web analytics
  

Jangan Maksa Mudik, Indonesia Mesti Belajar dari India

Sabtu, 1 Mei 2021 16:08 WIB
Umum - Nasional, Jangan Maksa Mudik, Indonesia Mesti Belajar dari India, Larangan Mudik 2021,Larangan Mudik,Mudik 2021,COVID-19

Ilustrasi -- vaksin Covid-19. (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Larangan mudik masih menjadi polemi. Banyak pihak yang mempertanyakan kebijakan tersebut lantaran proses vaksinasi telah berjalan.

Epidemiolog dari Universitas Hasanuddin Makassar, Prof. Dr. Ridwan Amiruddin mengatakan Indonesia harus belajar dari gelombang kedua Covid-19 yang terjadi di India. Di sana masyarakatnya merayakan hari besar keagamaan tanpa mematuhi protokol kesehatan.

Kerumunan besar-besaran pun terjadi di sana sehingga penyebaran Covid-19 secara masif.

"Di India itu ada faktor utamanya pemilukada, perayaan agama, pelonggaran protokol kesehatan, euforia vaksin, orang desa kembali ke kota untuk bisnis dan institusi yang tidak melaksanakan protokol kesehatan ditambah lagi dengan mutasi virus," ujar Prof. Ridwan dalam webinar "Kontroversi Mudik Lebaran Saat COVID-19 Belum Pensiun", Sabtu.

Prof. Ridwan mengatakan Indonesia masih jauh dari kata aman terhadap virus corona, sebab angka positif rate-nya masih di atas 10 persen yang berarti virusnya masih "liar". Pelarangan mudik ditujuan untuk mengendalikan penyebaran Covid-19, khususnya pada orang-orang yang tidak bergejala.

"Pelarangan mudik itu prinsip dasarnya adalah mengurai kerumunan. Jadi semakin tinggi kerumunan di ruang tertutup maka transmisinya akan makin meningkat," kata Prof Ridwan.

Saat mudik, kendaraan akan dipenuhi dengan rombongan keluarga dan prokotol kesehatan akan sulit dilaksanakan. Lalu, saat tiba di tempat tujuan, orang-orang dari kota yang pergi ke desa membawa virus pada tubuh mereka dan meninggalkanya ketika kembali ke tempat asal.

Durasi perjalanan mudik juga dapat memicu penyebaran virus Corona. Jika perjalanannya lama, maka kemungkinan terpaparnya akan lebih tinggi. Apalagi jika alat transportasinya tidak didukung dengan sistem penyaringan dan pembersih udara yang baik.

"Lalu kebersihan makanan, transmisi ini bisa terjadi karena pada proses makan bersama. Hasil studi menunjukkan bahwa penularan terjadi pada saat proses santap bersama, penggunaan sendok bersamaan, penggunaan alat-alat makan bersama itu adalah pemicu," ujar Prof Ridwan.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

terbaru

Risiko Untung-Untungan Terobos Penyekatan Larangan Mudik

Nasional Kamis, 6 Mei 2021 | 19:35 WIB

Kepolisian telah menyiapkan 381 titik penyekatan untuk mencegah masyarakat melakukan mudik Lebaran 2021/Idul Fitri 1442...

Umum - Nasional, Risiko Untung-Untungan Terobos Penyekatan Larangan Mudik, Penyekatan larangan mudik,Kementerian Perhubungan,untung-untungan mudik Lebaran 2021,Kebijakan larangan mudik,kebijakan Larangan Mudik Lebaran 2021

Vaksinasi Mandiri Dikelola Swasta Ditunda, Ini Alasannya

Nasional Kamis, 6 Mei 2021 | 19:06 WIB

Program vaksinasi mandiri yang ditanggung perusahaan swasta ini batal digelar pada 9 Mei seperti rencana awal, tapi diun...

