web analytics
  

Bagaimana Hukum Jual Makanan di Siang Hari Saat Ramadan?

Kamis, 29 April 2021 12:46 WIB
Umum - Ramadhan, Bagaimana Hukum Jual Makanan di Siang Hari Saat Ramadan?, Hukum Jual Makanan di Siang Hari Ramadan,bulan Ramadan,menghormati bulan suci Ramadan,tidak berpuasa,bulan Suci Ramadan,tidak berpuasa Ramadan,makanan/minuman di siang Ramadan

Ilustrasi pasar kaget di bulan Ramadan. (Ayobandung.Com/Anggun )

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Sebagaimana diketahui, di negara-negara yang berpenduduk mayoritas muslim, setiap bulan Ramadan ada suasana khas, yakni hampir tidak ada orang makan atau minum di siang hari, karena umumnya mereka sedang berpuasa. Yang tidak berpuasa pun, karena sedang berhalangan, tidak berani makan/minum di depan umum, di samping karena malu, juga demi menghormati mereka yang sedang berpuasa.

Bahkan di banyak negara ada imbauan dari sebagian kalangan, agar semua orang menghormati bulan suci Ramadan dan mereka yang sedang berpuasa. Yang harus dipahami adalah keharusan menghormati orang yang berpuasa itu sebenarnya lebih berdimensi moral-sosial, bukan formal (hukum).

KH Ahmad Zahro dalam Fiqih Kontemporer Buku 3 mengatakan secara moral (akhlak) dan sosial (kemasyarakatan) kita memang harus menghormati mereka yang sedang berpuasa, antara lain dengan cara tidak makan-minum di depan mereka, atau tidak menampakkan bahwa kita tidak berpuasa karena berhalangan, atau bahkan karena lain agama.

Tetapi secara formal (hukum) selagi tidak ada ketentuan hukum yang mengatur hal tersebut, maka orang yang tidak hormati orang yang sedang berpuasa sebatas seperti yang tersebut di atas, tidak dapat dituntut secara hukum, sesuai kaidah ushul fiqih: Al-Ashlu fil asy-ya' al-ibahah hatta yadullad dalilu 'alat tahrim (pada dasarnya segala sesuatu itu hukumnya boleh kalau tidak ada dalil yang melarangnya). Dan sampai saat ini tidak ditemukan dalil eksplisit yang melarang orang berjualan makanan/minuman di siang Ramadan.

Oleh karena itu, penjual makanan/minuman atau warung yang buka di siang hari bulan Ramadan, jika karena tuntutan ekonomi demi nafkah keluarga dan tidak punya pilihan lain, maka hal itu diperbolehkan. Hal ini merupakan ijmak (kesepakatan bulat) seluruh fuqaha bahwa mencari nafkah itu hukumnya wajib, sebagaimana firman Allah (yang maknanya): Apabila telah dilaksanakan shalat, maka bertebaranlah kalian di muka bumi, dan carilah karunia Allah, serta banyak-banyak berzikirlah kepada Allah agar kalian beruntung (al-Jumu'ah 10).

Juga diriwayatkan dari Zubair bin Awwam r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Seseorang yang membawa tali lalu pergi mencari dan mengumpulkan kayu bakar lantas dibawanya ke pasar untuk dijual dan uangnya digunakan untuk mencukupi kebutuhan dan nafkah diri nya, maka itu lebih baik daripada seseorang yang meminta-minta kepada orang-orang yang terkadang diberi dan kadang ditolak" (HR al-Bukhari).

Apalagi dalam kenyataannya, banyak juga orang yang tidak berpuasa Ramadan karena berbagai sebab yang tentunya membutuhkan pelayanan dari warung tersebut. Hanya saja, secara moral sosial hendaknya juga ada tanda-tanda penghormatan pada mereka yang sedang berpuasa, misalnya dengan memberikan kain penutup agar tidak terang-terangan menampakkan tidak berpuasa.

Jika yang punya warung atau karyawannya berpuasa, maka tidak perlu menutup-nutupi puasanya. Malah ada baiknya ditampakkan dengan amat bijak, agar bernilai dakwah bagi mereka yang tidak berpuasa bukan karena berhalangan syar'i (sesuai ajaran agama).

"Pemerintah" (eksekutif maupun legislatif) pusat ataupun daerah bisa saja membuat ketentuan terkait hal ini, tentunya setelah menelaah kondisi sosio-religius masyarakat setempat. Tetapi hal-hal yang terkait dengan keberagamaan masyarakat sebaiknya lebih menggunakan pendekatan edukatif (pendidikan) dan persuasif ("rayuan"), bukan normatif (aturan) apalagi represif ("pemberantasan").

Dengan demikian, amat tidak dibenarkan adanya "sweeping" atau razia dari organisasi tertentu (apa pun nama dan atas namanya) terhadap para penjual makanan/minuman di siang Ramadan, yang dilakukan secara paksa agar mereka tidak berjualan. Mereka hanya melarang dan bahkan merampas barang dagangannya, tanpa memberi solusi.

