web analytics
  

Alasan Pemerintah Bahas Wacana Tutup Pintu Masuk Bagi India

Jumat, 23 April 2021 12:57 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Umum - Internasional, Alasan Pemerintah Bahas Wacana Tutup Pintu Masuk Bagi India, Wacana Tutup Pintu Masuk Bagi India,perjalanan internasional dari India,pintu masuk negara,pengendalian pandemi Covid-19,pelaku perjalanan dari India,tsunami Covid-19,varian virus corona baru

Seorang petugas kesehatan memeriksa suhu penumpang di stasiun kereta Bandra di Mumbai, India, Rabu, 17 Februari 2021. Pejabat kesehatan telah mendeteksi lonjakan kasus COVID-19 di beberapa kantong negara bagian Maharashtra, termasuk di Mumbai, negara tersebut. modal finansial. (AP/Republika)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah mulai mempertimbangkan untuk menutup pintu masuk negara untuk perjalanan internasional dari India untuk sementara sampai pengendalian pandemi Covid-19 di sana sudah membaik.

Kasubdit Karantina Kesehatan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Benget Saragih mengatakan seperti halnya Singapura, Indonesia juga berniat melarang sementara semua pelaku perjalanan dari India masuk ke tanah air.

"Saat ini sedang ada pembahasan mungkin nanti akan ada pengumuman dari pemerintah resmi untuk melarang warga negara India masuk ke Indonesia, sebagaimana Singapura tadi malam per jam 23.00 WIB sudah melarang WN india masuk ke Singapura jadi Indonesia akan ikut menerapkan itu," kata Benget dikutip Suara.com (jaringan Ayobandung.com), Jumat (23/4/2021).

Kemenkes sendiri juga sudah meminta agar ada perlakukan karantina khusus bagi setiap orang dari India yang masuk ke tanah air.

"Kami usulkan juga untuk WNI yang berkunjung ke India, WNA atau WNI yang pernah kunjung ke India, misalnya transit kita lakukan karantina 14 hari, lebih ketat lagi," tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan pemerintah akan mengumumkan aturan terkait hal ini secara resmi pada pukul 13.00 WIB nanti yang disampaikan oleh Ketua Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Airlangga Hartarto.

"Bukan orang India saja, tapi pelaku perjalanan internasional yang mungkin berasal dari India dan yang mungkin melewati India atau transit, tapi tunggu saja jam 1 akan kita sampaikan dari Menko Perekonomian Ketua KPCPEN," kata Wiku.

Diberitakan sebelumnya, 135 Warga Negara India dilaporkan masuk ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta, Banten pada Rabu (21/4/2021).

Mereka tidak bisa ditolak masuk ke Indonesia, sebab semuanya memiliki Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS), dan aturan pemerintah hanya mewajibkan mereka untuk dikarantina.

Sementara, dalam satu bulan terakhir India selalu berada di posisi terbanyak penambahan kasus Covid-19 harian, bahkan negara itu pecah rekor lagi untuk kesekian kalinya, dengan laporan infeksi harian mencapai 315.802 kasus pada Kamis (22/4/2021).

Perdana Menteri India Narendra Modi, menggambarkan situasi lonjakan kasus Covid-19 di negaranya sebagai 'tsunami'.

Beberapa ahli menyebut tsunami Covid-19 itu disebabkan varian virus corona baru yang dikenal sebagai B.1.617 yang terdeteksi di India.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), varian tersebut muncul pada akhir 2020. Para pejabat WHO menyebut varian itu sebagai "mutan ganda".

Pertama kali dilaporkan ke publik pada 24 Maret 2020, ketika telah ditemukan lebih dari 200 sampel di negara bagian Maharashtra, India.

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

terbaru

Rahasia Umur Panjang Kakek 111 Tahun: Makan Otak Ayam

Internasional Senin, 17 Mei 2021 | 18:00 WIB

Dexter Kruger sekarang menjadi pria tertua yang masih hidup di Australia.

