web analytics

Menikah Bukan Kompetisi Ibadah

clockSelasa, 20 April 2021 11:42 WIB user-groupNetizen Anisa Rachma Agustina
Netizen, Menikah Bukan Kompetisi Ibadah, Menikah,Islam,Anjuran Menikah,Menikah menurut empat ulama mazhab,Alasan Utama Menikah,Ibadah

Menikah ialah penyatuan cinta kasih antara laki-laki dan perempuan untuk mewujudkan sebuah keluarga yang harmonis. (Pixabay/Jubair Ahmed Himu )

Anisa Rachma Agustina

Mahasiswa Prodi PAI Semester IV, Pengiat Literasi di Komunitas Pena Aswaja STAINU Temanggung.

Nikah berasal dari istilah bahasa Arab yakni, (النكاح) an nikaha, dalam bahasa jawa nikah juga disebut ngantenan, mantenan. Menikah menurut empat ulama mazhab yakni madzab Syafi’i, Hanbali, Maliki, dan Hanafi, dijelaskan sebagai: akad yang membawa kebolehan (bagi seorang laki-laki untuk berhubungan badan dengan seorang perempuan) dengan (diawali dalam akad) lafaz nikah atau kawin, atau makna yang serupa dengan kedua kata tersebut. (Wihisana, 2016:186).

Anjuran menikah juga tertuang dalam Q.S. Ar-Ra’ad:38 yang memiliki arti: “Dan sesungguhnya kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kami memberikan kepada mereka istri-istri dari keturunan. Dan tidak ada hak bagi seorang Rasul mendatangkan sesuatu ayat melainkan dengan izin Allah. Bagi tiap-tiap masa ada kitabnya”.

Menikah juga merupakan ibadah terlama yang akan dijalan oleh dua insan manusia.

Menikah ialah penyatuan cinta kasih antara laki-laki dan perempuan untuk mewujudkan sebuah keluarga yang harmonis. Menikah merupakan salah satu tugas perkemabangan saat dewasa. Setiap agama menganjurkan para pemeluknya untuk menikah karena menikah merupakan salah satu usaha untuk berkembang biak dan menghasilkan keturunan yang nantinya akan menjadi generasi penerus. Pernikahan memiliki makna sakral dengan tujuan untuk membentuk sebuah keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah dan bahagia.

Dalam hukum takfili, disebutkan hukum menikah ada lima, yakni: pertama wajib untuk orang yang sudah mampu menikah, dan nafsunya telah mendesak untuk melakukan persetubuhan yang dikhawatirkan akan terjerumus pada perbuatan zina. Kedua, haram bagi seseorang yang tidak mampu memenuhi kebutuhan nafkah lahir dan batin kepada calon istri, sedangkan nafsunya tidak mendesak. Ketiga sunah untuk orang yang nafsunya telah mendesak dan memiliki kemampuan untuk menikah, namun masih bisa menahan perbuatan haram. Keempat makruh untuk orang yang memiliki penyakit lemah syahwat dan tidak dapat membelanjakan calon istrinya. Kelima, mubah yakni bagi orang yang tidak terdesak atas alasan yang mewajibkan untuk segera menikah atau karena alasan yang mengharamkannya pernikahan.

Alasan Utama Menikah

Untuk Anda yang telah memasuki usia dewasa dengan kisaran 20 tahun ke atas pertanyaan kapan menikah pasti akan memenuhi kehidupan Anda. Pertanyaan yang dilontarkan dari sahabat, rekan kerja, keluarga bahkan orang tua Anda.

Di sebagian desa anak gadis yang berusia 25 dan belum menikah akan digunjing dan disebut perawan tua, perawan belum  laku. Ini merupakan penyebab dari kurangnya edukasi warga sekitar yang hanya memikirkan bahwa setiap gadis harus menikah diusia muda. Di sebagian tempat juga perempuan hanya berhenti di pendidikan menenggah lalu di nikahkan. Padahal kebahagiaan sebuah pernikahan tidak dijamin dari berapa usia calon pengantin.

