web analytics
  

Minimnya Kesempatan Kerja Baru Bagi Pekerja Seks Perempuan Cirebon

Minggu, 2 Mei 2021 09:15 WIB Erika Lia
Umum - Regional, Minimnya Kesempatan Kerja Baru Bagi Pekerja Seks Perempuan Cirebon , pekerja seks perempuan (PSP),pekerja seks perempuan,PSK Cirebon,Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Cirebon,,PKBI Cirebon

Ilustrasi PSK. (dok. Ayobandung.com)

CIREBON, AYOBANDUNG.COM -- Minimnya kesempatan kerja di bidang lain menjadi pertimbangan sebagian pekerja seksual perempuan (PSP) masih menggeluti profesinya selama Ramadan.

Ketua Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Cirebon, Sri Maryati mengakui, sebagian PSP masih menjalankan aktivitas seksualnya selama Ramadan. Alasannya, tak mudah alih profesi ketika kesempatan kerja nyaris tiada.

"Sebagian besar dari mereka menyatakan belum ada pekerjaan lain yang bisa mereka lakukan, sehingga mereka masih menekuni kegiatan seksualnya," ungkap Sri kepada Ayocirebon.com.

Belum ada perhitungan resmi ihwal PSP yang alih profesi maupun tidak. Namun, Sri menyebut, dari sekitar 600 PSP di Kota Cirebon dan sedikitnya 900 PSP di Kabupaten Cirebon, persentase PSP yang masih beroperasi terhitung kecil.

Kendati demikian, sebagian PSP yang alih profesi sepanjang Ramadan, rerata kembali pada profesi lamanya setelah Lebaran.

"Setelah Lebaran biasanya mulai (beroperasi) lagi, jadi hanya berhenti sementara saja selama Ramadan," tuturnya.

PKBI sendiri dalam hal ini, lanjutnya, tak henti mengedukasi para PSP untuk tetap menjaga kesehatan seksual dan reproduksi selama menjalankan profesinya.

"Pencegahan terhadap HIV melalui penggunaan kondom (bagi pria pemesan jasa PSP) terutama terus kami ingatkan," tegasnya.

Tak hanya ancaman virus HIV penyebab AIDS, Sri juga tak menampik PSP rentan pula terhadap penyakit menular lain yaitu Covid-19.

Karenanya, imbauan bagi PSP menerapkan protokol kesehatan hingga menjalani rapid test juga terus digaungkan pihaknya. Sejauh ini, PSP yang telah menjalani rapid test berkisar 20%-30%.

Sekali pun begitu, dia yakinkan, belum ada PSP yang dilaporkan terkonfirmasi Covid-19.

"Rapid test untuk PSP baru 20-30%, kami selalu ajak mereka menjalani pemeriksaan karena aktivitas mereka di lapangan membuatnya rentan terpapar Covid-19 juga. Tapi, sejauh ini belum ada PSP yang dinyatakan positif," bebernya.

Khusus para pendamping PSP, Sri memastikan seluruhnya telah disuntik vaksin Covid-19. Jumlah pendamping bagi PSP di Kota Cirebon maupun Kabupaten Cirebon saat ini diketahui 5 orang.

"Jumlah pendamping belum sebanding dengan banyaknya PSP. Kami masih kekurangan tenaga," tandasnya.

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Pegawai Terkena Covid-19 Bertambah, Kantor Inspektorat Kota Tasik Masi...

Regional Rabu, 16 Juni 2021 | 17:20 WIB

Pemerintah Kota (Pemkot) masih menutup kantor Inspektorat sejak Senin, 14 Juni 2021. 

Umum - Regional, Pegawai Terkena Covid-19 Bertambah, Kantor Inspektorat Kota Tasik Masih Ditutup, Covid-19,Kantor Inspektorat,Kota Tasik

Polres Tasikmalaya Kota Amankan Puluhan Orang Terduga Preman Jalanan

Regional Rabu, 16 Juni 2021 | 17:00 WIB

Puluhan orang yang diduga sebagai preman jalanan diamankan Polres Tasikmalaya Kota dalam kegiatan operasi premanisme, Ra...

