web analytics
  

Penjelasan Imigrasi soal Rombongan WN India Bisa Masuk Indonesia

Jumat, 23 April 2021 15:18 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Umum - Nasional, Penjelasan Imigrasi soal Rombongan WN India Bisa Masuk Indonesia, rombongan warga India masuk ke Indonesia,lonjakan kasus covid-19 di Indonesia,lonjakan kasus Covid-19 di India,lonjakan kasus Covid-19,Warga India ke Indonesia,Penerbangan penumpang dari India,penambahan kasus Covid-19,tsunami Covid-19,varian virus corona

Jhoni Ginting. (Suara.com/Yasir)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM  Jhoni Ginting menjelaskan bagaimana rombongan warga India masuk ke Indonesia pada Rabu (21/4/2021). India kini menjadi negara yang diwaspadai karena terjadi lonjakan kasus Covid-19.

Warga India ke Indonesia dengan menumpang pesawat carter Air Asia QZ-988 dan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta.

"Memang benar pada Rabu datang satu pesawat Air Asia dengan kode penerbangan QZ 988 dari Chennai ke Bandara Soekarno-Hatta, mengangkut 129 penumpang, ini adalah charter flight," kata Jhoni dalam jumpa pers Komite Penanganan Coronavirus Disease 2019 dan Pemulihan Ekonomi Nasional dinukil dari Suara.com (jaringan Ayobandung.com), Jumat 23 April 2021.

Kedatangan mereka tidak bisa ditolak karena tiap-tiap orang memegang Kartu Izin Tinggal Sementara dan aturan pemerintah Indonesia hanya mewajibkan mereka untuk karantina.

Ke-129 orang yang berada dalam pesawat Air Asia, terdiri dari 38 pemegang visa kunjungan WN India, 46 pemegang KITAS WN India, satu pemegang KITAS WN Amerika Serikat, 32 pemegang VITAS WN India, 12 WNI, dan 11 kru pesawat WNI.

"Memang mereka semua mendapatkan dokumen perjalanan berupa visa yang termasuk yang dikecualikan dan boleh masuk sesuai Permenkumham 26/2020," kata dia.

Jhoni mengatakan rombongan tersebut akan menjadi yang terakhir karena sekarang pemerintah Indonesia akan melarang penerbangan penumpang dari India mulai 25 April hingga waktu yang tak ditentukan.

"Permohonan visa dari India sejak kemarin jam 12 siang sudah kami stop untuk pengajuannya," kata dia.

Dalam satu bulan terakhir, India berada di posisi terbanyak penambahan kasus Covid-19 harian, bahkan negara itu pecah rekor lagi untuk kesekian kalinya, dengan laporan infeksi harian mencapai 315.802 kasus pada Kamis (22/4/2021).

Perdana Menteri India Narendra Modi menggambarkan situasi lonjakan kasus Covid-19 di negaranya sebagai tsunami Covid-19.

Beberapa ahli menyebut tsunami Covid-19 itu disebabkan varian virus corona baru yang dikenal sebagai B.1.617 yang terdeteksi di India.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), varian tersebut muncul pada akhir 2020. Para pejabat WHO menyebut varian itu sebagai "mutan ganda."

Pertama kali dilaporkan ke publik pada 24 Maret 2020, ketika telah ditemukan lebih dari 200 sampel di negara bagian Maharashtra, India.

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

terbaru

Harbolnas Ramadan dan Lebaran, Beli Produk Lokal dapat Subsidi Ongkir...

Nasional Rabu, 5 Mei 2021 | 23:08 WIB

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi memastikan pemerintah memberi subsidi ongkos kirim (ongkir) bagi masyarakat yang memb...

Umum - Nasional, Harbolnas Ramadan dan Lebaran, Beli Produk Lokal dapat Subsidi Ongkir Rp 20 Ribu, Harbolnas Ramadan,Harbolnas Lebaran,Subsidi Ongkir

Ombudsman Sebut Ratusan Perusahaan Belum Lunasi THR 2020

Nasional Rabu, 5 Mei 2021 | 22:26 WIB

Ombudsman RI mendata ada lebih dari 100 perusahaan yang belum melunasi pembayaran tunjangan hari raya (THR) thun 2020.  ...

