web analytics
  

Aliansi Mahasiswa STIE Inaba Siap Bawa Kasus Skorsing Sepihak ke Kemendikbud

Selasa, 20 April 2021 22:30 WIB Idham Nur Indrajaya
Bandung Raya - Bandung, Aliansi Mahasiswa STIE Inaba Siap Bawa Kasus Skorsing Sepihak ke Kemendikbud, Aliansi Mahasiswa STIE INABA,Kasus Skorsing Sepihak,Skorsing Sepihak STIE INABA,STIE INABA,Kemendikbud

Aliansi Mahasiswa STIE INABA menuntut hak mereka untuk bersuara kepada pihak kampus setelah ada sanksi skorsing secara sepihak. (Ayobandung.com/Idham Nur Indrajaya)

CIBEUNYING KIDUL, AYOBANDUNG.COM -- Aliansi Mahasiswa STIE Inaba siap mendesak pihak kampus untuk mencabut skors dengan mengajukan mediasi kepada pihak Kemendikbud jika diperlukan. Desakan itu terkait dengan kasus skorsing kepada 20 orang mahasiswa yang diduga dilayangkan oleh kampus secara sepihak. 

Dalam audiensi antara pihak Aliansi Mahasiswa STIE Inaba dengan LLDIKTI Wilayah IV, pihak aliansi mengajukan permintaan kepada pihak LLDIKTI untuk mengeluarkan surat pengantar yang dapat diteruskan kepada pihak Kemendikbud seandainya pihak kampus STIE Inaba tetap tidak mengindahkan keinginan mahasiswa untuk bermediasi.  

Muhammad Taufan, yang berperan sebagai komandan lapangan dalam aksi di bulan Desember 2020 yang menjadi landasan bagi pihak kampus untuk menjatuhkan skors sepihak kepada 20 mahasiswa yang bersangkutan, menyampaikan pengajuan itu dalam audiensi antara aliansi mahasiswa dan LLDIKTI di aula LLDIKTI, Selasa, 20 April 2021. 

"Seandainya pihak kampus tidak mau membuka komunikasi, kami ingin meminta surat pengantar dari LLDIKTI untuk disampaikan kepada Kemendikbud," ujar Taufan. 

Menanggapi pengajuan yang disampaikan oleh Taufan, pihak LLDIKTI yang diwakili oleh Dharnita Chandra selaku sekretaris dan PLT LLDIKTI Wilayah IV menyampaikan bahwa nanti pada akhirnya Kemendikbud kemungkinan besar akan melemparkan kembali tanggung jawab untuk menengahi masalah antara mahasiswa STIE Inaba dan kampusnya kepada LLDIKTI. 

"Pada akhirnya nanti menteri (dikbud) akan mengembalikan ke kami karena persoalan ini bisa dibilang sebagai urusan di dalam 'rumah tangga' (kampus). Jadi mereka juga pasti tidak akan menggubris tentang hal-hal seperti ini. Ini bukan masalah nasional," ujar Dharnita.

Perwakilan dari LLDIKTI pun menganjurkan supaya permasalahan skorsing sepihak ini sebaiknya diselesaikan secara internal dan kekeluargaan tanpa harus sampai kepada pihak Kemendikbud atau pengadilan. Oleh karena itu, pihak LLDIKTI berjanji akan mencoba memanggil pihak kampus untuk meluluhkan hati para petinggi STIE Inaba supaya mereka mau mencabut sanksi skors yang telah diberikan. 

"Kami akan memanggil ketua atau wakil ketuanya (STIE Inaba) untuk menyampaikan permintaan adik-adik Inaba. Jadi sebaiknya kita berdoa semoga semuanya berjalan lancar, dan permintaan adik-adik untuk mencabut skorsing bisa dipenuhi," tegas Dharnita.

Pihak LLDIKTI sudah mengundang pihak STIE Inaba untuk turut hadir dalam audiensi. Namun, saat pihak kampus mendengar akan ada pihak mahasiswa yang turut hadir, pihak kampus pun menolak untuk datang sehingga akhirnya agenda audiensi hanya mempertemukan dialog antara aliansi mahasiswa dengan LLDIKTI. 

Sebelumnya, tepatnya pada awal Januari 2021, 20 mahasiswa STIE Inaba dijatuhkan sanksi skors selama dua semester. Pada awalnya, pihak mahasiswa tidak tahu secara spesifik alasan mereka dijatuhi skors. Yang mereka tahu, pemberian skors itu berkaitan dengan aksi para mahasiswa yang menuntut transparansi dana perkuliahan selama pandemi. 

Belakangan, mereka baru tahu alasan skorsing itu saat pihak kampus memberitahu pihak LLDIKTI bahwa dalam aksi yang berlangsung di bulan Desember 2020, para mahasiswa menyandera para petinggi STIE Inaba hingga tengah malam. Namun, para mahasiswa membantah tuduhan tersebut karena aksi sudah diakhiri sejak pukul 19.30 WIB.

Taufan sendiri sebagai Danlap pada aksi tersebut sudah pulang tidak jauh dari waktu aksi berakhir. Menurut Taufan, memang ada beberapa mahasiswa yang berdiam di kampus hingga pukul 02.00 dini hari, tapi itu disebabkan oleh hujan yang mengguyur dengan deras sehingga para mahasiswa yang masih tersisa di kampus terpaksa harus berteduh sampai hujan reda.

