggu kasasi, padahal itu sesuatu yang berbeda. Di PHI kita tidak bicarakan THR dan hak normatif lainnya. Kami hanya bicarakan soal pesangon. Inilah yang kita coba untuk pertegas," ujar Nopi. 

Saat ini, sebanyak 1.142 pegawai yang tergabung dalam SP TSK SPSI PT Masterindo Jaya Abadi telah di-PHK tanpa menerima pesangon dan THR. Oleh karena itu, sekitar 700 anggota serikat yang telah di-PHK itu pun berupaya menuntut hak mereka melalui aksi. 

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

terbaru

Rumah di Astanaanyar Bandung Dilalap Api

Bandung Sabtu, 19 Juni 2021 | 21:14 WIB

Kebakaran melanda rumah di Jalan Astanaanyar, Gang Etit, Kelurahan Nyengseret, Kota Bandung, Sabtu 19 Juni 2021.

Bandung Raya - Bandung, Rumah di Astanaanyar Bandung Dilalap Api, Informasi Kebakaran Bandung,kebakaran astanaanyar,kebakaran Bandung,Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung

Covid-19 Kecamatan Antapani Tertinggi, Tembus 120 Kasus Aktif

Bandung Sabtu, 19 Juni 2021 | 20:33 WIB

Kecamatan Antapani hingga saat ini masih menjadi kecamatan dengan kasus aktif Covid-19 tertinggi di Kota Bandung.

Bandung Raya - Bandung, Covid-19 Kecamatan Antapani Tertinggi, Tembus 120 Kasus Aktif, Kasus Covid-19 Antapani,Kasus Covid-19 Kota Bandung,covid-19 kota bandung melonjak,Pusicov Kota Bandung,data covid-19 kota bandung terbaru

Melonjak, Kasus Aktif Covid-19 Kota Bandung Naik 190 Dalam Sehari

Bandung Sabtu, 19 Juni 2021 | 20:23 WIB

Kota Bandung termasuk salah satu dari sejumlah daerah di Indonesia yang mengalami lonjakan kasus Covid-19 selepas libur...

Bandung Raya - Bandung, Melonjak, Kasus Aktif Covid-19 Kota Bandung Naik 190 Dalam Sehari, Kasus Covid-19 Bandung,kasus covid-19 bandung hari ini,covid-19 kota bandung melonjak,Pusicov Kota Bandung

Viral! Pengendara Mobil Halangi Ambulans Sambil Acungkan Jempol ke Baw...

Bandung Sabtu, 19 Juni 2021 | 20:08 WIB

Menurut keterangan, ambulans tersebut sedang melakukan penjemputan dan pengantaran pasien dari Depok menuju Rumah Sakit...

Bandung Raya - Bandung, Viral! Pengendara Mobil Halangi Ambulans Sambil Acungkan Jempol ke Bawah, video viral,video viral halangi ambulans,video halangi ambulans

Sejumlah Jalan Kota Bandung Ditutup, Polisi: Kafe Hanya Boleh Take Awa...

Bandung Sabtu, 19 Juni 2021 | 18:30 WIB

Hal ini dilakukan untuk menekan lonjakan kasus COVID-19 Kota Kembang.

Bandung Raya - Bandung, Sejumlah Jalan Kota Bandung Ditutup, Polisi: Kafe Hanya Boleh Take Away, penutupan jalan Bandung,Waktu penutupan jalan Bandung,dine in bandung,ppkm mikro kota bandung,aturan wisata kota bandung

Polisi Bubarkan Kerumunan Warga di Pusat Kota Bandung

Bandung Sabtu, 19 Juni 2021 | 17:48 WIB

Titik pembubaran kerumunan mayoritas berada di pusat kota.

Bandung Raya - Bandung, Polisi Bubarkan Kerumunan Warga di Pusat Kota Bandung, covid-19 kota bandung,Update Covid-19 Kota Bandung,kerumunan kota bandung,PPKM Mikro Bandung,Polrestabes Bandung

Selama Pandemi, Pedagang di Kecamatan Coblong Tak Pernah Dapat Bantuan

Bandung Sabtu, 19 Juni 2021 | 07:50 WIB

Bantuan terhadap UMKM, program Kartu Prakerja, ataupun dana bantuan lainnya nyatanya tak sampai kepada para pedagang, kh...

Bandung Raya - Bandung, Selama Pandemi, Pedagang di Kecamatan Coblong Tak Pernah Dapat Bantuan, Pedagang di Kecamatan Coblong,Bantuan masyarakat miskin,Bantuan Covid-19,pedagang kuliner di Coblong,Bantuan UMKM,Program Kartu Prakerja,pedagang kelas bawah,Cerita pedagang kelas bawah Coblong

Masjid Al-Imtizaj, Masjid Indah Bernuansa Tionghoa di Sudut Kota Bandu...

Bandung Sabtu, 19 Juni 2021 | 07:27 WIB

Masjid Al-Imtizaj ini sekilas tidak terlihat seperti Masjid pada umumnya, melainkan seperti sebuah Kelenteng.

Bandung Raya - Bandung, Masjid Al-Imtizaj, Masjid Indah Bernuansa Tionghoa di Sudut Kota Bandung, Masjid Al-Imtizaj,Sejarah Masjid Al-Imtizaj,Fakta Sejarah Masjid Al-Imtizaj,Cerita Masjid Al-Imtizaj,kaum muslim keturunan Tionghoa,komunitas muslim Tionghoa

artikel terkait

dewanpers