web analytics
  

Resmi! Santri Tak Akan Diberi Dispensasi Mudik

Rabu, 28 April 2021 15:05 WIB
Umum - Nasional, Resmi! Santri Tak Akan Diberi Dispensasi Mudik, Dispensasi Mudik untuk santri,Dispensasi Mudik,Menteri Agama (Menag),dispensasi khusus kepada santri,kebijakan pelarangan mudik lebaran,Kebijakan larangan mudik,Hari Raya Idulfitri,Kasus Covid-19 di Indonesia,Pengendalian Covid-19,Pandemi Covid-19

Santri. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas menegaskan, pemerintah tidak akan memberikan dispensasi khusus kepada santri dalam kebijakan pelarangan mudik Lebaran tahun ini. Langkah ini dilakukan demi terjaganya keselamatan jiwa bersama dari bahaya dan ancaman Covid-19.  

Menag mengakui, kebijakan larangan mudik ini tidak mudah diterima kalangan pesantren. Apalagi, biasanya jelang Hari Raya Idulfitri, rata-rata pondok pesantren telah mengakhiri masa pembelajarannya.  

"Untuk itu kami meminta dengan sangat hormat kepada para pengasuh, santri maupun orang tua santri untuk bisa memahami aturan ini demi menjaga keselamatan jiwa kita bersama dari ancaman paparan virus Covid-19," kata Menag, Rabu 28 April 2021.

Menurut Menag, potensi melambungnya kembali kasus Covid-19 di Indonesia sangat tinggi pada saat Lebaran. Untuk mengantisipasi hal ini, pemerintah telah berikhtiar dengan membuat kebijakan pengetatan maupun pelarangan bagi seluruh masyarakat yang akan melakukan perjalanan.  

"Kesuksesan upaya pengendalian Covid-19 sebagaimana tertuang dalam Addendum Surat Edaran Satgas Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 ini juga banyak dipengaruhi sejauh mana masyarakat bisa mematuhi dengan baik isi aturan tersebut," ujarnya. 

Melalui Surat Edaran (SE) Nomor 04 Tahun 2021 tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri Tahun 1442 Hijriyah/ 2021, Menag juga meminta masyarakat terus menjaga protokol kesehatan dalam rangka menjaga keselamatan jiwa pribadi, keluarga maupun lingkungan di tengah pandemi Covid-19.  

Dengan dasar tersebut, Menag berharap semua masyarakat termasuk kalangan santri bisa memahami secara baik munculnya larangan mudik saat Lebaran tahun ini.  

Menurut Menag, mudik bagi santri bukanlah persoalan ringan. Di tengah pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya terkendali saat ini, dibutuhkan kontrol ketat dalam pelaksanaan di lapangan.  

"Pergerakan jutaan santri ke berbagai daerah dalam waktu hampir bersamaan sangat rawan memunculkan klaster-klaster baru penularan virus. Bahaya lebih besar pun mengancam jika sampai rumah, virus itu turut memapar para anggota keluarganya. Bahaya yang sama juga bakal terjadi pada arus balik, potensi penularan virus pada kiai dan ibu nyai," jelasnya.

Menag mengingatkan upaya mengontrol santri saat di rumah juga bukan hal yang mudah. Sebab jumlah mereka juga tidak sebanding dengan petugas yang ada. Di sisi lain, upaya pemulangan santri ke ponpes usai Lebaran juga memunculkan persoalan yang tidak kalah ringan.  

"Santri wajib menjalani pemeriksaan kesehatan, karantina dan sebagainya sebelum benar-benar bersih dari virus. Ini tentu membutuhkan banyak hal yang tidak mudah diselesaikan dalam tempo yang mepet," kata Menag. 

Menag mengingatkan, meledaknya kasus Covid-19 seperti di India dan Thailand beberapa hari terakhir juga menjadi pelajaran berharga. Agar semua masyarakat selalu waspada terhadap ancaman virus ini.  

"Hukum mudik adalah sunnah, sementara menjaga kesehatan diri, keluarga dan lingkungan adalah wajib. Untuk itu peniadaan mudik ini adalah upaya pemerintah dalam melindungi warga dari Covid-19,” ujarnya.  

Dengan tidak adanya pelonggaran khusus kepada kalangan santri ini, Kementerian Agama secara aktif menyosialisasikan hal ini ke kalangan pondok pesantren maupun pemerintah daerah. Menag meminta para pengelola pondok pesantren untuk bisa memberikan pemahaman yang komprehensif kepada para santri dan orang tuanya.  

Dengan komunikasi yang aktif, Menag optimistis, kebijakan ini akan bisa diterima dengan baik. Menag juga meminta para pengelola pondok pesantren untuk mengisi masa libur santri dengan membuat kegiatan-kegiatan di internal yang positif dan menyenangkan.  

"Di pondok itu juga tidak kurang berkahnya dengan meningkatkan amaliah, belajar dan mengaji. Sebab itu, mari menunda dulu sejenak untuk bertemu keluarga agar semua terlindungi. Silaturahmi, sungkem di Hari Raya Idul Fitri juga bisa dilakukan melalui virtual tanpa  mengurangi makna,” jelas Menag. 

