web analytics
  

Picu Kontroversi, Ilmuwan Kembangka Sel Manusia dalam Embrio Monyet 

Sabtu, 17 April 2021 08:07 WIB
Umum - Internasional, Picu Kontroversi, Ilmuwan Kembangka Sel Manusia dalam Embrio Monyet , embrio,manusia,monyet,Penelitian

Ilustrasi penelitian (Pixabay)

 

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Kontroversi mewarnai penelitian yang dikembangkan tim dari Amerika Serikat dan Cina. Pasalnya, mereka mengembangkan embrio monyet yang mengandung sel manusia di laboratorium. 

Para ilmuwan menyuntikkan sel induk manusia - sel yang memiliki kemampuan untuk berkembang menjadi banyak jaringan tubuh yang berbeda - ke dalam embrio kera.

Apa yang disebut embrio spesies campuran, atau chimera, telah diproduksi di masa lalu, dengan sel manusia ditanamkan ke embrio domba dan babi.

Tim ilmuwan dipimpin oleh Prof Juan Carlos Izpisua Belmonte dari Salk Institute di AS, yang, pada 2017, membantu membuat hibrida manusia-babi pertama.

Pekerjaan ini dapat membuka jalan dalam mengatasi kekurangan parah organ untuk transplantasi, serta membantu peneliti memahami lebih banyak tentang perkembangan awal manusia, perkembangan penyakit, dan penuaan, katanya.

"Pendekatan chimeric ini bisa sangat berguna untuk memajukan penelitian biomedis tidak hanya pada tahap paling awal kehidupan, tetapi juga tahap kehidupan saat ini," ungkapnya sebagaimana dilansir dari Suara.com, Sabtu 17 April 2021. 

Dia menegaskan bahwa penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Cell, telah memenuhi pedoman etika dan hukum saat ini.

"Pada akhirnya, kami melakukan studi ini untuk memahami dan meningkatkan kesehatan manusia," katanya.

'Tantangan etis'

Beberapa ilmuwan, bagaimanapun, telah menyuarakan kekhawatiran tentang percobaan tersebut, meski embrio dalam penelitian ini dihancurkan pada 20 hari, pihak lain lain dapat mencoba untuk melanjutkan penelitian.

Mereka menyerukan debat publik tentang implikasi penciptaan setengah manusia / setengah chimera bukan manusia.

Mengomentari penelitian tersebut, Dr Anna Smajdor, dosen dan peneliti dalam etika biomedis di Fakultas Kedokteran Norwich, Universitas East Anglia, mengatakan hal itu menimbulkan "tantangan etika dan hukum yang signifikan".

Dia menambahkan: "Para ilmuwan di balik penelitian ini menyatakan bahwa embrio chimera ini menawarkan peluang baru karena 'kita tidak dapat melakukan jenis eksperimen tertentu pada manusia'. Tetapi apakah embrio ini adalah manusia atau bukan masih dipertanyakan."

Prof Julian Savulescu, direktur Oxford Uehiro Center for Practical Ethics dan co-director dari Wellcome Center for Ethics and Humanities, University of Oxford, mengatakan penelitian itu "membuka kotak Pandora untuk chimera manusia-bukan manusia".

Dia menambahkan: "Embrio-embrio ini dihancurkan pada 20 hari perkembangannya, tetapi hanya masalah waktu sebelum chimera manusia-non-manusia berhasil dikembangkan, mungkin sebagai sumber organ bagi manusia. Itu adalah salah satu tujuan jangka panjang dari penelitian ini."

Sarah Norcross, direktur Progress Educational Trust, mengatakan bahwa sementara "kemajuan substansial" sedang terjadi dalam penelitian embrio dan sel induk, yang dapat membawa manfaat yang sama substansial, "terdapat kebutuhan yang jelas untuk diskusi dan debat publik tentang etika dan tantangan dalam pembuatan peraturan".

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Nur Khansa Ranawati

terbaru

Perpanjang Masa Darurat Covid-19, Olimpiade Tokyo Ditunda Lagi?

Internasional Rabu, 5 Mei 2021 | 13:18 WIB

Pemerintah Jepang mempertimbangkan untuk memperpanjang masa darurat Covid-19.