Sebelum Anda memutuskan untuk menikah seharusnya Anda tau apa alasan utama Anda menikah. Dari beberapa hukum nikah yang telah dijabarkan diatas Anda harus bisa mengidentifikasi Anda sudah ada pada fase mana?

Setiap calon pengantin memiliki alasan tersendiri memilih untuk menikah. Banyak pasangan kekasih yang telah menjalin hubungan lama bahkan bertahun-tahun namun juga belum memutuskan untuk melanjutkan  ke jenjang pernikahan. Ada juga yang baru kenal hanya dengan proses ta’aruf beberapa bulan sudah berani untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan. Alasan untama orang ingin menikah antara lain:

Pertama, Usia juga merupakan faktor terpenting seseorang terdesak untuk menikah, karena diusia tertentu seseorang yang belum menikah akan mendapat desakan dari orang tua agar segera menikah. Di beberapa tempat bahkan terdapat seseorang yang berprofesi sebagai biro jodoh, yang mencarikan jodoh untuk kawula muda yang hendak menikah, dengan mematok tarif tertentu atau dengan memotong berapa persen dari uang maskawin yang diberikan oleh pihak laki-laki. Bisnis ini sudah menjamur dan meraja lela.

Kedua, Ingin mendapatkan keturunan, selanjutnya alasan orang ingin menikah adalah ingin memiliki keturunan untuk meneruskan regenerasi dalam sebuah keluarga. Memiliki anak adalah dambaan tiap pasangan suami istri. Meskipun tidak semua pasutri diberikan amanah untuk memiliki momongan, namun memiliki anak adalah salah satu alasan utama seseorang ingin menikah.

Ketiga, memiliki partner dalam segala hal. Pernikahan merupakan penyatuan dua insan yang akan tinggal dalam satu rumah yang sama, melakukan aktifitas bersama, berbagi cerita dan menghabiskan waktu bersama. Ini pentingnya seseorang yang hendak menikah mencari seseorang yang sefrekuensi yang diharapkan dapat bertukar pikiran. Dan dapat diajak untuk berdiskusi dalam segala hal.

Keempat, menyalurkan nafsu biologis secara halal, banyak muda-mudi bahkan diusia sekolah melakukan hubungan suami istri karena rasa penasaran sehingga mengalahkan nalar mereka. Mempertaruhkan kesucian mereka hanya untuk cinta yang belum pasti. Dengan menikah nafsu biologis setiap manusia bisa tersalurkan sesuai dengan kodratnya.

Siapkah Anda menikah?

Saat pertanyaan beberapa rekan Anda menyeru dan bertanya kapan Anda menikah? Jawablah dengan kalimat “menikah bukan ajang kompetisi” menikah buakan hanya perkara dengan siapa namun juga siapkah Anda untuk menjalin hubungan seumur hidup dengan pasangan pilihan Anda. Menerima kekuranga pasangan dan saling melengkapi. hal-hal yang bisa antara lain:

Pertama, menyadari bahwa jodoh kita sudah ditakdirkan oleh Allah SWT entah diusia berapa Anda akan dipertemukan dengan jodoh Anda, tidak malukah Anda khawatir dengan apa yang telah diatur dan ditakdirkan oleh sang Pencipta.

Kedua, mempersiapkan pernikahan dengan mengikuti kelas nikah, Mengikuti kelas nikah dapat membuat Anda tau gambaran dan beberapa hal yang harus Anda persiapkan.

Ketiga menganalisis hal-hal yang menyebabkan pertikaian dalam rumah tangga, dan perceraian. Banyak pengantin yang menikah diusia muda memutuskan untuk bercerai karena beberapa faktor hal itu disebabkan karena setiap pasangan memegang teguh ego mereka, tanpa memikirkan perasaan satu sama lain. Faktor lain penyebab perceraian adalah masalah finansial, maka sebelum Anda memutuskan untuk menikah Anda harus membicarakan masalah finansial terlebih dahulu dengan pasangan Anda.

Keempat, memahami esensi pernikahan. Sebelum Anda menikah hendaknya Anda sudah terlebih dahulu memahami apa makna dan tujuan dari pernikahan. Anda bisa membaca berbagai macam referensi untuk menambah khasanah keilmuan Anda. Dengan berkembangnya teknologi Anda bisa mencari informasi di ujung jari dimanapun dan kapanpun. Berapa pun usia kelak Anda akan memutuskan untuk menikah itu adalah takdir yang telah Allah tetapkan, dan yang terbaik untuk Anda.

