web analytics
  

Mengenang Soeratin, Pejuang Sepak Bola Indonesia

Selasa, 20 April 2021 10:02 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Olahraga - Sepak Bola, Mengenang Soeratin, Pejuang Sepak Bola Indonesia , Ir. Soeratin Sosrosoegondo,Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI),Sepak Bola,Tim Nasional Indonesia,Indonesia

Ir. Soeratin Sosrosoegondo tersohor sebagai tokoh pendiri sekaligus ketua umum PSSI yang pertama. (Wikimedia Commons)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM — Kemarin, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) baru saja merayakan hari jadinya yang ke-91 tahun, Senin, 19 April 2021,  Merefleksi perjalanan organisasi ini tentu kita akan selalu mengenang perjuangan Ir. Soeratin Sosrosoegondo.

Siapakah Dia? Soeratin tersohor sebagai tokoh pendiri sekaligus ketua umum PSSI yang pertama. Selama sepuluh tahun pertama organisasi sepak bola Indonesia itu berjalan, Soeratin yang mengurusnya.

Soeratin menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Teknik Tinggi di Heckelenburg, Jerman, pada tahun 1927 dan kembali ke tanah air pada tahun 1928. Saat dia kembali, Soeratin bekerja pada sebuah perusahaan bangunan Belanda, Sizten en Lausada, yang berkantor pusat di Yogyakarta.

Di sana dia merupakan satu-satunya orang Indonesia yang duduk sejajar dengan komisaris perusahaan konstruksi besar itu. Akan tetapi, didorong oleh semangat nasionalisme yang tinggi, dia kemudian memutuskan untuk mundur dari perusahaan tersebut.

Setelah berhenti dari Sizten en Lausada, Soeratin lebih banyak aktif di bidang pergerakan. Sebagai seorang pemuda yang gemar bermain sepak bola, dia menyadari kepentingan pelaksanaan butir-butir keputusan yang telah disepakati bersama dalam pertemuan para pemuda Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928 (Sumpah Pemuda). Soeratin melihat sepak bola sebagai wadah terbaik untuk menyemai nasionalisme di kalangan pemuda sebagai sarana untuk menentang Belanda.

Untuk mewujudkan cita-citanya itu, Soeratin rajin mengadakan pertemuan dengan tokoh-tokoh sepak bola di Solo, Yogyakarta, dan Bandung. Pertemuan dilakukan dengan kontak pribadi secara diam-diam untuk menghindari sergapan Polisi Belanda (PID). Kemudian, ketika mengadakan pertemuan di hotel kecil Binnenhof di Jalan Kramat 17, Jakarta, Soeri, ketua VIJ (Voetbalbond Indonesische Jakarta), dan juga pengurus lainnya, dimatangkanlah gagasan perlunya dibentuk sebuah organisasi sepak bola nasional.

Selanjutnya, pematangan gagasan tersebut dilakukan kembali di Bandung, Yogyakarta, dan Solo yang dilakukan dengan beberapa tokoh pergerakan nasional, seperti Daslam Hadiwasito, Amir Notopratomo, A. Hamid, dan Soekarno (bukan Bung Karno). Sementara itu, untuk kota-kota lainnya, pematangan dilakukan dengan cara kontak pribadi atau melalui kurir, seperti dengan Soediro yang menjadi Ketua Asosiasi Muda Magelang.

Kemudian pada tanggal 19 April 1930, berkumpullah wakil dari VIJ (Sjamsoedin, mahasiswa RHS), BIVB - Bandoengsche Indonesische Voetbal Bond (Gatot), PSM - Persatuan sepak bola Mataram Yogyakarta (Daslam Hadiwasito, A. Hamid, dan M. Amir Notopratomo), VVB - Vortenlandsche Voetbal Bond Solo (Soekarno), MVB - Madioensche Voetbal Bond (Kartodarmoedjo), IVBM - Indonesische Voetbal Bond Magelang (E.A. Mangindaan), dan SIVB - Soerabajasche Indonesische Voetbal Bond (Pamoedji). Dari pertemuan tersebut, diambillah keputusan untuk mendirikan PSSI.

