web analytics
  

Lebih dari 30 Saksi Diperiksa Dugaan Kasus Korupsi Dana Madrasah Jabar

Kamis, 6 Mei 2021 17:05 WIB Idham Nur Indrajaya
Umum - Regional, Lebih dari 30 Saksi Diperiksa Dugaan Kasus Korupsi Dana Madrasah Jabar, korupsi dana bos Madrasah Jabar,korupsi dana bos Jabar,korupsi dana Madrasah,korupsi dana bos madrasah,Kemenag Jabar,Kejati Jabar

Ilustrasi sekolah madrasah. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Sudah ada lebih dari 30 saksi yang diperiksa terkait dugaan kasus korupsi penyaluran dana bantuan opersional sekolah (BOS) madrasah ibtidaiyah (MI) dan madrasah tsanawiyah (MTs) di wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Jabar. Jumlah itu mencakup empat orang saksi yang baru saja diperiksa Kamis, 6 Mei 2021. 

"Hari ini pemeriksaan empat orang saksi untuk perkara Kemenag dari Kelompok Kerja Madrasah di daerah Jabar. Hari kemarin, ada pemeriksaan terhadap perusahaan penyedia percetakan soal ujian. Saksinya banyak, sudah lebih 30 orang yang diperiksa," ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kasipenkum Kejati Jabar) Dodi Gazali Emil kepada Ayobandung.com, Kamis, 6 Mei 2021.

Ia mengatakan, pemeriksaan terhadap saksi akan dilanjutkan oleh Kejati setelah Idulfitri. Hal itu disebabkan oleh adanya penyekatan jalan dalam rangka program larangan mudik sehingga mobilitas pun terbatas untuk sementara waktu.

"Pemeriksaan masih akan lanjut setelah Lebaran. Hari ini pemeriksaan terakhir karena mengingat sudah mulai ada penyekatan dan pasti akan merepotkan untuk datang ke kota Bandung," lanjut Dodi.

Keterangan yang diperiksa, menurut keterangan Dodi, di antaranya berkaitan dengan ketentuan dari pihak perusahaan dalam menjalankan operasional. Selain itu, Kejati juga memeriksa apakah pihak perusahaan yang bersangkutan menerima timbal-balik dari penyaluran dana yang dikorupsi itu atau tidak. 

"Yang digali adalah bagaimana ketentuan perusahaan percetakan dalam menjalankan operasional. Kemudian, apakah ada feedback diterima dari kegiatan tersebut atau tidak," kata Dodi.

Kejati belum bisa menentukan tersangka atas kasus dugaan korupsi yang menyebabkan kerugian negara hingga lebih dari Rp16 miliar tersebut. Pasalnya, Kejati masih harus memeriksa saksi dalam jumlah yang tidak sedikit. 

"Cukup banyak saksi karena KKM KKMts itu berasal dari seluruh Jawa barat. Itu mesti kita gali seluruhnya. Jika sudah lengkap keterangannya, karena ini sudah masuk tahap penyidikan, baru nanti kita akan menentukan siapa calon tersangkanya," jelas Dodi. 

Untuk diketahui, kasus dugaan korupsi ini terjadi pada 2018. Dana BOS yang seharusnya dikelola langsung oleh pihak sekolah, malah diurus oleh KKM tingkat provinsi yang selanjutnya dikoordinir oleh KKM tingkat kabupaten dan kota.

Dugaan korupsi mulai terendus ketika ada selisih dana yang cukup besar dalam penggunaan anggaran, yakni sebesar Rp6,2 miliar untuk tingkat MI, dan Rp10,4 miliar untuk tingkat MTs. 

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Kabupaten Cianjur Kekeringan Investasi, akibat Pandemi Covid-19

Regional Rabu, 16 Juni 2021 | 18:10 WIB

Pandemi Covid-19 mengakibatkan penurunan investasi di Kabupaten Cianjur hingga 50 persen.

