web analytics
  

Mengenang Proklamasi Kemerdekaan di Bulan Ramadan

Selasa, 20 April 2021 15:23 WIB
Umum - Nasional, Mengenang Proklamasi Kemerdekaan di Bulan Ramadan, Proklamasi Kemerdekaan RI,Proklamasi RI Ramadan,Ramadan 2021,Sejarah Ramadan,Proklamasi Ramadan

Suasana proklamasi kemerdekaan di rumah Sukarno pegangsaan timur 56. (Istimewa)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Banyak peristiwa bersejarah terjadi selama Ramadan, termasuk proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.

Pada 17 Agustus 1945 seilam, sebuah dapur umum disiapkan di halaman bekalang rumah Soekarno.
 
“Fatmawati mengadakan dapur umum, menyediakan makanan bagi ratusan orang gelombang pertama yang laksana banteng melindungi Pegangsaan Timur 56,” ujar Soekarno kepada Cindy Adams.

Hari itu hari kesembilan puasa Ramadhan. “Hari Jumat di dalam bulan puasa tersebut kering dan panas,” ujar Sudiro, sekretaris pribadi Soekarno, di buku Pengalaman Saya Sekitar 17 Agustus 1945.

Soekarno baru dibangunkan Fatmawati pukul 09.00, setelah beberapa menit tertidur. Sepulang dari rumah Maeda, pukul 04.00, Soekarno menulis banyak surat, meski suhu tubuhnya 40 derajat Celsius karena malarianya kambuh. Tak ada cerita yang mengisahkan Soekarno berpuasa hari itu.

Setelah pembacaan teks proklamasi, Soekarno mengaku tak ada upacara mengangkat gelas untuk merayakannya. “Sepanjang ingatanku, kalaupun ada minuman yang disediakan, ia hanya berupa air soda panas untuk membangkitkan kembali kekuatan dari segelintir manusia yang sudah tidak karuan dan tidak tidur selama dua hari,” ujar Soekarno .

Pada 16 Agustus 1945 Soekarno-Hatta diculik para pemuda lalu dibawa ke Rengasdengklok. Selepas Maghrib, mereka dibawa lagi ke Jakarta. Tiba di Jakarta pukul 20.00.

Bukan istirahat yang kemudian mereka lakukan. Entah Hatta sempat melakukan Shalat Tarawih atau tidak setelah menunaikan Shalat Isya. Sebab, di rumah Hatta, mereka membahas kelanjutan rapat PPKI yang tak jadi diadakan pagi hari.

Achmad Soebardjo yang bekerja di Angkatan Darat Jepang, seperti diceritakan di buku Kasman Singodimejo 75 Tahun, mengusulkan meminjam rumah Maeda sebagai tempat rapat. Ia pun menelepon Laksmana Maeda dari Angkatan Laut Jepang itu. Maeda menyetujui. Soebardjo kenal dekat Maeda. Sepulang dari rumah Hatta, Maeda menghubungi anggota PPKI yang menginap di Hotel des Indes agar berkumpul di rumah Maeda pukul 24.00.

Selesai membahas rapat PPKI, datang panggilan dari Nishimura. “Saya angkat telepon dan terdengar suara Tuan Miyoshi. Dia mengucapkan selamat atas kepulangan saya dari Rengasdengklok, kemudian menyampaikan pesan dari Sumubuco Mayor Jenderal Nishimura, meminta Soekarno dan saya menemuinya malam ini. Saya janjian sama Soekarno bertemu di rumah Maeda jam 10 untuk bersama-sama berangkat ke rumah Nishimura,” ujar Hatta di buku Mohammad Hatta, Indonesian Patriot.

Nishimura meminta rapat PPKI dibatalkan, sebab dia tak bisa lagi menjaminnya karena Sekutu sudah meminta Jepang mempertahankan status quo sejak pukul 13.00. Jika rapat PPKI pagi hari terlaksana, dia masih bisa menjaminnya karena belum ada perintah mempertahankan status quo.

Pertemuan memanas, karena Hatta bersikeras anggota PPKI akan tetap mengadakan rapat. Maeda diam-diam meninggalkan pertemuan di tempat Nishimura.

 Selesai urusan di rumah Nishimura, mereka bergegas ke rumah Maeda. Sebelum diculik para pemuda, Hatta sebenarnya sudah menyiapkan teks proklamasi, tetapi ia lupa membawanya ke rumah Maeda. Maka, pembahasan teks proklamasi dimulai dari awal lagi.