Pertanyaannya, bagaimana dengan nafkah keluarga para penjual tersebut, dari mana mereka mendapatkannya, sedang sumber satu-satunya di-sweeping, dirazia, dan dilarang? Juga bagaimana dengan muslimah yang tidak berpuasa karena berhalangan secara syar'iy (dibenarkan syariat), atau musafir yang memang diperbolehkan tidak berpuasa, dan sebagainya.

Siapa yang memenuhi kebutuhan mereka, sedang mereka tidak menyiapkannya di rumah, atau sedang berada dalam perjalanan, padahal mereka amat membutuhkan makanan/minuman tersebut? Karena itu, sekali lagi diimbau, mari kita laksanakan ajaran Islam yang amat mulia ini dengan santun, rahmatan lil 'alamin, tanpa menimbulkan gangguan atau kesulitan pada siapa pun. Wallahu a'lam.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

terbaru

Tips Bercinta: Ini Doa Suami Istri Agar Tahan Lama di Ranjang

Ramadhan Senin, 7 Juni 2021 | 13:38 WIB

Hubungan suami istri bisa langgeng saat kebutuhan di antara keduanya saling terpenuhi, termasuk saat berhubungan intim....

Umum - Ramadhan, Tips Bercinta: Ini Doa Suami Istri Agar Tahan Lama di Ranjang, Doa tahan lama di ranjang,tahan lama seks,tahan lama bercinta,bercinta tahan lam,doa hubungan seks,doa jima,doa suami istri,doa hubungan suami istri

Kisah Orang Yahudi Mirip Dajjal yang Menghebohkan Madinah

Ramadhan Jumat, 4 Juni 2021 | 13:05 WIB

Ibnu Shayyad namanya. Dia adalah anak lelaki yang lahir dari bangsa Yahudi mengundang kontroversi di Madinah.

Umum - Ramadhan, Kisah Orang Yahudi Mirip Dajjal yang Menghebohkan Madinah, Kisah Orang Yahudi Mirip Dajjal yang Menghebohkan Madinah,Yahudi,Dajjal,Madinah

Ketahui 5 Tanda Meninggal Husnul Khatimah

Ramadhan Jumat, 4 Juni 2021 | 11:35 WIB

Ada beberapa tanda bagi orang yang meninggal dalam keadaan khusnul khatimah

Umum - Ramadhan, Ketahui 5 Tanda Meninggal Husnul Khatimah, husnul khatimah,5 Tanda Meninggal Husnul Khatimah,Islam,Muslim,Meninggal

Berdoa Saat Salat Jumat, Jangan Lupa Empat Hal ini Agar Terkabul

Ramadhan Jumat, 4 Juni 2021 | 11:10 WIB

Dalam Islam, hari Jumat merupakan waktu yang memiliki keutamaan untuk berdoa.

Umum - Ramadhan, Berdoa Saat Salat Jumat, Jangan Lupa Empat Hal ini Agar Terkabul, Berdoa Saat Salat Jumat,Salat Jumat,Berdoa,hadis,Islam,Allah Swt.,Rasulullah

Selain Mandi Sebelum Salat Jumat, Ini Mandi Sunah dalam Islam

Ramadhan Jumat, 4 Juni 2021 | 10:50 WIB

Melaksanakan mandi sunah, selain membersihkan dan menyehatkan diri, tentunya juga berguna menabung pahala bagi kita.

Umum - Ramadhan, Selain Mandi Sebelum Salat Jumat, Ini Mandi Sunah dalam Islam, Mandi Sebelum Salat Jumat,Mandi,Mandi Sunah,Islam,Kebersihan

Jangan Pelit! Begini Pahala Memberi Pinjaman kepada yang Butuh

Ramadhan Jumat, 4 Juni 2021 | 10:45 WIB

Jika memang ada kelebihan, sebaiknya kita jangan ragu-ragu memberikan pinjaman kepada saudara kita yang membutuhkan.

Umum - Ramadhan, Jangan Pelit! Begini Pahala Memberi Pinjaman kepada yang Butuh, Pahala Memberi Pinjaman kepada yang Butuh,Pelit,Pinjaman,Uang,Rentenir,Pahala,Islam

Baca Doa Ini Sebelum Tidur agar Terhindar dari Mimpi Buruk

Ramadhan Rabu, 2 Juni 2021 | 21:00 WIB

Saat tidur kita seringkali bermimpi. Baik mimpi baik maupun mimpi buruk. Ingin terhindar dari mimpi buruk? coba baca doa...

Umum - Ramadhan, Baca Doa Ini Sebelum Tidur agar Terhindar dari Mimpi Buruk, Doa sebelum tidur,Doa Terhindar dari Mimpi Buruk,Kebiasaan Baik Sebelum Tidur,kebiasaan Rasulullah sebelum tidur,Doa Mimpi Baik

Orang Tua, Jangan Sembarangan Menyebut Durhaka kepada Anak

Ramadhan Senin, 31 Mei 2021 | 10:05 WIB

 Adakalanya orang tua kehilangan kesabaran dan mengucapkan kalimat yang tidak baik kepada anaknya.

Umum - Ramadhan, Orang Tua, Jangan Sembarangan Menyebut Durhaka kepada Anak, orang tua,Jangan Sembarangan Menyebut Durhaka kepada Anak,Durhaka,Anak,Islam

artikel terkait

dewanpers