web analytics
  

Bisnis Tanaman Hias Air, Mudah dan Menjanjikan di Masa Pandemi

Sabtu, 17 April 2021 10:06 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Bandung Raya - Ngamprah, Bisnis Tanaman Hias Air, Mudah dan Menjanjikan di Masa Pandemi, ikan,Tanaman Hias,tanaman hias air

Salah satu jenis tanaman hias air yang dibudidayakan Agus Setia Mahendra di Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Bisnis tanaman hias air banyak digandrungi di masa pandemi Covid-19. ((Ayobandung.com/Magang-Taupik Saepuloh))

LEMBANG, AYOBANDUNG.COM--Selain ikan, tanaman hias air saat ini menjadi salah satu hal yang banyak diminati untuk memperindah kolam maupun akuarium di rumah. Hal ini sekaligus menjadi peluang bisnis yang menjajikan di kala pandemi Covid-19.

Salah satu penjual tanaman hias air, Agus Setia Mahendra menuturkan, bisnis tanaman hias air cukup menguntungkan untuk dijalani . Terutama bagi warga Lembang yang tinggal di dataran tinggi dengan cuaca yang mendukung. 

Penjual tanaman hias air di Lembang, Agus Setia Mahendra (Ayobandung.com/Magang-Taupik Saepuloh)

“Masih jarang dan menjadi peluang yang bagus untuk warga sekitar Lembang. Karena sekarang cuaca pun mendukung di sini cuacanya 24 (derajat) dan pH airnya rendah,” tuturnya kepada Ayobandung.com di Desa Cicalung Lembang, Jumat 16 April 2021. 

Mulai berbisnis sejak April 2021, pemuda Desa Cicalung Lembang ini telah memiliki pelanggan dari berbagai daerah. Seperti Medan, Balikpapan, Riau, Lampung, Solo, Bali, dan beberapa daerah di Jawa barat.

“Atos (sudah) keluar pulau, kalau yang di daerah sekitar Jawa Barat itu toko yang pesan kebanyakan. Jadi saya sebagai pemasoknya,” ungkapnya.

Saat ini, pihaknya menyediakan tiga jenis tanaman hias untuk dekorasi akuarium, seperti lumut (mos), tanaman bias, dan akar. Untuk lumut, terdapat jenis ricardia dan weping yang dibanderol seharga Rp150.000-Rp200.000 per keranjang. 

Salah satu jenis tanaman hias air (Ayobandung.com/Magang-Taupik Saepuloh)

Untuk tanaman bias, Agus menyediakan beberapa jenis dengan kisaran harga yang beragam, mulai dari Rp15.000 hingga jutaan rupiah per batangnya. Ada tanaman bias nana, bias pinto, dan bias panda. Sementara untuk hiasan akar, terdapat tiga jenis yaitu akar santigi, akar sendani, dan akar raksamala yang dibanderol dengan harga Rp5.000- Rp100.000 per ukuran.

“Per ukuran akar ini seperti baju dari ukuran S sampai XL. Dan kalau pesan banyak dan yang sudah di rangkai untuk hiasan itu ada harga khusus,” jelasnya.

Agus mengklaim, berbudidaya tanaman hias air ini cukup mudah dan tidak memerlukan biaya besar. Untuk melakukan pengiriman ke berbagai daerah pun, dia mengatakan, pengemasan barangnya tergolong cukup mudah.

“Kebetulan di sini udaranya sejuk, jadi tidak menggunakan kipas angin seperti di perkotaan. Hanya dengan lampu dan seprot dengan air sehari 2 kali, dalam waktu seminggu dapat tumbuh daun dan cepat beranak (bercabang). Kalau packing simpel, tinggal pakai tupperware, tisu atau kapas, ditambah styrofoam dan dus saja,” ungkap Agus.

Ikan dalam akuarium yang diberi tanaman hias air (Magang-Taupik Saepuloh)

 

Untuk membersihkan tanaman hias dalam akuarium, Agus menyarankan untuk memelihara beberapa jenis ikan kecil.  “Pakai jenis ikan pembersih yang kecil contohnya seperti udang atau ikam algaiter kecil fungsinya untuk pembersih kotoran secara alami,” jelasnya.

Dalam menjalani bisisnya, Agus selama ini mendapat pasokan produk dari petani sekitar Lembang, Purwakarta, dan Subang dengan sistem bagi hasil. Setiap minggunya, Agus dapat meraup omzet bersih dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

“Misalnya di sekitar sini ada petani yang habis berkebun ngasih akar rentek, nanti ada upahnya dan langsung saya olah akarnya. Sekarang lagi musim juga, per minggunya Rp700.000 sampai jutaan itu sudah bersih dari biaya yang lainnya,” pungkasnya. 
 

