web analytics
  

Fantastis! Suap Bansos Covid-19 Juliari Batubara Capai Rp32 Miliar

Kamis, 22 April 2021 06:30 WIB
Umum - Nasional, Fantastis! Suap Bansos Covid-19 Juliari Batubara Capai Rp32 Miliar, Korupsi Bansos Covid-19,Korupsi mensos,Mensos Juliari P. Batubara,nilai korupsi Juliari Batubara,Korupsi Juliari Batubara

Menteri Sosial Juliari P Batubara serahkan diri ke KPK usai ditetapkan sebagai tersangka kasus suap dana bansos corona, Minggu (6/12/2020) dini hari. (Suara.com/Welly)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara didakwa menerima suap sebesar Rp 32 miliar dari para pengusaha yang menggarap proyek pengadaan Bantuan Sosial (Bansos) untuk penanganan Covid-19.

Suap berkaitan dengan penunjukan sejumlah perusahaan penyedia paket bansos, di antaranya PT Pertani, PT Mandala Hamonganan Sude, dan PT Tigapilar Agro Utama.

Jaksa KPK Ikhsan Fernandi mengatakan, uang Rp 32 miliar itu diduga diterima Juliari melalui dua pejabat Kemensos yang menangani proyek Bansos, Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso.

Uang itu berasal dari seorang konsultan hukum Harry Van Sidabukke senilai Rp 1,28 miliar dan Presiden Direktur PT Tigapilar Agro Utama Ardian Iskandar Maddanatja sejumlah Rp 1,95 miliar. Pada Senin, 19 April 2021, dua penyuap Juliari itu dituntut empat tahun penjara.

Sementara uang Rp 29 miliar diterima dari 57 vendor atau pengusaha penyedia barang lainnya. Setelah fee itu dikumpulkan Matheus dan Adi, selanjutnya Juliari menerima secara bertahap hingga yang seluruhnya berjumlah Rp 14,7 miliar.

"Penerimaan uang fee Rp 29.252.000.000 dari beberapa penyedia barang lainnya dalam pengadaan Bansos Penanganan Covid-19," ujar Jaksa Ikhsan membacakan dakwaan Juliari di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu, 21 April 2021.

Juliari, kata jaksa, memotong Rp 10 ribu dari setiap paket bansos. Pemotongan fee itu berawal saat Juliari menunjuk Adi Wahyono sebagai kuasa pengguna anggara (KPA) pada Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Kemensos pada 2020.

"Setelah terdakwa (Juliari) menunjuk Adi Wahyono sebagai KPA, maka terdakwa memerintahkan agar Adi mengumpulkan uang fee sebesar Rp 10 ribu per paket dari penyedia guna kepentingan terdakwa," ujar jaksa Ikhsan.

Mantan wakil bendahara umum PDI Perjuangan itu juga memerintahkan Adi berkoordinasi dengan Kukuh Ary Wibowo selaku Tim Teknis Mensos dalam pelaksanaan pengadaan bansos Covid-19.

Selanjutnya, Adi menyampaikan perintah dari Juliari tersebut kepada Sekretaris Jenderal Kemensos Hartono Laras, Dirjen Linjamsos Kemensos Pepen Nazaruddin, dan Matheus Joko Santoso.

"Matheus kemudian mengumpulkan fee operasional dari para penyedia bansos guna biaya kegiatan operasional terdakwa dan kegiatan lainnya di Kemensos," kata jaksa.

Jaksa mengungkapkan, Matheus menyimpan uang fee tersebut dalam sejumlah koper di rumahnya.

Soal keterlibatan Hartono Laras, jaksa menyebut Sekjen Kemensos itu pernah menghadiri pertemuan dengan Juliari dengan para pejabat lainnya pada 19 April 2021.

Pertemuan itu membahas pelaksanaan bansos sembako berikut penentuan perusahaan yang akan ditunjuk sebagai penyedia barang. Hartono diduga mengetahui perintah Juliari mengumpulkan fee Rp 10 ribu karena dilaporkan Adi Wahyono.

Dalam dakwaan, Juliari juga disebut menggunakan sebagian uang suap untuk kepentingan daerah pemilihannya di Kabupaten Kendal dan Kabupaten/Kota Semarang. Matheus Joko menyerahkan senilai Rp 2 miliar kepada Adi pada November 2020 di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

"Selanjutnya Adi menyerahkan uang tersebut kepada terdakwa (Juliari) melalui Eko Budi Santoso (Ajudan Juliari)," kata Ikhsan.

Dalam sidang terdakwa Ardian dan Harry, Juliari mengakui pernah memberikan uang 50 ribu dolar Singapura kepada Ketua DPC PDIP Kabupaten Kendal, Akhmad Suyuti. Namun, ia membantah uang tersebut bersumber dari hasil korupsi.

Penyuap tak didakwa

Kuasa Hukum Juliari, Maqdir Ismail menilai aneh dakwaan yang disampaikan jaksa KPK, khususnya terkait penerimaan Rp 29,252 miliar. Ia menyoal para pemberi suap itu tidak ada yang didakwa.

“Seperti yang saya sampaikan tadi, yang kami persoalkan adalah jumlah uang Rp 29 sekian miliar. Karena di dakwaan itu disebut, akan tetapi orangnya tidak pernah ada,” ujar Maqdir usai sidang, kemarin.

Menurut dia, jika benar uang sebesar Rp 29,252 miliar merupakan uang suap, harus diterangkan siapa penyuapnya. Kalaupun itu masuk dalam kategori suap pasif, kata dia, maka juga harus jelas siapa pemberi karena tindakan suap merupakan delik berpasangan.

