web analytics
  

Santri Tasikmalaya Boleh Mudik Sebelum 6 Mei 2021

Minggu, 2 Mei 2021 07:00 WIB Fira Nursyabani
Umum - Regional, Santri Tasikmalaya Boleh Mudik Sebelum 6 Mei 2021, santri tasikmalaya mudik,santri tasikmalaya,pesantren Tasikmalaya,Tasikmalaya

Pondok Pesantren Cipasung Tasikmalaya yang memulangkan santrinya lebih awal. (Ayotasik.com/Heru Rukanda)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya mempersilakan para santri yang menimba ilmu di pondok pesantren di wilayah Kabupaten Tasikmalaya untuk mudik. Asalkan, mudik dilakukan sebelum 6 Mei.

Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya, Nuraedidin mengatakan, sesuai aturan yang ada, larangan mudik itu berlaku pada 6-17 Mei. Karenanya, apabila para santri hendak pulang ke kampung halamannya masing-masing itu dipersilakan sebelum larangan mudik berlaku.

"Namun, mereka juga harus memenuhi persyaratan. Misalnya harus dicek sebelum pulang, termasuk di dalamnya melakukan pemeriksaan antigen kalau diperlukan," kata dia ketika dihubungi Republika, jaringan Ayobandung.com, Sabtu, 1 Mei 2021.

Ia menjelaskan, aktivitas mudik pada dasarnya masih diperbolehkan pada 22 April-5 Mei. Namun, terdapat pengetatan dalam pelaksanaan mudik selama periode itu.

Nuraedidin menambahkan, pihaknya juga telah melakukan sosialisasi ke pesantren, bahwa pemulangan santri hanya bisa dilakukan sebelum 6 Mei. Itu pun harus memenuhi syarat yang berlaku, seperti pemeriksaan kondisi kesehatan para santri sebelum mudik.

"Kalau sudah 6-17 Mei itu tak ada lagi toleransi untuk pemulangan santri," ujar dia.

Menurut dia, pada dasarnya Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya mengimbau pesantren tak memulangkan santrinya pada Lebaran 1442 H. Santri bisa tetap tinggal di pesantren selama Lebaran. Menurut dia, sebagian santri juga ada yang tidak mudik pada Lebaran kali ini.

Namun, jika memang tetap ingin memulangkan santri, pesantren disarankan mengakomodir kebutuhan transportasi para santrinya.

"Jadi dikoordinasi agar tak pakai angkutan umum. Biasanya memang mereka menggunakan bus sewa. Jadi bisa terkendali," kata Nuraedidin.

Sementara itu, Kepala Seksi Pondok Pesantren, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tasikmalaya, Harun Harosid mengatakan, pihaknya sudah memberikan imbauan ke pesantren yang akan memulangkan santri harus dilakukan sebelum 6 Mei. Dengan begitu, tak akan ada masalah dalam pemulangan santri.

Ia menyebutkan, berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama Satgas Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya, pemulangan santri boleh dilakukan sebelum tanggal 6 Mei. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian terkait pemulangan santri.

"Insyaallah tidak ada penyekatan," kata dia.

Harun menambahkan, pihak pesantren juga berkoordinasi dengan satgas kecamatan setempat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan santri sebelum pulang.

Para santri umumnya menjalani pemeriksaan influenza like illness (ILI). Ketika ada yang memiliki gejala, santri akan menjalani tes antigen. Dengan begitu, dapat dipastikan santri pulang dalam kondisi sehat.

"Kita juga melakukan pengawasan di pesantren besar yang memiliki banyak santri dari luar Tasikmalaya. Kalau pulang dalam kabupaten itu kan tak ada masalah," ujar dia.

Harun menjelaskan, pemulangan santri menjelang Lebaran sudah menjadi kultur pesantren. Sebab, setiap tanggal 20 Ramadan itu terdapat tafarukan (masa penutupan) pesantren. Artinya, sudah tidak ada kegiatan pembelajaran di pesantren setelah 20 Ramadan.

Menurut dia, saat ini sejumlah pesantren besar di Kabupaten Tasikmalaya sudah mulai memulangkan para santrinya. Ia mencontohkan, Pesantren Miftahul Huda di Kecamatan Manonjaya yang memiliki sekitar 5.000 santri telah memulangkan santrinya sejak 22 April dengan menggunakan 100 bus.

Begitu juga dengan pesantren lain, semisal Pesantren Sukahideung, Pesantren Sukamanah, Pesantren Idrisiyyah, Pesantren Cipasung, dan Pesantren Darussalam, mulai mulangkan santrinya secara bertahap.

"Kalau untuk pesantren besar, karena memiliki orda (organisasi daerah), mereka rata-rata menyewa bus. Jadi tidak menggunakan transportasi umum," kata dia.

Antisipasi Kembalinya Santri

Menurut Harun, santri yang pulang itu biasanya akan kembali ke pesantren sepekan atau dua pekan setelah Lebaran. Untuk memastikan santri dalam kondisi sehat ketika kembali, Kemenag akan meminta pesantren untuk mengeluarkan aturan agar santri membawa bukti bebas Covid-19.

