web analytics
  

Anak Peserta BPJS Ketenagakerjaan Dapat Beasiswa Sampai S1, Ini Caranya

Kamis, 29 April 2021 04:16 WIB
Umum - Nasional, Anak Peserta BPJS Ketenagakerjaan Dapat Beasiswa Sampai S1, Ini Caranya, beasiswa BPJS Ketenagakerjaan,Beasiswa anak peseta BPJS Ketenagakerjaan,BPJS Ketenagakerjaan,Beasiswa

Beasiswa (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- BPJS Ketenagakerjaan telah menurunkan peraturan terkait pemberian beasiswa pendidikan kepada ahli waris peserta, yang regulasinya sudah mulai berlaku sejak 22 April 2021.

Aturan mengenai Beasiswa BPJS Jamsostek telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2019 Tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program JKK JKM.

Direktur Utama BPJS Keternagakerjaan Anggoro mengatakan Manfaat beasiswa ini akan diberikan untuk 2 orang anak dengan nilai maksimal Rp 174 juta, mulai dari Taman Kanak-kanak (TK) hingga jenjang pendidikan Strata 1 (S1).

Besaraan Beasiswa

Manfaat beasiswa ini akan diberikan untuk 2 orang anak secara berkala setiap tahun sesuai tingkat pendidikan dari TK-S1/Pelatihan dengan nilai maksimal mencapai Rp 174 juta. Berikut penjelasan lengkap besaran bantuan beasiswa BPJS Ketenagakerjaan:

  •     TK sampai dengan SD/Sederajat Rp 1,5 juta/tahun, maksimal 8 tahun.
  •     SMP/Sederajat Rp 2 juta/tahun, maksimal 3 tahun.
  •     SMA/Sederajat Rp 3 juta/tahun, maksimal 3 tahun.
  •     Pendidikan S-1/Pelatihan Rp 12 juta/tahun, maksimal 5 tahun.

Pengajuan dapat dilakukan tiap tahun. Bagi anak peserta yang belum memasuki usia sekolah pada saat meninggal dunia, beasiswa diberikan saat anak masuk usia sekolah. Tenang saja, bantuan akan langsung diproses jika memang sudah memenuhi persyaratan.

Syarat Mendapat Bantuan BPJS Ketenagakerjaan

Dilansir dari website resmi www.bpjsketenagakerjaan.go.id berikut persyaratan untuk memperoleh manfaat beasiswa pendidikan bagi anak peserta peserta yang meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja meliputi :

  •     Pekerja memiliki anak usia sekolah
  •     Umur anak pekerja maksimal 23 tahun
  •     Berlaku hanya untuk 1 (satu) orang anak
  •     Fotokopi kartu keluarga
  •     Surat keterangan dari sekolah/ perguruan tinggi
  •     Anak pekerja belum menikah
  •     Dalam hal perusahaan menunggak iuran lebih dari 3 bulan, manfaat beasiswa diberikan setelah
  •     Pemberi Kerja melunasi tunggakan iuran beserta denda.

Cara Mengurus Klaim Beasiswa

Sebelum melakukan klaim beasiswa, keluarga peserta BPJS Jamsostek yang telah meninggal dunia harus melakukan klaim JKK atau (Jaminan Kecelakaan Kerja) ke kantor cabang.

Apabila salah satu pekerja mengalami kecelakaan kerja, maka pengurus perusahaan maupun perorangan (untuk peserta Bukan Penerima Upah atau BPU, dapat melakukan pelaporan kepada petugas kantor cabang, dengan rincian sebagai berikut:

  •     Tahap I: Pelaporan Kecelakaan Kerja maksimal 2x24 Jam beserta fotokopi identitas peserta, Kartu Peserta, kronologis kejadian, dan presensi karyawan.
  •     Tahap II: pelaporan dengan mengisi Formulir Tahap II serta KK3* dilakukan setelah Pekerja dinyatakan sembuh oleh dokter yang menangani.

