web analytics
  

Menakar Geliat Ekonomi di Bulan Ramadan 2021

Senin, 19 April 2021 11:32 WIB Netizen Nevi Hendri, S.Si., M.M.
Netizen, Menakar Geliat Ekonomi di Bulan Ramadan 2021, Ekonomi,COVID-19,BPS

Situasi penutupan di Jalan Al Fathu, Soreang, Kabupaten Bandung, Minggu 18 April 2021. Ruas jalan tersebut ditutup guna menghindari kerumunan warga, yang hendak ngabuburit dan menunggu buka puasa pada masa pandemi Covid-19. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

Nevi Hendri, S.Si., M.M.

Kepala BPS Kabupaten Bekasi

AYOBANDUNG.COM--Pandemi Covid-19 sudah setahun lebih membayang banyangi kehidupan kita. Suasana bulan puasa hingga Idulfitri 2020 berbeda 180 derajat dibandingkan biasanya. 

Tidak ada keramaian, tidak ada kemacetan dan masjid pun aktivitasnya terbatas. Pandemi Covid-19 telah mengubah tatanan kehidupan masyarakat. Perekonomian, baik nasional maupun global menjadi sangat tertekan.

Saat ini kita memasuki  bulan puasa tahun 2021. Pandemi Covid-19 nyatanya masih belum berlalu. Lantas, bagaimanakah kecenderungan indikator ekonominya. Apakah akan terpuruk lagi seperti tahun lalu apakah bisa lebih baik?  

Siklus indikator perekonomian pada saat kondisi normal, bulan puasa mampu mendongkrak  pertumbuhan ekonomi. Hal ini seiring pola konsumsi masyarakat yang meningkat. 

Kebutuhan konsumsi makanan dan non makanan terutama pakaian selalu mengalami lonjakan. Demikian pula terjadi  lonjakan pergerakan penduduk dalam rangka arus mudik maupun arus balik. Di samping itu, membanjirnya masyarakat ke tempat tempat wisata. 

Kondisi Puasa  2019  Sebelum Pandemi Covid-19

Awal bulan puasa bertepatan pada 6 Mei 2019. Saat itu belum terjadi pandemi Covid-19. Suasananya seperti yang biasa terjadi. Adanya  peningkatan aktivitas ekonomi awal puasa sampai seminggu setelah lebaran.  

Bahkan menjelang lebaran aktivitas ekonomi semakin menggeliat. Berbagai media massa pun ramai  memberitakan situasi dan kondisi perkembangan jelang hari raya Idulfitri. Tentunya sudah kita ketahui bersama, berita kemacetan menjadi salah satu topik paling utama.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS),  laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Jawa Barat triwulan II-2019 ( bertepatan adanya bulan puasa) terhadap triwulan I/2019 tumbuh sebesar 3,86%. Pertumbuhan tertinggi dicapai lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan yaitu sebesar 20,71%. 

Demikian pula industri perdagangan besar dan eceran meningkat sebesar 8,39%, jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 6,69%, serta beberapa lapangan usaha lainnya juga tumbuh positif. 

Ditinjau dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menurut pengeluaran. Pada triwulan II/2019 ( q-to-q)  beberapa komponennya tumbuh positif. Komponen pengeluaran konsumsi pemerintah (PK-P) meningkat sebesar 81,81%; pembentukan modal tetap bruto (PMTB) tumbuh sebesar 3,53%, ekspor barang dan jasa (2,95%);  pengeluaran konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (PK-LNPRT) tumbuh sebesar 2,53% dan pengeluaran konsumsi rumah tangga (PK-RT) meningkat sebesar 2,07%. 
Peningkatan juga dialami komponen impor barang dan jasa tumbuh sebesar 5,58%. Sementara itu komponen yang mengalami kontraksi hanya komponen perubahan inventori (minus 0,56%).

Dari sisi harga harga,  pada saat menjelang  puasa dan lebaran  biasanya terjadi kenaikan harga berbagai macam komoditas. Masih berdasarkan data BPS, Indek Harga Konsumen (IHK) gabungan 7 kota di Jawa Barat pada April 2019 sebesar 134,51 naik  menjadi 135,65 pada Mei 2019. Kondisi ini menunjukkan  terjadi inflasi pada bulan Mei 2019 sebesar 0,85% yang bertepatan dengan bulan puasa 2019.  

