web analytics
  

Bloemenrally KLM, Pesta Kebut-kebutan di Bandung Tahun 1952

Jumat, 23 April 2021 09:25 WIB Aris Abdulsalam
Bandung Baheula - Baheula, Bloemenrally KLM, Pesta Kebut-kebutan di Bandung Tahun 1952, Bloemenrally KLM,Bandung Kota Kembang,Pesta Kebut-kebutan,Balap Mobil,Hindia Belanda,Hotel Preanger,Gedung Concordia,Gedung Merdeka,Alun-alun Kota Bandung,Fiat Topolino C Giardiniera

Model mobil tahun 1950-an, Fiat Topolino C Giardiniera, banyak dipakai oleh pembalap reli antarkota pada tahun 1951 dan 1952, termasuk dalam event Bloemenrally KLM. (Wikimedia Commons/Joost J. Bakker (CC))

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — April 1952 senantiasa terkenang meriah untuk warga Bandung. Tujuh tahun setelah kemerdekaan Indonesia, semua orang turun ke jalan, kala itu, berbaur dalam ragam pertunjukan.

Mereka saling menghibur dengan berbagai aksi, dalam satu tema acara yang disebut "Bandung Kota Kembang".

Ragam acara itu diadakan sekaligus, untuk menyemarakkan suasana terheboh di Jawa Barat. Dari lomba merangkai bunga, sampai kontes kecantikan. Juga ada perlombaan dengan skala yang lebih besar dari tahun sebelumnya, Bloemenrally KLM, yang melibatkan para penggemar balap kebut-kebutan dari berbagai kota.

"Kegiatan utama event ini ialah balapan mobil yang diikuti ratusan peserta," tulis Dimas Wahyu Indrajaya, sejarawan muda dan pengisi konten akun Instagram Memori Olahraga, mengutip dari Java Bode.

Bukan hanya orang Bandung yang merasakan meriahnya, suka citanya tersaksikan pula oleh massa di beberapa wilayah Jawa Barat, terutama di daerah yang jadi lintasan Bloemenrally KLM. 

Setahun sebelumnya (1951), balapan yang disponsori perusahaan penerbangan Belanda ini pernah sukses digelar. Para pembalap yang menunggangi mobil sejenis Fiat Topolino C Giardiniera (model tahun 1950-an) tancap gas di Jakarta dan mengakhiri perlombaan di Kota Bandung.

Panitia penyelenggara perlombaan pun mencoba mengulang kesuksesan yang sama pada 1952, tetapi dengan perbedaan yang besar. Pada balapan tahun kedua ini, KLM bekerja sama dengan Indonesische Motorclub, melibatkan peserta lebih banyak. Panitia menjanjikan, secepat apa pun mesin dipacu, balapan akan berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Berbeda dengan balapan yang dulu, kini mobil-mobil itu tidak hanya mulai dari Jakarta, tetapi juga dari Semarang, Cirebon, Surabaya, Malang, Kediri, dan Madiun," dijelaskan de Preangerbode, surat kabar Hindia Belanda, pada 1952.

Sebab jarak setiap peserta berbeda, tetapi finis di tempat yang sama (Bandung), pembalap dari kota terjauh dipersilakan start lebih dulu. Pembalap dari Surabaya hingga Madiun, misalnya, menurut laporan de Preangerbode, sudah berangkat sejak tanggal 11 April. Mereka punya waktu dua hari untuk rute yang akan diambil.

"Lain halnya dengan pembalap di Jakarta. Dekatnya jarak ke Bandung membuat pembalap Jakarta yang berjumlah 162 peserta memulai start pada 12 April," lanjut Dimas.

Dilaporkan Java Bode, Ketua Palang Merah Indonesia, Bahder Djohan, turut melepas para pembalap pada pukul 6.30 pagi dari Bandara Kemayoran, Jakarta. Diperkirakan, mereka akan finis di Bandung pada 13 April 1952, bersamaan dengan pembalap dari daerah lainnya.

"Dari 250 peserta ... hanya 93 yang sempurna .... ini diizinkan untuk ikut ambil bagian dalam tahapan khusus," dipaparkan Indische courant pada Sabtu, 19 April 1952.

Total 93 peserta itu berhasil melewati garis finis di depan Hotel Preanger, Bandung. Mereka tiba tepat waktu dan tanpa poin penalti. Jadi, mereka layak berpartisipasi dalam tahapan khusus untuk menentukan pemenang hadiah.

Pamer keterampilan berlanjut, pada Minggu, 13 April 1952. ke-93 pembalap itu dibagi dalam masing-masing kelas. P. Van buren jadi juara pertama di kelas pertama, diikuti R.P. Suhirman Gondokusumo sebagai juara pertama di kelas kedua. Lalu, juara pertama di kelas ketiga dan seterusnya ada J. De Broer,  D. Montesano, dan Ir. Tan Tek Liong.

