web analytics
  

Cara Mengetahui Gorengan yang Dimasak dengan Minyak Jelantah

Senin, 26 April 2021 07:06 WIB
Gaya Hidup - Sehat, Cara Mengetahui Gorengan yang Dimasak dengan Minyak Jelantah, gorengan dimasak pakai jelantah,Minyak Jelantah,jelantah,Gorengan

Gorengan (Istimewa)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Praktisi kesehatan kerja dan industri nutrisi dari Universitas Indonesia sekaligus Founder Health Collaborative Center (HCC) dr Ray W Basrowi mengungkapkan cara sederhana untuk mengetahui gorengan yang sudah mengalami proses pemasakan dengan minyak berulang atau tidak. Rasa gorengan dari minyak yang sudah dipakai berulang kali cenderung akan berbeda.

"Kalau jajan, belinya jangan dari depan. Pakai mekanisme observasi dari belakang (lihat belanga dan minyak yang digunakan untuk menggoreng)," kata dia dalam sebuah acara daring, Ahad (25/4).

Selain itu, menurut dokter spesialis gizi klinik dari Universitas Indonesia, Juwalita Surapsari, rasa gorengan dari minyak yang sudah dipakai berulang kali cenderung akan berbeda. Selain itu, bila hidangan itu digoreng dengan tepung, maka warnanya akan lebih gelap.

"Dan karena digunakan berulang-ulang (biasanya) ada sisa gorengan sebelumnya," tutur dia.

Dia mengatakan, proses memasak dengan cara menggoreng memang populer di masyarakat, salah satunya karena waktu memasak yang lebih singkat sehingga makanan cepat matang ketimbang proses masak lain semisal mengukus. Ini juga ada kaitannya pola hidup masyarakat yang dituntut serba cepat.

Belum lagi gorengan dengan minyak berkali-kali pakai terasa lebih enak, merangsang saraf nafsu makan dan semakin banyak asupannya maka semakin membuat seseorang ketagihan.

Di sisi lain, hidangan ini sendiri sulit dilepaskan dari kuliner Indonesia karena rasanya enak dan memang disukai masyarakat. Gorengan bahkan sudah menjadi bagian cross cultural food image.

Dampaknya, membutuhkan waktu beberapa generasi atau sekitar 75 tahun untuk mengubah perilaku masyarakat terkait menyantap gorengan. Padahal, konsumsi kalori tinggi yang salah satunya berasal dari makanan yang digoreng menjadi penyebab dominan penyakit tidak menular seperti diabetes dan penyakit kardiovaskular, selain perilaku merokok dan kondisi obesitas.

Sebuah studi yang dilakukan Vanessa Oddo bersama koleganya dan dipublikasikan dalam jurnal BMJ pada tahun 2019 lalu memperlihatkan, meningkatnya kasus penyakit tidak menular berhubungan dengan pola makan dan sumber makanan. Studi lainnya, yang melibatkan 107.000 orang wanita berusia 50-79 tahun di Amerika Serikat (AS) menunjukkan, konsumsi setidaknya satu porsi gorengan per hari memiliki kemungkinan 8 persen lebih tinggi untuk menghadapi kematian dini dibandingkan mereka yang tidak makan gorengan apa pun.

Para penyuka gorengan juga memiliki peluang 8 persen lebih tinggi untuk mengalami kematian khususnya karena penyakit kardiovaskular.

Dari sisi jenis, ayam goreng dan ikan goreng lebih terkait erat dengan kematian dini daripada gorengan lainnya seperti kentang goreng, kerupuk, keripik tortilla, dan makanan ringan lainnya. Asisten profesor epidemiologi di University of Iowa College of Public Health sekaligus penulis studi, Wei Bao, seperti dikutip dari Time mengatakan, kekuatan hubungan ini mungkin karena orang-orang lebih banyak mengonsumsi ayam atau ikan goreng.