“Kami katakan demikian karena sependek pengetahun kami delik suap itu adalah delik berpasangan, ada pemberi dan ada penerima," kata dia.

Berdasarkan data dari surat dakwaan, dari 57 vendor pemberi fee, 29 diantaranya disebut menyerahkan fee dalam dakwaan, namun membantah dalam BAP. Total nilai suap dari mereka sebesar Rp 15,967 miliar. Lalu, terdapat 20 vendor yang tidak diperiksa atau di-BAP sama sekali dengan nilai suap Rp 9 miliar.

Hanya delapan vendor yang mengakui menyerahkan uang sebagai fee dan/atau tanda terima kasih dengan nilai Rp 4,28 miliar. “Ada 20 vendor itu enggak pernah diperiksa, artinya ini nggak bersumber dari hasil pemeriksaan saksi-saksi," kata Maqdir.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Kunci Lebaran dan Berlibur Aman dari Covid-19

Nasional Senin, 10 Mei 2021 | 03:54 WIB

Euforia terkait momen bersilaturahmi bersama keluarga saat Lebaran rentan membuat orang-orang kendor pada protokol keseh...

Umum - Nasional, Kunci Lebaran dan Berlibur Aman dari Covid-19, Kunci Lebaran Aman dari Covid-19,Kunci Berlibur Aman dari Covid-19,protokol kesehatan saat Lebaran,mencegah diri tertular Covid-19,klaster baru penyebaran Covid-19,lonjakan Covid-19 pascalebaran

Ini Besaran THR yang Diterima Presiden Jokowi

Nasional Minggu, 9 Mei 2021 | 23:41 WIB

Ini Besaran THR yang Diterima Presiden Jokowi

Umum - Nasional, Ini Besaran THR yang Diterima Presiden Jokowi, thr jokowi,thr jokowi berapa,besaran thr jokowi,thr presiden jokowi,gaji jokowi,gaji presiden jokowi,jokowi,thr,Tunjangan Hari Raya

Kronologi Kemunculan Kekaisaran Sunda Nusantara

Nasional Minggu, 9 Mei 2021 | 21:38 WIB

Baru-baru ini muncul Kekaisaran Sunda Nusantara. Apa itu Sunda Nusantara? Apa kontroversi Kekaisaran Sunda Nusantara?

Umum - Nasional, Kronologi Kemunculan Kekaisaran Sunda Nusantara, kekaisaran sunda nusantara,Negara Kekaisaran Sunda Nusantara,plat nomor kekaisaran sunda nusantara,stnk kekaisaran sunda nusantara,Sunda Nusantara

CEK FAKTA : Viral Video Kemacetan Pemudik di Jalan Tikus Berupa Pegunu...

Nasional Minggu, 9 Mei 2021 | 18:50 WIB

CEK FAKTA : Viral Video Kemacetan Pemudik di Jalan Tikus Berupa Pegunungan, Benarkah ?

Umum - Nasional, CEK FAKTA : Viral Video Kemacetan Pemudik di Jalan Tikus Berupa Pegunungan, Benarkah ?, kemacetan di jalan tikus,kemacetan di jalur tikus,cek fakta kemacetan jalan tikus,Cek Fakta,mudik,Larangan Mudik,idulfitri

BLT UMKM atau BPUM Mei 2021 Sudah Cair, Cek di Sini!

Nasional Minggu, 9 Mei 2021 | 16:00 WIB

BLT UMKM atau BPUM periode Mei 2021 senilai Rp1,2 juta dikabarkan sudah cair ke rekening penerima.

Umum - Nasional, BLT UMKM atau BPUM Mei 2021 Sudah Cair, Cek di Sini!, BLT UMKM,BPUM BRI,BLT UMKM kapan cair,cara mengecek blt umkm,cek BLT UMKM,pencairan BPUM,eform.bri.co.id/bpum,cek eform.bri.co.id/bpum,cara cek BLT UMKM,update blt umkm

Hore! Pencairan BLT UMKM Rp1,2 Juta Tunggu Verifikasi Kementerian Kope...

Nasional Minggu, 9 Mei 2021 | 15:04 WIB

Sebanyak 77.911 calon penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT), dari program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) masih men...

Umum - Nasional, Hore! Pencairan BLT UMKM Rp1,2 Juta Tunggu Verifikasi Kementerian Koperasi, BLT UMKM,Pencairan BLT UMKM,pencairan blt umkm kapan,pencairan BPUM,eform.bri.co.id/bpum

Ketersediaan Pasokan dan Harga Daging Sapi untuk Lebaran Aman

Nasional Minggu, 9 Mei 2021 | 05:38 WIB

Tercatat dari hasil pantauan ketersediaan daging sapi berada pada kondisi aman

Umum - Nasional, Ketersediaan Pasokan dan Harga Daging Sapi untuk Lebaran Aman, Daging Sapi,Harga Daging sapi,Stok Daging Sapi,stok daging sapi nasional,stok daging sapi untuk lebaran

Muhammadiyah Tetapkan Lebaran Idulfitri Kamis 13 Mei 2021

Nasional Minggu, 9 Mei 2021 | 04:03 WIB

Muhammadiyah Tetapkan Lebaran Idulfitri Kamis 13 Mei 2021

Umum - Nasional, Muhammadiyah Tetapkan Lebaran Idulfitri Kamis 13 Mei 2021, muhammadiyah lebaran,lebaran muhammadiyah,Lebaran 2021,Idulfitri 2021,lebaran idulfitri jatuh pada,lebaran jatuh pada,idulfitri jatuh pada,Muhammadiyah
dewanpers