Adapun inflasi tertinggi terjadi pada  kelompok bahan makanan sebesar 1,75%,  kelompok transpor, komunikasi & keuangan sebesar 1,42%, serta kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau sebesar 1,04%.  
Sedangkan andil inflasi pada Mei 2019 terbesar diberikan oleh kelompok bahan makanan sebesar 0,37%. Selanjutnya kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan sebesar 0,25%, dan dari kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau sebesar 0,18%.
 
Kondisi Puasa (2020)  saat Pandemi Covid-19

Bulan puasa 1441 Hijriah bertepatan pada 24 April 2020 dengan kondisi yang masih cukup mencekam karena pandemi Covid-19.  Pada saat itu, per 31 Maret 2020 diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar  (PSBB) dalam rangka percepatan penanganan virus Covid-19

Hal tersebut berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP)  Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2020. Adapun pelaksanaan PP tersebut paling sedikit dilakukannya; liburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan  dan atau  pembatasan kegiatan di tempat umum atau fasilitas umum.  Demikian pula, pemerintah memutuskan larangan mudik bagi seluruh warga Negara Indonesia. 

BPS melaporkan, LPE ekonomi Jawa Barat triwulan II-2020  (bertepatan adanya puasa 2020) terhadap triwulan I-2020  (q-to-q) terkontraksi sebesar 4,95%. Pandemi Covid-19 berdampak  terhadap penurunan sebagian besar  lapangan usaha di Jawa Barat.  Dari 17 kategori lapangan usaha hanya 5 yang masih tumbuh positif. 

Demikian pula dari sisi PDRB menurut pengeluaran, kontraksi pertumbuhan terjadi  hampir di seluruh komponennya.  Komponen PMTB terkontraksi  sebesar 8,71 persen; PK-RT  menurun sebesar - 6,34%. Demikian pula komponen lainnya juga menurun yaitu ekspor barang dan jasa (- 4,62%), perubahan inventori  (-1,31%) , PK-LNPRT (- 0,46%), dan impor barang dan jasa (-3,20%).  Sementara itu, komponen yang masih tumbuh adalah komponen  PK-P sebesar 65,17%. 

Kondisi Puasa (2021) New  Normal 

Mulai 1 Juni 2020, pemerintah menerapkan tatanan kehidupan normal baru atau lebih dikenal era new normal. Masyarakat mulai beraktivitas dengan menerapkan protokol kesehatan. 

Secara perlahan roda perekonomian mulai bergerak meskipun masih terasa berat. Menurut data BPS, LPE Jawa barat  tahun 2020  terkontraksi sebesar 2,24%.

Awal tahun 2021, kondisi perekonomian mulai mengalami penyesuaian. Perkantoran sudah secara teratur kembali beraktivitas di kantor dengan pengaturan WFH dan WFO mengikuti zona penyebaran Covid-19. Demikian pula para pekerja secara berangsur sudah  bekerja dengan jam kerja normal.  Namun untuk sekolah sampai sekarang belum tatap muka. 

Di awal tahun ini juga,  vaksin mulai diberikan secara bertahap. Namun demikian, pandemi Covid-19 masih berlangsung. Protokol kesehatan di setiap aktifitas masih terus harus diterapkan.  

Puasa  1442 H  dimulai pada tanggal 13 April 2021. Secara kasat mata di lapangan, aktivitas masyarakat pada saat puasa seolah sudah kembali normal.  

Menjelang puasa, pasar kembali ramai didatangi masyarakat untuk persiapan munggahan.  Salat tarawih di masjid masjid juga kembali penuh. Demikian pula,  menjelang berbuka puasa  olahan makanan untuk takjil kembali diserbu para pembeli. 

Sementara itu, pemerintah sudah jauh jauh  hari memangkas cuti lebaran menjadi  satu hari saja  yaitu tanggal 12 Mei 2021.  Demikian pula, pemerintah mengeluarkan larangan mudik dari tanggal 6 Mei  sampai 17 Mei 2021. Hal tersebut  berkaitan dengan salah satu upaya  percepatan penanganan penyebaran virus Covid-19.

