web analytics

Di Siliwangi Tahun 1956, Persib Repotkan Finalis Liga Champions

clockSelasa, 27 April 2021 17:50 WIB userAris Abdulsalam
Bandung Baheula - Baheula, Di Siliwangi Tahun 1956, Persib Repotkan Finalis Liga Champions, Stade de Reims,Persib,1956,Stadion Siliwangi,Bandung,Liga Champions,UEFA Champions League (UCL)

Skuad Persib dan Stade de Reims, yang bertanding pada Rabu, 27 Juni 1956. (Potongan surat kabar )

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Untuk pertama kalinya setelah Perang Dunia Kedua, perwakilan yang sungguh layak dari sepak bola Eropa, Stade de Reims, datang untuk bertanding sepak bola di Bandung.

Gemuruh dan hiruk pikuk menyelimuti kedatangan jagoan asal Eropa ini, menyambut pertandingan yang digelar 11 tahun setelah Indonesia mendeklarasikan kemerdekaannya. 

Hampir tiga bulan setelah Stadion Siliwangi diresmikan, Stade de Reims dapat tiba pada waktu yang tepat. Kehadiran Stadion Siliwangi telah memungkinkan pengurus Chung Hua untuk menggelar pertandingan antara Persatuan Sepak bola Indonesia Bandung (Persib) dengan klub profesional asal Prancis itu.

Tak mengejutkan, animo warga amat besar dalam menyambut laga yang berlangsung pada Rabu sore, 27 Juni 1956

Pada masa itu, Stade de Reims tidak bisa dipandang sebelah mata. Klub ini pernah diperkuat oleh penyerang tajam nan legendaris asal Belanda, Abraham Leonardus Appel, yang mencetak 96 gol selama membela Stade de Reims (1949-1954).

Adapun pada saat bertandang ke Bandung, Stade de Reims berstatus sebagai finalis Liga Champions musim 1955/1956. Mereka kalah di final oleh Real Madrid, yang diperkuat legenda Alfredo Di Stéfano, dengan skor 3-4.

Jadi, bisa dibayangkan bagaimana hebohnya antusiasme pencinta sepak bola di Bandung akan kedatangan Stade de Reims. Baru dua minggu tim asal Prancis ini bermain lawan Real Madrid di Stadion Parc des Princes, Paris, lalu mereka bermain dengan Persib di Stadion Siliwangi.

Apalagi, kala itu, Stade de Reims masih diperkuat pemain hebat sekelas Raymond Kopa, sang kapten Robert Jonquet, sampai gawang yang dijaga oleh kiper René Jacquet.

Beban Persib amat berat, meskipun hanya laga persahabatan. Selain harapan dari para penonton lokal, dalam tur di Indonesia, Stade de Reims sudah menghancurkan Persija dengan skor 11-1, menyukur timnas Indonesia 5-1, dan mengalahkan Persebaya dengan skor tipis 1-0.

Bisa kalah tanpa dibantai pun sudah bagus untuk Persib. Tak ada yang bakal protes, mengingat siapa lawan mereka.

Tetapi, di luar dugaan, pada Rabu sore, 27 Juni 1956, level permainan kedua tim ternyata tidak jauh berbeda. Baik Persib atau Stade de Reims tidak mampu menjaga ketenangan, karena hujan yang terus turun tanpa jeda di Stadion Siliwangi. Laga itu dimainkan dengan tempo tinggi.

Stade de Reims, pada babak pertama, sempat memimpin 3-0. Mouche mencetak dua gol. Lalu Michel Hidalgo, yang membobol gawang Real Madrid di Final Liga Champions 1955/1956, juga merobek jala gawang Persib.

Meski begitu, semangat dan daya juang Persib membuahkan hasil. pemain sayap kanan pengganti, Atik, mencetak gol. Lalu, Wittarsa mencetak gol kedua dari tendangan penalti. 

Pertandingan pun berakhir dengan skor 3-2. Bagi Persib, ini bukan hasil yang buruk, tentunya, dengan merepotkan finalis UEFA Champions League (UCL). [*]

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Tekad Mohammad Natsir Melawan Penjajah Lewat Pendidikan di Bandung

Baheula Selasa, 3 Agustus 2021 | 16:35 WIB

Mohammad Natsir, sang perdana Menteri kelima Republik Indonesia, pernah bersekolah di Bandung semasa mudanya.

