web analytics
  

Jadi Garda Depan Pandemi, Ribuan Nakes KBB Belum Dapat Insentif

Jumat, 16 April 2021 16:15 WIB Restu Nugraha
Bandung Raya - Ngamprah, Jadi Garda Depan Pandemi, Ribuan Nakes KBB Belum Dapat Insentif, Garda Depan Pandemi,Ribuan Nakes KBB Belum Dapat Insentif,tenaga kesehatan (nakes),Kabupaten Bandung Barat (KBB)

Seorang tenaga kesehatan atau nakes menjalani vaksinasi Covid-19. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM — Dukungan pemerintah terhadap tenaga kesehatan (nakes) sebagai petugas garda terdepan melawan Covid-19 ternyata belum maksimal.

Ribuan nakes di Kabupaten Bandung Barat (KBB) belum mendapat hak insentif selama 4 bulan, mulai dari Desember 2020 hingga Maret 2021. 

Padahal, sesuai Surat Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/278/2020 petugas medis berhak mendapat insentif dengan besaran yang bervariasi. Dokter spesialis sebesar Rp15 juta, dokter umum dan gigi Rp10 juta, bidan dan perawat Rp7,5 juta, dan tenaga medis lainnya Rp5 juta.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, tenaga kesehatan di KBB berjumlah 1.618 orang. Terdiri dari 233 dokter, 41 dokter gigi, 670 perawat, dan 674 bidan. Jumlah nakes itu tersebar di 8 rumah sakit, 32 puskesmas, dan 54 klinik swasta. 

"Belum dibayar dari Desember sampai Maret bulan ini. Saya dapat kabar malah semua nakes belum dicairkan," kata Linda (26) salah satu petugas medis di fasilitas kesehatan Kecamatan Cikalong wetan, Jumat 16 April 2021. 

Dirinya mengaku sudah sempat mencoba menanyakan perihal keterlambatan pencairan tersebut ke manajemen rumah sakit tempatnya bekerja. Namun dirinya tak mendapatkan jawaban memuaskan.

"Sudah pernah ditanyakan tapi ya jawabannya memang tidak memuaskan, karena mereka juga tidak memberikan jawaban yang detail. Tapi kabarnya memang sudah dianggarkan, hanya belum tahu kapan cairnya," tuturnya. 

Bahkan, sejumlah Nakes mengaku belum mendapat insentif sejak awal adanya Covid-19 atau hampir satu tahun lebih.

"Saya bahkan belum dapat insentif sejak awal mula Covid-19 ada. Katanya mesti mengajukan dulu dan ribet. Jadi mending gak usah," kata Yani (40) salah perawat di fasilitas kesehatan di Kecamatan Cipatat. 

Tak cuma mengeluhkan soal keterlambatan pencairan insentif, nakes juga kerap mengeluh soal kelengkapan sarana dan prasarana. APD dan alat medis masih jauh dari kata ideal. 

Pemda KBB Dilema Soal Insentif Nakes

Sekretaris Daerah KBB Asep Sodikin mengatakan, keterlambatan itu lantaran adanya perubahan pola pembayaran. Jika sebelumnya insentif nakes Covid-19 dibayarkan oleh Pemerintah Pusat, maka saat ini menjadi beban Pemerintah Daerah.

"Saya dengar (ada insentif nakes yang belum cair) tapi sedang kita coba konfirmasi. Laporan dari Kadinkes bahwa kebijakan pusat insentif nakes jadi tanggung jawab daerah, dulu kan tanggung jawab pusat," ungkap Asep saat ditemui Ayobandung.com, Jumat 16 April 2021.

Hingga saat ini, Asep belum menerima surat dari pemerintah pusat terkait perubahan pola pembayaran yang dibebankan ke Pemerintah Daerah. Jika pun dibebankan pada Perintah Daerah, Asep akan melakukan perubahan APBD parsial.

Pihaknya musti menunggu surat kebijakan dari pemerintah pusat tersebut sebagai dasar hukum untuk melakukan perubahan APBD parsial. Anggaran perubahan itu nantinya akan dialokasikan untuk dana insentif nakes yang belum cair sejak empat bulan lalu.

"Kalau ada surat resminya nanti dari Dinkes dan itu bisa harus dilakukan. Kalau memang memungkinkan dan ada uangnya, bisa (perubahan) parsial kita lakukan. Perubahan parsial bisa asal ada normatifnya jelas, jadi instruksinya jelas," imbuh Asep.

Tentu, proses untuk sampai cair memerlukan tahapan yang mesti ditempuh. Perubahan parsial dilakukan di tengah berjalannya APBD tahun 2021, hal itu mesti merumuskan ulang dari mana sumber anggaran untuk dialokasikan ke pembayaran insentif.

"Nah, kalau kebijakan itu ditengah jalan kan susah, tapi nanti kalau ketentuannya sudah pasti kita proses sesuai aturan mainnya seperti apa," papar Asep.

