web analytics

CEK FAKTA: Mudik Boleh Tapi Bayar Denda

clockSelasa, 4 Mei 2021 08:40 WIB userGelar Aldi S
Umum - Nasional, CEK FAKTA: Mudik Boleh Tapi Bayar Denda, Cek Fakta,Mudik Boleh Tapi Bayar Denda,Presiden Jokowi,facebook,Hoaks

Posting-an di Facebook yang sempat menghebohkan warganet. Isi postigan itu berupa gambar Presiden Jokowi sedang menulis kalimat "Mudik boleh Tapi Bayar denda". (Istimewa)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Sebuah posting-an di Facebook sempat menghebohkan warganet. Isi postigan itu berupa gambar Presiden Jokowi sedang menulis kalimat "Mudik boleh Tapi Bayar denda".

Lalu pengunggah, Limade, juga memberi narasi atas potingannya, "Kabar baik sekaligus kabar buruk".

Sejak berita ini ditulis, posting-an tersebut telah mendapatkan 58 emoticons, 13 komen, dan 6 kali dibagikan. Sebuah indikasi cukup ramai menarik perhatian.

Lantas, bernarkah pernyataan "Mudik boleh Tapi Bayar Denda" ?

Pemeriksaan Fakta

Hasil penelusuran Cek Fakta Ayobandung.com, klaim Jokowi menyatakan "Mudik boleh Tapi Bayar Denda" adalah salah. Faktanya, pemerintah resmi melarang aktivitas mudik di tahun 2021 ini. Larangan mudik ini berlaku untuk seluruh lapisan masyarakat, tanpa pengecualian.

Presiden Jokowi mengatakan, kebijakan larangan mudik ini diputuskan setelah melalui berbagai macam pertimbangan. Pertimbangan pertama adalah, terjadinya peningkatan tren kasus Covid-19 setelah empat kali libur panjang tahun 2020.

"Mari kita isi Ramadan dengan ikhtiar memutus rantai penularan wabah demi keselamatan seluruh sanak saudara kita dan juga diri kita sendiri dan seluruh masyarakat," kata Jokowi yang juga diunggah di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat, 16 April 2021.

Dia menjelaskan, saat libur Idulfitri tahun lalu terjadi kenaikan kasus harian hingga 93 persen dan terjadi tingkat kematian mingguan hingga 66 persen.

Di sisi lain, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Doni Monardo meminta seluruh pemerintah daerah untuk melarang warganya untuk mudik, termasuk mudik lokal antarkota dalam provinsi.

Doni menjelaskan, mobilitas penduduk dari satu tempat ke tempat lain pada momen Hari Raya Idulfitri atau Lebaran akan sangat berpotensi menimbulkan penularan Covid-19.

"Mudik lokal pun kita harapkan tetap dilarang, jangan dibiarkan terjadi mudik lokal, kalau terjadi mudik lokal artinya ada silaturahmi, ada salam-salaman, ada cipika-cipiki, artinya bisa terjadi proses penularan satu sama lain," kata Doni dalam Rapat Koordinasi Satgas Covid-19, Minggu, 2 Mei 2021.

Larangan mudik ini juga tertuang dalam Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 selama bulan suci Ramadan 1442 Hijriah.

Terkait denda yang disinggung oleh posting-an Limade, denda tersebut ditujukkan bagi siapa saja yang nekat melanggar aturan pelarangan mudik.

Sanksi tersebut berpatokan pada Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Dalam pasal 93, disebutkan bahwa hukuman kurungan paling lama adalah setahun dan denda maksimal hingga Rp100 juta bila melanggar aturan mudik ini.

"Setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) dan atau menghalang-halangi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sehingga menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp100.000.000," demikian bunyi dari pasal 93.

Kesimpulan

Klaim mengenai dibolehkannya mudik tetapi harus bayar denda adalah klaim yang salah. Klaim ini termasuk dalam konten yang menyesatkan atau konten yang dibentuk oleh hasil pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok.

Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan disebarkan dengan harapan mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.

Sumber Hoaks:

https://www.facebook.com/limade.limade.14/posts/110646384488810

Referensi Penangkal Hoaks:

https://www.cnbcindonesia.com/news/20210417084818-4-238627/ini-alasan-jokowi-ngotot-larang-mudik-lebaran-tahun-ini

https://travel.detik.com/travel-news/d-5534529/jangan-main-main-nekat-mudik-lebaran-bisa-kena-denda-rp-100-juta

https://ayobandung.com/read/2021/05/03/223486/satgas-covid-19-tegaskan-mudik-lokal-tetap-dilarang [*]

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

AJI Gelar Pelatihan 'Jurnalisme & Trauma'

Nasional Rabu, 28 Juli 2021 | 20:00 WIB

Jurnalis dapat membantu pihak berkonflik atau bahkan pemerintah untuk memahami penyebab dan konteks konflik yang terjadi...

