web analytics
  

Indonesia Penampung Sampah, Disiksa Limbah Plastik Negara Adidaya

Selasa, 4 Mei 2021 05:45 WIB Idham Nur Indrajaya
Umum - Nasional, Indonesia Penampung Sampah, Disiksa Limbah Plastik Negara Adidaya, Indonesia Penampung Sampah,Limbah Plastik,Sampah,Negara Adidaya,Lingkungan,Film Dokumenter

Ilustrasi sampah limbah plastik. (Pixabay/H. Hach)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Film dokumenter Pulau Plastik yang diproduksi dari hasil kolaborasi Visinema Pictures, Kopernik, Akarumput, dan Watchdoc, memperlihatkan bagaimana limbah plastik yang menumpuk dari Indonesia berasal dari negara-negara adidaya di benua Amerika, Eropa, dan Australia.

Negara-negara adidaya itu kebingungan saat menghadapi limbah plastik yang biaya daur ulangnya lebih mahal ketimbang produksi. Alhasil, mereka menjual limbah itu ke negara di Asia Tenggara, salah satunya Indonesia. 

Film yang mulai tayang di bioskop Indonesia sejak tanggal 23 April 2021 itu menceritakan bagaimana Prigi Arisandi, seorang ahli biologi dan aktivis lingkungan yang tergabung dalam LSM Ecoton (Ecological Observation and Wetlands Conservation), menggelar aksi di depan Gedung Konsulat Jenderal Amerika di Surabaya dalam rangka protes akan limbah plastik yang dibuang ke Indonesia. 

"Negara-negara maju seperti Amerika, Eropa, Australia bingung membuang sampah plastik ke mana sehingga akhirnya mereka mrmbuang sampah mereka itu ke negara-negara lain," ujar Prigi dalam film.

Negara-negara di Asia Tenggara pun tidak luput dari pembuangan sampah milik negara-negara adidaya di benua-benua yang disebutkan oleh Prigi. Namun, ada juga negara yang dengan tegas menyatakan penolakan akan masuknya limbah plastik tersebut. 

"Filipina bagus, mereka menolak, Malaysia menolak, tapi Indonesia ini kurang serius dalam menolak," sambung Prigi.

Bersama Gede Robi, vokalis grup musik Navicula yang aktif sebagai penggiat lingkungan, Prigi mengunjungi Desa Bangun di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Desa itu lokasinya cukup berdekatan dengan Pabrik Kertas Pakerin yang secara rutin memperoleh limbah dari benua Amerika.

Untuk diketahui, benua Amerika tidak melakukan pembuangan limbah plastik secara langsung. Pihak pemerintah dari Amerika membuang limbah dengan cara menyisipkan limbah plastik ke sela-sela limbah kertas yang memang sengaja dibeli oleh industri-industri kertas, termasuk Pakerin.

Pembuangan limbah plastik dari negara lain, ditambah dengan yang berasal dari Indonesia sendiri, menyebabkan laut tercemar oleh satu ton sampah plastik dalam setiap satu menit. Jumlah itu setara dengan angkutan dalam satu truk. 

Di pertengahan film, tepatnya pada menit ke-57, penonton pun disuguhi narasi yang memberitahu penonton bahwa sudah ada 57 ton sampah plastik yang dibuang ke laut Indonesia sejak film dimulai. 

"Mestinya ini (sampah dari Amerika) nggak datang ke sini, sih. Sudah nyeberangin benua ini," ujar Gede Robi saat dia dan Prigi sedang memeriksa limbah dari Pakerin.

Poster Film Pulau Plastik. (Istimewa.)

Selanjutnya, limbah plastik yang berasal dari Pakerin itu rupanya dijadikan sebagai mata pencaharian oleh warga Desa Bangun. Sampah yang mereka kumpulkan akan dijemur untuk selanjutnya dijual ke pabrik-pabrik tahu untuk dijadikan bahan bakar. 

"Jadi, pagi-pagi mereka (warga desa) dapat satu truk sampah plastik itu, lalu mereka jemur, terus siangnya mereka jual ke pabrik tahu atau kerupuk untuk bahan bakar. Bagi mereka, ini lebih gampang daripada bertani di sawah yang keuntungannya baru diterima setelah 3-4 bulan. Kalau dari mengumpulkan sampah plastik ini, pagi dijemur, siang sudah dapat uang," ujar Prigi.

Menurut penelitian yang diungkapkan dalam film, pembakaran limbah plastik akan mempercepat pencemaran pada lingkungan dan tubuh manusia oleh partikel mikroplastik. 