Menag berpesan agar pengelola pondok pesantren dan santri terus menjaga protokol kesehatan Covid-19 dengan berpatokan 5 M. Yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.   

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

terbaru

462.560 Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek

Nasional Rabu, 12 Mei 2021 | 14:41 WIB

PT Jasa Marga mencatat 462.560 unit kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek pada H-7 sampai H-2 Lebaran (6-12 Mei 2021...

Umum - Nasional, 462.560 Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek, Larangan Mudik,Larangan Mudik 2021,Mudik 2021,Kendaraan keluar tol jabodetabek,kendaraan keluar jabodetabek,Idulfitri 2021,Lebaran Idul fitri 2021

121.026 Narapidana Muslim Dapat Remisi Lebaran

Nasional Rabu, 12 Mei 2021 | 14:36 WIB

Sebanyak 121.026 narapidana muslim di seluruh lapas Indonesia menerima pengurangan masa pidana atau Remisi Khusus (RK)...

Umum - Nasional, 121.026 Narapidana Muslim Dapat Remisi Lebaran , Remisi Lebaran,remisi idulfitri,remisi idulfitri 2021,Idul fitri 20210,Lebaran Idul fitri 2021

Pimpinan Hamas Kirim Surat ke Jokowi, Begini Isinya

Nasional Rabu, 12 Mei 2021 | 14:31 WIB

Kepala Hamas Palestina, Ismail Haniyeh, mengirimkan salam dan perhargaan melalui suratnya bagi Presiden Jokowi dan warga...

Umum - Nasional, Pimpinan Hamas Kirim Surat ke Jokowi, Begini Isinya, Hamas,pimpinan hamas,Palestina,Israel Palestina,Warga Palestina,serangan israel

Masa Libur Lebaran, Jangan Sampai Lepas Masker !

Nasional Rabu, 12 Mei 2021 | 14:25 WIB

Di masa libur lebaran kali ini masyarakat disarankan tetap waspada dengan memakai masker setiap saat.

Umum - Nasional, Masa Libur Lebaran, Jangan Sampai Lepas Masker !, Libur Lebaran,masker,Masker Covid-19,masker saat libur lebaran,Lebaran 2021,Idul Fitri 2021,lebaran  idul fitri 2021

Masyarakat Harus Tahu, Ini Syarat Debt Collector saat Tarik Kendaraan

Nasional Rabu, 12 Mei 2021 | 12:31 WIB

Polda Metro Jaya terus membasmi aksi premanisme yang berada di Jakarta, salah satunya aksi premanisme yang dilakukan ole...

Umum - Nasional, Masyarakat Harus Tahu, Ini Syarat Debt Collector saat Tarik Kendaraan, debt collector,sertifikasi debt collector,Polda Metro Jaya,debt collector ambil kendaraan,syarat ambil kendaraan

BLT UMKM 2021 Katanya Cair Hari Ini, Cek Namanu di BRI dan BNI Secara...

Nasional Rabu, 12 Mei 2021 | 10:44 WIB

Hingga saat ini pemerintah masih menyalurkan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) atau Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepa...

Umum - Nasional, BLT UMKM 2021 Katanya Cair Hari Ini, Cek Namanu di BRI dan BNI Secara Online, BLT UMKM,BLT UMKM Rp1,2,Syarat BLT UMKM,BLT UMKM kapan cair,BLT UMKM Tahap 2,Cara Daftar BLT UMKM Tahap 2,Syarat Dapat BLT UMKM Tahap 2

Akankah BLT UMKM Tahap 2 Cair Sebelum Lebaran? Cek Nama di BRI dan BNI...

Nasional Rabu, 12 Mei 2021 | 09:20 WIB

Untuk mencairkannya, pemerintah hanya tinggal melengkapi data penerima BLT UMKM.

Umum - Nasional, Akankah BLT UMKM Tahap 2 Cair Sebelum Lebaran? Cek Nama di BRI dan BNI Secara Online!, BLT UMKM Tahap 2,Syarat BLT UMKM,BLT UMKM Rp1,2 Juta,cek BLT UMKM,cek blt UMKM BRI,cek BLT UMKM BNI

Ini Prediksi Tanggal Pembukaan Kartu Prakerja Gelombang 17 Dibuka

Nasional Rabu, 12 Mei 2021 | 08:49 WIB

Gelombang 17 Kartu Prakerja kemungkinan besar akan dibuka. Hal ini mengingat terdapat 44.000 orang dari gelombang 12 hin...

Umum - Nasional, Ini Prediksi Tanggal Pembukaan Kartu Prakerja Gelombang 17 Dibuka, Kapan Prakerja Gelombang 17 Dibuka,Pendaftaran Prakerja Gelombang 17,Prakerja Gelombang 17,Pembukaan Gelombang 17 Kartu Prakerja,cara mendaftar Kartu Prakerja gelombang 17,Prakerja

artikel terkait

dewanpers