web analytics
  

Sony Xperia, 'Limbah Jepang' yang Tak Pernah Sepi Peminat

Rabu, 5 Mei 2021 14:23 WIB Netizen Muhammad Fauzan Ramadhan
Netizen, Sony Xperia, 'Limbah Jepang' yang Tak Pernah Sepi Peminat, Sony Xperia,Ponsel,Teknologi,smartphone,Jepang

Sony Xperia Z1. (Wikimedia Commons/Stephane (CC))

Muhammad Fauzan Ramadhan

Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran.

Seperti telah kita ketahui, dunia teknologi mengalami perkembangan yang begitu pesat. Ponsel genggam yang pada awalnya hanya digunakan untuk keperluan mengirim pesan teks dan menerima panggilan kini sudah bertransformasi menjadi smartphone dengan berbagai fitur canggih yang memanjakan kebutuhan penggunanya.

Banyak vendor smartphone yang berlomba-lomba menyematkan teknologi terkini pada produk yang mereka keluarkan. Persaingan bisnis tersebut justru menjadi anugrah bagi para pecinta teknologi di seluruh penjuru tanah air. Dengan begitu mereka bisa mendapatkan smartphone yang mempunyai segudang fitur canggih dengan harga terjangkau.

Vendor asal Jepang tak mau kalah dengan tren

Jika berbicara mengenai vendor smartphone, salah satu pabrikan asal Jepang yang dikenal dengan julukan camera smartphone tidak mau ketinggalan zaman. Sejak dulu Sony Mobile memang dikenal sudah merilis berbagai varian ponsel dengan beragam tipe, desain, serta fitur yang ditawarkan. Namun, Sony justru baru merilis ponsel pintar pertama mereka pada awal tahun 2012 dengan trademark ‘Xperia’. Jika dilihat dari segi pangsa pasar, rata-rata pengguna dari brand ini ialah para pecandu mobile photography. Sony memang dikenal dengan fitur kameranya yang cukup mumpuni. Dukungan teknologi 4K HDR, lensa wide-angle, Optical Image Stabilization (OIS), Electronic Image Stabilizer (EIS), autofokus eye-tracking, Ultra-ISO, dll. Sudah tidak mengherankan lagi mengingat mereka juga merupakan vendor dari kamera digital sejak akhir abad ke-20.

Selain kapasitasnya pada sektor kamera, ponsel besutan Sony juga dilengkapi dengan kualitas audio yang mumpuni. Balutan dolby Atmos, stereo speaker, serta Hi-Res Audio menjadikannya sebagai primadona bagi para penikmat musik.

Pamit dari industri ponsel Indonesia dan mengalihkan sektor fokus penjualan

Sejak pertama kali Sony merilis smartphone perdana, antusiasme luar biasa datang dari para ‘gadgetmania’, tak terkecuali dari tanah air. Namun, hegemoni tersebut tak dapat bertahan begitu lama. Sejak tahun 2016 lalu Sony sudah meninggalkan pangsa pasar Indonesia. Hal itu terjadi karena serbuan dan kemunculan vendor smartphone dari China yang menawarkan fitur serupa dengan harga yang lebih murah. Selain itu, Sony Mobile lebih memfokuskan diri pada penjualan sensor kamera ponsel dan digital yang dinilai lebih mendatangkan keuntungan bagi perusahaan.

Bagaimana kualitas smartphone Sony sendiri?

Mengenai kualitas smartphone Sony yang sejauh ini telah sempat saya jajal dari mulai Sony Xperia Z1 Compact, Sony Xperia X Compact, Sony Xperia Z5 Premium, Sony Xperia X Performance, hingga Sony Xperia XZ2 Premium semuanya memang terbukti bisa memuaskan kebutuhan saya secara keseluruhan atas fitur yang diberikan oleh brand asal Jepang tersebut. Kebutuhan sehari-hari saya sendiri ialah multimedia purpose seperti streaming film favorit di aplikasi Netflix, mendengarkan musik, dan memotret pemandangan alam. Dengan dukungan layar Triluminos Display yang bisa menampilkan warna secara jelas dan natural pada layar smartphone mata saya seperti merasa dimanjakan selama berjam-jam saat sedang menonton film kesayangan.

Hal lain yang membuat saya terkesima ialah output dari audio yang dihasilkan. Fitur HI-Res Audio dengan sokongan dolby Atmos Player membuat saya seperti sedang berada di studio musik pribadi. Lalu dari sektor kamera juga sangat mendukung untuk penggunaan outdoor photography. Saturasi warna yang berimbang membuat kualitas gambar yang dihasilkan sangat sesuai dengan objek yang dipotret. Tak heran, meskipun vendor asal China datang silih berganti membuat saya susah untuk berpaling dari brand satu ini.

Apakah di Indonesia masih ada peminat ponsel Sony?