Umum - Regional, Polres Tasikmalaya Kota Amankan Puluhan Orang Terduga Preman Jalanan, Polres Tasikmalaya Kota,Preman Jalanan,Jalan Sewaka,Jalan Mangkubumi—Indihiang

Pemkot Tasikmalaya akan Tutup Jalan K.H. Zenal Mustofa, Ini Alasannya

Regional Rabu, 16 Juni 2021 | 16:20 WIB

Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya berencana menutup akses masuk ke Jalan K.H. Zenal Mustofa. 

Umum - Regional, Pemkot Tasikmalaya akan Tutup Jalan K.H. Zenal Mustofa, Ini Alasannya, Pemkot Tasikmalaya,Jalan K.H. Zenal Mustofa,Kasus Covid-19,Jawa Barat

Pemkab Cianjur Imbau Warga Tak Berpergian ke Bandung

Regional Rabu, 16 Juni 2021 | 14:05 WIB

Pemerintah Kabupaten Cianjur mengimbau masyarakat untuk sementara waktu tidak berpergian ke daerah Bandung Raya, karena...

Umum - Regional, Pemkab Cianjur Imbau Warga Tak Berpergian ke Bandung, Pemkab Cianjur,Bandung Raya zona merah,Bandung Raya Siaga 1 COVID-19,lonjakan kasus covid-19 Bandung Raya,klaster baru cianjur

Retribusi di Kawasan Cibodas Diklaim Sudah Sesuai Aturan

Regional Rabu, 16 Juni 2021 | 13:53 WIB

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur buka suara terkait keluhan pengunjung mengenai adanya retribusi gerbang m...

Umum - Regional, Retribusi di Kawasan Cibodas Diklaim Sudah Sesuai Aturan, Kebun Raya Cibodas,Retribusi Kawasan Wisata Cibodas,Kawasan Wisata Cibodas,Cibodas Cianjur,Retribusi kebun raya cibodas

Covid-19 Meningkat Tajam, Gubernur Jabar Minta PTM Ditunda

Regional Rabu, 16 Juni 2021 | 12:56 WIB

Bandung Raya diumumkan berstatus siaga 1 hingga tujuh hari ke depan. Melihat kondisi tersebut, Gubernur Jabar Ridwan Kam...

Umum - Regional, Covid-19 Meningkat Tajam, Gubernur Jabar Minta PTM Ditunda, Gubernur Jabar,Covid-19 Jabar Meningkat Tajam,Pembelajaran Tatap Muka (PTM),kasus positif Covid-19 di Jawa Barat,kasus Covid-19 Jabar,kasus Covid-19 di sekolah,PTM Ditunda

Sidak RS Sayang, Bupati Cianjur: Jangan Semuanya Pakai Hazmat

Regional Rabu, 16 Juni 2021 | 12:16 WIB

Bupati Cianjur, H Herman Suherman melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur,...

Umum - Regional, Sidak RS Sayang, Bupati Cianjur: Jangan Semuanya Pakai Hazmat, Bupati Cianjur,RS Sayang Cianjur,Pemkab Cianjur,Covid-19 Cianjur

Pemkot Tasik Bakal Berlakukan Kembali Penyekatan

Regional Rabu, 16 Juni 2021 | 11:35 WIB

Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya mengklaim penambahan kasus Covid-19 masih terkendali. Namun, masyarakat diminta tet...

Umum - Regional, Pemkot Tasik Bakal Berlakukan Kembali Penyekatan, penyekatan,Pemkot Tasikmalaya,Penyekatan di Tasik,Penyekatan Kota Tasik,Covid-19 Kota Tasikmalaya

artikel terkait

dewanpers