web analytics
  

Waspada! Lemak Ini Lebih Berbahaya daripada Kolesterol Makanan

Rabu, 5 Mei 2021 09:54 WIB
Gaya Hidup - Sehat, Waspada! Lemak Ini Lebih Berbahaya daripada Kolesterol Makanan, kolesterol tinggi,kolesterol darah,Cara Menurunkan Kolesterol,tips menurunkan kolesterol,Cara menurunkan kolesterol tinggi

Ilustrasi gorengan. Lemak jenuh kolesterol darah. (Yudha Jatayu)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Dibandingkan kolesterol makanan, lemak jenuh makanan memainkan peran yang lebih signifikan dalam meningkatkan kadar kolesterol darah.

Seperti diketahui, kadar kolesterol yang tinggi berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Akan tetapi, meta analisis yang dilakukan American Heart Association pada 2019 menemukan bahwa asupan kolesterol dari makanan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan risiko penyakit kardiovaskular.

Makanan berkolesterol baru memiliki dampak terhadap risiko penyakit kardiovaskular bila seseorang mengonsumsinya dalam jumlah yang sangat besar, yaitu tiga kali lipat dari rata-rata konsumsi makanan berkolesterol.

Dibandingkan kolesterol dalam makanan, ahli kardiologi preventif Dr Stephen Devries menilai kandungan lemak jenuh dalam makanan lebih berbahaya. Dr Devries mengatakan asupan lemak jenuh dari makanan lebih sering menyebabkan peningkatan kadar kolesterol darah dibandingkan dengan asupan kolesterol dari makanan.

"Lemak jenuh merupakan pelaku yang lebih besar atas terjadinya peningkatan kolesterl darah secara umum dibandingkan kolesterol dari makanan," ungkap Dr Devries, seperti dilansir EatThis, Kamis (29/4).

Dr Devries menjelaskan bahwa sebagian besar kolesterol dalam darah berasal dari produksi tubuh sendiri. Ketika seseorang mengonsumsi makanan berkolesterol, tubuh akan mengompensasinya dengan menekan produksi kolesterol di dalam tubuh.t0

Akan tetapi, hal yang sama tak terjadi ketika seseorang mengonsumsi makanan berlemak jenuh. Asupan lemak jenuh dari makanan justru akan mendorong tubuh untuk meingkatkan produksi kolesterol low density lipoprotein (LDL) atau dikenal sebagai kolesterol jahat.

"Ini adalah kolesterol jahat, yang dapat menyebabkan penumpukan (plak) di arteri, menghambat aliran darah ke jantung dan otak, meningkatkan kemungkinan (terjadinya) serangan jantung atau strok," pungkas laporan dari American Heart Association pada 2019.

Lemak jenuh sebenarnya bisa ditemukan pada beragam jenis makanan, termasuk makanan populer. Konsumsi makanan-makanan yang mengandung lemak jenuh peru dibatasi agar asupan lemak jenuh di dalam tubuh tidak berlebihan.

American Heart Association juga sudah mengeluarkan rekomendasi terkait batasan konsumsi lemak jenuh dalam satu hari. Untuk pola makan 2.000 kalori per hari, jumlah kalori yang berasal dari lemak jenuh tidak boleh melebihi 120 kalori.

Untuk gambaran yang lebih mudah, laki-laki dewasa sebaiknya tidak mengonsumsi lebih dari 30 gram lemak jenuh per hari. Sedangkan untuk perempuan, konsumsi lemak jenuh perlu dibatasi agar tidak lebih dari 20 gram per hari.

Seperti dilansir WebMD, lemak jenuh bisa ditemukan pada beragam jenis makanan. Namun sebagian dari makanan tersebut memiliki kandungan lemak jenuh yang cukup tinggi.

Salah satu di antaranya adalah daging merah seperti daging sapi, domba, dan babi. Bahkan pada 100 gram daging sapi tanpa lemak bisa mengandung sekitar 4,5 gram lemak jenuh.

Contoh lainnya adalah mentega. Tingginya lemak jenuh di dalam mentega merupakan alasan mengapa banyak olahan roti atau kue kurang baik ntuk dikonsumsi. Satu sendok makan mentega memiliki sekitar 7 gram lemak jenuh.

Minyak kelapa juga termasuk bahan makanan yang tinggi akan lemak jenuh, meski dikenal memiliki beberapa manfaat kesehatan. Minyak kelapa memiliki kandungan lemak jenuh yang lebih tinggi dibandingkan mentega, lemak sapi, atau minyak babi.

Sekitar 90 persen dari minyak kelapa merupakan lemak jenuh. Tak heran bila satu sendok makan makan minyak kelapa mengandung 12 gram lemak jenuh.

Contoh makanan populer lain yang kaya akan lemak jenuh adalah es krim. Hal ini diungkapkan dalam sebuah studi dari Center for Science in the Public Interest.