Hiruk pikuk event "Bandung Kota Kembang" berlangsung selama 4 hari lebih. Segalanya tumpah ruah di jalanan, memenuhi pinggiran Hotel Preanger sampai Gedung Concordia (sekarang Gedung Merdeka).

Dan terkhusus di Alun-Alun Kota Bandung, perlombaan tradisional turut menarik banyak perhatian, mulai dari balap sepeda hingga adu domba. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Tewasnya Laksda Udara dalam Kecelakaan Pesawat di Tegalega

Baheula Kamis, 6 Mei 2021 | 16:25 WIB

Sang jenius berusaha untuk mendarat darurat di Lapangan Tegalega, Bandung, namun gagal.

Bandung Baheula - Baheula, Tewasnya Laksda Udara dalam Kecelakaan Pesawat di Tegalega, Nurtanio Pringgoadisuryo,Tegalega,Kota Bandung,Pesawat,Kecelakaan,Kerusakan Mesin,Jokowi

Dari Rebocco Sampai Red Fox, Urat Nadi Sejarah Bisbol Bandung 

Baheula Rabu, 5 Mei 2021 | 16:40 WIB

Di samping kultur sepak bola yang sudah mendarah daging, Bandung sebetulnya punya klub bisbol legendaris yang layak diba...

Bandung Baheula - Baheula, Dari Rebocco Sampai Red Fox, Urat Nadi Sejarah Bisbol Bandung , Sejarah Bisbol Bandung,Rebocco,Red Fox,Perserikatan Bisbol dan Sofbol Amatir Seluruh Indonesia,Perbasasi Bandung

Hilangnya Insulindepark dan Sejarah Taman Lalu Lintas di Bandung

Baheula Selasa, 4 Mei 2021 | 15:00 WIB

Namanya berubah-ubah, dari Insulindepark sampai Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution, begitu pula fungsinya.

Bandung Baheula - Baheula, Hilangnya Insulindepark dan Sejarah Taman Lalu Lintas di Bandung, Taman Insulinde,Insulindepark,Taman Lalu Lintas,Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution,Taman Nusantara,Bandung,Koninklijk Nederlandsch-Indische Leger (KNIL),Hindia Belanda

Di Bandung 1961, Debut Perdana Indonesia dalam Piala Davis

Baheula Senin, 3 Mei 2021 | 15:20 WIB

Ini merupakan debut perdana Indonesia di Piala Davis bersama dengan Maroko dan Ekuador.

Bandung Baheula - Baheula, Di Bandung 1961, Debut Perdana Indonesia dalam Piala Davis, Bandung,1961,Piala Davis,Tenis,Indonesia,Petenis Indonesia,Tan Liep Tjiauw,Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PELTI)

Mengenang Kejayaan Radio Unasko Cimahi di era Orde Baru

Baheula Senin, 3 Mei 2021 | 11:00 WIB

Mengenang Kejayaan Radio Unasko era Orde Baru di Cimahi

Bandung Baheula - Baheula, Mengenang Kejayaan Radio Unasko Cimahi di era Orde Baru, Radio Unasko,Radio bersejarah Cimahi,Radio Cimahi,Radio bersejarah Bandung

Di Tegalega, Annie Salamun Memulai Kejayaan Atletik Indonesia

Baheula Jumat, 30 April 2021 | 22:00 WIB

Annie Salamun, perwakilan atlet dari Bandung, merajai cabang olahraga lempar cakram putri tahun 1950-an.

Bandung Baheula - Baheula, Di Tegalega, Annie Salamun Memulai Kejayaan Atletik Indonesia, Tegalega,Bahder Djohan,Dimas Wahyu Indrajaya,Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI),Annie Salamun,cabang olahraga lempar cakram,Bandung,atlet dari Bandung

Ingar Bingar Peresmian Stadion Terbagus Pertama di Bandung

Baheula Kamis, 29 April 2021 | 20:50 WIB

Stadion Siliwangi mulai dibangun pada 1 Januari 1954 dan biaya pembangunannya mencapai Rp6 juta pada tahun 1950-an.

Bandung Baheula - Baheula, Ingar Bingar Peresmian Stadion Terbagus Pertama di Bandung, Peresmian Stadion Siliwangi,Stadion Siliwangi,Bandung,Stadion Terbagus Pertama di Bandung,Komando Daerah Militer (Kodam),Jawa Barat

Mengenang si Kuda Terbang, Penjebol Gawang Finalis UCL 1956

Baheula Rabu, 28 April 2021 | 17:55 WIB

Salah satu pemain Persib yang merepotkan Stade de Reims ialah Aang Witarsa, yang punya julukan "Si Kuda Terbang".

Bandung Baheula - Baheula, Mengenang si Kuda Terbang, Penjebol Gawang Finalis UCL 1956, Si Kuda Terbang,The Flying Horse,Aang Witarsa,Persib,Stadion Siliwangi,Stade de Reims,Liga Champions,UEFA Champions League (UCL),real madrid

artikel terkait

dewanpers