web analytics
  

Sering Kelelahan? Waspadai Gejala Penyakit Berbahaya Ini!

Selasa, 4 Mei 2021 16:59 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Gaya Hidup - Sehat, Sering Kelelahan? Waspadai Gejala Penyakit Berbahaya Ini!, Bahaya Sering Kelelahan,Sering Kelelahan,Gejala Sering Kelelahan,Gejala Penyakit Berbahaya,Tanda Penyakit Berbahaya,Sel plasma,Gejala penyakit sel plasma,Penyakit merasa sangat kelelahan,sulit menelan makanan,Penyakit Sel Plasma

[Ilustrasi] Lelah; Gejala penyakit yang menyerang sel plasma, khususnya penyakit neoplasma, dapat berupa merasa sangat kelelahan, sulit menelan makanan, diare, dan anemia. (Concord90/Pixabay )

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Sel plasma adalah salah satu jenis sel darah putih yang mengeluarkan antibodi dalam jumlah besar. Gejala penyakit yang menyerang sel plasma, khususnya penyakit neoplasma, dapat berupa merasa sangat kelelahan, sulit menelan makanan, diare, dan anemia.

Dinukil dari Alodokter.com (jaringan Ayobandung.com), setiap sel plasma, mampu melepaskan ribuan molekul antibodi ketika dibutuhkan. Setelah dilepaskan ke darah dan saluran getah bening, molekul antibodi yang dihasilkan sel plasma akan mengikat zat asing untuk kemudian menghancurkannya. Ketika masalah kesehatan sudah teratasi (misalnya infeksi), produksi molekul antibodi dari sel plasma akan menurun perlahan.

Mengenali Jenis-jenis Penyakit Sel Plasma
Adanya pertumbuhan sel plasma yang berubah secara abnormal, dapat menyebabkan sebuah kondisi yang dikenal sebagai neoplasma sel plasma. Hal ini terjadi ketika tubuh terlalu banyak memiliki sel plasma, dan kondisi ini dapat bersifat jinak ataupun ganas. Neoplasma sel plasma lebih sering terjadi pada pria paruh baya atau lanjut usia, berkulit hitam, ada riwayat paparan radiasi atau bahan kimia lain, dan pernah memiliki riwayat penyakit neoplasma.

Selain itu, sel plasma juga membentuk protein M, yaitu protein antibodi yang sebenarnya tidak membantu memerangi infeksi dan bahkan tidak dibutuhkan tubuh. Timbunan protein M pada sumsum tulang juga dapat menimbulkan gangguan, yaitu menyebabkan pengentalan darah dan membahayakan ginjal.

Terdapat beberapa jenis neoplasma pada sel plasma, antara lain:

  • Monoclonal gammopathy of undetermined significance (MGUS)

Kondisi ini bukan tergolong sebagai kanker, tetapi mempunyai risiko menjadi kanker. MGUS terjadi ketika kurang dari 10 persen sumsum tulang terdiri dari sel plasma yang tidak normal, tapi bukan kanker. Sel abnormal ini membentuk protein M yang sebenarnya tidak mendatangkan bahaya.MGUS berisiko menyebabkan kanker, seperti multiple myeloma, chronic lymphocytic leukemia, ataupun lymphoplasmacytic lymphoma. Selain itu, MGUS ini dapat menyebabkan kondisi serius lain, seperti amiloidosis, yaitu penumpukan protein amiloid pada jaringan atau organ. Gangguan pada saraf, jantung, dan ginjal, juga dapat terjadi pada MGUS.

  • Plasmasitoma

Plasmasitoma terjadi ketika pertumbuhan abnormal sel plasma membentuk sebuah tumor di suatu bagian tubuh. Plasmasitoma dapat dikategorikan ke dalam dua jenis:- Plasmasitoma yang terisolasi di dalam tulang. Pada kondisi ini, kurang dari 10 persen sumsum tulang terdiri dari sel-sel plasma, tetapi tidak ada yang menimbulkan gejala kanker. 

Plasmasitoma dalam tulang, dapat menyebabkan rasa sakit atau patah tulang.- Plasmasitoma ekstramedular terjadi ketika tumor sel plasma terdapat dalam jaringan lunak, seperti tenggorokan, dan bukan di tulang maupun sumsum tulang. Tumor ini dapat menekan dan menimbulkan rasa sakit atau gangguan lain pada area tumbuhnya tumor. Misalnya, tumor pada tenggorokan dapat menjadikan penderitanya sulit untuk menelan makanan.

  • Multiple myeloma

Multiple myeloma adalah suatu jenis kanker sumsum tulang. Penyakit ini biasanya tidak berbentuk tumor atau benjolan. Sel-sel myeloma berkembang dan menyebar di dalam sumsum tulang sehingga dapat mengganggu produksi sel darah yang sehat.Umumnya kondisi ini menyerang berbagai bagian tubuh, seperti tulang tempurung kepala, iga, dan panggul. Kondisi ini dapat membawa dampak buruk jika telah mencapai tahap lanjut, yaitu:
- Kelelahan dan sesak napas akibat anemia.
- Memiliki masalah pada ginjal.
- Tulang retak dengan mudah.
- Memar, gusi berdarah, dan perdarahan tidak normal.
- Infeksi yang berulang secara terus-menerus.

Seperti telah disebutkan di atas, sebagian kecil kasus neoplasma sel plasma dapat memicu kondisi yang disebut amiloidosis, yaitu penumpukan protein-protein abnormal, yang dikenal dengan protein amyloid. Kondisi ini dapat terjadi pada berbagai organ atau jaringan tubuh.