Cara klaim yang kedua adalah melalui Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK)-RS/Klinik yang bekerjasama dengan BPJamsostek.

Jadi, apabila peserta mengalami kecelakaan kerja, pengurus perusahaan bisa langsung membawa peserta ke PLKK terdekat dengan membawa dokumen formulir Kecelakaan Kerja tahap 1 maksimal dalam waktu 2x24 jam beserta fotokopi identitas peserta, Kartu Peserta, kronologis kejadian, dan presensi karyawan.

Formulir dapat diunduh di website resmi BPJamsostek atau diperoleh di kantor cabang terdekat.

Jangan lupa juga membawa dokumen yang dibutuhkan untuk pengajuan klaim JKK yaitu:

  •     Kartu peserta BPJamsostek
  •     Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  •     Kronologis Kejadian Kecelakaan Kerja
  •     Presensi peserta yang mengalami kecelakaan kerja
  •     Formulir Tahap I (diserahkan ke kantor cabang atau PLKK maksimal 2x24 jam)
  •     Formulir Tahap II
  •     Surat keterangan dokter yang memeriksa/merawat dan/atau dokter penasihat (Formulir 3b KK3),
  •     Kuitansi biaya pengangkutan Kuitansi biaya pengobatan dan/atau perawatan, bila fasilitas pelayanan kesehatan yang digunakan belum bekerjasama
  •     Dokumen pendukung lainnya apabila diperlukan.

 Sebelum melakukan klaim beasiswa, keluarga peserta BPJS Jamsostek yang telah meninggal dunia harus melakukan klaim JKK atau (Jaminan Kecelakaan Kerja) ke kantor cabang.

Apabila salah satu pekerja mengalami kecelakaan kerja, maka pengurus perusahaan maupun perorangan (untuk peserta Bukan Penerima Upah atau BPU, dapat melakukan pelaporan kepada petugas kantor cabang, dengan rincian sebagai berikut:

  •     Tahap I: Pelaporan Kecelakaan Kerja maksimal 2x24 Jam beserta fotokopi identitas peserta, Kartu Peserta, kronologis kejadian, dan presensi karyawan.
  •     Tahap II: pelaporan dengan mengisi Formulir Tahap II serta KK3* dilakukan setelah Pekerja dinyatakan sembuh oleh dokter yang menangani.

Cara klaim yang kedua adalah melalui Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK)-RS/Klinik yang bekerjasama dengan BPJamsostek.

Jadi, apabila peserta mengalami kecelakaan kerja, pengurus perusahaan bisa langsung membawa peserta ke PLKK terdekat dengan membawa dokumen formulir Kecelakaan Kerja tahap 1 maksimal dalam waktu 2x24 jam beserta fotokopi identitas peserta, Kartu Peserta, kronologis kejadian, dan presensi karyawan.

Formulir dapat diunduh di website resmi BPJamsostek atau diperoleh di kantor cabang terdekat.

Jangan lupa juga membawa dokumen yang dibutuhkan untuk pengajuan klaim JKK yaitu:

  •     Kartu peserta BPJamsostek
  •     Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  •     Kronologis Kejadian Kecelakaan Kerja
  •     Presensi peserta yang mengalami kecelakaan kerja
  •     Formulir Tahap I (diserahkan ke kantor cabang atau PLKK maksimal 2x24 jam)
  •     Formulir Tahap II
  •     Surat keterangan dokter yang memeriksa/merawat dan/atau dokter penasihat (Formulir 3b KK3),
  •     Kuitansi biaya pengangkutan Kuitansi biaya pengobatan dan/atau perawatan, bila fasilitas pelayanan kesehatan yang digunakan belum bekerjasama
  •     Dokumen pendukung lainnya apabila diperlukan.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

terbaru

SBMPTN Diumumkan Besok, Ini 30 Link Pengumuman dari Universitas

Nasional Minggu, 13 Juni 2021 | 11:47 WIB

Hal itu seperti diumumkan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) sebagai pihak penyelenggara SBMPTN melalui unggahan...