Umum - Internasional, Rahasia Umur Panjang Kakek 111 Tahun: Makan Otak Ayam, Rahasia Umur Panjang,pria tertua yang masih hidup di Australia,pria tertua yang pernah tercatat dalam sejarah Australia,Australia,Dexter Kruger,Otak Ayam

Rabi Cohen: Pemerintah Yahudi di Palestina Tidak Sesuai Agama

Internasional Senin, 17 Mei 2021 | 14:20 WIB

Seorang Rabi di Inggris mengatakan, zionisme adalah bencana paling berbahaya bagi orang Yahudi selama 150 tahun terakhir...

Umum - Internasional, Rabi Cohen: Pemerintah Yahudi di Palestina Tidak Sesuai Agama, Rabi Cohen,Israel,Palestina,Kekerasan di Palestina,Kekerasan Israel

Dukung Palestina: Jokowi, PM Malaysia, Sultan Brunei Kecam Kekerasan I...

Internasional Senin, 17 Mei 2021 | 14:01 WIB

Presiden Joko Widodo (Jokowi), Perdana Menteri (PM) Malaysia Tan Sri Muhyidin Yassin, dan Sultan Brunei Darusalam Sulta...

Umum - Internasional, Dukung Palestina: Jokowi, PM Malaysia, Sultan Brunei Kecam Kekerasan Israel , Bela Palestina,Palestina,Israel,jokowi,perdana menteri malaysia,sultan brunei

Kecam Israel, Supermodel Bella Hadid Ikut Aksi Bela Palestina

Internasional Senin, 17 Mei 2021 | 13:47 WIB

Dalam pantauan dari unggahan Instagramnya, wanita bernama lengkap Isabella Khair Hadid itu terlihat ikut berkerumun deng...

Umum - Internasional, Kecam Israel, Supermodel Bella Hadid Ikut Aksi Bela Palestina, Bella Hadid,Bella Hadid kecam Israel,Bella Hadid Bela Palestina,Palestina,Penembakan Warga Palestina,Israel Palestina,Israel,Israel Serang Palestina

Masih Diterpa 'Tsunami Covid-19', India Juga Dihantam Angin Topan

Internasional Senin, 17 Mei 2021 | 13:15 WIB

Selama "Tsunami Covid-19" yang masih belum usai, kini negara tersebut juga terkena bencana angin topan.

Umum - Internasional, Masih Diterpa 'Tsunami Covid-19', India Juga Dihantam Angin Topan, tsunami Covid-19,India,Angin Topan,Topan Tauktae

Meksiko Berhasil Bawa Pulang Mahkota Miss Universe 2020

Internasional Senin, 17 Mei 2021 | 11:45 WIB

Meksiko Berhasil Bawa Pulang Mahkota Miss Universe 2020

Umum - Internasional, Meksiko Berhasil Bawa Pulang Mahkota Miss Universe 2020, Miss Universe 2020,Andrea Meza,pemenang Miss Universe 2020,Miss Universe 2020 dari Meksiko

Serangan Israel ke Palestina Makin Brutal, China Desak AS Turun Tangan...

Internasional Senin, 17 Mei 2021 | 10:45 WIB

 China menyesalkan langkah Amerika Serikat (AS) memblokir pernyataan Dewan Keamanan PBB.

Umum - Internasional, Serangan Israel ke Palestina Makin Brutal, China Desak AS Turun Tangan , Serangan Israel ke Palestina Makin Brutal,Israel,Amerika Serikat (AS),China,Palestina

Tak Ada Belas Kasih, Israel Tewaskan Hampir 200 Orang Palestina

Internasional Senin, 17 Mei 2021 | 10:30 WIB

Militer Israel melancarkan serangan baru di Jalur Gaza pada Senin, 17 Mei 2021, pagi tadi.

Umum - Internasional, Tak Ada Belas Kasih, Israel Tewaskan Hampir 200 Orang Palestina, Israel,Palestina,Jalur Gaza,Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu,Israel Tewaskan Hampir 200 Orang Palestina
dewanpers