Alasan lainnya, karena perbedaan cara pembuatan makanan tersebut. Misalnya, banyak restoran menggunakan kembali minyak saat mereka memasak makanan seperti ayam goreng, yang menurut Bao dapat meningkatkan jumlah produk sampingan berbahaya yang dipindahkan ke makanan.

Walau begitu, bukan berarti gorengan wajib dimusuhi karena zat ini merupakan kendaraan untuk menempelnya mikronutrien terutama vitamin A, D, E dan K. Asupan harian lemak salah satunya berasal dari minyak setidaknya 5 sendok makan.

Bila ingin makan gorengan, lebih baik membuatnya sendiri di rumah. Hal ini memudahkan seseorang mengontrol minyak yang dipakai.

Minyak zaitun, kedelai, dan minyak kanola pilihan bagus karena mengandung tinggi asam lemak Omega-3 yang menyehatkan jantung, menurut profesor bidang ilmu dan teknologi makanan di Ohio State University Food Innovation Center, Ken Lee. Selain itu, jangan pernah menggunakan kembali minyak saat Anda menggoreng. Mulailah menggoreng dengan minyak baru dan setelah selesai menggoreng, gunakan handuk kertas untuk merendam minyak berlebih dari makanan.

Untuk mengurangi kadar akrilamida (yang menyebabkan kanker), jangan biarkan gorengan menjadi terlalu cokelat. Trik lainnya, menyimpan kentang pada suhu ruangan, bukan di lemari es.

"Saat kentang disimpan di lemari es, menghasilkan lebih banyak gula, dan gula menghasilkan lebih banyak akrilamida," kata Lee seperti dikutip dari laman WebMD.

Akrilamida sendiri telah terbukti dalam penelitian hewan menyebabkan kanker. Ketika makanan dimasak dengan panas yang sangat tinggi, asam amino yakni asparagine dalam makanan bereaksi dengan gula untuk menghasilkan akrilamida. Bahan kimia ini bisa terbentuk di banyak hidangan yang digoreng tetapi umumnya terkandung pada kentang yang tinggi gula seperti fruktosa dan glukosa.

Seberapa banyak menggoreng makanan juga penting. "Semakin gelap makanannya, semakin banyak akrilamida yang ada. Keripik kentang cenderung berwarna kehitaman, kentang goreng, atau ayam goreng yang lebih gelap akan memiliki lebih banyak akrilamida," kata Lee.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

terbaru

Cegah Peradangan, Ini 4 Sayuran yang Wajib Dimakan Setiap Hari

Sehat Senin, 14 Juni 2021 | 20:37 WIB

Sayuran adalah salah satu jenis makanan tersehat yang bisa kita masukkan ke dalam makanan kita, dan meskipun semuanya me...

Gaya Hidup - Sehat, Cegah Peradangan, Ini 4 Sayuran yang Wajib Dimakan Setiap Hari, Sayuran Dimakan Setiap Hari,Sayuran Anti Peradangan,Sayuran Cegah Peradangan,Sayuran Cegah Kembung

Turunkan Risiko Jantung Koroner Dengan Minum Ini!

Sehat Senin, 14 Juni 2021 | 13:56 WIB

Anda dapat secara signifikan mengurangi risiko penyakit jantung dengan mengonsumsi yoghurt dua kali sepekan.

Gaya Hidup - Sehat, Turunkan Risiko Jantung Koroner Dengan Minum Ini!, Jantung Koroner,Risiko Jantung Koroner,Penyebab Jantung Koroner,Gejala Jantung Koroner,Obat Jantung Koroner alami,Cara Turunkan Risiko Jantung Koroner,yogurt,manfaat yogurt,khasiat yogurt

Banyak Minum Kopi Berisiko Alami Glaukoma, Kenali Gejalanya!

Sehat Senin, 14 Juni 2021 | 13:23 WIB

Dalam studi terbaru yang diterbitkan Ophthalmology Journal, konsumsi kopi yang berlebihan bisa membawa masalah serius.