Taupik Saepuloh

Editor: Nur Khansa Ranawati

terbaru

Pelaku Wisata Harap Pemerintah Kendalikan Zona Merah KBB

Ngamprah Sabtu, 8 Mei 2021 | 18:35 WIB

Pelaku wisata berharap penutupan wisata dibarengi dengan langkah serius dari pemerintah menekan kasus Covid-19 di KBB.

Bandung Raya - Ngamprah, Pelaku Wisata Harap Pemerintah Kendalikan Zona Merah KBB, Zona Merah KBB,Kabupaten Bandung Barat Zona Merah Covid-19,KBB,Pariwisata di KBB,Zona merah covid-19 KBB,Pelaku wisata

Tren Pergerakan Pemudik di Cimahi dan KBB Mulai Menurun

Ngamprah Jumat, 7 Mei 2021 | 22:22 WIB

Tren pergerakan pemudik yang melintas di kawasan Cimahi dan Bandung Barat mulai menurun. Jumlah kendaraan yang diputarba...

Bandung Raya - Ngamprah, Tren Pergerakan Pemudik di Cimahi dan KBB Mulai Menurun, Pergerakan Pemudik di Cimahi dan KBB,Mudik Cimahi,Mudik KBB,Polres Cimahi

Mudik Lokal Dilarang, Polres Cimahi Akan Hentikan Kendaraan Berplat Ba...

Ngamprah Jumat, 7 Mei 2021 | 22:09 WIB

Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Cimahi bakal memberhentikan dan memeriksa kendaraan plat nomor Bandung di p...

Bandung Raya - Ngamprah, Mudik Lokal Dilarang, Polres Cimahi Akan Hentikan Kendaraan Berplat Bandung, mudik lokal dilarang,Polres Cimahi,mudik lokal,mudik lokal Bandung Raya,mudik lokal cimahi,Larangan Mudik

Mudik Lokal ke Bandung Barat Dilarang, Ketahuan Ngeyel Akan Dikarantin...

Ngamprah Jumat, 7 Mei 2021 | 21:40 WIB

Kebijakan larangan mudik lokal resmi diterapkan di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Warga luar daerah yang kedapatan memak...

Bandung Raya - Ngamprah, Mudik Lokal ke Bandung Barat Dilarang, Ketahuan Ngeyel Akan Dikarantina, Plt Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan,mudik lokal,Mudik KBB,Mudik Bandung Barat

Parpol KBB Diguyur Dana Hibah, PDIP Dapat Jatah Paling Besar

Ngamprah Jumat, 7 Mei 2021 | 21:10 WIB

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) bersiap menyalurkan da...

Bandung Raya - Ngamprah, Parpol KBB Diguyur Dana Hibah, PDIP Dapat Jatah Paling Besar, Dana Hibah KBB,Dana Hibah Bandung Barat,Partai di KBB,PDIP KBB,PDIP Bandung Barat

Wisata Bandung Barat Ditutup karena Zona Merah, Pengelola Pasrah

Ngamprah Jumat, 7 Mei 2021 | 15:04 WIB

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) resmi menutup tempat wisata menyusul daerah KBB masuk dalam zona merah Covid-19...

Bandung Raya - Ngamprah, Wisata Bandung Barat Ditutup karena Zona Merah, Pengelola Pasrah, wisata lembang ditutup,wisata bandung barat ditutup,Bandung Barat Zona Merah,Kabupaten Bandung Barat Zona Merah,kabupaten bandung barat zona merah corona,Wisata Lembang

Jejak Kejayaan Jalur Mudik Cikalongwetan KBB, Hancur Dilindas Tol Cipu...

Ngamprah Kamis, 6 Mei 2021 | 20:51 WIB

Arus lalu lintas di Jalan Raya Padalang menuju Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB) tampak lenggang, pada Kamis...

Bandung Raya - Ngamprah, Jejak Kejayaan Jalur Mudik Cikalongwetan KBB, Hancur Dilindas Tol Cipularang, Jalur Mudik Cikalongwetan,Jalur Mudik KBB,Tol Cipularang,Cerita Mudik

Halau Pemudik di Jalur Tikus, Bandung Barat Tambah 4 Pos Penyekatan

Ngamprah Kamis, 6 Mei 2021 | 11:12 WIB

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menambah 4 pos penyekatan mudik 2021. Penambahan posko ini bert...

Bandung Raya - Ngamprah, Halau Pemudik di Jalur Tikus, Bandung Barat Tambah 4 Pos Penyekatan, pos penyekatan Bandung Barat,larangan mudik Bandung Barat,titik penyekatan mudik Bandung Barat,perbatasan Bandung Barat disekat,Bandung,Larangan Mudik Lebaran 2021

artikel terkait

dewanpers