Jangan pernah iri dengan kawan yang sudah terlebih dahulu menikah karena jodoh, maut, dan rezeki sudah ditentukan dan ditakar oleh Allah Swt. [*]

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Wim Kuik, Pegawai Kereta Api Pendiri UNI

Netizen Selasa, 3 Agustus 2021 | 09:49 WIB

Wim Kuik, Pegawai Kereta Api Pendiri UNI

Netizen, Wim Kuik, Pegawai Kereta Api Pendiri UNI, Wim Kuik,Olahraga,sepakbola,PSIB,uni,Persib

Nonton Drakor Juga Ada Manfaatnya: Meredakan Stres, Meningkatkan Imun...

Netizen Senin, 2 Agustus 2021 | 22:00 WIB

Ya, nonton drama korea. Salah satu alternatif refreshing masa pandemi. Begitu banyak sekali drama bagus yang wajib Anda...

Netizen, Nonton Drakor Juga Ada Manfaatnya: Meredakan Stres, Meningkatkan Imun Tubuh, nonton drakor,Meredakan Stres,Meningkatkan Imun Tubuh,refreshing,Drama Korea,Hiburan

Hustle Culture, Gaya Hidup para Pekerja Keras

Netizen Senin, 2 Agustus 2021 | 21:15 WIB

Semakin sibuk, maka semakin cepat untuk meraih kesuksesan. Fenomena ini disebut dengan budaya “Hustle Culture”.

Netizen, Hustle Culture, Gaya Hidup para Pekerja Keras, Hustle Culture, gaya hidup,Pekerja Keras,Pekerjaan,karier,Kesehatan Mental,burnout syndrome,toxic postivity

[Ayo Netizen] 6 Tulisan Terpopuler Netizen Ayobandung.com Edisi Juli 2...

Netizen Senin, 2 Agustus 2021 | 16:30 WIB

Selamat untuk 6 netizen yang tulisannya terpopuler di Ayobandung.com edisi Juli 2021.

Netizen, [Ayo Netizen] 6 Tulisan Terpopuler Netizen Ayobandung.com Edisi Juli 2021, Ayo Netizen,6 Tulisan Terpopuler,netizen,Ayobandung.com,Juli 2021

Medali Emas Polii dan Rahayu, Pengorbanan Demi Martabat

Netizen Senin, 2 Agustus 2021 | 16:15 WIB

Sungguh perjalanan Polii dan Rahayu menggambarkan perjuangan dengan pengorbanan yang tidak kecil.

Netizen, Medali Emas Polii dan Rahayu, Pengorbanan Demi Martabat, Medali Emas,Greysia Polii,Apriani Rahayu,Olimpiade Tokyo 2020

Tips Menghindari Berita Hoax Yang Sangat Meresahkan Warga

Netizen Minggu, 1 Agustus 2021 | 19:53 WIB

Berita hoax merupakan suatu berita yang disampaikan oleh sebagian orang yang tidak bertanggung jawab dengan menyebarkan...

Netizen, Tips Menghindari Berita Hoax Yang Sangat Meresahkan Warga, Tips Menghindari Berita Hoax,Berita hoaks

Ketika Rumah Sakit Menolak Pasien

Netizen Minggu, 1 Agustus 2021 | 11:00 WIB

Yang paling mirisnya penolakan terhadap pasien Covid-19 dengan alasan bisnis.

Netizen, Ketika Rumah Sakit Menolak Pasien, Rumah Sakit,Menolak Pasien,uang pendahuluan,Pandemi Covid-19

Lansia dan Covid-19

Netizen Minggu, 1 Agustus 2021 | 08:20 WIB

Lansia merupakan kelompok umur yang paling rentan terpapar virus Covid-19.

Netizen, Lansia dan Covid-19, Lansia,COVID-19,terpapar Covid-19,Virus Corona,Lanjut Usia

artikel terkait

dewanpers
arrow-up