Sepak Bola, Jalan Hidup yang dipilih Soeratin

Kegiatan mengurus PSSI yang cukup sibuk dengan digulirkannya beberapa kompetisi rutin sejak 1931, pada akhirnya membawa Soeratin pada sebuah pilihan. Karena kecintaan pada sepak bola, Soeratin, yang memiliki semangat nasionalisme yang tinggi, akhirnya bertaruh untuk memutuskan berhenti bekerja dari perusahaan konstruksi Belanda.

Padahal, gajinya di perusahaan itu lumayan besar dan memantapkan posisinya sebagai priayi. Di titik inilah, pertaruhan antara nasionalisme dan materi terjadi dalam kehidupan Soeratin. Hanya satu yang jadi tujuan bagi Soeratin, yakni agar Nusantara melalui sepak bola tak menjadi pecundang di antara sejumlah negara besar di dunia. Pilihan itu tepat, karena pada akhirnya Nusantara mampu berbicara di tingkat dunia, melalui keikutsertaannya di Piala Dunia 1938 di Perancis.

Sejumlah negara seperti Jepang, China, Hongkong, hingga dataran Korea pun bertekuk lutut oleh talenta Indonesia yang waktu itu masih memakai nama East Indies. Nusantara kemudian dapat unjuk gigi di pentas dunia, karena mampu menjadi pionir bagi Asia untuk mengenal sepak bola.

Pada 1940, Soeratin pindah ke kampung halamannya di Bandung dan jabatannya sebagai Ketua PSSI diambil alih oleh Artono Martosoewignyo. Ketika itu, kehidupan Soeratin menjadi serbasulit. Rumahnya sempat diobrak-abrik tentara Belanda, karena aktif dalam Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang dianggap musuh oleh Belanda.

Pengabdian Soeratin bagi bangsa pun masih besar di hari tuanya. Dirinya menyanggupi permintaan Ir. Djoeanda untuk memimpin Djawatan Kereta Api (DKA) pada 1949. Akan tetapi, dengan tubuh yang semakin renta, pekerjaan itu sedikit berat. Apalagi, ketika itu perjuangan fisik melawan Belanda terus terjadi.

Setelah sekian lama sakit dan tidak mampu menebus obat, Kisah hidup pendiri sekaligus Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) pertama itu memang penuh keprihatinan. Dirinya harus rela hidup dalam kesulitan ekonomi hingga akhir hayat. Untuk menebus obat, dia pun harus menelan ludah bulat-bulat. Tidak ada yang dia tinggalkan, kecuali organisasi yang sangat dicintai, yakni PSSI. Organisasi besar yang menjadi media perjuangan bangsa.

Soeratin meninggal dunia pada 1 Desember 1959 pada usia 60 tahun di dalam kemiskinan. Dirinya memilih untuk hidup tenang di sisa umurnya. Sampai tahun ini, PSSI telah menjadi bagian dari kehidupan sejarah panjang Indonesia. Soeratin memang sempat meramalkan bahwa PSSI tidak pernah lepas dari persoalan, karena setiap kepengurusan pasti mempunyai pandangannya masing-masing.

Tetapi, alangkah baiknya semangat persatuan dan kesatuan harus tetap menjadi jati diri atau identitas PSSI. Alangkah bijaknya jika kita sadar bahwa sepak bola adalah harga diri bangsa dan alat pemersatu bangsa. Soeratin tidak pernah meminta kekayaan meski harus mati dalam kemiskinan.

Soeratin hanya ingin memperjuangkan semangat puluhan juta pemuda Nusantara demi meraih kewibawaan dan harga diri Indonesia. Dia ingin memberi dan mengalirkan gagasan agar makna sesungguhnya dalam sepak bola dapat jadi warisan emas bagi anak cucu bangsa.

Jasanya dalam persepak bolaan nasional diabadikan dalam nama trofi yang diperebutkan dalam kompetisi sepak bola junior tingkat nasional, Piala Soeratin. Terima kasih Ir Soeratin. Engkau telah menetapkan pondasi dasar untuk sepak bola Indonesia. Engkau juga telah menginspirasi untuk mengangkat kebesaran bangsa lewat sepak bola. Sepak bola terbukti bisa menjadi pemersatu. Karena saat di lapangan, bahasanya satu, bahasa sepak bola. [*]

Sumber: pssi.org
Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Kelewat Hebat, Lewandowski Dikejar-kejar Madrid, Liverpool, dan PSG

Sepak Bola Selasa, 18 Mei 2021 | 15:20 WIB

Performa gemilang Robert Lewandowski telah menarik perhatian dari banyak klub raksasa di Eropa.