Mereka berkumpul di ruang makan. Selain Soekarno, Hatta, dan Soebardjo, ada pula Maeda, Yoshizumi, Nishijima, dan Miyoshi dari Angkatan Darat tentara Jepang yang diminta datang oleh Maeda. Kehadiran orang dari Angkatan Darat diperlukan karena yang berkuasa di Jawa adalah Angkatan Darat.

Soekarno meminta Hatta menyusun teks karena ia mengetahui Hatta berbahasa baik. Tetapi Hatta meminta Soekarno yang menuliskannya, Hatta mendiktekannya.

Hatta mendiktekan kalimat pertama yang ia ambil dari pembukaan UUD di Piagam Jakarta. Namun karena kalimat itu hanya menyatakan kemauan bangsa untuk menentukan nasibnya sendiri, Hatta berpandangan mesti ada kalimat tambahan yang menyatakan cara menyelenggarakan revosuli nasional. Ia pun kemudian mendiktekan kalimat: Hal-hal mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo sesingkat-singkatnya.

Adanya coretan di naskah tulis tangan Soekarno, menunjukkan adanya diskusi di ruang makan itu. Pihak Jepang, menurut Nishijima di buku Jejak Intel Jepang, tak mau ada kata “perebutan kekuasaan” atau “penyerahan kekuasaan”, karena akan menempatkan Indonesia-Jepang saling berhadapan dalam konflik. “Pemindahan kekuasaan” menjadi pengganti. Menurut Nishijima, kata “diusahakan” diganti oleh Soekarno menjadi “diselenggarakan’.

Meski Nishijima mengaku Maeda ikut dalam diskusi penyusunan teks proklamasi, Hatta dan Soetardjo mengaku tak ada Maeda. Soetardjo adalah syucokan (residen) Jakarta, hadir juga di rumah Maeda. Sebelumnya, ia juga berada di Rengasdengklok untuk suatu tugas, dan secara tak sengaja “dipertemukan” dengan Soekarno-Hatta.

Pulang ke Jakarta Soetardjo bersama dengan rombongan Soekarno-Hatta yang dijemput Soebardjo. Jika Hatta menyebut tiba di Jakarta pukul 20.00, Soetardjo menyebut rombongan tiba di Jakarta pukul 21.00. Namun, Nishijima menyebut mereka tiba di Jakarta pukul 23.30, lalu ke rumah Maeda, terus ke rumah Nishimura hingga pukul 01.00.

Nishijima menyebut, sebelum naskah dibawa ke anggota PPKI lainnya, di ruang tengah, Soekarno-Hatta makan sahur terlebih dulu. Tak ada nasi, menu sahur yang disediakan adalah roti, telur, dan ikan sardens.

Para pemuda kurang setuju dengan naskah proklamasi ini. Sukarni bahkan menyerahkan naskah proklamasi yang telah disiapkan.

Naskah ini adalah naskah yang telah dibacakan di Cirebon pada 15 Agustus 1945, yang disusun Sjahrir bersama Sukarni dan beberapa pemuda lainnya di asrama mahasiswa kedokteran mpada 13 Agustus 1945. Teksnya: Bahwa dengan ini rakyat Indonesia menyatakan kemerdekaannya. Segala badan-badan pemerintahan yang ada harus direbut oleh rakyat dari orang-orang asing yang masih mempertahankannya.

Esok harinya, 18 Agustus, Soekarno hadir di rapat PPKI yang membahas UUD dan memilih Soekarno-Hatta sebagai presiden-wakil presiden. Rapat selesai sore hari, Soekarno pulang dan di tengah jalan bertemu dengan penjual satai ayam keliling.

Tak ada kejelasan soal sudah masuk waktu berbuka puasa atau belum, Soekarno memesan 50 tusuk satai, lalu menyantapnya di tempat. “Kumakan sataiku dengan lahap dan inilah pesta atas pengangkatan sebagai kepala negara,” ujar Soekarno.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

terbaru

462.560 Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek

Nasional Rabu, 12 Mei 2021 | 14:41 WIB

PT Jasa Marga mencatat 462.560 unit kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek pada H-7 sampai H-2 Lebaran (6-12 Mei 2021...