Umum - Nasional, Ombudsman Sebut Ratusan Perusahaan Belum Lunasi THR 2020, Tunjangan Hari Raya (THR),Perusahaan Belum Bayar THR,Ombudsman RI

Kemenag Gelar Sidang Isbat Penentuan 1 Syawal pada 11 Mei

Nasional Rabu, 5 Mei 2021 | 21:12 WIB

Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat penentuan awal Syawal 1442 Hijriyah atau perayaan Idul Fitri yang jatuh se...

Umum - Nasional, Kemenag Gelar Sidang Isbat Penentuan 1 Syawal pada 11 Mei, Kemenag Sidang Isbat,Sidang Isbat Idulfitri,Sidang Isbat 1 Syawal

BPUM, Upaya Genjot Pelaku UKM Indonesia di Masa Pandemi

Nasional Rabu, 5 Mei 2021 | 20:10 WIB

Untuk membantu masyarakat mengatasi masalah ekonomi akibat pandemi, pemerintah memiliki sejumlah program Pemulihan Ekono...

Umum - Nasional, BPUM, Upaya Genjot Pelaku UKM Indonesia di Masa Pandemi, Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM),UKM Indonesia,UMKM Indonesia,Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)

18 Juta Orang Akan Mudik, Daerah Ini Jadi Tujuan Utama

Nasional Rabu, 5 Mei 2021 | 17:47 WIB

Data survei Kementerian Perhubungan menyebutkan bahwa ada sebanyak 18 juta orang yang akan mudik di periode Lebaran Idul...

Umum - Nasional, 18 Juta Orang Akan Mudik, Daerah Ini Jadi Tujuan Utama, survei Kementerian Perhubungan,mudik Lebaran Idulfitri 1442 Hijriah,survei mudik Lebaran,Larangan Mudik,warga nekat mudik,daerah tujuan utama mudik,mudik sebelum masa pelarangan

Cegah Muncul Klaster, Ini Saran Dokter Soal Bukber di Kantor

Nasional Rabu, 5 Mei 2021 | 17:29 WIB

Untuk mencegah muncul klaster perkantoran, dokter menyarankan untuk buka puasa di meja kantor masing-masing dan tidak be...

Umum - Nasional, Cegah Muncul Klaster, Ini Saran Dokter Soal Bukber di Kantor, Bukber di Kantor,Buka Puasa di Kantor,klaster perkantoran,lonjakan klaster perkantoran,lonjakan kasus Covid-19 di perkantoran,cara aman bukber di kantor

Penampakan Mobil Pajero di Jakarta Pakai Plat dan STNK Kekaisaran Sund...

Nasional Rabu, 5 Mei 2021 | 17:02 WIB

Heboh! Mobil Pajero di Jakarta Pakai Plat dan STNK Keluaran Kekaisaran Sunda Nusantara

Umum - Nasional, Penampakan Mobil Pajero di Jakarta Pakai Plat dan STNK Kekaisaran Sunda Nusantara, Negara Kekaisaran Sunda Nusantara,plat nomor Kekaisaran Sunda,STNK kekaisaran Sunda,SIM kekaisaran Sunda,Pajero,kekaisaran sunda nusantara,plat nomor kekaisaran sunda nusantara,stnk kekaisaran sunda nusantara

Catat! Ini Jadwal Sidang Isbat Awal Syawal 1442 H

Nasional Rabu, 5 Mei 2021 | 16:58 WIB

Bulan Ramadan hampir berakhir, Kementerian Agama (Kemenag) akan kembali menggelar sidang isbat (penetapan) awal bulan Sy...

Umum - Nasional, Catat! Ini Jadwal Sidang Isbat Awal Syawal 1442 H, Jadwal Sidang Isbat,awal bulan Syawal 1442 Hijriyah,sidang isbat,Isbat awal Syawal,Siaran sidang isbat,link streaming sidang isbat,live streaming sidang isbat,Menteri Agama,Yaqut Cholil Qoumas
dewanpers