Menurut studi ini, satu porsi es krim sundae populer bisa mengandung 1.270 kalori dan 38 gram lemak jenuh. Jumlah tersebut setara dengan menyantap steak T-bone, salad Caesar, dan kentang panggang dengan krim asam.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

terbaru

Tempe atau Tahu, Sehat Mana?

Sehat Minggu, 9 Mei 2021 | 09:26 WIB

Ahli gizi sendiri sangat menyarankan mengonsumsi keduanya karena sehat, serbaguna, dan sangat murah.

Gaya Hidup - Sehat, Tempe atau Tahu, Sehat Mana?, tahu,tempe,tahu atau tempe,sehat mana tahu atau tempe, makanan sehat

Rekomendasi Menu Diet Sehat untuk Mendapatkan Tubuh Ideal

Sehat Sabtu, 8 Mei 2021 | 21:37 WIB

Rekomendasi Menu Diet Sehat untuk Mendapatkan Tubuh Ideal

Gaya Hidup - Sehat, Rekomendasi Menu Diet Sehat untuk Mendapatkan Tubuh Ideal, Menu Diet Sehat,Tips Kesehatan,Sarapan,makan siang,Makan Malam,Cara Menurunkan Berat Badan,Tubuh Ideal

Baik Untuk Usus, 3 Teh Herbal Ini Cocok Diminum Sebelum Tidur

Sehat Sabtu, 8 Mei 2021 | 21:35 WIB

Tiga jenis teh herbal ini diketahui dapat meningkatkan kesehatan pencernaan jika diminum sebelum tidur.

Gaya Hidup - Sehat, Baik Untuk Usus, 3 Teh Herbal Ini Cocok Diminum Sebelum Tidur, Teh Herbal,Teh Herbal untuk kesehatan usus,Teh yang Cocok Diminum Sebelum Tidur,cara meningkatkan kesehatan pencernaan,manfaat minum teh herbal sebelum tidur,manfaat minum teh herbal

Jarang Disadari, Ini Cara Bikin Kulit Leher Tampak Awet Muda

Sehat Sabtu, 8 Mei 2021 | 20:16 WIB

Ketika bicara mengenai perawatan kulit, area kulit di sekitar leher jarang mendapatkan sorotan. Padahal, area kulit di l...

Gaya Hidup - Sehat, Jarang Disadari, Ini Cara Bikin Kulit Leher Tampak Awet Muda, Cara Bikin Kulit Leher Tampak Awet Muda,penuaan kulit,area kulit di leher,kulit leher,penuaan kulit leher,mengatasi penuaan kulit leher

Mudah! Ini Cara Mengatasi Mata Bengkak secara Alami

Sehat Sabtu, 8 Mei 2021 | 19:25 WIB

Mata bengkak atau retensi kelebihan cairan di area periorbital bisa disebabkan oleh banyak hal. Beberapa di antaranya ad...

Gaya Hidup - Sehat, Mudah! Ini Cara Mengatasi Mata Bengkak secara Alami, Cara Mengatasi Mata Bengkak,Cara Mengobati Mata Bengkak,Mata Bengkak,penyebab mata bengkak,obat mata bengkak

Konsumsi Kacang-kacangan Bisa Turunkan dan Jaga Berat Badan!

Sehat Sabtu, 8 Mei 2021 | 19:18 WIB

Konsumsi kacang-kacangan disebut tidak hanya membantu menurunkan berat badan tetapi juga dapat membantu menjaga berat ba...

Gaya Hidup - Sehat, Konsumsi Kacang-kacangan Bisa Turunkan dan Jaga Berat Badan!, Konsumsi kacang-kacangan,Cara Menurunkan Berat Badan,tips menjaga berat badan,cara mempertahankan berat badan,program pemeliharaan berat badan,makan kacang dapat memelihara berat badan

Simak! Ini 5 Tanda Kehamilan yang Jarang Diperhatikan

Sehat Sabtu, 8 Mei 2021 | 17:44 WIB

ebagian besar wanita sudah tahu bahwa tanda kehamilan awal umum adalah menstruasi yang terlewat, nyeri payudara, dan mua...

Gaya Hidup - Sehat, Simak! Ini 5 Tanda Kehamilan yang Jarang Diperhatikan, Tanda Kehamilan yang Jarang Diperhatikan,gejala kehamilan yang jarang diketahui

Jangan Asal Makan! Ini Tips Pertahankan Pola Makan Sehat Saat Lebaran

Sehat Sabtu, 8 Mei 2021 | 17:21 WIB

Kunci utama agar tetap sehat saat merayakan Idulfitri adalah dengan menghidangkan menu makanan serta camilan yang sehat...

Gaya Hidup - Sehat, Jangan Asal Makan! Ini Tips Pertahankan Pola Makan Sehat Saat  Lebaran, Tips Pola Makan Sehat Saat  Lebaran,Hari Raya Idulfitri,Makanan khas Hari Raya Idulfitri,Ragam hidangan Lebaran,kontrol kadar gula darah saat lebaran
dewanpers