Gaya Hidup - Sehat, Banyak Minum Kopi Berisiko Alami Glaukoma, Kenali Gejalanya!, terlalu banyak minum kopi,Risiko Banyak Minum Kopi,Bahaya Banyak Minum Kopi,Glaukoma,risiko glaukoma,Penyebab Glaukoma,Pemicu Glaukoma,Ciri-ciri Glaukoma,Gejala Glaukoma,Bahaya asupan kafein berlebihan

Jangan Makan Ini Jika Ingin Sembuh Asam Urat dan Kolesterol!

Sehat Senin, 14 Juni 2021 | 12:58 WIB

Kadar asam urat dan kolesterol dalam darah dapat dijaga dengan rutin olahraga dan menghindari atau mengurangi makanan te...

Gaya Hidup - Sehat, Jangan Makan Ini Jika Ingin Sembuh Asam Urat dan Kolesterol!, makanan penderita asam urat,Cara Sembuh Asam Urat,Cara Sembuh Kolesterol,faktor risiko asam urat,cara menjaga kadar asam urat,kolesterol tinggi,Asam Urat,meredakan asam urat,obat alami asam urat,Tips Turunkan Kolesterol

Bentuk Tubuh Bisa Tunjukan Masalah Kesehatan, Ayo Cek!

Sehat Senin, 14 Juni 2021 | 12:00 WIB

Bukan hanya memengaruhi penampilan, bentuk tubuh wanita juga dapat memengaruhi risiko munculnya sejumlah penyakit.

Gaya Hidup - Sehat, Bentuk Tubuh Bisa Tunjukan Masalah Kesehatan, Ayo Cek!, Bentuk Tubuh,Bentuk tubuh wanita,risiko penyakit sesuai bentuk tubuh,Risiko Kesehatan Bentuk Tubuh Apel,Risiko Kesehatan Bentuk Tubuh Pir,Risiko Kesehatan Bentuk Tubuh Jam Pasir

Gula Batu Lebih Sehat Dibanding Gula Pasir? Ini Faktanya

Sehat Senin, 14 Juni 2021 | 09:53 WIB

Meski kandungan nutrisinya tidak jauh berbeda, beberapa orang menganggap gula batu lebih sehat dari gula pasir. Apakah a...

Gaya Hidup - Sehat, Gula Batu Lebih Sehat Dibanding Gula Pasir? Ini Faktanya, Gula Batu,Gula pasir,Apakah Gula Batu Lebih Sehat,Kandungan nutrisi pada gula batu,Bahan dasar gula batu,Risiko Diabetes

Tak Perlu Obat, Minyak Ini Usir Kolesterol dengan Cepat!

Sehat Senin, 14 Juni 2021 | 09:15 WIB

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa minyak jagung dapat mengurangi kolesterol lebih baik daripada minyak sehat lain, m...

Gaya Hidup - Sehat, Tak Perlu Obat, Minyak Ini Usir Kolesterol dengan Cepat!, Minyak jagung,Manfaat Minyak jagung,Khasiat Minyak jagung,Kegunaan Minyak jagung,cara mengolah Minyak jagung,obat kolesterol alami,cara menurunkan kadar kolesterol,cara mengurangi kolesterol

Segera Cek! Ini 4 Tanda Tubuh Kekurangan Vitamin

Sehat Senin, 14 Juni 2021 | 08:55 WIB

Dengan mengenalinya, dapat membantu Anda meningkatkan asupan makanan yang kaya akan vitamin dan mineral.

Gaya Hidup - Sehat, Segera Cek! Ini 4 Tanda Tubuh Kekurangan Vitamin, Tanda Tubuh Kekurangan Vitamin,Ciri-ciri Tubuh Kekurangan Vitamin,Gejala Tubuh Kekurangan Vitamin,Penyebab Tubuh Kekurangan Vitamin,Cara mengatasi Tubuh Kekurangan Vitamin,gejala kekurang vitamin
dewanpers