Bandung Baheula - Baheula, Tekad Mohammad Natsir Melawan Penjajah Lewat Pendidikan di Bandung, Mohammad Natsir,Melawan Penjajah,Pendidikan,Bandung,Republik Indonesia

Asal Nama Jalan ABC, Berawal dari 3 Etnis Utama di Kota Bandung

Baheula Minggu, 1 Agustus 2021 | 10:40 WIB

Toponimi Jalan ABC berawal dari tempat bermukimnya 3 etnis utama, yakni Arabieren (A), Boemipoetra (B), Chineezen (C).

Bandung Baheula - Baheula, Asal Nama Jalan ABC, Berawal dari 3 Etnis Utama di Kota Bandung, Asal Nama,Sejarah,Toponimi,Jalan ABC,Kota Bandung,Arabieren,Boemipoetra,Chineezen

Meneropong Sejarah Observatorium Bosscha, Dahulu Bernama Bosscha Sterr...

Baheula Minggu, 1 Agustus 2021 | 08:00 WIB

DDahulu, Observatorium Bosscha bernama Bosscha Sterrenwacht dan dibangun oleh Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Veren...

Bandung Baheula - Baheula, Meneropong Sejarah Observatorium Bosscha, Dahulu Bernama Bosscha Sterrenwacht, Sejarah,Observatorium Bosscha,Bosscha Sterrenwacht,NISV,Perhimpunan Astronomi Hindia Belanda,Karel Albert Rudolf Bosscha,Institut Teknologi Bandung,ITB,astronomi

Stasion Tjimahi, Saksi Sejarah Jalur Kereta Zaman Belanda

Baheula Kamis, 29 Juli 2021 | 08:36 WIB

Wilayah Priangan di Jawa Barat merupakan tumpuan pemeritahan Kolonial Belanda semasa berkuasa. Jalur "kalung besi" pun...

Bandung Baheula - Baheula, Stasion Tjimahi, Saksi Sejarah Jalur Kereta Zaman Belanda, Stasion Tjimahi,Stasiun Cimahi,Cimahi,Bangunan bersejarah Cimahi,Bandung Baheula

Nostalgia: Perbedaan Suasana Alun-Alun Lembang Dahulu dan Sekarang

Baheula Selasa, 27 Juli 2021 | 19:05 WIB

Jika dibandingkan dalam bentuk dan sarana, Alun-Alun Lembang dahulu lebih banyak fasilitas yang mengundang masyarakat un...

Bandung Baheula - Baheula, Nostalgia: Perbedaan Suasana Alun-Alun Lembang Dahulu dan Sekarang, Alun-Alun Lembang,Perbedaan Suasana,Sejarah,Fasilitas Umum,destinasi wisata

Perjalanan Sentral Susu Pangalengan, Bermula dari Bandungsche Melk Cen...

Baheula Senin, 26 Juli 2021 | 19:50 WIB

Pangalengan di Kabupaten Bandung telah lama dikenal sebagai salah satu sentral susu terbesar di Indonesia.

Bandung Baheula - Baheula, Perjalanan Sentral Susu Pangalengan, Bermula dari Bandungsche Melk Center, Sentral Susu,Pangalengan,Kolonial,Belanda

Sejarah Paguyuban Pasudan, Wajah Sunda Boedi Oetomo

Baheula Jumat, 23 Juli 2021 | 19:40 WIB

Paguyuban Pasundan didirikan atas inisiatif para siswa Sunda STOVIA yang bertujuan menyejahterakan masyarakat Indonesia.

Bandung Baheula - Baheula, Sejarah Paguyuban Pasudan, Wajah Sunda Boedi Oetomo, Sejarah,Paguyuban Pasudan,Sunda,Pendidikan,Gerakan,Organisasi,Boedi Oetomo

Tugu Juang Siliwangi, Simbol Semangat Rakyat Bandung Selatan Melawan P...

Baheula Minggu, 18 Juli 2021 | 06:15 WIB

Tugu Juang Siliwangi ini diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat saat itu, Aang Kunefi dan Pangdam VI/Siliwangi Letnan Jendr...

Bandung Baheula - Baheula, Tugu Juang Siliwangi, Simbol Semangat Rakyat Bandung Selatan Melawan Penjajah, Tugu Juang Siliwangi,Simbol Semangat Rakyat,Bandung Selatan,Melawan Penjajah,Sejarah,Kabupaten Bandung

artikel terkait

dewanpers
arrow-up