Umum - Nasional, AJI Gelar Pelatihan 'Jurnalisme & Trauma', AJI,aliansi jurnalis independen,Pelatihan Jurnalisme,Jurnalisme & Trauma

Limbah Medis Covid-19 Capai 18.460 Ton, Apa Kata Jokowi?

Nasional Rabu, 28 Juli 2021 | 16:41 WIB

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengungkapkan jumlah limbah medis Covid-19 per 27 Juli 2021 me...

Umum - Nasional, Limbah Medis Covid-19 Capai 18.460 Ton, Apa Kata Jokowi?, Limbah Medis Covid-19,Jumlah Limbah Medis Covid-19,Limbah Medis Covid-19 Indonesia,Bahaya Limbah Medis Covid-19,Penanganan Limbah Medis Covid-19

Umrah dari Wilayah Pandemi Covid-19 Langgar Pesan Rasulullah SAW

Nasional Rabu, 28 Juli 2021 | 13:44 WIB

Arab Saudi telah membuka izin umrah. Jamaah asal Indonesia pun dapat berumroh dengan berbagai persyaratan, salah satunya...

Umum - Nasional, Umrah dari Wilayah Pandemi Covid-19 Langgar Pesan Rasulullah SAW, Umrah,Jemaah Umrah,umrah 2021,aturan umrah

Data Nasabah Bocor, Direksi BRI Life Dipanggil Kominfo

Nasional Rabu, 28 Juli 2021 | 13:30 WIB

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengaku telah menerima informasi terkait dugaan kebocoran data pribadi...

Umum - Nasional, Data Nasabah Bocor, Direksi BRI Life Dipanggil Kominfo, BRI Life,data nasabah BRI Life bocor,data nasabah BRI Life dijual,data nasabah BRI Life dicuri

TNI AU Paparkan Kronologi Anggotanya Injak Kepala Seorang Warga Papua

Nasional Rabu, 28 Juli 2021 | 12:55 WIB

TNI Angkatan Udara (AU) menyampaikan kronologi kejadian hingga dua orang anggotanya melakukan tindakan berlebihan dengan...

Umum - Nasional, TNI AU Paparkan Kronologi Anggotanya Injak Kepala Seorang Warga Papua, Anggota TNI arogan,Anggota TNI injak kepala warga Papua,Kepala warga Papua diinjak anggota TNI,Papua,TNI AU

Begini Perkembangan Kartu Prakerja Gelombang 18, Simak Sampai Tuntas!

Nasional Rabu, 28 Juli 2021 | 12:02 WIB

Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja tengah bersiap untuk membuka Kartu Prakerja Semester II yaitu gelombang 18. Kartu Pr...

Umum - Nasional, Begini Perkembangan Kartu Prakerja Gelombang 18, Simak Sampai Tuntas!, Program Kartu Prakerja,Informasi Terbaru Pembukaan Kartu Prakerja Gelombang 18,Kartu Prakerja Gelombang 18,11 Poin Wajib Dipastikan Pendaftar Kartu Prakerja Gelombang 18,pembukaan Kartu Prakerja gelombang 18,Cara Lolos Kartu Prakerja gelombang 18

Epidemiolog: Lonjakan Covid-19 Diprediksi Mereda Oktober

Nasional Rabu, 28 Juli 2021 | 11:42 WIB

Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, menduga kasus Covid-19 baru mulai menunjukkan angka penu...

Umum - Nasional, Epidemiolog: Lonjakan Covid-19 Diprediksi Mereda Oktober, lonjakan covid-19,Akhir Lonjakan Covid-19,Lonjakan Covid-19 Indonesia,Jumlah kasus Covid-19 Indonesia,kasus Covid-19 di Indonesia,Kasus aktif Covid-19 di Indonesia,Lonjakan Kasus aktif Covid-19 di Indonesia

Akan Dibuka, Berikut Cara Agar Jamaah Haji Indonesia Bisa Berangkat Um...

Nasional Rabu, 28 Juli 2021 | 10:54 WIB

Baru-baru ini, Kementerian Dalam Negeri Kerajaan Arab Saudi diberitakan hendak membuat peraturan yang akan mensanksi war...

Umum - Nasional, Akan Dibuka, Berikut Cara Agar Jamaah Haji Indonesia Bisa Berangkat Umrah, COVID-19,Arab Saudi,Umrah

artikel terkait

dewanpers
arrow-up