"Memang ada beberapa teman yang diam di kampus sampai pukul 02.00 malam, tapi itu karena hujan dan mereka tidak pernah menghalang-halangi para pimpinan untuk meninggalkan kampus. Bahkan, polisi juga ada di sana," ujar Taufan saat ditemui setelah audiensi. 

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

Mudik Dilarang, Pemerintah Didesak Tutup Juga Objek Wisata Selama Leba...

Bandung Minggu, 9 Mei 2021 | 04:31 WIB

Pakar menyoroti adanya ketidakkonsistenan pada upaya pemerintah dalam menekan kenaikan kasus Covid-19 dalam momen Idulfi...

Bandung Raya - Bandung, Mudik Dilarang, Pemerintah Didesak Tutup Juga Objek Wisata Selama Lebaran Idulfitri, Larangan Mudik,Idulfitri 2021,Mudik Dilarang tapi Wisata Dibuka,kecemburuan sosial,tradisi mudik,kelonggaran di sektor pariwisata,problematika larangan mudik

Jadwal Imsak dan Salat 5 Waktu untuk Kota Bandung Minggu, 9 Mei 2021

Bandung Minggu, 9 Mei 2021 | 03:40 WIB

Jadwal Imsak dan Salat 5 Waktu untuk Kota Bandung Minggu, 9 Mei 2021

Bandung Raya - Bandung, Jadwal Imsak dan Salat 5 Waktu untuk Kota Bandung Minggu, 9 Mei 2021, Jadwal Salat Bandung,Jadwal Salat,jadwal salat di Bandung,Jadwal Salat Kota Bandung,jadwal imsak bandung hari ini

Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini Minggu, 9 Mei 2021 Berawan Hingga Cer...

Bandung Minggu, 9 Mei 2021 | 03:11 WIB

Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini Minggu, 9 Mei 2021

Bandung Raya - Bandung, Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini Minggu, 9 Mei 2021 Berawan Hingga Cerah Berawan, Cuaca Bandung,Cuaca Bandung Hari Ini,cuaca Bandung BMKG,Cuaca Bandung Terkini

Penyiar Radio Diturunkan di GT Pasteur, Tak Bawa Hasil Tes Rapid Antig...

Bandung Sabtu, 8 Mei 2021 | 20:52 WIB

Selain tidak membawa surat keterangan antigen, Vera dan dua penumpang lainnya pun diberi instruksi untuk turun karena la...

Bandung Raya - Bandung, Penyiar Radio Diturunkan di GT Pasteur, Tak Bawa Hasil Tes Rapid Antigen, larangan berkerumun di dalam kendaraan,Kebijakan larangan mudik,kebijakan penyekatan larangan mudik,uji dokumen perjalanan dan kesehatan,surat keterangan hasil rapid test,Larangan Mudik,wartawan rri bandung diusir,wartawan rri diusir,rri,rri bandung

Viral 85 WNA Cina Masuk Indonesia, Warga Sentil Larangan Mudik

Bandung Sabtu, 8 Mei 2021 | 19:40 WIB

Masuknya puluhan WNA asal Cina itu memicu kritik dari masyarakat, bahkan tidak sedikit yang melontarkan kritik bernada s...

Bandung Raya - Bandung, Viral 85 WNA Cina Masuk Indonesia, Warga Sentil Larangan Mudik, WNA Cina Masuk Indonesia,rombongan WNA Cina,Larangan Mudik,larangan mudik Lebaran,kebijakan penanganan Covid-19,kedatangan warga Cina,periode larangan mudik,WNA asing positif covid-19

Ketua DPRD Kota Bandung : Tidak Mudik Adalah Ikhtiar Hentikan Covid-1...

Bandung Sabtu, 8 Mei 2021 | 14:15 WIB

Hal tersebut dapat meminimalisasi potensi kerumunan.

Bandung Raya - Bandung,  Ketua DPRD Kota Bandung : Tidak Mudik Adalah Ikhtiar Hentikan Covid-19, Mudik Lebaran,Larangan Mudik 2021,Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan

Mudik Dilarang dan Wisata Dibuka, Pakar Desak Pemerintah Lakukan Ini

Bandung Sabtu, 8 Mei 2021 | 13:43 WIB

Kebijakan ini juga dinilai dapat memicu kecemburuan sosial.

Bandung Raya - Bandung, Mudik Dilarang dan Wisata Dibuka, Pakar Desak Pemerintah Lakukan Ini, Mudik Lebaran,Mudik 2021,Larangan Mudik 2021,mudik kota bandung,Penyekatan mudik ramadan 2021

Kasus Aktif Covid-19 Kota Bandung Naik 41 dalam Sehari

Bandung Sabtu, 8 Mei 2021 | 13:27 WIB

Hal tersebut mejadikan total kasus Covid-19 aktif di Kota Bandung saat ini ada sebanyak 913. 

Bandung Raya - Bandung, Kasus Aktif Covid-19 Kota Bandung Naik 41 dalam Sehari, Update Covid-19 Kota Bandung,Kasus Covid-19 Kota Bandung
dewanpers