Umum - Nasional, 462.560 Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek, Larangan Mudik,Larangan Mudik 2021,Mudik 2021,Kendaraan keluar tol jabodetabek,kendaraan keluar jabodetabek,Idulfitri 2021,Lebaran Idul fitri 2021

121.026 Narapidana Muslim Dapat Remisi Lebaran

Nasional Rabu, 12 Mei 2021 | 14:36 WIB

Sebanyak 121.026 narapidana muslim di seluruh lapas Indonesia menerima pengurangan masa pidana atau Remisi Khusus (RK)...

Umum - Nasional, 121.026 Narapidana Muslim Dapat Remisi Lebaran , Remisi Lebaran,remisi idulfitri,remisi idulfitri 2021,Idul fitri 20210,Lebaran Idul fitri 2021

Pimpinan Hamas Kirim Surat ke Jokowi, Begini Isinya

Nasional Rabu, 12 Mei 2021 | 14:31 WIB

Kepala Hamas Palestina, Ismail Haniyeh, mengirimkan salam dan perhargaan melalui suratnya bagi Presiden Jokowi dan warga...

Umum - Nasional, Pimpinan Hamas Kirim Surat ke Jokowi, Begini Isinya, Hamas,pimpinan hamas,Palestina,Israel Palestina,Warga Palestina,serangan israel

Masa Libur Lebaran, Jangan Sampai Lepas Masker !

Nasional Rabu, 12 Mei 2021 | 14:25 WIB

Di masa libur lebaran kali ini masyarakat disarankan tetap waspada dengan memakai masker setiap saat.

Umum - Nasional, Masa Libur Lebaran, Jangan Sampai Lepas Masker !, Libur Lebaran,masker,Masker Covid-19,masker saat libur lebaran,Lebaran 2021,Idul Fitri 2021,lebaran  idul fitri 2021

Masyarakat Harus Tahu, Ini Syarat Debt Collector saat Tarik Kendaraan

Nasional Rabu, 12 Mei 2021 | 12:31 WIB

Polda Metro Jaya terus membasmi aksi premanisme yang berada di Jakarta, salah satunya aksi premanisme yang dilakukan ole...

Umum - Nasional, Masyarakat Harus Tahu, Ini Syarat Debt Collector saat Tarik Kendaraan, debt collector,sertifikasi debt collector,Polda Metro Jaya,debt collector ambil kendaraan,syarat ambil kendaraan

BLT UMKM 2021 Katanya Cair Hari Ini, Cek Namanu di BRI dan BNI Secara...

Nasional Rabu, 12 Mei 2021 | 10:44 WIB

Hingga saat ini pemerintah masih menyalurkan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) atau Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepa...

Umum - Nasional, BLT UMKM 2021 Katanya Cair Hari Ini, Cek Namanu di BRI dan BNI Secara Online, BLT UMKM,BLT UMKM Rp1,2,Syarat BLT UMKM,BLT UMKM kapan cair,BLT UMKM Tahap 2,Cara Daftar BLT UMKM Tahap 2,Syarat Dapat BLT UMKM Tahap 2

Akankah BLT UMKM Tahap 2 Cair Sebelum Lebaran? Cek Nama di BRI dan BNI...

Nasional Rabu, 12 Mei 2021 | 09:20 WIB

Untuk mencairkannya, pemerintah hanya tinggal melengkapi data penerima BLT UMKM.

Umum - Nasional, Akankah BLT UMKM Tahap 2 Cair Sebelum Lebaran? Cek Nama di BRI dan BNI Secara Online!, BLT UMKM Tahap 2,Syarat BLT UMKM,BLT UMKM Rp1,2 Juta,cek BLT UMKM,cek blt UMKM BRI,cek BLT UMKM BNI

Ini Prediksi Tanggal Pembukaan Kartu Prakerja Gelombang 17 Dibuka

Nasional Rabu, 12 Mei 2021 | 08:49 WIB

Gelombang 17 Kartu Prakerja kemungkinan besar akan dibuka. Hal ini mengingat terdapat 44.000 orang dari gelombang 12 hin...

Umum - Nasional, Ini Prediksi Tanggal Pembukaan Kartu Prakerja Gelombang 17 Dibuka, Kapan Prakerja Gelombang 17 Dibuka,Pendaftaran Prakerja Gelombang 17,Prakerja Gelombang 17,Pembukaan Gelombang 17 Kartu Prakerja,cara mendaftar Kartu Prakerja gelombang 17,Prakerja

artikel terkait

dewanpers