web analytics
  

Mempertanyakan Kualitas Tayangan Ramadan di Televisi

Senin, 26 April 2021 21:13 WIB Netizen Deffy Ruspiyandy
Netizen, Mempertanyakan Kualitas Tayangan Ramadan di Televisi, Tayangan Ramadan,Kualitas Tayangan Ramadan,Televisi,Pemirsa,Ramadan,Buka Puasa,Sahur

Umat muslim melaksanakan salat pada pekan pertama bulan suci Ramadan. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

Deffy Ruspiyandy

Penulis Artikel dan Penulis Ide Cerita di SCTV.

Bulan Ramadan kerap menjadi bagian tak terpisahkan dari stasiun televisi (TV) berlomba-lomba menarik pemirsa untuk menyaksikan tayangan menjelang sahur dan menjelang berbuka.

Mereka, para pengelola televisi yang ada di tanah air, merasa perlu memanfaatkan momentum ini untuk bisa meraih rating tertinggi. Tak mengherankan, semua stasiun TV yang ada menampilkan tayangan yang menarik dan memikat pemirsa untuk tidak mengalihkan channel-nya.

Itulah salah satu strategi yang dilakukan agar mampu menyemarakkan suasana Ramadan dan pemirsa terhibur karenanya.

Dominasi sajian dakwah, sinetron, dan talkshow, menjadi realita yang ada di layar kaca. Tak ada yang bisa disalahkan karena pengelola televisi tak mungkin menyuguhkan tayangan yang sekadar mengedepankan idealisme semata. Tayangan yang ada haruslah disukai pemirsa dan bisa mendapatkan iklan sebanyak-banyaknya.

Dengan begitu pemasukan untuk stasiun televisi akan terdongkrak karena bulan Ramadan merupakan momentum terbaik agar bisa meraih pemasukan yang sebesar-besarnya.

AFP menyebutkan berdasarkan sebuah riset, 90 persen pemirsa di Timur Tengah menyaksikan acara televisi lokal.Sama seperti di Indonesia, siaran religi di Timur Tengah akan menghiasi layar televisi pada periode menjelang berbuka puasa dan sahur. Periode yang menarik banyak penonton itu memiliki harga iklan yang tinggi.

Jelas sudah dan tak bisa dipungkiri tayangan Ramadan di televisi menjadi bagian strategi pasar setiap stasiun  televisi untuk bisa meraih pemasukan yang cukup besar dari iklan.

Tentu saja selama tayangan itu sesuai dengan koridor keislaman sah-sah saja tayangan itu ditampilkan di depan pemirsa. Namun begitu, tak jarang ada pula tayangan Ramadan di televisi tetapi justeru malah dibumbui dengan senda gurau yang berlebihan. Waktu menjelang sahur sesungguhnya waktu yang sangat sakral bagi seorang muslim untuk beribadah karena itu  sepertiga malam akhir.

Tetapi di lain pihak, pengelola televisi paham betul jika saat itu banyak orang yang sudah bangun. Sehingga kesempatan ini tak boleh dilewatkan untuk bisa menarik perhatian pemirsa dan dihadirkan agar mampu menyaingi tayangan di stasiun televisi sebelah.

Bahkan setiap stasiun televisi memiliki tayangan yang menjadi andalan mereka guna membuat pemirsa tertarik menyaksikannya. Memang setiap tayangan yang dihadirkan pada stasiun TV yang ada kendali untuk menentukan layak atau tidaknya ditonton adalah di tangan pemirsa itu sendiri. Namun fungsi pengawasan pun tetap mesti dilakukan instansi terkait seperti KPI.

Tak jarang balutan tetap tayangan Ramadan tetapi adakalanya dibumbui dengan adegan kekerasan, bahkan terkadang tayangan tersebut tak memiliki nilai syiar dakwahnya melainkan lebih mengndalkan faktor hiburan semata.  

Jelas untuk tayangan Ramadan ini sangat kental sekali urusan bisnisnya. Namun kita pun tak bisa memungkiri pula ada stasiun TV yang berusaha tidak sekadar mengutamakan unsur bisnis belaka karena pihak pengelola pun memperhatikan konten tayangan yang dimaksud.

Tak jarang sinetron yang ditayangkan kaya nilai dan makna dari tokoh-tokoh yang ada, juga tayangan talkshow berbobot dengan kajian agama yang menarik serta audisi hafalan al Quran dan audisi untuk grup musik islami diperkuat dengan nuansa keislaman yang kuat. Hal ini bisa menjadi gambaran jika pihak televisi pun tak melupakan sisi utama tayangan Ramadan yaitu syiar dakwah tak melulu  bermain di ranah hiburan semata. 

Tentunya, yang menjadi harapan pemirsa adalah adanya tayangan yang menghibur sarat dengan nilai-nilai keislaman. Dalam hal ini tentu saja pihak pengelola televisi harus memutar otaknya agar mampu memenuhi selera pemirsa. Jika pihak pengelola televisi sendiri tak bisa menghadirkan tayangan Ramadan yang kental dengan syiar dakwahnya, ya sama saja dengan tayangan-tayangan pada hari biasa pada umumnya.

Tayangan Ramadan jelas harus ada pembeda, dan kita pun tahu ada beberapa TV swasta yang sudah memadukan hal ini dan hasilnya tayangan tersebut cukup menghibur tetapi unsur agamanya pun terlihat tampak kental pula. Karenanya jika dakwah mampu dipadukan dengan entertainment secara baik pada tayangan televisi maka tentu akan menarik pemirsa yang menyaksikannya di layar kaca.