Umum - Nasional, Vaksinasi Mandiri Dikelola Swasta Ditunda, Ini Alasannya, Vaksinasi Mandiri,vaksin gotong royong,program vaksinasi mandiri,vaksin gotong royong gratis,Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM),program vaksin mandiri

Bandel, Travel Gelap Angkut Pemudik akan Ditahan

Nasional Kamis, 6 Mei 2021 | 19:00 WIB

Pemerintah akan secara ketat melakukan penyekatan di titik-titik strategis, terutama di perbatasan kota-kota besar.

Umum - Nasional, Bandel, Travel Gelap Angkut Pemudik akan Ditahan, Travel Gelap Angkut Pemudik,Travel Gelap Mudik,Travel Gelap,Travel gelap  penyedia jasa mudik,sanksi nekat mudik

Susul Sunda Empire dan Nusantara, Kini Ada Sunda Archipelago Serta Atl...

Nasional Kamis, 6 Mei 2021 | 17:27 WIB

Heboh kemunculan Negara Kekaisaran Sunda Nusantara setelah salah satu petingginya terkena razia di Gerbang Tol Cawang, J...

Umum - Nasional, Susul Sunda Empire dan Nusantara, Kini Ada Sunda Archipelago Serta Atlantik, Negara Kekaisaran Sunda Nusantara,Kerajaan Sunda Empire,Sunda Nusantara,entitas Sunda,warga Negara Kekaisaran Sunda

Pasien Covid-19 Indonesia Naik 5.647 Kasus di Hari Pertama Larangan Mu...

Nasional Kamis, 6 Mei 2021 | 16:43 WIB

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengumumkan pasien positif COVID-19 di Indonesia kembali bertambah sebanyak 5.647 orang...

Umum - Nasional, Pasien Covid-19 Indonesia Naik 5.647 Kasus di Hari Pertama Larangan Mudik, pasien positif COVID-19 di Indonesia,Pasien Covid-19 Indonesia,Hari Pertama Larangan Mudik,Hari Pertama Larangan Mudik Lebaran,Satuan Tugas Penanganan Covid-19

Polisi Periksa Kejiwaan Pengemudi Pajero Kekaisaran Sunda

Nasional Kamis, 6 Mei 2021 | 15:54 WIB

Polisi Periksa Kejiwaan Pengemudi Pajero Kekaisaran Sunda

Umum - Nasional, Polisi Periksa Kejiwaan Pengemudi Pajero Kekaisaran Sunda, Negara Kekaisaran Sunda Nusantara,plat nomor Kekaisaran Sunda,STNK kekaisaran Sunda,SIM kekaisaran Sunda,kekaisaran sunda nusantara

Pemerintah Andalkan Vaksinasi untuk Bangkitkan Ekonomi RI

Nasional Kamis, 6 Mei 2021 | 15:35 WIB

Pemerintah mengaku memiliki 'Pekerjaan Rumah' besar untuk bisa membangkitkan perekonomian nasional setelah terpuruk akib...

Umum - Nasional, Pemerintah Andalkan Vaksinasi untuk Bangkitkan Ekonomi RI, Vaksinasi untuk Bangkitkan Ekonomi RI,perekonomian nasional,Pandemi virus corona Covid-19,Program vaksinasi,pemulihan ekonomi nasional,target kekebalan kelompok,Herd Immunity

Ini Bedanya Mudik dan Perjalanan Jauh Sesuai SE Pemerintah

Nasional Kamis, 6 Mei 2021 | 15:21 WIB

Pemerintah resmi memberlakukan pelarangan mudik lebaran Idulfitri mulai hari ini, pada tanggal 6 hingga 17 Mei 2021.

Umum - Nasional, Ini Bedanya Mudik dan Perjalanan Jauh Sesuai SE Pemerintah, Larangan Mudik,Larangan Mudik 2021,mudik,perjalanan jauh,beda mudik dan perjalanan jauh

artikel terkait

dewanpers