Walaupun secara resmi Sony sudah menarik peredaran ponselnya di tanah air, peminat dari ponsel ini justru tidak pernah surut. Terbukti dari komunitas grup facebook-nya yang justru memiliki anggota hingga ratusan ribu dengan jumlah post-per-day mencapai puluhan postingan per harinya. Jika dilihat secara sekilas, memang Sony sudah menarik peredaran ponselnya di Indonesia, namun mengapa pemilik ponsel Sony di Indonesia justru kian bertambah? Ternyata penjual ponsel Sony di berbagai marketplace online seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee masih sering dijumpai. Bahkan salah satu lapak yang khusus menjual produk ponsel eks-Jepang di marketplace Shopee sudah menjual lebih dari puluhan ribu unit dalam kurun waktu 1 tahun terakhir. Seorang penjual ponsel eks-Jepang mengaku bahwa julukan ‘limbah jepang’ tersemat pada ponsel ini karena ponsel Sony yang sekarang beredar dan dijual pada marketplace online merupakan ponsel bekas pemakaian orang Jepang.

Sebelumnya, ketika warga Jepang ingin membeli ponsel Sony, maka mereka akan dikenakan kontrak selama 2 tahun dari provider dan mendapatkan paket berupa ponsel, paket data, dan nomor telepon. Ketika ponsel tersebut habis masa kontraknya, maka ia akan mengembalikan ponsel tersebut pada provider untuk ditukar dengan unit baru. Nah, unit lama yang sebelumnya dipakai oleh orang Jepang tadi dijual kembali oleh provider kepada importir pemesan ponsel yang sudah habis masa kontraknya tersebut untuk dijual kembali di Indonesia dengan harga yang miring. “Handphone Sony ini kan udah terkenal dengan fiturnya yang canggih terutama di sektor kameranya, makanya gak heran kalo permintaan pasarnya masih cukup tinggi, lalu saya lihat itu sebagai peluang bisnis apalagi harga bekasnya beda jauh dari beli baru”, ujar penjual ponsel eks-Jepang yang enggan disebutkan namanya ketika dihubungi via Whatsapp. [*]

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Koresponden Bintang Hindia

Netizen Rabu, 16 Juni 2021 | 13:07 WIB

Koresponden Bintang Hindia

Netizen, Koresponden Bintang Hindia, kartawinata,raden kartawinata,koresponden bintang hindia,pers,wartawan

Peran Psikolog Forensik dalam Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak

Netizen Senin, 14 Juni 2021 | 22:15 WIB

Lalu apa saja peran yang dapat dilakukan oleh Psikolog Forensik saat melakukan pendampingan anak korban kekerasan seksua...

Netizen, Peran Psikolog Forensik dalam Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak, Psikolog Forensik,Kasus,kekerasan seksual,Anak,anak di bawah umur

Menolak Lupa, Paket Album Super Junior Mamacita yang Dicurigai Berisi...

Netizen Jumat, 11 Juni 2021 | 13:05 WIB

Pada Oktober 2014, sebuah laporan menyatakan ada penemuan paket diduga bom di Jatinegara, Jakarta Timur.

Netizen, Menolak Lupa, Paket Album Super Junior Mamacita yang Dicurigai Berisi Bom, Paket Album Super Junior,Mamacita,Bom,Super Junior,ELF

Menurunkan Angka Kematian Ibu

Netizen Kamis, 10 Juni 2021 | 17:15 WIB

Permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini berkaitan dengan kaum ibu adalah masih tingginya angka kematian ibu...

Netizen, Menurunkan Angka Kematian Ibu, Angka Kematian Ibu,AKI,Ibu

Menyoal Penggantian Nama Jalan Tol Japek

Netizen Kamis, 10 Juni 2021 | 14:40 WIB

Penggantian nama jalan Tol Japek (Jakarta— Cikampek) jadi hal yang patut diperdebatkan.

Netizen, Menyoal Penggantian Nama Jalan Tol Japek, Penggantian Nama Jalan Tol Japek,Tol Japek,Tol Japek (Jakarta— Cikampek),Jalan Layang Syeikh Mohammed Bin Zayed,Jalan Tol Layang Japek

Menikahkan Anak

Netizen Rabu, 9 Juni 2021 | 13:55 WIB

Dua tahun setelah diangkat menjadi zelfstandig patih Sukabumi, Raden Kartawinata mulai menikahkan anak-anaknya.

Netizen, Menikahkan Anak, Raden Kartawinata,Raden Kartawinata mulai menikahkan anak-anaknya,Raden Soeria Karta Negara,Soeria Karta Legawa

Sinetron Televisi Indonesia: Antara Impian dan Kenyataan Masyarakat Ki...

Netizen Selasa, 8 Juni 2021 | 15:15 WIB

Sinetron adalah impian tertinggi masyarakat kita. Sinetron juga gambaran realitas yang ada di masyarakat.

Netizen, Sinetron Televisi Indonesia: Antara Impian dan Kenyataan Masyarakat Kita, Sinetron Televisi Indonesia,Sinetron,Badan Pusat Statistik (BPS),Garis Kemiskinan (GK),Hasil survei BPS,Impian,Kenyataan

Menlu Mochtar Kusumaatmadja dalam Kenangan

Netizen Senin, 7 Juni 2021 | 11:29 WIB

Menlu Mochtar Kusumaatmadja terbaring sakit. Segera terbayang wajah pejabat dengan latar belakang akademisi yang mumpun...

Netizen, Menlu Mochtar Kusumaatmadja dalam Kenangan, Mochtar Kusumaatmadja,Mochtar Kusumaatmadja wafat,dubes ri

artikel terkait

dewanpers