web analytics
  

Apa Beda Hemat dan Pelit? Begini Kata Ulama

Rabu, 5 Mei 2021 10:54 WIB
Umum - Ramadhan, Apa Beda Hemat dan Pelit? Begini Kata Ulama, Beda Hemat dan Pelit,Islam,Kebaikan,Keburukan,Sifat,Sikap,Ahlak

Ilustrasi tangan orang meminta, sebagai indikasi orang pelit. (Pixabay/Niek Verlaan )

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM — Memahami perbedaan antara sikap hemat dan pelit dapat kita analogikan seperti halnya perbedaan antara kewibawaan (yang merupakan perilaku terpuji) dengan kesombongan (yang merupakan perilaku tercela).

Interpretasi terhadap keduanya mungkin dapat disamakan oleh beberapa rang, tetapi ada perbedaan yang sangat jauh.

Selain itu, perbedaan hemat dan pelit juga selayaknya perbedaan antara sifat rendah hati (tawadhu) yang merupakan akhlak terpuji dengan rendah diri yang merupakan akhlak tercela.

"Demikian halnya dengan sikap hemat. Ia merupakan perilaku kenabian yang mulia. Bahkan ia termasuk sumber tatanan hikmah Ilahi yang berlaku di alam ini," kata Badiuzzaman Said Nursi, dikutip dari bukunya yang berjudul Misteri Puasa, Hemat dan Syukur.

Menurut Nursi, sikap hemat tidak ada kaitannya dengan sikap pelit yang merupakan gabungan dari kerendahan, kebakhilan, keserakahan, dan ketamakan. Bahkan, tidak ada hubungan sama sekali antara keduanya. Yang ada hanyalah kemiripan lahiriah semata. 

Nursi pun memberikan sebuah contoh yang menguatkan pendapatnya tersebut yaitu pada suatu hari, Abdullah yang merupakan anak sulung Umar bin Khattab terlibat dalam sebuah tawar-menawar yang cukup alot ketika melakukan transaksi di pasar hanya karena uang yang nilainya tidak lebih dari seribu rupiah. Hal itu dilakukan untuk menjaga prinsip hemat, serta untuk menjaga sifat amanah dan istiqamah yang merupakan modal sebuah bisnis.  

Pada saat itu ada seorang sahabat lain yang  melihatnya. Sahabat tersebut mengira bahwa Abdullah ibn Umar memiliki sifat pelit sehingga hal itu aneh baginya. Sebab, bagaimana mungkin sifat tersebut melekat pada diri Abdullah ibn Umar, putra Amirul Mukminin dan putra seorang khalifah.  

Maka, ia pun membuntuti beliau hingga ke rumahnya untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya. Tidak lama kemudian, ia saksikan Abdullah ibn Umar sedang  bersama seorang fakir di depan pintu rumah. Mereka berdua saling berbicara dengan santun dan ramah.  

Setelah itu, Abdullah keluar dari pintu yang kedua dan berbicara dengan seorang fakir lainnya di sana. Hal ini tentu saja membuat sahabat tadi semakin penasaran. Lalu ia pun segera menemui dua orang fakir tadi guna meminta penjelasan dari mereka,  

“Bolehkah aku mengetahui apa yang telah dilakukan oleh Ibnu Umar kepada kalian berdua?” “Ia telah memberi masing-masing kami sepotong emas,” jawab keduanya.

Mendengar hal tersebut, ia sangat terkejut sambil berkata, “Subhanallah! Di pasar beliau terlibat dalam perdebatan sengit hanya gara-gara uang senilai seribu rupiah, tetapi di rumahnya beliau menyedekahkan ratusan kali lipat kepada dua orang yang sangat membutuhkan secara tulus tanpa ada yang mengetahui.” 

Kemudian ia beranjak menuju rumah Ibnu Umar untuk menanyakan hal itu kepadanya, “Wahai Imam, tolong jelaskan kepadaku misteri ini. Di pasar engkau  telah melakukan hal demikian, tetapi di rumah engkau melakukan hal yang berbeda.” 

Abdullah ibn Umar kemudian menjawab, “Apa yang terjadi di pasar hanyalah wujud dari sikap hemat dan bijak. Aku sengaja melakukan hal tersebut untuk menjaga sifat amanah dan kejujuran sebagai modal utama dalam jual-beli. Ia sama sekali bukan merupakan cerminan dari sifat pelit dan bakhil. Sementara yang terjadi di rumah adalah berasal dari rasa kasihan, simpati, dan kemurahan jiwa. Jadi, yang  tadi bukan sikap pelit, dan yang ini bukan sikap berlebihan.” 