"Kemudian punya enggak uang daerahnya? Kalau gak ada, potensinya gimana? Banyak lah tahapannya gak bisa langsung kita bayar," pungkasnya. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Pelaku Wisata Harap Pemerintah Kendalikan Zona Merah KBB

Ngamprah Sabtu, 8 Mei 2021 | 18:35 WIB

Pelaku wisata berharap penutupan wisata dibarengi dengan langkah serius dari pemerintah menekan kasus Covid-19 di KBB.

Bandung Raya - Ngamprah, Pelaku Wisata Harap Pemerintah Kendalikan Zona Merah KBB, Zona Merah KBB,Kabupaten Bandung Barat Zona Merah Covid-19,KBB,Pariwisata di KBB,Zona merah covid-19 KBB,Pelaku wisata

Tren Pergerakan Pemudik di Cimahi dan KBB Mulai Menurun

Ngamprah Jumat, 7 Mei 2021 | 22:22 WIB

Tren pergerakan pemudik yang melintas di kawasan Cimahi dan Bandung Barat mulai menurun. Jumlah kendaraan yang diputarba...

Bandung Raya - Ngamprah, Tren Pergerakan Pemudik di Cimahi dan KBB Mulai Menurun, Pergerakan Pemudik di Cimahi dan KBB,Mudik Cimahi,Mudik KBB,Polres Cimahi

Mudik Lokal Dilarang, Polres Cimahi Akan Hentikan Kendaraan Berplat Ba...

Ngamprah Jumat, 7 Mei 2021 | 22:09 WIB

Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Cimahi bakal memberhentikan dan memeriksa kendaraan plat nomor Bandung di p...

Bandung Raya - Ngamprah, Mudik Lokal Dilarang, Polres Cimahi Akan Hentikan Kendaraan Berplat Bandung, mudik lokal dilarang,Polres Cimahi,mudik lokal,mudik lokal Bandung Raya,mudik lokal cimahi,Larangan Mudik

Mudik Lokal ke Bandung Barat Dilarang, Ketahuan Ngeyel Akan Dikarantin...

Ngamprah Jumat, 7 Mei 2021 | 21:40 WIB

Kebijakan larangan mudik lokal resmi diterapkan di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Warga luar daerah yang kedapatan memak...

Bandung Raya - Ngamprah, Mudik Lokal ke Bandung Barat Dilarang, Ketahuan Ngeyel Akan Dikarantina, Plt Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan,mudik lokal,Mudik KBB,Mudik Bandung Barat

Parpol KBB Diguyur Dana Hibah, PDIP Dapat Jatah Paling Besar

Ngamprah Jumat, 7 Mei 2021 | 21:10 WIB

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) bersiap menyalurkan da...

Bandung Raya - Ngamprah, Parpol KBB Diguyur Dana Hibah, PDIP Dapat Jatah Paling Besar, Dana Hibah KBB,Dana Hibah Bandung Barat,Partai di KBB,PDIP KBB,PDIP Bandung Barat

Wisata Bandung Barat Ditutup karena Zona Merah, Pengelola Pasrah

Ngamprah Jumat, 7 Mei 2021 | 15:04 WIB

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) resmi menutup tempat wisata menyusul daerah KBB masuk dalam zona merah Covid-19...

Bandung Raya - Ngamprah, Wisata Bandung Barat Ditutup karena Zona Merah, Pengelola Pasrah, wisata lembang ditutup,wisata bandung barat ditutup,Bandung Barat Zona Merah,Kabupaten Bandung Barat Zona Merah,kabupaten bandung barat zona merah corona,Wisata Lembang

Jejak Kejayaan Jalur Mudik Cikalongwetan KBB, Hancur Dilindas Tol Cipu...

Ngamprah Kamis, 6 Mei 2021 | 20:51 WIB

Arus lalu lintas di Jalan Raya Padalang menuju Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB) tampak lenggang, pada Kamis...

Bandung Raya - Ngamprah, Jejak Kejayaan Jalur Mudik Cikalongwetan KBB, Hancur Dilindas Tol Cipularang, Jalur Mudik Cikalongwetan,Jalur Mudik KBB,Tol Cipularang,Cerita Mudik

Halau Pemudik di Jalur Tikus, Bandung Barat Tambah 4 Pos Penyekatan

Ngamprah Kamis, 6 Mei 2021 | 11:12 WIB

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menambah 4 pos penyekatan mudik 2021. Penambahan posko ini bert...

Bandung Raya - Ngamprah, Halau Pemudik di Jalur Tikus, Bandung Barat Tambah 4 Pos Penyekatan, pos penyekatan Bandung Barat,larangan mudik Bandung Barat,titik penyekatan mudik Bandung Barat,perbatasan Bandung Barat disekat,Bandung,Larangan Mudik Lebaran 2021

artikel terkait

dewanpers