Untuk itu berdakwah melalui media adalah penyampaian pesan  dakwah  dengan  menggunakan  saluran  atau  sarana  media untuk  meneruskan  pesan  kepada  audien  yang  jauh  tempatnya, dan atau banyak jumlahnya (Ilaihi, 2010: 104)

Memang pihak televisi tak ingin jika tayangannya tak menarik pemirsa. Maka dari itu mereka pasti berlomba membuat tayangan Ramadan yang menarik. Bukan persoalan gampang bagi kita pun selaku pemirsa masuk ke ranah tersebut. Pilihan hanya dua, menikmati tayangan Ramadan yang ada atau beralih ke media alternatif lain seperti kanal Youtube yang menyuguhkan apa yang kita inginkan.

Karenanya tak mudah untuk menentukan sikap dalam hal ini. Pada satu sisi tayangan Ramadan jelas dibutuhkan pemirsa untuk menemani mereka saat santap sahur atau berbuka, namun di sisi lain tayangan yang ada justeru lebih dominan hiburannya dibandingkan tayangan bernunasa dakwahnya.

Kata kuncinya adalah menjadi pemirsa yang selektif memilih tayangan Ramadan yang ada. Semuanya akan kembali kepada pemirsa itu sendiri. Bahkan secara ekstrem pemirsa bisa saja mematikan pesawat televisinya tanpa harus menyaksikan tayangan itu.

Di sini jelas terjadi tarik menarik kepentingan yaitu kepentingan pengelola televisi dan kepentingan pemirsa. Tentunya ini bukan persoalan mudah, namun kita pun harus tetap kritis terhadap semuanya apalagi kita sendiri masih tergantung kepada televisi.

Sekali lagi pilihan untuk tayangan Ramadan di televisi akhirnya ada di tangan pemirsa itu sendiri. [*]

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Peran Psikolog Forensik dalam Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak

Netizen Senin, 14 Juni 2021 | 22:15 WIB

Lalu apa saja peran yang dapat dilakukan oleh Psikolog Forensik saat melakukan pendampingan anak korban kekerasan seksua...

Netizen, Peran Psikolog Forensik dalam Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak, Psikolog Forensik,Kasus,kekerasan seksual,Anak,anak di bawah umur

Menolak Lupa, Paket Album Super Junior Mamacita yang Dicurigai Berisi...

Netizen Jumat, 11 Juni 2021 | 13:05 WIB

Pada Oktober 2014, sebuah laporan menyatakan ada penemuan paket diduga bom di Jatinegara, Jakarta Timur.

Netizen, Menolak Lupa, Paket Album Super Junior Mamacita yang Dicurigai Berisi Bom, Paket Album Super Junior,Mamacita,Bom,Super Junior,ELF

Menurunkan Angka Kematian Ibu

Netizen Kamis, 10 Juni 2021 | 17:15 WIB

Permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini berkaitan dengan kaum ibu adalah masih tingginya angka kematian ibu...

Netizen, Menurunkan Angka Kematian Ibu, Angka Kematian Ibu,AKI,Ibu

Menyoal Penggantian Nama Jalan Tol Japek

Netizen Kamis, 10 Juni 2021 | 14:40 WIB

Penggantian nama jalan Tol Japek (Jakarta— Cikampek) jadi hal yang patut diperdebatkan.

Netizen, Menyoal Penggantian Nama Jalan Tol Japek, Penggantian Nama Jalan Tol Japek,Tol Japek,Tol Japek (Jakarta— Cikampek),Jalan Layang Syeikh Mohammed Bin Zayed,Jalan Tol Layang Japek

Menikahkan Anak

Netizen Rabu, 9 Juni 2021 | 13:55 WIB

Dua tahun setelah diangkat menjadi zelfstandig patih Sukabumi, Raden Kartawinata mulai menikahkan anak-anaknya.

Netizen, Menikahkan Anak, Raden Kartawinata,Raden Kartawinata mulai menikahkan anak-anaknya,Raden Soeria Karta Negara,Soeria Karta Legawa

Sinetron Televisi Indonesia: Antara Impian dan Kenyataan Masyarakat Ki...

Netizen Selasa, 8 Juni 2021 | 15:15 WIB

Sinetron adalah impian tertinggi masyarakat kita. Sinetron juga gambaran realitas yang ada di masyarakat.

Netizen, Sinetron Televisi Indonesia: Antara Impian dan Kenyataan Masyarakat Kita, Sinetron Televisi Indonesia,Sinetron,Badan Pusat Statistik (BPS),Garis Kemiskinan (GK),Hasil survei BPS,Impian,Kenyataan

Menlu Mochtar Kusumaatmadja dalam Kenangan

Netizen Senin, 7 Juni 2021 | 11:29 WIB

Menlu Mochtar Kusumaatmadja terbaring sakit. Segera terbayang wajah pejabat dengan latar belakang akademisi yang mumpun...

Netizen, Menlu Mochtar Kusumaatmadja dalam Kenangan, Mochtar Kusumaatmadja,Mochtar Kusumaatmadja wafat,dubes ri

Monyet Emas

Netizen Sabtu, 5 Juni 2021 | 17:42 WIB

Monyet Emas

Netizen, Monyet Emas, lutung,monyet emas,hewan,Hewan Langka

artikel terkait

dewanpers