"Setidaknya dengan GeNose. Jadi tidak terlalu memberatkan. Insyaallah tetap aman," kata dia.

Nuraedidin mengatakan, pengawasan kepada santri yang kembali ke pesantren setelah Lebaran akan dilakukan seperti sebelumnya. Menurut dia, santri harus membawa surat keterangan sehat atau hasil rapid test. Dengan begitu, penyebaran Covid-19 dari santri bisa diminimalisir.

"Kita nantinya juga akan siapkan petugas di lokasi tertentu, terutama di pesantren yang jumlah santrinya banyak," kata dia.

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Puncak Arus Mudik di Jalur Gentong Diprediksi Hari Ini

Regional Rabu, 12 Mei 2021 | 13:49 WIB

H-1 Lebaran Idulfitri 1442 Hijriah, gelombang masyarakat yang memaksa untuk mudik ke kampung halamannya terus meningkat.

Umum - Regional, Puncak Arus Mudik di Jalur Gentong Diprediksi Hari Ini , puncak mudik jalur gentong,puncak mudik,mudik,Larangan Mudik,idulfitri,Jalur Gentong,Penyekatan Gentong Tasik

Model Rambut Paling Digandrungi Pria di 2021, Salah Satunya Korean Sty...

Regional Rabu, 12 Mei 2021 | 11:08 WIB

Banyak tradisi dan kebiasaan menarik yang dilakukan masyarakat setiap kali menjelang Lebaran, salah satunya mencukur ram...

Umum - Regional, Model Rambut Paling Digandrungi Pria di 2021, Salah Satunya Korean Style, Model rambut pria 2021,model rambut populer 2021,korean sytle,Model rambut Korean Style

Jalur Gentong Tasikmalaya Didominasi Pemudik dari Jakarta

Regional Rabu, 12 Mei 2021 | 11:03 WIB

Arus kendaraan di Jalur Gentong, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, dari arah barat menuju timur mengalami peni...

Umum - Regional, Jalur Gentong Tasikmalaya Didominasi Pemudik dari Jakarta, Jalur Gentong,Jalur Gentong Tasikmalaya,pemudik Jalur Gentong,mudik jalur gentong

Ridwan Kamil: Warga di Zona Merah dan Oranye Salat Id di Rumah

Regional Rabu, 12 Mei 2021 | 10:37 WIB

Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Emil) meminta masyarakat di zona oranye atau merah untuk melaksanakan salat Id di rumah. Se...

Umum - Regional, Ridwan Kamil: Warga di Zona Merah dan Oranye Salat Id di Rumah, Zona merah salat id di rumah,zona merah jabar,Ridwan Kamil,Salat Id di rumah,Salat Idulfitri di Rumah

Diprotes Usai Setop Pembangunan Masjid Ahmadiyah, Ini Kata Bupati Garu...

Regional Rabu, 12 Mei 2021 | 04:45 WIB

Diprotes Usai Setop Pembangunan Masjid Ahmadiyah, Ini Kata Bupati Garut

Umum - Regional, Diprotes Usai Setop Pembangunan Masjid Ahmadiyah, Ini Kata Bupati Garut, Pembangunan Masjid Ahmadiyah,Masjid Ahmadiyah garut,Bupati Garut Rudy Gunawan,Garut

Harga Daging Sapi di Bogor Tembus Rp150.000 per Kg

Regional Rabu, 12 Mei 2021 | 03:54 WIB

Bahkan, harga untuk satu kilogram daging sapi di sejumlah pasar tradisional menyentuh angka Rp150.000 per kilogram. 

Umum - Regional, Harga Daging Sapi di Bogor Tembus Rp150.000 per Kg, Harga Daging sapi,Kenaikan Harga Daging Sapi,harga daging sapi Bogor,Bogor

Pemkab Cianjur Imbau Umat Muslim Salat Id di Ruang Terbuka

Regional Selasa, 11 Mei 2021 | 21:29 WIB

Masjid Agung Cianjur tidak menggelar Salat Idulfitri 1442 Hijriyah atau 2021. Pemerintah Kabupaten Cianjur mengimbau mas...

Umum - Regional, Pemkab Cianjur Imbau Umat Muslim Salat Id di Ruang Terbuka, Pemkab Cianjur,Salat Id di Cianjur,Salat Idulfitri di Cianjur,Salat Id di Ruang Terbuka

Cerita Penjual Kolang Kaling di Jalur Alternatif Garut – Tasik yang Ke...

Regional Selasa, 11 Mei 2021 | 20:51 WIB

Larangan mudik yang digulirkan pemerintah pusat dalam upaya mencegah terjadinya ledakan kasus Covid-19 ternyata membawa...

Umum - Regional, Cerita Penjual Kolang Kaling di Jalur Alternatif Garut – Tasik yang Kehilangan Untung, Penjual Kolang Kaling,Jalur Alternatif Garut – Tasikmalaya,jalur mudik

artikel terkait

dewanpers