web analytics
  

Esensi Mengingat Kartini Semasa Pandemi

Rabu, 21 April 2021 14:28 WIB Aris Abdulsalam
Umum - Nasional, Esensi Mengingat Kartini Semasa Pandemi, R.A Kartini,Hari Kartini,Sejarah Hari Ini,21 April,Pahlawan Nasional,Emansipasi wanita,patriarki,Hindia Belanda,Jacques Henrij dan Rosa Abendanon,Sejarah,Indonesia,Pandemi,Pandemi Covid-19

R.A Kartini, Pahlawan Nasional, yang selalu diperingati hari istimewanya pada 21 April setiap tahun. (Ayobandung.com)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Dikenal lewat perjuangannya dalam melawan tradisi patriarki di Indonesia masa Hindia Belanda, ketika wanita selalu ditempatkan dalam posisi pasif dalam tatanan bermasyarakat, R.A Kartini muncul seperti pendar kejutan.

Ia mengubah keadaan pelan-pelan, dengan perjuangan dalam memberikan pendidikan pada perempuan-perempuan di sekitarnya. Setelah dia tiada, orang-orang pun mengenangnya. Menghormatinya, salah satunya dengan merayakan hari istimewanya.

Hari Kartini rutin diperingati setiap tanggal 21 April. Peringatan pertama untuk hari nasional ini sebenarnya dirayakan pada 2 Mei 1964. Baru kemudian setelahnya, Presiden Soekarno mengeluarkan Kepres No.108 tahun 1964.

Kepres No.108 tahun 1964 itu secara garis besar berisi mengenai penetapan R.A Kartini sebagai Pahlawan Nasional dan penetapan secara resmi tanggal 21 April sebagai Hari Kartini di Indonesia. Penetapan hari spesial ini pun mengacu pada hari lahir Kartini yakni 21 April 1879.

Mengingat Kartini, Introspeksi Diri Saat Pandemi

"Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu. Tapi satu-satunya hal yang benar-benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri," ucapan yang dilontarkan oleh Kartini.

Penuh perjuangan dan melewati begitu banyak tahapan sehingga perempuan Indonesia bisa berada pada posisinya yang saat ini. Wanita telah melewati begitu banyak permasalahan yang rumit, dan bahkan wanita pernah dipandang rendah hanya karena indentitas gender.

Melihat keteguhan para wanita yang masih tetap berjuang di bawah tekanan selama lebih dari 1 tahun, mereka pantas diberikan apresiasi. Mereka telah berusaha untuk memberikan yang terbaik bahkan saat diri mereka sedang tidak baik-baik saja.

Karena memang, tidak ada yang baik-baik saja pada masa pandemi ini. Seorang ibu kehilangan pekerjaannya, seorang anak perempuan kehilangan orang tuanya yang terkena Covid-19, dan siapa pun merasakan akibatnya.

Tetapi, tidak lantas kita jadi harus menyerah terhadap pandemi yang "menggergoti daging". Sampai kurus dan miskin kita dibuat sengsara oleh pandemi. Sebagaimana Kartini enggan menyerah terhadap patriarki yang sudah mendarah daging.

Kartini, sebelum kita mengeklaimnya sebagai tokoh emansipasi wanita, tanpa ragu menentang keras pasifnya posisi wanita di Indonesia pada sistem masyarakat, keluarga, dan pemerintahan. Pendapat utama beliau adalah:

Wanita juga memiliki hak dan kapabilitas yang sama untuk melakukan apa yang saat itu hanya bisa dilakukan laki-laki.

Ia kemudian belajar membaca, dan mengajari beberapa orang perempuan di lingkungannya ketika ia dipingit. Untuk mengembangkan gagasannya ini sendirian, beliau berkorespondensi dengan teman-temannya yang ada di Belanda melalui surat, kepada Jacques Henrij dan Rosa Abendanon.

Kumpulan surat ini yang kemudian dihimpun, disatukan, dan diterbitkan dalam satu buku berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang. Buku tersebut diterbitkan pada tahun 1911, tujuh tahun setelah meninggalnya tokoh emansipasi wanita tersebut.

Ia kemudian tiada, secara fisik, tetapi detaknya selalu ada dalam ingatan kita. Mungkin, karena Kartini telah berjuang bersungguh-sungguh dalam hidupnya, mengutamakan kepentingan bersama, sehingga menjadikannya abadi dalam pikiran banyak manusia.