Umum - Internasional, Perpanjang Masa Darurat Covid-19, Olimpiade Tokyo Ditunda Lagi?, Masa Darurat Covid-19,Olimpiade Tokyo Ditunda,Jepang,Olimpiade Tokyo

6 Mei 2021 Puncak Hujan Meteor Eta-Akuarid, Begini Cara Melihatnya

Internasional Rabu, 5 Mei 2021 | 12:52 WIB

Besok, tepatnya Kamis 6 Mei 2021 menjadi puncak hujan meteor Eta-Akuarid. 

Umum - Internasional, 6 Mei 2021 Puncak Hujan Meteor Eta-Akuarid, Begini Cara Melihatnya, Hujan Meteor,hujan meteor eta-akuarid,puncak hujan meteor,hujan meteor 6 mei,meteor,Nasa,bintang jatuh

Rekor Tragis India, 3.780 Wafat oleh Covid-19 dalam Sehari

Internasional Rabu, 5 Mei 2021 | 12:35 WIB

Sementara itu, jumlah infeksi harian Covid-19 bertambah 382.315 kasus, Rabu, 5 Mei 2021.

Umum - Internasional, Rekor Tragis India, 3.780 Wafat oleh Covid-19 dalam Sehari, Rekor Tragis,India,Covid-19,Kementerian Kesehatan India

Dalam Sehari, Masjidil Haram Gunakan 70 Liter Ribu Disinfektan

Internasional Rabu, 5 Mei 2021 | 11:30 WIB

Lebih dari 70 ribu liter disinfektan digunakan untuk membersihkan Masjidil Haram di Makkah setiap hari, selama Ramadan. 

Umum - Internasional, Dalam Sehari, Masjidil Haram Gunakan 70 Liter Ribu Disinfektan, Masjidil Haram,Masjidil Haram dibersihkan,disinfektan untuk bersihkan masjidil haram,berita Masjidil Haram

5 Mei 1961, Alan Shepard Jadi Manusia Pertama ke Luar Angkasa

Internasional Rabu, 5 Mei 2021 | 09:39 WIB

Komandan Angkatan Laut Alan Bartlett Shepard Jr. menjadi orang Amerika Serikat (AS) pertama yang melakukan perjalanan lu...

Umum - Internasional, 5 Mei 1961, Alan Shepard Jadi Manusia Pertama ke Luar Angkasa, Sejarah Hari Ini,Manusia Pertama ke Luar Angkasa,Alan Bartlett Shepard Jr.,5 Mei 1961,Nasa

Singa singa di India Ikut Terinfeksi Covid-19

Internasional Rabu, 5 Mei 2021 | 09:21 WIB

Virus Covid-19 di india tidak hanya menginfeksi mannusia. Singa-singa di kebun binatang negara tersebut bahkan dikabark...

Umum - Internasional, Singa singa di India Ikut Terinfeksi Covid-19, Covid-19 di India,Corona di India,singa kena covid-19,singa kena corona,hewan kena covid-19

Kerajaan Akhirnya Ungkap Penyebab Kematian Pangeran Philip

Internasional Rabu, 5 Mei 2021 | 08:39 WIB

Penyebab kematian suami dari Ratu Inggris Elizabeth II, Pangeran Philip telah diungkap dalam sertifikat kematian yang di...

Umum - Internasional, Kerajaan Akhirnya Ungkap Penyebab Kematian Pangeran Philip, Pangeran Philip,Pangeran Philip meninggal,Penyebab meninggal Pangeran Philip,suami ratu elizabeth

10 Hari Terakhir Ramadan, Jamaah Bisa Tarawih di Masjidil Haram

Internasional Selasa, 4 Mei 2021 | 14:20 WIB

Para jemaah diperbolehkan melaksanakan salat tarawih pada 10 malam terakhir bulan suci Ramadan di Masjidil Haram. Namun...

Umum - Internasional, 10 Hari Terakhir Ramadan, Jamaah Bisa Tarawih di Masjidil Haram, Tarawih Masjidil Haram,Salat Tarawih di Masjidil Haram,Masjidil Haram,Masjidil Haram Ramadan,Ramadan 2021

artikel terkait

dewanpers