Dari sisi perekonomian di tahun 2021, Kementerian Keuangan memperkirakan LPE Indonesia  kuartal I-2021 bakal berada di dalam range antara minus 1% hingga minus 0,1%.  

Menurut Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati proyeksi pertumbuhan itu didasari dari kegiatan ekonomi di Indonesia yang sudah mulai menunjukkan adanya pemulihan.  

Mencermati kondisi di atas, bulan puasa tahun 2021 yang memasuki kuartal II/2021 optimis mampu mendongkrak kembali LPE. Meskipun beberapa lapangan usaha masih terasa berat yaitu bagi pelaku usaha transportasi dan wisata hiburan.  

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Adi Ginanjar Maulana

terbaru

Hobi Bagaikan Harta Karun

Netizen Jumat, 7 Mei 2021 | 15:40 WIB

Setiap pekerjaan pasti merasakan suka dan duka. Tetapi, dengan dasar hobi, pekerjaan jadi terasa lebih menyamankan.

Netizen, Hobi Bagaikan Harta Karun, Hobi,Harta Karun,Pekerjaan,Menulis

Confident Humility, Hal yang Rumpang pada Masa Kini

Netizen Jumat, 7 Mei 2021 | 15:10 WIB

Jika kita terlalu percaya diri maka akan nampak arogan. Di lain sisi, jika tidak punya kepercayaan diri sama sekali maka...

Netizen, Confident Humility, Hal yang Rumpang pada Masa Kini, Confident Humility,Hal yang Rumpang,Masa Kini,Filosofi  Hidup,Kepercayaan Diri,Kerendahan Hati

Sawahkurung, Sawah Terakhir di Pusat Kota Bandung

Netizen Jumat, 7 Mei 2021 | 14:30 WIB

Bila ditelusuri, nama-nama geografi itu mengabadikan perkembangan kota, seperti halnya yang terjadi di Kota Bandung.

Netizen, Sawahkurung, Sawah Terakhir di Pusat Kota Bandung, Sawahkurung,Sawah Terakhir,Pusat Kota Bandung,Sejarah,Geografis

Pendidikan Seksual Bukan Hanya Tentang Seks dan Kontrasepsi

Netizen Kamis, 6 Mei 2021 | 15:36 WIB

Berbicara soal seks memang selalu menuai kontroversi dan selalu menjadi topik yang sensitif.

Netizen, Pendidikan Seksual Bukan Hanya Tentang Seks dan Kontrasepsi, Pendidikan Seksual,Seks,kontrasepsi,Oran Tua,Anak,Sex education

Ketika Rumahku Bukan Istanaku

Netizen Kamis, 6 Mei 2021 | 15:00 WIB

Apakah rumah memang tempat yang aman?

Netizen, Ketika Rumahku Bukan Istanaku, Rumahku Bukan Istanaku,Catatan Kelam Perempuan,Stress,KDRT,KDRT Secara Seksual,Perceraian

Sony Xperia, 'Limbah Jepang' yang Tak Pernah Sepi Peminat

Netizen Rabu, 5 Mei 2021 | 14:23 WIB

Walaupun secara resmi Sony sudah menarik peredaran ponselnya di tanah air, peminat dari ponsel ini justru tidak pernah s...

Netizen, Sony Xperia, 'Limbah Jepang' yang Tak Pernah Sepi Peminat, Sony Xperia,Ponsel,Teknologi,smartphone,Jepang

Anggota Perhimpunan Batavia Menulis Adat Bengang

Netizen Rabu, 5 Mei 2021 | 10:18 WIB

Apa saja kontribusi yang diberikan oleh Kartawinata selama menjadi anggota Perhimpunan Batavia?

Netizen, Anggota Perhimpunan Batavia Menulis Adat Bengang, Anggota Perhimpunan Batavia,Adat Bengang,Raden Kartawinata,Bataviasch Genootschap voor Kunsten en Wetenschappen (BGKW)

Mengapa Mudik?

Netizen Selasa, 4 Mei 2021 | 12:55 WIB

Meski kini pemerintah melarang mudik. tradisi mudik ini tidak akan pernah berhenti pada satu generasi.

Netizen, Mengapa Mudik?, Mudik,Larangan Mudik,Mengapa Mudik?

artikel terkait

dewanpers