Mikroplastik ini sendiri sangat berbahaya bagi tubuh manusia. Pasalnya, kandungan mikroplastik dapat mengikat polutan zat-zat kimia seperti pestisida dan logam berat yang dapat mempengaruhi sistem tubuh. Pada gilirannya, sistem tubuh yang terdampak oleh polutan-polutan tersebut dapat memicu beragam penyakit seperti kanker dan impotensi. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Kapal Cina Temukan Potongan Kapal Selam KRI Nanggala-402

Nasional Selasa, 18 Mei 2021 | 14:47 WIB

Pangkoarmada II Laksda TNI Iwan Isnurwanto mengatakan salah satu Kapal Cina telah menemukan beberapa potongan badan kapa...

Umum - Nasional, Kapal Cina Temukan Potongan Kapal Selam KRI Nanggala-402, KRI Nanggala-402,KRI Nanggala 402 Hilang,Potongan badan KRI Nanggala 402,Kapal China

Pulang Mudik, Gini Cara Tepat Isolasi Mandiri Cegah Covid-19

Nasional Selasa, 18 Mei 2021 | 14:43 WIB

Setelah Lebaran Idulfitri 1442 H, para pemudik yang boleh melakukan perjalanan mudik pasti akan segera kembali dari kam...

Umum - Nasional, Pulang Mudik, Gini Cara Tepat Isolasi Mandiri Cegah Covid-19, Isolasi Mandiri,Pusat Isolasi Mandiri Covid-19,Panduan isolasi mandiri,Isolasi mandiri pasien covid-19,isolasi mandiri covid-19

22.736 Perusahaan Sudah Daftar Vaksinasi Covid-19 Gotong Royong

Nasional Selasa, 18 Mei 2021 | 14:28 WIB

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan antusiasme pengusaha dalam program vaksinasi gotong royong cukup...

Umum - Nasional, 22.736 Perusahaan Sudah Daftar Vaksinasi Covid-19 Gotong Royong, vaksin gotong royong,Harga Vaksin Gotong Royong,Persyaratan Vaksin Gotong Royong,serba-serbi vaksin gotong royong,vaksin gotong royong gratis

Buruh Desak Pemerintah Lakukan Langkah Konkrit untuk Bela Palestina

Nasional Selasa, 18 Mei 2021 | 14:22 WIB

Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) mendesak pemerintah untuk lebih berperan aktif di organisasi internasional dala...

Umum - Nasional, Buruh Desak Pemerintah Lakukan Langkah Konkrit untuk Bela Palestina, Bela Palestina,Palestina,Kekerasan Israel,aksi bela palestina,Aksi bela palestina di gedung sate

Awasi Pemudik, 600 Nakes Berjaga 24 Jam di Titik Masuk Jakarta

Nasional Selasa, 18 Mei 2021 | 14:17 WIB

Usai lebaran 2021, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan mengerahkan sebanyak 600 tenaga ke...

Umum - Nasional, Awasi Pemudik, 600 Nakes Berjaga 24 Jam di Titik Masuk Jakarta, Pemprov DKI Jakarta,Nakes Jakarta,Pemudik masuk Jakarta,Arus balik jakarta

Bocah 13 Tahun Ditetapkan Jadi Tersangka Perahu Maut Kedung Ombo

Nasional Selasa, 18 Mei 2021 | 14:14 WIB

Satreskrim Polres Boyolali akhirnya menetapkan dua tersangka dalam tragedi perahu maut yang terbalik di Waduk Kedung Omb...

Umum - Nasional, Bocah 13 Tahun Ditetapkan Jadi Tersangka Perahu Maut Kedung Ombo, Kedung Ombo,Waduk Kedung Ombo,perahu terbalik Waduk Kedung Ombo,wisatawan tewas Waduk Kedung Ombo,wisatawan tenggelam Waduk Kedung Ombo

Penyekatan di Japek Diperpanjang Sampai 24 Mei

Nasional Selasa, 18 Mei 2021 | 13:42 WIB

Polda Metro Jaya memperpanjang kebijakan penyekatan dan pos pemeriksaan hingga tanggal 24 Mei 2021. Pemeriksaan pun akan...

Umum - Nasional, Penyekatan di Japek Diperpanjang Sampai 24 Mei, penyekatan Tol Japek,Tol Japek,Penyekatan di Jakarta,Polda Metro Jaya

KA Cepat Jakarta-Bandung Ditargetkan Uji Coba di 2022

Nasional Selasa, 18 Mei 2021 | 13:30 WIB

Pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sudah mencapai 73% per Mei 2021 ini. Pembangunan proyek yang dikerjakan...

Umum - Nasional, KA Cepat Jakarta-Bandung Ditargetkan Uji Coba di 2022, Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC),kereta cepat Jakarta-Bandung,Kereta Cepat,Kereta Cepat Jakarta Bandung,kereta cepat ke bandung

artikel terkait

dewanpers