Gejala-gejala yang ditimbulkan umumnya merasa sangat kelelahan, lidah bengkak, bintik ungu pada kulit, diare, atau pembengkakan akibat penumpukan cairan pada jaringan tubuh.

Untuk mengatasi penyakit sel plasma, dokter akan memeriksa riwayat kesehatan dan fisik. Selain itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan darah serta imunoglobubin, biopsi, tes urine, MRI, atau CT scan. Penanganan penyakit neoplasma sel plasma dilakukan dengan beberapa metode, antara lain terapi obat-obatan, kemoterapi, terapi radiasi, transplantasi stem cell, operasi, ataupun kombinasi metode-metode tersebut.

Jika Anda merasakan gejala-gejala penyakit sel plasma seperti yang disebutkan di atas, disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter, agar dapat secepatnya diberikan penanganan yang sesuai.

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

terbaru

8 Alasan Orang Menonton Video Porno

Sehat Selasa, 11 Mei 2021 | 15:15 WIB

Baru-baru ini studi menunjukan beberapa alasan orang kerap menonton video porno.

Gaya Hidup - Sehat, 8 Alasan Orang Menonton Video Porno, Alasan Menonton Video Porno,Video Porno,Video Seks,Pornografi,Menghindari kebosanan,mengurangi stres

Lakukan 5 Tips Ini untuk Jaga Kadar Gula di Hari Lebaran

Sehat Selasa, 11 Mei 2021 | 13:58 WIB

Makanan berat bermak ini bisa memicu masalah untuk kesehatan, termasuk kadar gula darah Anda. 

Gaya Hidup - Sehat, Lakukan 5 Tips Ini untuk Jaga Kadar Gula di Hari Lebaran, gula darah,Cara Menurunkan Gula Darah,Kadar gula darah,gula darah tinggi,makanan lebaran,kontrol porsi,kendalikan asupan manis,banyak gerak,Minum Air Putih

Ini Cara Terampuh Turunkan Berat Badan saat Lebaran

Sehat Selasa, 11 Mei 2021 | 12:55 WIB

Mengonsumsi jenis lemak yang tepat dapat membantu proses penurunan berat badan.

Gaya Hidup - Sehat, Ini Cara Terampuh Turunkan Berat Badan saat Lebaran, Cara Sederhana Turunkan Berat Badan,tips  Turunkan Berat Badan terampuh,Cara Terampuh Turunkan Berat Badan,jaga berat badan saat lebaran,Menghindari obesitas setelah lebaran

Jika Keracunan Sianida, Lakukan Hal Ini

Sehat Selasa, 11 Mei 2021 | 12:06 WIB

Sianida memiliki reputasi penyebab kematian yang hampir seketika. Namun, dalam kehidupan nyata, sianida sedikit lebih ru...

Gaya Hidup - Sehat, Jika Keracunan Sianida, Lakukan Hal Ini, Keracunan Sianida,Zat Kimia,sianida,Menangani Keracunan Sianida

Tanpa Daging, Ini Resep Rendang Vegetarian untuk Sajian Lebaran

Sehat Selasa, 11 Mei 2021 | 11:43 WIB

Rendang menjadi hidangan favorit yang sering tersaji di meja makan masyarakat Indonesia, sebagai lauk ketupat saat Idulf...

Gaya Hidup - Sehat, Tanpa Daging, Ini Resep Rendang Vegetarian untuk Sajian Lebaran, Resep Rendang Vegetarian,Resep Rendang Tanpa Daging,hidangan favorit,lauk ketupat saat Idulfitri,resep rendang jamur,cara membuat Rendang Vegetarian,resep Sajian Lebaran

Dialami Bang Sapri, Ini Bahaya Komplikasi pada Penderita Diabetes

Sehat Selasa, 11 Mei 2021 | 11:32 WIB

Akibat kadar gula darah yang tinggi, Sapri mengalami penyumbatan pembuluh darah besar dan kecil ke arah kaki. Organ lain...

Gaya Hidup - Sehat, Dialami Bang Sapri, Ini Bahaya Komplikasi pada Penderita Diabetes, komplikasi diabetes,Penyebab komplikasi diabetes,bahaya komplikasi diabetes,ciri-ciri komplikasi diabetes,cara mencegah komplikasi diabetes,tanda komplikasi diabetes,Sapri,Sapri Meninggal Dunia

Konsumsi Air Hangat dan Berkurmur Air Garam Hilangkan Virus Corona, Be...

Sehat Selasa, 11 Mei 2021 | 10:34 WIB

Beredar sebuah pesan berantai jika mengonsumsi air hangat dan berkumur air garam dapat menghilangkan virus Corona

Gaya Hidup - Sehat, Konsumsi Air Hangat dan Berkurmur Air Garam Hilangkan Virus Corona, Benarkah ? , konsumsi air hangat,berkumur air garam corona,berkumur air garam,Air Hangat,Cek Fakta,Hoaks,Virus Corona,COVID-19

4 Masalah Kesehatan Ini Picu Rambut Beruban Sebelum Usia 30 Tahun

Sehat Selasa, 11 Mei 2021 | 09:54 WIB

Perubahan warna rambut atau uban yang sudah terlihat sebelum usia 30 tahun bisa jadi tanda peringatan.

Gaya Hidup - Sehat, 4 Masalah Kesehatan Ini Picu Rambut Beruban Sebelum Usia 30 Tahun, Rambut Beruban Sebelum Usia 30 Tahun,Penyebab Rambut Beruban Sebelum Usia 30 Tahun,Penyebab Rambut Beruban di Usia Muda,Rambut beruban,perubahan warna rambut,penyebab rambut berubah sebelum usia 30 tahun,tanda kesehatan beruban sejak muda
dewanpers