Umum - Nasional, SBMPTN Diumumkan Besok, Ini 30 Link Pengumuman dari Universitas, SBMPTN,SBMPTN 2021,jadwal SBMPTN 2021,pengumuman SBMPTN 2021,link pengumuman SBMPTN 2021,pengumuman hasil seleksi SBMPTN 2021

Imutnya! Anak Badak dan Elang Jawa Lahir TNUK dan TMII

Nasional Minggu, 13 Juni 2021 | 08:29 WIB

Dua anak badak Jawa lahir di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) pada Maret 2021. Ini menjadi kabar baik sekaligus kelahir...

Umum - Nasional, Imutnya! Anak Badak dan Elang Jawa Lahir TNUK dan TMII, Badak Jawa,kelahiran anak elang jawa,TNUK,kelahiran satwa langka,TMII

CEK FAKTA: Bantuan UMKM Tahap 3 Sebesar Rp 2,1 Juta Telah Dibuka

Nasional Sabtu, 12 Juni 2021 | 13:45 WIB

Sebuah pesan berantai menginformasikan bahwa bantuan untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tahap ketiga telah di...

Umum - Nasional, CEK FAKTA: Bantuan UMKM Tahap 3 Sebesar Rp 2,1 Juta Telah Dibuka, BLT UMKM tahap 3,Hoaks BLT UMKM,Hoaks BPUM,BLT UMKM Tahap 3 dibuka

Kasus Covid-19 Naik, Didominasi Klaster Lebaran

Nasional Sabtu, 12 Juni 2021 | 12:43 WIB

Ketersediaan tempat tidur bagi pasien Covid-19 di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat mulai menipi...

Umum - Nasional, Kasus Covid-19 Naik, Didominasi Klaster Lebaran, Kasus Covid-19 Melonjak,Cegah Klaster Lebaran,klaster lebaran,COVID-19

CEK FAKTA: NU Gelar Konvensi Calon Presiden 2024

Nasional Sabtu, 12 Juni 2021 | 11:37 WIB

Beredar sebuah poster mengenai Nahdlatul Ulama (NU) akan menggelar konvensi calon Presiden (capres) 2024. Disebutkan dal...

Umum - Nasional, CEK FAKTA: NU Gelar Konvensi Calon Presiden 2024, Cek Fakta,nu gelar konvensi calon presiden,cek fakta konvensi calon presiden nu,hoaks nu

Ingat! Pelanggar Prokes Akan Kena Denda

Nasional Sabtu, 12 Juni 2021 | 06:25 WIB

Sektor kegiatan yang melanggar protokol kesehatan selama PPKM mikro akan ditindak tegas dan diberi sanksi. Hal ini disam...

Umum - Nasional, Ingat! Pelanggar Prokes Akan Kena Denda, Pelanggar prokes,pelanggara Prokes Covid-19,COVID-19,Satgas Covid-19,protokol kesehatan covid-19

Kapolri: Kapolda dan Kapolres Harus Tindak Premanisme

Nasional Jumat, 11 Juni 2021 | 21:18 WIB

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan akan memberikan teguran kepada Kapolda dan Kapolres yang saat ini belum...

Umum - Nasional, Kapolri: Kapolda dan Kapolres Harus Tindak Premanisme, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo,premanisme,Kamtibmas,Aksi Premanisme

Ini Dampak Berantai Penerapan PPN Sembako Menurut INDEF

Nasional Jumat, 11 Juni 2021 | 20:43 WIB

Rencana pemerintah menerapkan pajak pertambahan nilai (PPN) pada sembako dan pendidikan dinilai akan menurunkan pertumbu...

Umum - Nasional, Ini Dampak Berantai Penerapan PPN Sembako Menurut INDEF, indef,PPN Sembako,PPN Bahan Pokok,Rencana Pemerintah Kenakan Pajak Sembako,Pajak bahan pokok,INDEF PPN Sembako

artikel terkait

dewanpers