Olahraga - Sepak Bola, Kelewat Hebat, Lewandowski Dikejar-kejar Madrid, Liverpool, dan PSG, klub raksasa di Eropa,real madrid,Liverpool,Bundesliga,Robert Lewandowski,Bayern Muenchen

Seorang Tahanan Polsek Indihiang Ditemukan Meninggal dalam Sel

Sepak Bola Selasa, 18 Mei 2021 | 14:20 WIB

Ada tanda-tanda lebam mayat pada tangan kanan korban yang diduga akibat serangan jantung.

Olahraga - Sepak Bola, Seorang Tahanan Polsek Indihiang Ditemukan Meninggal dalam Sel, Tahanan Polsek Indihiang,Polres Tasikmalaya,Mapolsek Indihiang,Tahanan Meninggal dalam Sel,Kota Tasikmalaya,kasus penipuan dan penggelapan kendaraan bermotor

Candu Berbahaya, Barcelona Terlalu Ketergantungan Lionel Messi

Sepak Bola Selasa, 18 Mei 2021 | 14:10 WIB

Kehadiran Lionel Messi dalam skuad Barcelona memang terlalu penting untuk dihilangkan.

Olahraga - Sepak Bola, Candu Berbahaya, Barcelona Terlalu Ketergantungan Lionel Messi, Lionel Messi,barcelona,Pelatih Barcelona Ronald Koeman,La Liga Spanyol

Mantan Pemain MU: Liverpool dan Chelsea akan Finis Empat Besar

Sepak Bola Selasa, 18 Mei 2021 | 10:55 WIB

Mantan pemain Manchester United, Michael Owen, memberikan prediksi Liverpool serta Chelsea.

Olahraga - Sepak Bola, Mantan Pemain MU: Liverpool dan Chelsea akan Finis Empat Besar , Manchester United,Michael Owen,Liverpool,Chelsea,Liga Primer Inggris,Leicester City

Baru Sampai Dubai, Skuad Garuda Langsung Latihan

Sepak Bola Selasa, 18 Mei 2021 | 10:35 WIB

Adam Alis dan kawan-kawan melakukan latihan dengan pemanasan dan senam ringan.

Olahraga - Sepak Bola, Baru Sampai Dubai, Skuad Garuda Langsung Latihan, Uni Emirat Arab (UEA),Dubai,Skuad Garuda,Timnas Indonesia,Shin Tae-yong,Sepak Bola

Baru Pertama Kali ke Luar Negeri, Pemain Timnas Indonesia Bersemangat

Sepak Bola Selasa, 18 Mei 2021 | 10:20 WIB

Evan Dimas dan kawan-kawan menempuh perjalanan selama delapan jam menggunakan maskapai Emirates.

Olahraga - Sepak Bola, Baru Pertama Kali ke Luar Negeri, Pemain Timnas Indonesia Bersemangat, Pemain Timnas Indonesia,Kualifikasi Piala Dunia 2022,Sepak bola,Dubai,Uni Emirat Arab (UEA)

Terbang ke Dubai, Skuad Garuda Tatap Tajam Kualifikasi Piala Dunia 202...

Sepak Bola Senin, 17 Mei 2021 | 13:30 WIB

Timnas Indonesia akan melawan Thailand pada 3 Juni, lalu Vietnam 7 Juni, dan terakhir UEA pada 11 Juni.

Olahraga - Sepak Bola, Terbang ke Dubai, Skuad Garuda Tatap Tajam Kualifikasi Piala Dunia 2022, Kualifikasi Piala Dunia 2022,Timnas Indonesia,Skuad Garuda,Uni Emirat Arab (UEA),Dubai,Sepak Bola

Napoli Naik ke Zona Liga Champions, Juventus Makin Cemas

Sepak Bola Minggu, 16 Mei 2021 | 19:40 WIB

Napoli mengamankan tiga angka krusial setelah membungkam Fiorentina dengan skor 2-0.

Olahraga - Sepak Bola, Napoli Naik ke Zona Liga Champions, Juventus Makin Cemas, Serie A,Liga Italia,juventus,Napoli,AC Milan,Liga Champions,Liga Europa

artikel terkait

dewanpers