Jadi, jika Anda benar-benar punya nurani untuk menghargai Hari Kartini, bolehlah bertanya kepada hati sendiri: apa hal berdampak luas yang sudah dilakukan semasa pandemi ini? Yang tidak hanya untuk menyelamatkan diri sendiri. [*]

Sumber: Republika.co.id
Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Ternyata Ini Alasan Insentif Nakes Covid-19 Sulit Dicairkan

Nasional Selasa, 11 Mei 2021 | 21:18 WIB

Kementerian Kesehatan mengungkap jika tunggakan insentif penanganan Covid-19 untuk tenaga kesehatan (nakes) 2020 sedang...

Umum - Nasional, Ternyata Ini Alasan Insentif Nakes Covid-19 Sulit Dicairkan, Insentif Nakes Covid-19,tunggakan insentif nakes,Kemenkes Insentif Nakes

KPK dan Polri OTT Bupati Nganjuk, Sejumlah Uang Turut Diamankan

Nasional Selasa, 11 Mei 2021 | 21:12 WIB

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Bareskrim Polri melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Nganjuk No...

Umum - Nasional, KPK dan Polri OTT Bupati Nganjuk, Sejumlah Uang Turut Diamankan, OTT Bupati Nganjuk,kpk,Polri,Korupsi Bupati Nganjuk,Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal Kamis 13 Mei 2021

Nasional Selasa, 11 Mei 2021 | 18:56 WIB

Hasil Sidang Isbal Idulfitri 2021, Kemenag menetapkan 1 Syawal 1442 Hijriah jatuh pada Kamis 13 Mei 2021.

Umum - Nasional, Pemerintah Tetapkan 1 Syawal Kamis 13 Mei 2021, Hasil Sidang Isbat Idulfitri 2021,Sidang Isbat Idulfitri 2021,Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Sidang Isbat Idulfitri,Kemenag Sidang Isbat Idulfitri,Idulfitri 2021,Lebaran 2021

Cek Fakta : BMKG Sebut 1 Syawal 1442 H Jatuh pada Hari Rabu 12 Mei 202...

Nasional Selasa, 11 Mei 2021 | 17:14 WIB

BMKG menyikapi informasi yang berkembang di masyarakat dari sejumlah media online atau surat kabar yang beredar. Bahwa B...

Umum - Nasional, Cek Fakta : BMKG Sebut 1 Syawal 1442 H Jatuh pada Hari Rabu 12 Mei 2021, Cek Fakta BMKG 1 Syawal 1442 H,Hoaks BMKG 1 Syawal 1442 H,1 Syawal 1442 Hijriah

Darurat Al-Aqsa, ACT Dirikan Dapur Pangan untuk Warga Palestina

Nasional Selasa, 11 Mei 2021 | 12:55 WIB

Tindakan ini sebagai bentuk nyata dukungan kepada orang-orang Palestina yang tengah berjuang mempertahankan Masjid Al-Aq...

Umum - Nasional, Darurat Al-Aqsa, ACT Dirikan Dapur Pangan untuk Warga Palestina, Warga Palestina,Israel,zionis,Ramadan,Masjid Al-Aqsa

H+2 Lebaran Diprediksi Puncak Arus Balik

Nasional Selasa, 11 Mei 2021 | 12:39 WIB

Kemenhub memprediksi akan terjadi lonjakan arus balik pada H+2 Idul Fitri 2021.

Umum - Nasional, H+2 Lebaran Diprediksi Puncak Arus Balik, Puncak Arus Balik Lebaran,Puncak Arus Balik Idulfitri,lonjakan arus balik H+2 Idul Fitri 2021,kemenhub,tes Covid-19 gratis,pra-peniadaan mudik,pengetatan syarat perjalanan,potensi lonjakan arus balik

Satgas Covid-19: Pemda Wajib Karantina Pemudik yang Lolos Penyekatan

Nasional Selasa, 11 Mei 2021 | 10:55 WIB

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 meminta pemerintah daerah untuk memperkuat upaya pelacakan atau tracing dan karantina C...

Umum - Nasional, Satgas Covid-19: Pemda Wajib Karantina Pemudik yang Lolos Penyekatan, Karantina Covid-19,karantina pemudik,Satgas Covid-19,PPKM Mikro,masa larangan mudik,Penanganan Covid-19,nekat mudik,sanksi  nekat mudik

Kuota Haji 2021 Indonesia Masih Abu-abu

Nasional Selasa, 11 Mei 2021 | 10:49 WIB

Sejauh ini pemerintah Arab Saudi baru mengumumkan rencana untuk penyelenggaraan haji 2021, tetapi belum menyampaikan sec...

Umum - Nasional, Kuota Haji 2021 Indonesia Masih Abu-abu, Kuota Haji 2021,pelaksanaan Haji tahun 2021,Pemerintah Arab saudi,Protokol Kesehatan,kementerian agama,Pencegahan Covid-19

artikel terkait

dewanpers