Hal tersebut sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Abu Hanifah di mana beliau berkata, "Tidak ada kata berlebihan pada sebuah kebaikan, dan tidak ada kebaikan pada sesuatu yang berlebihan.” 

Maksudnya, berbuat baik kepada orang yang berhak menerimanya tidaklah disebut berlebihan. Sementara berlebihan sama sekali bukan merupakan kebaikan. [*]

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Hukum Membaca Doa Qunut Saat Salat Subuh

Ramadhan Minggu, 9 Mei 2021 | 06:16 WIB

Hukum Pakai Doa Qunut saat Sholat Subuh Menurut Para Ulama

Umum - Ramadhan, Hukum Membaca Doa Qunut Saat Salat Subuh, Doa Qunut,doa qunut witir,doa qunut dalam salat Subuh,bacaan doa qunut witir,bacaan doa qunut,arti doa qunut

Simak! 4 Cara Ini Hindari Pengeluaran Berlebihan Saat Idulfitri

Ramadhan Sabtu, 8 Mei 2021 | 21:54 WIB

Idulfitri identik dengan membeli barang-barang baru, yang sebenarnya tak benar-benar dibutuhkan. Dengan membeli secukup...

Umum - Ramadhan, Simak! 4 Cara Ini Hindari Pengeluaran Berlebihan Saat Idulfitri, Cara Menghindari Pengeluaran Berlebihan Saat Idulfitri,Bulan suci Ramadan,Idulfitri,dana Lebaran,tips mengelola dana Lebaran,tips hindari kalap mata menjelang Lebaran,Lebaran di Indonesia

Anti-Monoton! Ini Ide Kreasi Daging untuk Hidangan Lebaran

Ramadhan Sabtu, 8 Mei 2021 | 20:22 WIB

Saat Lebaran, orang kerap tidak bisa lepas dari menu olahan daging. Agar tidak monoton, sesekali dapat mencoba menu baru...

Umum - Ramadhan, Anti-Monoton! Ini Ide Kreasi Daging untuk Hidangan Lebaran, Ide Kreasi Daging untuk Hidangan Lebaran,menu kreasi hidangan lebaran,menu olahan daging,reseo  menu olahan daging Lebaran,Ide Kreasi Daging

Hukum Gibah Saat Ramadan, Bisa Batalkan Puasa?

Ramadhan Sabtu, 8 Mei 2021 | 14:20 WIB

Gibah bukanlah perbuatan yang pantas dilakukan. Bahkan ada yang menganggap Gibah bisa membatalkan puasa. Betulkah anggap...

Umum - Ramadhan, Hukum Gibah Saat Ramadan, Bisa Batalkan Puasa?, Gibah,Hukum Gibah saat Ramadan,Apakah Gibah Batalkan Puasa,dosa Gibah,perkataan tercela,benarkah Gibah bisa membatalkan puasa

Lima Amalan Terbaik untuk Dilakukan Saat Itikaf

Ramadhan Sabtu, 8 Mei 2021 | 11:12 WIB

Salah satunya adalah membaca Al-Quran

Umum - Ramadhan, Lima Amalan Terbaik untuk Dilakukan Saat Itikaf, cara itikaf,doa saat itikaf,Itikaf,amalan itikaf

Kenali 8 Golongan Mustahik Zakat

Ramadhan Sabtu, 8 Mei 2021 | 10:13 WIB

Mustahik dapat diidentifikasi berdasarakan Surat At-Taubah ayat 60.

Umum - Ramadhan,  Kenali 8 Golongan Mustahik Zakat, mustahik,Zakat Fitrah,zakat idul fitri,golongan mustahik

Kumpulan Ucapan Idulfitri dalam Suasana Pandemi 

Ramadhan Sabtu, 8 Mei 2021 | 09:56 WIB

Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk menjaga silaturahmi meski berjauhan adalah dengan saling berkirim pesan.

Umum - Ramadhan, Kumpulan Ucapan Idulfitri dalam Suasana Pandemi , ucapan idulfitri 2021,Kumpulan ucapan Idulfitri,ucapan idul fitri,ucapan idul fitri pandemi

Bisakah Muslimah Haid Dapat Lailatul Qadar?

Ramadhan Sabtu, 8 Mei 2021 | 07:51 WIB

Ada pilihan ibadah lain yang masih bisa dilakukan.

Umum - Ramadhan, Bisakah Muslimah Haid Dapat Lailatul Qadar?, Haid,ibadah saat haid,Lailatul Qadar

artikel terkait

dewanpers