Umum - Regional, Kabupaten Cianjur Kekeringan Investasi, akibat Pandemi Covid-19, Kabupaten Cianjur,Pandemi Covid-19,Investasi

Dinkes Kota Tasikmalaya Belum Temukan Virus Corona Varian Baru

Regional Rabu, 16 Juni 2021 | 17:40 WIB

Sejauh ini pihaknya belum menerima laporan adanya kasus Covid-19 yang terpapar oleh virus corona varian baru.

Umum - Regional, Dinkes Kota Tasikmalaya Belum Temukan Virus Corona Varian Baru, Dinkes,Virus Corona Varian Baru,Kasus Covid-19,Kota Tasikmalaya

Pegawai Terkena Covid-19 Bertambah, Kantor Inspektorat Kota Tasik Masi...

Regional Rabu, 16 Juni 2021 | 17:20 WIB

Pemerintah Kota (Pemkot) masih menutup kantor Inspektorat sejak Senin, 14 Juni 2021. 

Umum - Regional, Pegawai Terkena Covid-19 Bertambah, Kantor Inspektorat Kota Tasik Masih Ditutup, Covid-19,Kantor Inspektorat,Kota Tasik

Polres Tasikmalaya Kota Amankan Puluhan Orang Terduga Preman Jalanan

Regional Rabu, 16 Juni 2021 | 17:00 WIB

Puluhan orang yang diduga sebagai preman jalanan diamankan Polres Tasikmalaya Kota dalam kegiatan operasi premanisme, Ra...

Umum - Regional, Polres Tasikmalaya Kota Amankan Puluhan Orang Terduga Preman Jalanan, Polres Tasikmalaya Kota,Preman Jalanan,Jalan Sewaka,Jalan Mangkubumi—Indihiang

Pemkot Tasikmalaya akan Tutup Jalan K.H. Zenal Mustofa, Ini Alasannya

Regional Rabu, 16 Juni 2021 | 16:20 WIB

Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya berencana menutup akses masuk ke Jalan K.H. Zenal Mustofa. 

Umum - Regional, Pemkot Tasikmalaya akan Tutup Jalan K.H. Zenal Mustofa, Ini Alasannya, Pemkot Tasikmalaya,Jalan K.H. Zenal Mustofa,Kasus Covid-19,Jawa Barat

Pemkab Cianjur Imbau Warga Tak Berpergian ke Bandung

Regional Rabu, 16 Juni 2021 | 14:05 WIB

Pemerintah Kabupaten Cianjur mengimbau masyarakat untuk sementara waktu tidak berpergian ke daerah Bandung Raya, karena...

Umum - Regional, Pemkab Cianjur Imbau Warga Tak Berpergian ke Bandung, Pemkab Cianjur,Bandung Raya zona merah,Bandung Raya Siaga 1 COVID-19,lonjakan kasus covid-19 Bandung Raya,klaster baru cianjur

Retribusi di Kawasan Cibodas Diklaim Sudah Sesuai Aturan

Regional Rabu, 16 Juni 2021 | 13:53 WIB

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur buka suara terkait keluhan pengunjung mengenai adanya retribusi gerbang m...

Umum - Regional, Retribusi di Kawasan Cibodas Diklaim Sudah Sesuai Aturan, Kebun Raya Cibodas,Retribusi Kawasan Wisata Cibodas,Kawasan Wisata Cibodas,Cibodas Cianjur,Retribusi kebun raya cibodas

Covid-19 Meningkat Tajam, Gubernur Jabar Minta PTM Ditunda

Regional Rabu, 16 Juni 2021 | 12:56 WIB

Bandung Raya diumumkan berstatus siaga 1 hingga tujuh hari ke depan. Melihat kondisi tersebut, Gubernur Jabar Ridwan Kam...

Umum - Regional, Covid-19 Meningkat Tajam, Gubernur Jabar Minta PTM Ditunda, Gubernur Jabar,Covid-19 Jabar Meningkat Tajam,Pembelajaran Tatap Muka (PTM),kasus positif Covid-19 di Jawa Barat,kasus Covid-19 Jabar,kasus Covid-19 di sekolah,PTM Ditunda

artikel terkait

dewanpers